Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ADA APA DENGAN KAKEK AOYAMA?


__ADS_3

"Memangnya aku menikah dengan Jaya apa?" tanya Dewa yang menatap wajah Sascha.


"Siapa tahu?" tanya Sascha.


"Memangnya aku belok apa?" tanya Dewa yang membekap mulut Sascha dengan ciuman yang manis.


"Kakak selalu saja begitu," kesal Sascha yang menatap wajah Dewa sambil membuang wajahnya.


"Apakah kamu mau menjenguk kakek yang sedang sakit?" Dewa membalikan badannya sambil tersenyum.


"Kalau kakak mengajakku sekarang... Okelah kita berangkat sekarang. Lalu bagaimana dengan Risa?" tanya Sascha.


"Tenang saja. Ada Mas Kobe yang bisa diandalkan di sini. Kemungkinan besar Mas Kobe juga ikut menghadang Risa," jawab Dewa.


"Kenapa kakek menjadi target Risa selanjutnya?" tanya Sascha.


"Aku nggak tahu itu. Lebih baik kamu tanyakan saja pada kakek. Masalah itu aku nggak pernah ikut campur kecuali kakek bilang sendiri ke aku. Sepertinya Risa akan membuat masalah di sini. Risa belum tahu kalau kakek adalah seorang ketua gangster di Cina sana. Sekali aku kirim SOS ke sana, cepat atau lambat mereka akan mengejar Risa dan membunuhnya. Kalau nggak percaya kamu boleh coba," jawab Dewa yang menjelaskan siapa kakek Aoyama mas sebenarnya.


"Berarti berarti Risa juga dalam keadaan bahaya?" tanya Sascha dengan serius.


"Ya bisa dikatakan begitu. Karena semakin membuat masalah. Risa yang akan dikejarnya lalu dibunuh secara brutal. Yang lebih parahnya lagi, mereka akan membuang mayatnya ke tempat di mana orang tercintanya tidak pernah menemukannya. Itulah gangster yang kakek pimpin. Selama ini kakek masih memimpin gangster itu. Cepat atau lambat gengser itu akan jatuh ke tangan mas Kobe. Aku tidak bisa membayangkan jika Mas Kobe naik menjadi ketua gangster seperti itu. Wajahnya sangat menyeramkan jika sedang marah. Aku sebagai keponakannya aja lebih baik pilih kabur ketimbang bertatap muka jika wajahnya berubah drastis," jelas Dewa yang mendapat anggukan dari sang istri.

__ADS_1


"Ya itu benar. Mas Kobe memang orangnya tanggung jawab. Jika ada kesalahan yang fatal maka tanduknya akan keluar. Aku sendiri sebagai karyawannya saja memilih untuk bersembunyi di bawah meja bersama Kak Erik berduaan di kolong sana," jelas Sascha yang mendapat jempol dari Dewa.


"Nasibnya kalian berdua memang apes jika perusahaan dipimpin oleh Mas Kobe. Jika sedang ngambek semua orang tidak bisa meluluhkan hatinya. Kecuali tidur pulas hingga berkas-berkas menumpuk seperti gunung," beber Dewa. "Itulah fakta sebenarnya.jangan pernah bersedih lagi ketika bang Kobe sedang memimpin perusahaan cabang Jakarta atau Indonesia. Aku yakin kamu akan dibuat geleng-geleng kepala dan absurd atas kelakuan Mas Kobe."


"Atasan tidak ada akhlak nomor satu. Ditambah lagi kedatangan Kak Dewa tambah parah," jelas saja yang mencoba bangun namun ditahan oleh Dewa.


"Mau ke mana?" tanya Dewa yang menahan Sascha agar tidak bangun.


"Lepaskanlah aku. Aku ingin bersiap-siap untuk mengunjungi kakek Aoyama," jawab Sascha.


"Baiklah kalau begitu," balas Dewa.


Di tempat lain Kakek Aoyama bersama Taro sedang berkunjung ke suatu tempat. Mereka sedang melakukan pertemuan antar para anggota kelompok rahasianya itu. Di sana mereka sedang berbincang-bincang tentang suatu hal yang sangat rahasia.


