
"Dengan terpaksa kamu harus disini terlebih dahulu. Jika sudah waktunya kamu harus keluar dari kandang ini. Kamu sudah mendapatkan informasi dengan jelas!" perintah Dewa.
"Aku merasa kasus ini memang sama dengan Sascha. Bedanya aku melihat si nenek sihir itu mengerjakan sendiri tanpa bantuan orang lain," jelas Eric.
"Jangankan kamu. Kami juga merasakan hal yang sama," sambung Ian.
"Kok ribet amat ya?" tanya Choi.
"Namanya si nenek sihir itu orangnya pengen ribet," jawab Bima.
"Aku rasa kita harus menyelesaikan masalah ini dari awal mula," ucap Sascha.
"Kalau begitu ayo kita kerjakan semuanya. Agar cepat selesai," ujar Bima.
"Target sebulan hingga dua bulan!' perintah Dewa. "Masalah ini harus cepat selesai."
"Nggak janji deh. Soalnya masalah ini semakin berat saja," ucap Bima yang tidak yakin dengan target Dewa.
__ADS_1
"Harus yakin dan ambisi untuk menyelesaikan masalah ini," ujar Dewa.
"Kalau begitu kita bubarkan saja meeting kali ini. Kita sarapan bersama dan bersantai terlebih dahulu," titah Dewa.
"Kapan kamu akan berangkat lagi ke New York City?" tanya Tommy.
"Sore hari. Kamu tenang saja. Kita sudah mendapatkan bukti yang konkret yang akan menjebak Meilina dan juga Marvin," jawab Dewa yang menenangkan Tommy sambil menepuk bahunya.
"Gimana bisa tenang? Kalau kasus ini menyeret namaku. Jujur aku sendiri nggak tahu. Kehidupanku sama dengan Sascha. Padahal aku sendiri hanya menginginkan kedua orang tuaku sayang sama aku," ucap Tommy yang tidak bisa merasakan tenang di jiwanya.
"Aku ingin tahu siapa kedua orang tuaku sebenarnya. Apakah mereka masih hidup? Ataukah mereka sudah tiada? Inilah yang membuat aku sangat penasaran sekali," tanya Tommy.
"Semoga saja masih hidup. Soalnya aku sendiri sangat bingung sekali dengan keadaanmu. Masalah istriku sudah selesai tinggal menyelesaikan perusahaannya saja. Sekarang masalah baru lagi. Semuanya ini keterkaitan dengan si Anette. Mau tidak mau aku harus menangkapnya dan menyesuaikan masalah ini satu persatu," jawab Dewa yang tidak yakin dengan kejujuran nenek sihir itu.
"Aku nggak yakin kalau orang itu mau jujur. Gimana bisa jujur? Sementara saja kalau berbicara sering banget memutar balikan fakta. Kalau dilihat dari tampangnya," ujar Tommy sambil menatap langit-langit.
"Mungkinkah kamu ikut turun tangan menghadapi masalah ini? Sebab masalah ini harus diselesaikan dengan baik," tanya Dewa.
__ADS_1
"Masalah bisa selesai jika si nenek sihir dan juga si Meilin mau mengakui semuanya. Motifnya juga kita harus mengetahuinya. Kalau sudah selesai kita bisa menyimpulkannya," jawab Tommy.
"Kamu harus bersiap-siap. Jika aku panggil kalian harus berangkat dari sini. Untuk orang tuamu kita mencarinya di akhir cerita ini. Aku harap kamu paham dengan segalanya," ucap Dewa.
"Aku sangat bersyukur sekali kamu sudah membantuku dan menolongku. Selama ini aku terlalu menggantungkan hidupku bersamamu. Kamu sering banget membantuku untuk memudahkan banyak masalah. Untuk Dita, aku benar-benar sudah melepaskannya. Dia sekarang resmi menjadi adikku. Kami masih berkomunikasi dengan baik. Dita sangat senang sekali ketika aku menghubunginya dan meminta untuk menjadi adik kandungku," jelas Tommy.
"Kalau begitu syukurlah. Aku doakan kamu akan mendapatkan jodoh yang lebih baik lagi. Belum waktunya Dita menikah. Soalnya dia belum bisa mengatur hidupnya dan waktunya. Aku ingin dia meraih cita-citanya terlebih dahulu. Kalau berjodoh kalian akan menikah dan aku merestuimu," ucap Dewa yang menasehati Tommy.
"Terima kasih ya atas nasehatnya. Kalau gitu kita sarapan nggak usah lama-lama. Kasihan istrimu yang sedang kelaparan," ujar Tommy yang mengajak dewa untuk sarapan.
Mereka pun menuju ke meja makan. Mereka langsung menikmati sarapan paginya itu. Di sini Mereka sangat bahagia. Penyebabnya adalah Black Tiger anggota hitam di dunia bawah tanah yang memiliki kekeluargaan sangat pekat. Setiap masalah mereka langsung berkumpul dan memecahkannya bersama-sama.
Ketika waktu makan, Sascha melihat Tommy sangat kasihan sekali. Di saat mengunyah, hatinya Sascha berkata, aku harus melakukan sesuatu. Aku harus mengerjakan kasus ini sendirian. Masa, nenek sihir itu telah menghancurkan banyak keluarga selama dirinya hidup. Apa motifnya? Terus kenapa dia selalu saja melibatkan anak-anaknya ketika beraksi. Untung saja Cathy sudah berakhir hidupnya."
"Jangan melakukan hal yang gila Aulia. Papa tahu apa yang ada di dalam hatimu itu," tegur Gerre yang mengetahui isi hati Sascha.
"Memangnya papa tahu apa isi hatiku?" tanya Sascha.
__ADS_1