Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TOMMY AKAN STAY DI JAKARTA.


__ADS_3

"Ya Aku mengharapkan kamu nggak boleh marah sama mama. Mama kamu itu orangnya sangat menyenangkan. Beda dengan mama-mama lainnya. Kamu nggak tahu kalau mama-mama lainnya itu sangat ambisi untuk menjadikan anaknya seperti keinginannya. Contohnya saja sudah ada Kak Tommy. Harusnya kamu bangga memiliki Mama seperti itu," jelas Sascha.


"Lalu Apakah kamu akan berambisi untuk menjadikan anak-anak kita sebagai cita-citamu kelak?" tanya Dewa yang menatap wajah sang istri.


"Tidak akan pernah aku melakukannya. Anak-anakku harus berkembang dengan sendirinya. Aku akan belajar dari mama mertua Bagaimana cara merawat anak dengan baik? Begitu juga dengan mamaku. Sebelum aku diculik, masa kecilku sangat bahagia sekali. Mamaku mengajarkan tentang yang tidak pernah diajarkan oleh siapapun. Meskipun aku anak seorang pengusaha, Mamaku melepaskan ketika aku sedang liburan di taman. Di sana aku bisa bersosialisasi bertemu dengan orang-orang. Bahkan aku tidak segan menyapa mereka dengan senyuman. Setelah aku diculik semuanya berubah. Tugas drastis yang tidak bisa aku ungkapkan satu persatu. Aku tidak akan melakukan hal itu kepada anak-anakmu kelak," tambah Sascha.


"Terima kasih ya. Kamu sudah memberikan izin kalau bening superku bisa berkembang dengan baik," jelas Dewa.


"Bukankah kalau kita menikah bisa memiliki anak?" tanya Sascha.


"Belum menikah pun bisa memiliki anak. Tapi aku nggak mau. Aku maunya setelah menikah dan menikmati hidupku sebagai suami dan ayah yang baik buat kalian semuanya. Rasanya itu momen yang sangat indah buat aku," jawab Dewa yang mengambil koper itu dan menariknya.


"Ayo kita pulang! Waktu sudah siang seperti ini. Belum lagi kita makan dan pergi ke sana," ajak Dewa yang keluar dari kamar lalu diikuti oleh Sascha.

__ADS_1


Mereka akhirnya keluar dari apartemen itu. Ada rasa bahagia di dalam hati mereka. Untung saja mereka bisa mencurahkan isi hatinya di hadapan Tommy. Mereka tidak perlu susah-susah untuk membenci Tommy. Malahan Mereka ingin mengajak Tommy bekerja sama untuk mengurus perusahaan cabang Indonesia.


Bagaimana soal Dita? Kembali lagi ke rencana awal. Dewa akan melemparkan Dita ke Prancis atau Inggris. Dewa tidak mau sang adik kuliah di Amerika. Oleh karena itu dirinya tidak mau sang adik menjadi incaran keluarga besarnya Tommy. Seharusnya tidak terjadi apa-apa dengan Dita. Tapi Dewa memiliki firasat buruk jika Dita pergi ke Amerika. Semuanya masih dibicarakan dalam tahap awal.


Sesamanya di basement, Dewa dan Sascha masuk ke dalam mobil. Saat Dewa menyalakan mesin mobilnya, Sascha sengaja meminjam tabnya Dewa untuk bermain game. Ketika membuka tab itu, Sascha memiliki firasat yang tidak enak. Hal ini membuat dirinya tidak nyaman dalam mobil itu.


"Kamu tahu nggak Kak? Kalau diriku ini memiliki firasat yang tidak enak. Aku berani bersumpah jika keluarganya Kak Tommy itu ada hubungannya dengan seseorang," ucap Sascha yang membuat Dewa terkejut.


"Maksud kamu apaan? Kamu jangan mengada-ngada ya. Kalau kamu dendam sama Kak Tommy bilang saja sama aku," celetuk Dewa yang memang sengaja memperingatkan Sascha untuk tidak dendam kepada orang lain.


