Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Apakah Aku Termasuk Pria Romantis?


__ADS_3

"Sebentar. Aku akan menghubungi seseorang untuk membelikan beberapa anjing," jawab Timothy.


"Buat apa?" tanya Bima.


"Istrinya Dewa meminta dua jenis anjing. Dia ingin memelihara anjing itu," jawab Timothy yang meraih ponselnya dan menghubungi pengawalnya.


Beberapa saat kemudian, pria bertubuh kekar itu menghubungi salah satu pengawalnya. Pengawalnya itu sudah paham dengan beberapa jenis ras anjing. Setelah mengobrol lama, Timothy memutuskan untuk mengambil dua jenis anjing. Setelah itu Timothy segera mematikan ponselnya dan melanjutkan permainan tersebut.


"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Tommy.


"Iya, aku sudah selesai. Kemungkinan besar kedua rasa anjing itu akan sampai di rumah Dewa dua hari kemudian," jawab Timothy.


Lalu mereka memutuskan untuk melanjutkan ronde selanjutnya. Sementara Dewa dan Sascha melihat mie ramen yang berada di depannya. Jujur kedai ramen itu adalah milik ibunya Ayako.


"Sepertinya aku mengenal kedai ini," ucap Sascha.


"Apakah kamu sering ke sini?" tanya Dewa.


"Iya, aku sering ke sini jika mengunjungi Tokyo. Sudah hampir setahun aku tidak ke sini. Bahkan sang pemilik pun aku mengenalnya," jawab Sascha.


"Kalau begitu ayo kita masuk. Aku sudah lama tidak mau makan mie ramen. Aku ingin memakan mie ramen yang pedas sekali."

__ADS_1


"Kamu nggak boleh makan pedas. Sekalinya makan pedas, kamu bisa menghabiskan satu galon air."


"Oh iya aku lupa. Aku sendiri hampir melupakan itu. Aku harus bagaimana?"


"Lebih baik kamu memesan mie ramen tanpa rasa pedas."


"Terima kasih sayang. Yang sudah memperingatkanku pada makanan pedas."


"Sama-sama. Aku tahu makanan pedas itu membuatmu sakit perut dalam waktu berhari-hari."


"Oh sungguh indahnya hari ini. Ternyata memiliki istri ada gunanya juga."


"Apa yang kamu bilang?" tanya Sascha sambil menatap wajah Dewa dengan penuh amarah.


"Dasar pria aneh," kesal Sascha.


"Aku memang aneh. Tapi kamu yang suka," ledek Dewa.


"Apakah kakak berjanji memberikan aku dua jenis anjing yang kuminta?" tanya Sascha.


"Tenang saja. Aku sudah meminta Timothy untuk memesankannya. Beberapa hari kemudian, kedua anjing itu sudah berada di rumah kita," jawab Dewa.

__ADS_1


"Kakak serius menaruhnya di rumah? Apakah Dita nggak takut kalau ada dua anjing itu?" tanya Sascha.


"Enggak. Dita malah senang jika ada hewan peliharaan di rumah. Kemungkinan besar dia akan membantu memberinya makan."


"Syukurlah kalau begitu. Aku tidak bisa membayangkan jika Dita takut dengan mereka."


Beberapa saat kemudian datang Kobe sambil memegang sapu dan berteriak, "Apakah kalian akan tetap disana?"


"Sepertinya. Aku ingin mengajak Sascha nge-date terlebih dahulu," jawab Dewa.


"Ya sudah kalau begitu. Jangan lama-lama ngedate-nya. Selesai makan kita akan pergi ke pusat perbelanjaan. Atau kita bisa berdiskusi untuk mencari tempat liburan," sahut Kobe.


Mereka menganggukkan kepalanya secara serempak. Kemudian Dewa mengajak Sascha berjalan-jalan sebentar dan saling berpegangan tangan.


"Sebentar," sahut Sascha yang membuat Dewa berhenti.


"Ada apa?" tanya Dewa.


"Apakah ini namanya kencan mendadak?" tanya Sascha balik.


"Perasaanku sih.... Kita dulu sering berkencan tanpa ada rencana. Tapi kamu nggak sadar akan hal itu," jawab Dewa.

__ADS_1


"Mungkin saja. Lagian kamu jadi orang sangat aneh sekali. Diam-diam mengajakku kencan sambil menonton film action," ucap Sascha.


"Apakah aku termasuk pria yang romantis?" tanya Dewa.


__ADS_2