
Fatin bertepuk tangan dengan semangat dan mengejek Billi. Entah kenapa Fatin tidak mau mendengar kata-kata Billi bahkan membencinya.
Memang sedari dulu Fatin menyukai barang branded dengan harga yang fantastis. Ia tidak perlu susah-susah membeli barang branded itu dengan uang pribadinya. Ia akan membeli barang branded itu dengan menjual tubuhnya. Sang papa sudah mengetahui kebejatan istrinya itu. Dahulu papanya Billi seorang pengusaha terkaya di Indonesia. Firly talah memiliki seorang kekasih yang akan menikah sebentar lagi. Fatin datang kemudian berkenalan. Tanpa disangka-sangka Fatin memberikan jus orange yang diberi obat perangsang. Firly tidak tahu kalau jus itu ada obatnya. Firly langsung meminumnya dan merasakan tubuhnya panas seketika. Hingga akhirnya Firly menyalurkan hasratnya ke Fatin.
Sang kekasih Firly datang untuk bertemu dan mengajaknya makan. Namun tidak disangka-sangka kalau Firly telah melakukan aksi bejatnya kepada Fatin. Saat itu juga sang kekasih memintanya putus dan tidak perlu menemuinya lagi. Selang beberapa bulan Fatin datang dengan membawa berita kalau dirinya sedang hamil. Orang tua Firly murka akan adanya berita itu. Mau tidak mau orang tua Firly menerima Fatin menjadi menantunya.
Mereka akhirnya menikah dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Anton. Anton ini adalah kakaknya Billy. Fatin pun bahagia dengan adanya Anton di dalam rumah. Namun Fatin memiliki rencana jahat sekali. Fatin akan membunuh kedua orang tuanya Firly demi merebut aset Firly. Fatin pelan-pelan memberinya racun dengan dosis rendah. Para pelayan pun tidak mengetahui soal itu. Hingga berapa bulan kemudian orang tua Firly meninggal dunia bersamaan. Sebelum meninggal dunia mereka sempat berbicara dengan Firly. Kedua orangtua akhirnya membocorkan rahasia Fatin untuk menguasai asetnya. Firly pun terkejut dan dan langsung bertindak. Firly langsung memeriksa seluruh aset-asetnya dan mencari pengacara terkenal. Ketika sang pengacara itu menangani aset milik Firly sangat terkejut sekali. Seluruh aset yang dimilikinya sekarang berganti nama menjadi Fatin. Firly bingung bagaimana seluruh asetnya bisa berganti dengan cepat. Pengacara itu pun langsung menyelidikinya dan benar saja Fatin telah menggantinya. Yang lebih gilanya lagi Fatin sengaja menyewa pengacara yang tidak memihak keadilan. Bahkan kuasa hukumnya pun angkat tangan. Mereka mundur satu persatu agar tidak terkena imbasnya. Mau tidak mau Firly melepaskan begitu saja.
“Aku telah menyesal menjadi anakmu,” ucap Billi yang lirih.
“Jujur aku juga menyesal mempunyai anak sepertimu. Yang tidak bisa memberikan harta sekalipun. Aku lebih memilih Santi ketimbang kamu,” ucap Fatin dengan wajah datar.
“Oke kalau begitu mau kamu. Jika mama membiarkan aku berkarir dan tidak membuat ulah gara-gara mama kemungkinan besar aku masih tetap menjadi seorang selebriti dan mengejar Sascha. Kemungkinan besar aku sekarang bisa hidup bahagia bersamanya. Jika mama mau mencari menantu yang kaya untuk anak perempuanmu itu silakan aku tidak peduli. Sekarang aku akan melepaskan mama biar menjadi pembantunya Risa!” geram Billy.
“Gue nggak peduli lagi sama lu. Lu mau hidup! Lu mau mati terserah. Gara-gara elu gue terjebak sama si wanita iblis itu!" bentak Fatin ke Billy.
“Oke! Jangan menyalahkan Billy kalau mama sudah terjerat sama wanita itu. Seharusnya Mama mengerti dan bisa membedakan antara Sascha dan Risa. Jika mama mau menghormati dan menyayangi sekaligus menerima kemungkinan saja tidak akan terluka seperti ini. Setelah ini aku akan mencari pekerjaan di luar negeri. Aku sudah muak dengan kamu!" bentak Billy.
Billy memang sudah muak dengan Fatin. Setiap Billy menyukai wanita maka, Fatin ikut campur. Disaat sang Mama ikut campur, pacarnya Billi pun tidak nyaman sama sekali. Setiap bulan Fatin selalu memintanya uang. Akhirnya mereka kabur satu persatu. Jangan salahkan kalau Billy sekarang berontak dan membiarkan Fatin terjebak oleh Risa.
New York City USA.
Sacha yang masih tidur digendong oleh Dewa menuju ke dalam toilet. Dewa sengaja memandikan Sascha agar terbangun. Dewa tidak mau Sascha tidur terlalu lama karena hari ini sudah sangat siang sekali. Di saat menggosok badannya Sascha, Dewa tersenyum manis. Dewa tidak menyangka kalau gadis yang selama ini dicari selalu berada di sampingnya.
__ADS_1
Sascha yang masih tertidur membuka matanya perlahan. Ia baru sadar kalau dirinya sedang kedinginan. Sascha mulai melihat keadaan ruangan yang sudah berubah. Tanpa disadari tangan kekar Dewa sedang menggosok tubuhnya. Matanya mulai membelalak sempurna dan melihat sang pelaku. Tanpa ada perasaan bersalah, Dewa akhirnya bertanya, "Ke... ke... ke... kenapa Kakak berada di sini?”