"Kok firasat kita sama? Setelah mengetahui informasi dari keluarganya Tommy. Aku merasakan ada sesuatu yang janggal kepada mereka. Nanti saja lah kalau kita sudah berada di sana. Kita bisa membiarkan ini semuanya dengan pihak Papa dan Mama. Mereka harus tahu semuanya tentang kejanggalanku ini," jawab Dewa yang melajukan mobilnya keluar dari basement lalu pergi dari tempat itu.


Selesai makan Tommy segera balik ke hotel. Ia juga tidak lupa membawa sarapan pagi buat Aryani. Meskipun tidak ada rasa, Tommy sendiri sangat memperdulikan dengan keadaan Aryani.

__ADS_1


"Kamu sudah sarapan pagi?" tanya Tommy sambil menaruh sarapan itu di atas meja.


"Aku belum sarapan sama sekali," jawab Aryani sambil tersenyum."Apakah kamu sudah ketemu dengan mereka?"


"Aku sudah bertemu dengan mereka. Mereka sudah membicarakan ini dengan tenang. Mereka juga tidak akan menyuruhku memiliki Dita. Tapi mereka sengaja membuat aku meyakinkan Dita sebagai calon istriku," jawab Tommy sambil menghempaskan bokongnya di hadapan Aryani.


"Semuanya itu tidak jadi masalah buat hidupmu. Kamu berhak memilih untuk menjadikan Dita sebagai istrimu. Tapi, Bagaimana dengan kedua orang tuamu? Itulah yang harus kamu pikirkan. Jangankan aku ketika melihat orang tuamu yang sinis itu. Kalau aku disuruh menjadi istrimu. Aku hanya bilang terima kasih untuk semuanya. Aku tidak mau menjadi seorang menantu yang buruk di matanya. Aku memang sengaja menghindari keadaan ini. Jadi sudah jelaskan apa maksudku tadi sebelum kamu menemui Dita," ungkap Aryani yang bahagia atas keputusan Dewa dan Sascha.


"Saya pikir-pikir ada benarnya juga. Aku sekarang harus melepaskan Dita begitu saja. Karena Dita tidak akan mungkin menjadi bagian dalam hidupku. Aku tidak jadi pergi ke Afrika Selatan. Aku akan menetap di sini dan mencari seorang istri dari sini. Karena aku sudah diberikan pekerjaan oleh Dewa. Soal putriku kamu nggak usah khawatir. Aku masih bisa memberinya uang saku dan uang bulanan. Kalau untuk berkumpul Aku tidak akan bisa melakukannya. Kamu sudah mendapatkan pria yang cocok dengan dirimu dan putriku sendiri," jelas Tommy.


"Semua itu tidak menjadi masalah. Aku ke sini hanya bilang kepadamu. Meskipun aku jahat kepada Daniela yang tidak memperkenalkan kamu sebagai ayahnya. Kamu harus tahu semuanya tentang hal ini. Suatu hari nanti akan aku buka siapa ayah biologisnya sebenarnya. Untuk saat ini aku tidak akan membuat kebahagiaan dan nilai untuk menerima Papa barunya itu. Entah sampai kapan semua ini akan berakhir dan membuat putriku tersenyum bahagia ketika mengenal dirimu," jelas Aryani.


"Meskipun kamu tidak mengenalkannya kepadaku. Yang namanya ikatan batin antara Daniela dan aku akan semakin kuat jika bertemu. Maafkan aku yang tidak mengetahui masalah kehamilanmu itu. Aku harap suatu hari nanti akan bertemu dengannya. Aku siap menjadi seorang ayah yang baik. Tolong beritahukan aku apapun yang kamu tahu. Soal Mama biarkan saja. Aku sekarang bertekad tidak akan kembali ke rumah. Aku ingin menjadi orang yang berguna buat seluruh orang. Aku tidak ingin hidupku diatur-atur sama mereka. Aku harap kamu paham dengan keadaanku ini," tutur Tommy yang tidak ingin menaruh dendam kepada Aryani.

__ADS_1


"Terima kasih ya. Aku harus kembali siang ini. Aku tidak ingin berlama-lama di sini. Calon suamiku sudah menyuruhku kembali. Nanti kalau ada waktu lagi aku akan mengajak mereka untuk bertemu dengan kamu," ucap Aryani sambil berpamitan kepada Tommy.


"Apakah itu perlu buat aku?" tanya Tommy.


__ADS_2