Seluruh anggota yang dipimpin oleh kakek Aoyama terkejut atas dua kandidat tersebut. Bayangkan saja kedua orang itu adalah ketua mafia yang dibilang sangat sadis dan bengis sekali. Mereka mengangkat tangannya sambil berteriak, "Lebih baik dua-duanya saja. Ada ketua dan wakil. Jika anda memilih salah satu bisa dipastikan kekuatan kelompok ini akan berkurang setengah. Seperti anda bersama almarhum istri Anda tuan. Semenjak kepergian istri anda kelompok ini menjadi agak lemah sedikit."


Sejenak mereka terdiam dan memberikan waktu kakek Aoyama untuk mengambil keputusan. Mereka takut jika kakek Aoyama salah langkah. Karena mereka yakin atas jawaban kakek Aoyama.


"Berikan aku waktu tiga hari dari sekarang. Aku tidak bisa memutuskannya hari ini juga. Kalian harus bersabar untuk mendapatkan jawaban itu," perintah kakek Aoyama.


Mereka pun setuju lalu bersorak bahagia. Justru di kelompok itu adalah kelompok yang sangat besar sekali. kakek sengaja mendirikan kelompok ini hanya untuk melindungi perusahaan dan anak cabang. Segala tindak tanduk pada karyawannya kakek sudah mengetahuinya. Bisa dikatakan kakek memiliki kekuatan yang cukup mumpuni di dunia bisnis ini maupun dunia gelap.

__ADS_1


Diam-diam kakek sengaja menyelidiki latar belakang Kobe dan Dewa. Di sinilah mereka bisa dikatakan memiliki calon kegelapan kuat. Jika Sascha tahu kalau sang suami dijadikan ketua gangster terkenal di dunia itu, apa jadinya? Kemungkinan besar Sascha akan berlatih menjadi wanita Dewa.


"Setelah ini kakek harus kembali ke rumah sakit. Cepat atau lambat seluruh keluarga anda akan muncul satu persatu terutama pada keluarga Tuan Devan," pinta Taro.


"Kenapa mereka ke sini? Seharusnya mereka berada di tempat masing-masing? Seperti Dewa yang sedang menikmati bulan madunya bersama cucu satu-satunya! Lalu kenapa Tara dan Devan ikut-ikutan juga ke sini! Padahal aku tidak sakit apa-apa! Sungguh meresahkan!" geram Kakek Aoyama.


Dalam hatinya si Kakek penuh dengan kebahagiaan. Memang tubuhnya sudah mulai tidak fit seperti dulu lagi. Kakak Aoyama sengaja tidur di rumah sakit hanya untuk mencari perhatian mereka. Namun si Kakek ingin bercerita sesuatu tentang salah satu musuhnya itu. Di sinilah sang kakek harus mencari cara agar mereka berkumpul satu persatu.


"Kalau begitu baiklah. Kita akan berkumpul di sana. Aku akan menghubungi mereka satu persatu," jelas kakek Aoyama.


Dengan begitu si kakek dan asistennya itu pergi meninggalkan bangunan rahasia. Agar mereka tidak curiga kalau si Kakek tidak sakit sama sekali. Bagaimana tanggapan sang asistennya itu? Bisa dikatakan sang asistennya itu mendukung dengan sepenuhnya. Jika tidak sang asistennya itu tidak akan membuat acara seperti ini.


Dalam mengadakan pertemuan itu, Kakak dan asistennya kembali ke rumah sakit. Di sana mereka disambut oleh para petinggi rumah sakit. Dengan senyumnya yang merekah kakek menyapa mereka sambil melambaikan tangannya.


Jujur pihak rumah sakit sangat mengagumi sang kakek. Ternyata sang kakek orangnya sangat ramah sekali. Saking ramahnya sang kakek menjadi idola para pasien dan para petinggi rumah sakit sana.


Sesampainya di ruangan itu, kakek Aoyama mulai berbaring di atas brankar. Dengan senyumnya yang khas sang kakek berharap rencana yang akan datang akan berhasil. Rencana itu kita belum mengetahuinya apa yang terjadi pada kakek?


Lain lagi dengan sang asistennya itu. Sang asistennya itu sering dibuat aneh oleh sang kakek. Bayangkan saja jika keanehannya itu bisa membuat sang asisten geleng-geleng kepala. Meskipun begitu sang asisten itu sangat bahagia sekali bisa menemani sang kakek hingga detik ini.


"Selamat istirahat tuan," ucap Taro.

__ADS_1


"Jam berapa mereka ke sini?" Tanya kakek Aoyama.


__ADS_2