“Masa kamu nggak tahu aku lagi ngapain?” tanya Dewa dengan senyuman yang mematikan.
“Aku kan nggak tahu kamu ngapain di sini,” jawab Sascha dengan ketakutan.
“Tubuhmu sangat bagus sekali. Padahal kamu makannya banyak. Dan kamu suka ngemil banyak. Kenapa tubuhmu segini aja. Aku yang menjadi kekasihmu aja bingung. Tapi itu tidak jadi masalah. Aku sangat menyukainya. Sebentar lagi kita akan memiliki seorang bayi mungil,” jawab Dewa dengan jujur hingga membuat Sascha ingin menangis saja.
“Aish Kakak ini. Aku juga bingung kenapa tubuhku nggak bisa gemuk? Lalu, apakah kakak keberatan dengan bentuk tubuhku ini,” tanya Sascha lagi.
“Aku tidak keberatan dengan bentuk tubuhmu itu. Setelah ini aku tidak akan membiarkan kamu memakai baju terbuka. Aku tidak mau seluruh pria memandangmu dengan mata liar dan kelaparan,” ucap Dewa.
“Sedari dulu aku memang memakai baju selalu tertutup. Kakak nggak tahu kalau aku mengenal tipe banyak pria mulai dari sopan hingga nakal. Aku bisa memilah-milah mana pria baik mana pria tidak baik. Kakak jangan khawatir soal ini. Aku tidak akan memamerkan tubuhku ini ke siapapun. Karena kakak sudah mengklaim semuanya Apakah kakak mengerti akan hal itu?” tanya Sascha.
Sascha sangat terharu sekali mendapatkan perlakuan manis dari sang kekasih. Baru kali ini Sascha mendapatkan kebahagiaan yang tiada tara. Sedangkan Dewa sangat terhormat sekali menjadi pria pertama yang menjamah tubuh Sascha. Kemudian Dewa memandang wajah sang kekasih dengan senyuman manisnya. Inilah yang dinamakan rasa itu ada. Kalau Sascha bertanya Dewa mencintainya, Dewa selalu mencintainya. Begitu juga dengan sebaliknya Sascha sangat beruntung mendapatkan pria yang sangat baik sekali. Meskipun ketua mafia, Dewa adalah pria lembut kepada wanitanya.
"Kenapa Kakak nggak bangunin aku?” tanya saja.
“Aku memang sengaja tidak membangunkanmu karena tubuhmu pasti remuk redam seperti dihantam beton sebesar sepuluh kilo,” jawab Dewa.
“Bukan beton sepuluh kilo tapi lima puluh ton. Bayangkan saja beton bisa menghantam seseorang dengan berat sebesar itu seperti apa rasanya?” tanya Sascha.
“Beton itu sepertinya kebanyakan semen. Jadi semennya yang membuat berat. Dan kamu tahu yang membuat beton itu adalah orang proyek,” jawab Dewa asal.
__ADS_1
“Sepertinya itu beton apes ya. Kenapa malah isinya semen semua? Memang beton buatan kakak adalah beton sultan yang isinya tidak ada campurannya dengan bahan lainnya,” ucap Sascha.
Dewa hanya terkekeh mendengar ucapan Sascha. Ia tidak pernah sekalipun turun ke pembangunan proyek. Jadi mana ia tahu kalau beton itu memiliki campurannya. Memang betul beton dewa adalah buatan Sultan. Jadi Sasa tidak akan pusing memikirkannya.
Selesai membersihkan tubuhnya, dua insan itupun memutuskan untuk keluar apartemen. Sascha baru sadar kalau dibawanya masih sakit. Sascha meringis sambil berjalan sempoyongan seperti itu.
“Mending kamu saja makan di luar. Aku tidak bisa makan di luar. Lebih baik aku titip saja sama kamu,” ucap saja.
“Ada apa dengan kamu?” tanya Dewa yang tidak paham.
“Bahwa aku masih sakit. Gara-gara menerima rudal dari kamu yang segede gajah itu. Jujur aku belum bisa berjalan seperti ini!” jawab Sascha yang membuat Dewa tertawa terbahak-bahak.
Sascha hanya melihat Dewa tertawa terbahak-bahak sangat kesal. Padahal pria yang di depannya itu sengaja menggempurnya tanpa ada belas kasihan sedikitpun. Sascha baru tahu kalau Dewa adalah pria terkejam yang pernah ditemuinya. Ia sangat jengkel kepada dewa lalu kembali duduk di sofa.
“Beginikah rasanya setelah melakukan itu?” tanya Sascha hingga membuat Dewa tertawa keras sekali.
Sascha hanya membiarkan Dewa tertawa terbahak-bahak. Hal itu membuatnya teringat pada kenangan masa lalunya ketika masih kecil. Ia hanya mengulumkan senyumnya karena telah berhasil membuat Dewa tertawa. Apakah kamu tahu kalau Dewa jarang sekali tertawa seperti ini. Ia lebih memilih menjadi pria menjengkelkan untuk wanita lain. Dan Sascha baru mengetahui dari teman-temannya. Kalau dia adalah pria dingin.
Selesai tertawa Dewa memandang Sascha sambil tersenyum hangat. Baru kali ini sang kekasih telah membuatnya tertawa kencang sekali. Selama bersama Dewa sering sekali tertawa seperti itu.
“Gadisku, Kamu mau makan apa?” tanya Dewa.
“Terserah kamu. Kamu bawa apa aja tak makan nanti,” jawab Sascha dengan santai.
__ADS_1
“Baiklah kalau begitu. Kamu tunggu aja di sini ya!” pesan Dewa.