
"Gue bersyukur kalau memiliki saudara. Gue tidak akan kesepian lagi seperti ini. Nggak ada yang ngajakin berantem kecuali pengawal. Pengawalnya Papaku orangnya terlalu kaku. Sangking gak punya aku nggak bisa mengerjainya," ungkap Eric dengan kesal.
"Lu itu ada-ada aja. Bapak lu itu bukan orang sembarangan. Soalnya bapak lu itu seorang mafia obat-obatan terlarang. Jadi wajar kalau memiliki pengawal kaku. Kalau lu mukulin mereka, mereka nggak melawan sama sekali. Jadinya mereka akan diam. Sekalinya melawan bapak lu akan menghukum mereka dengan cara dimutilasi," ucap Dewa.
"Itu benar. Ketika mengambil tongkat,. Aku melemparkannya ke salah satu pengawalku. Bukannya menangkap malah kabur duluan. Setelah itu aku mengejarnya dan bertanya. Jawabannya dia nggak mau untuk bertarung sama aku. Dia masih pengen hidup untuk selamanya. Tapi kalau Tommy sudah ku anggap sebagai saudara angkatku. Dia memang orangnya sangat baik dan lucu. Sering banget kita perang ledekan lewat pesan singkat. Dia juga tidak pernah marah sama aku," jelas Eric.
Mereka memilih untuk diam. Mereka tidak bisa menyimpulkan kalau kejadian ini mirip Sascha. Mereka memutuskan untuk tidak membahasnya. Karena mereka tidak ingin Eric kecewa.
Kurang lebih 3 jam, akhirnya mendarat ke markas besar Black Tiger di area Shanghai. Dewa segera menghampiri Sascha yang masih tidur. Ia tidak tega melihat saja yang masih tidur. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mengangkat tubuh saja dan menggendongnya.
Setelah turun dari pesawat, Dewa langsung menuju ke kamar utamanya. Yang di mana kamar utamanya sangat luas dan mewah. Hal ini menunjukkan kalau Dewa adalah King Black Tiger.
Seketika Dewa memutuskan untuk merubah dirinya menjadi sangat dingin. Ia tidak ramah sekali pada orang-orang yang berada di sekitarnya. Sebab Dewa sendiri adalah ketua yang dikenal sangat kejam sekali.
__ADS_1
Seluruh pengawal berbaris menyambut kedatangan Dewa dan lainnya. Pengawal itu menunduk dan mengucapkan salam. Ketika mengucapkan salam, Timothy langsung menyuruhnya untuk diam. Timothy bilang kalau Dewa sedang menggendong istrinya yang sedang tertidur pulas. Ia mohon agar pengawal tidak ribut sama sekali.
Dewa akhirnya masuk ke dalam kamar utamanya. Di sana ia berhati-hati untuk menaruh sang istri agar tidak terbangun. Tiba-tiba saja tangan Sascha memegang tangan Dewa. Lalu Sascha bertanya, "Kenapa kamu tidak membangunkan aku?"
"Tidak tega membangun kamu. Kamu tidur sangat pulas sekali. Kalau begitu Pergilah tidur," jelas Dewa sambil tersenyum manis.
Kemudian Dewa membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Saat mengguyur tubuhnya memakai air hangat, Dewa memejamkan matanya. Entah kenapa hatinya merasa tidak enak. Dengan cepat ia membilas tubuhnya lalu masuk ke dalam kamar.
POV DEWA.
Semakin lama kasus ini bukannya membuat aku menjadi geram. Jujur aku ingin tertawa terbahak-bahak. Bukan untuk meremehkan tapi aku menganggapnya kasus ini adalah kasus anak kecil. Coba deh dipikir, Bagaimana bisa kasus ini merembet ke mana-mana? Tanpa ada angin dan hujan banyak sekali orang-orang menjadi kambing hitam. Bahkan Pamanku juga terseret dalam kasus ini. Bisa dibayangkan Pamanku itu orangnya pendiam. Beliau juga jarang sekali dan New York city Kalau tidak ada kepentingan. Yang menjadi pertanyaannya, kenapa ini bisa terjadi begitu saja?
