
“Nggak gimana-gimana sih. Lagian Kak Dewa orangnya super protektif. Aku sendiri sebagai adiknya juga bingung. Jangankan sama kakak. Sama aku pun juga sama. Kadang-kadang Kak Dewa suka memberikan peraturan di luar nalarku. Tapi mau bagaimana lagi. Semuanya Itu demi keamananku. Agar Mama Papa tidak khawatir denganku,” jawab Dita.
“Aku tahu itu. Sebentar lagi kami akan pergi ke New York. Kamu di sini saja ya sama para mama. Bantu mereka untuk membangun dua rumah untuk menampung para lansia dan juga anak-anak terlantar di jalanan. Aku di sana sedang membereskan masalah besar yang berada di perusahaanku. Sebenarnya aku muak untuk menyelesaikan masalah itu. Tapi mau bagaimana lagi. Semuanya ini menyangkut hidup orang banyak. Mereka harus ditolong dan tidak boleh ada pengangguran di mana-mana ketika perusahaanku tutup,” pinta Sascha.
“Papa Devan sudah menceritakan semuanya. Aku harus berada di belakang kakak untuk mendukung keinginan kalian. Aku yakin masalah ini akan cepat selesai,” ucap Dita yang mendoakan masalah ini agar cepat selesai dan bisa berkumpul bersama-sama.
“Amin,” sahut Sascha. “Habis ini kamu mau ngapain?”
“Sesuai perjanjian awal. Aku menerima permintaan Kak Dewa untuk mengambil jurusan bisnis. Aku tidak ingin durhaka. Aku ingin membuat Kak Dewa tersenyum manis,” jawab Dita. “Karena selama ini dialah yang menjagaku selama berada di Indonesia.”
“Ya... kamu benar. Jodoh bisa dicari. Aku harap kamu bisa memahami apa keinginan kakakmu. Nanti kamu akan menemukan jodoh yang lebih baik lagi. Sekarang kejarlah cita-citamu,” jelas Sascha yang membuat Dita tersenyum menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Tadi aku bertemu dengan Kak Tommy. Kak Tommy memang sangat bersalah sama aku dan kalian. Tidak seharusnya Kak Tommy memacari aku. Karena mengingat kedua orang tuanya itu sangat menginginkannya menikah dengan seorang bangsawan,” celetuk Dita.
“Kita itu semuanya bangsawan. Aku memiliki darah bangsawan dari mama. Kalian juga adalah seorang bangsawan dari Nakata. Tapi kakakmu sengaja menutup informasi tentangmu. Kakakmu itu sangat bijak dengan keputusannya itu. Agar kamu bisa bergaul dengan siapapum. Kamu itu tipenya mudah bergaul dengan siapapun. Penampilan kamu sebenarnya sangat sederhana tidak mencerminkan seorang bangsawan,” jelas Sascha.
“Aku sebenarnya sudah tahu itu. Aku malah sangat senang jika hidup dengan sederhana. Jadinya aku tidak memiliki sebuah beban. Papa dan mama juga sebenarnya tidak memperdulikan masalah ini. Jadi aku yakin semuanya akan baik-baik saja,” jelas Dita.
“Tetap semangat! Jangan pernah menyerah dengan keadaan. Aku yakin kamu bisa menghadapi semuanya,” ucap Sascha yang membakar semangat Dita.
“Apakah kakak putus dengan Billi saat itu sakit hati?” tanya Dita.
“Benar juga kak,” jawab Dita yang masih mengingat ketika Sascha sedang berpacaran dengan Billi.
__ADS_1
“Ibunya hampir sama dengan mamanya Kak Tommy. Menurut informasi yang beredar, Mamanya itu sangat angkuh sekali ketika melihat orang. Aku yakin kamu tidak akan kuat memiliki seorang ibu mertua seperti itu. Bahkan kakaknya juga tidak betah jika urusan rumah tangganya dicampur adukkan seperti semen dicampur dengan tanah. Akhirnya mereka bercerai. Kakakmu enggak mau lihat kamu bersedih secara terus-terusan. Mana ada yang namanya pernikahan itu membuat orang sedih. Harusnya bahagia kamu saat menjalani hidup berumah tangga,” jelas Sascha yang menguatkan hati Dita sedang rapuh.
“Thanks ya kak... kakak sering banget memperingatkan aku untuk selalu tersenyum manis untuk menjalani kehidupan lebih baik lagi," ucap Dita yang sengaja memeluk Sascha lalu menangis terharu.
Dita sangat bahagia sekali saat putus dari Tommy. Memang sakit rasanya. Mau bagaimana lagi. Dita sebenarnya ingin berjuang dan mau menerima pinangan dari Tommy. Akan tetapi Dita sendiri tidak boleh egois.
Sedangkan Tommy, hari ini adalah hari terakhirnya untuk bertemu dengan Dita. Saat ini Tommy terbang ke Shanghai. Ia sudah berpamitan dengan Dewa untuk menyendiri terlebih dahulu untuk melupakan semuanya yang telah terjadi.
Sebelum pergi, Tommy diberitahukan oleh Dewa. Kalau mamanya sudah mengutus seseorang untuk mencari keberadaannya di Jakarta. Dengan cepat Dewa meminta bantuan Leo untuk memalsukan semua indeditasnya agar tidak bisa dilacak. Dewa sendiri meminjamkan pesawat pribadinya untuk mengantarkan Tommy. Ditambah lagi Dewa memilihkannya beberapa pengawal. Agar para pengawalnya bisa melindungi Tommy.
Sungguh Dewa sudah melakukan hal yang benar. Ia sengaja membalas kebaikan Tommy selama bekerja D’Stars Inc. Karena Dewa orangnya lebih mempertahankan temannya sudah memberikan kontribusi dengan baik.
__ADS_1
“Bagaimana dengan kedua anjing itu?” tanya Dita.