Baru dapat beberapa jam, Nama Papaku juga ikutan terseret. Yang lebih parahnya lagi, Mereka menuduh kalau Papaku terseret dalam kasus pemerk*saan. Jujur Kapan Papaku melakukannya? Karena yang aku tahu, Beliau tidak pernah sama sekali berkunjung ke klub malam. Beliau sering memutuskan untuk beristirahat di rumah bersama mama. Bahkan di rumah Papa tidak memiliki asisten rumah tangga. Papa sengaja mempekerjakan para pengawalnya untuk menjadi asisten rumah tangga.
__ADS_1
Aku sangat beruntung sekali ketika Leo memberitahukannya. Aku pun membaca berita itu. Dan istriku juga sudah mengetahuinya. Mau bagaimana lagi? Mau marah pun nggak ada gunanya. Semuanya itu percuma sama sekali.
Melihat bidadariku yang sedang tidur, Aku sangat bahagia sekali. Ternyata bidadariku bukanlah wanita sembarangan. Dia memiliki otak yang sangat cerdas sekali. Aku memang nggak salah pilih. Banyak wanita mendekat tapi aku memilih dia. Bukan berarti aku tidak mau sama mereka.
Aku sengaja memilihnya demi mendapatkan Visi dan misiku. Bukan berarti aku memanfaatkannya. Aku bukan pria seperti itu. Namun sebelum menikah Visi dan misiku sudah selesai. Wanita yang aku cari selama ini adalah dia.
Dulu Kami sering bersama. Menghabiskan waktu bersama. Ke mana-mana ataupun bermain juga bersama. Dia adalah gadis yang sangat manis sekali. Cara bicaranya sangat lucu dan blak-blakan. Tapi dia sangat menderita sekali. Aku baru tahu kalau dia mengalami kekerasan oleh Damar. Kenapa dirinya tidak bercerita kepadaku? Jujur ketika dia bercerita di depan Damar, hatiku langsung menangis. Kenapa ini bisa terjadi? Tanpa penuh dosa Damar menertawakan kisah tersebut. Untung saja Bima menyuruhku untuk mundur. Dengan tangan dinginnya itu, Bima membunuhnya dengan cara memutilasi. Satu kata buat dia adalah kejam. Wajahnya tidak menunjukkan psikopat. Namun hatinya sangat kejam. Dari dulu Bima seperti itu. Makanya aku tidak terkejut jika dirinya meminta mengeksekusi musuh-musuhku terlebih dahulu. Bahkan dengan senang hati aku menyerahkannya tanpa harus mengotori tanganku ini.
Sebelum menjabat sebagai ketua mafia, dunia mafia sangat kejam sekali. Sangking kejamnya aku memilih untuk mundur. Namun Mama tidak mengizinkanku sama sekali. Karena aku adalah orang terpilih untuk meneruskan perjuangannya.
Seiring berjalannya waktu, Aku mulai terbiasa menjadi ketua mafia. Di sinilah aku mulai banyak belajar tentang hal-hal yang tidak dapat kudapatkan. Melainkan aku mulai belajar pelan-pelan mengenal hal-hal yang sangat aneh menurutku.
Itulah aku Dewa seorang ketua mafia dari Black Tiger. Aku berharap kalau masalah ini akan cepat selesai. Tapi sampai kapan masalah ini selesai?Malahan semakin lama semakin membesar kayak balon udara saja.
__ADS_1
Ketimbang memikirkan urusan yang tidak ada ujung permasalahannya, lebih baik aku memilih untuk tidur. Tidur dengan cara yang enak dan memeluk sang istri itulah impianku setiap hari. Sekarang aku mendapatkannya. Menjaganya hingga terjaga. Itulah tugas utamaku sebagai seorang suami. Aku juga tidak akan membiarkan dirinya terjun ke dunia bawah tanah. Dirinya memiliki potensi yang tidak bisa ditebak. Inilah menjadi ketakutanku untuk sementara waktu. Tapi istriku memiliki sifat keras kepala. Dijelaskan berulang kali, dirinya masih saja ingin terjun. Nanti deh aku akan memberikan tugas yang berat untuknya. Aku ingin melihat secara langsung. Apakah dia bisa menyelesaikan tugas itu dengan baik atau tidak? Aku sendiri juga tidak akan melepaskan istriku. Meskipun begitu aku akan tetap berada di sampingnya.
.