Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
BUKAN BUAYA TAPI AYAM JAGO.


__ADS_3

Sascha membulatkan matanya sambil menatap Dewa. Sascha menyunggingkan senyumnya sambil berkata, "Aku memang ingin memiliki anak seperti kakak."


Dewa mengelus kepala Sascha sambil tersenyum, "Anak baik.''


"Biarkan aku yang menyelesaikan ini semuanya. Kamu diam ya... duduk manis di situ,'' tunjuk Dewa di kursi kosong.


"Aku enggak mau diam. Karena aku sudah memiliki banyak bukti yang membuat mereka akan masuk ke dalam penjara bersama Theodore Yi,'' jawab Sascha yang malas disuruh diam.


"Well, nanti uangmu aku transfer,'' bujuk Dewa supaya Sascha diam.


"Aku tidak butuh uang. Tapi aku ingin menghajar mereka sekarang! Kakak tahukan yang satu ngeselin karena terlalu percaya diri mengaku dirinya tampan. Yang satu orangnya suka membentak. Jujur saja aku ingin menghajar mereka sekarang juga. Oh.. ya... pengawal elit yang kakak katakan terampil dalam bidang militer ternyata lemah,'' ucap Sascha yang mengangkat jempolnya ke arah pengawal milik Lucas masih berdiri tegak.


Hati Dewa langsung meringis mendengar apa kata Sascha. Dewa memegang kepala Sascha sambil tersenyum manis, "Berarti kamu sudah mencoba bertarung dengan mereka?" tanya Dewa.


"Ya... aku memang sudah mencobanya,'' jawab Sascha sedang membalikan jempolnya ke bawah yang berarti mengejek pasukan elit milik mereka.


"Baguslah. Kamu pantas menjadi ratu mafia Black Tiger,'' puji Dewa sambil berbisik.


Dewa meninggalkan Sascha sambil menatap Lucas dan Amar. Dewa tersenyum mengintimidasi mereka yang sedang terdiam. Jujur saja mereka mengaku kalah sama Sascha. Karena Sascha lebih cerdik dari perkiraan mereka. Mereka mengira kalau Sascha adalah gadis lemah yang gampang ditindas. Namun nyatanya Sascha sangat bar-bar sekali. Bahkan sangking bar-barnya mereka ketakutan. Takut Sascha mengamuk seperti singa betina.


"Hello Lucas. Bagaimana kabarmu? Apakah kamu masih mengingatku?" tanya Dewa yang melihat Lucas yang mengintimidasi Lucas.


"Aku kira kamu sudah mati dalam pertempuran itu. Yang dimana pertempuran membara di Nagoya,'' ejek Lucas.


"Oh... jadi kamu yang melakukannya ya?" tanya Sascha yang saat itu mengetahui pertempuran sesama antar geng mafia.

__ADS_1


"Kamu tahu soal itu?'' tanya Dewa yang membulatkan matanya seakan tidak percaya.


"Ya tahulah. Gara-gara peperangan sialan itu aku telat pergi ke kantor Ingin rasanya aku menghajar sang ketua. Jadi malam ini aku sudah menemukannya. Aku akan membuat orang itu mempertanggung jawabkan semuanya!" geram Sascha yang mendekati Lucas.


Sascha menatap Lucas dengan mata menyalang dan mulai tersenyum manis seperti iblis. Tak lupa Sascha memandang wajah pengawal Lucas yang sangat menyeramkan. Sascha hanya bisa menghela nafasnya sambil berkata, "Mereka tidak ada yang keren sama sekali. Ah... jadi sakit mata saya.''


"Jangan bercanda. Kamu belum tahu kehebatan mereka. Mereka bisa membunuh kamu dengan cepat hanya sekali mematahkan leher kamu!" bentak Amar.


"Bolehlah... aku sudah lama tidak memakai teknik mematahkan tulang dan itu hanya beberapa detik saja tulangmu menjadi patah," ucap Sascha yang mengejek mereka.


"Apa yang kamu bilang?" tanya Lucas.


"Ya... Aku enggak bilang apa-apa tadi. Ternyata kamu yang membuat ulah selama ini. Ya sudahlah. Kamu mintanya bagaimana?" tanya Sascha balik.


Lucas tidak terima apa yang dikatakan oleh Sascha. Kemungkinan besar harga dirinya telah luntur seketika. Ya... Memang harga diri Lucas sudah turun. Bahkan turun hingga ke ujung neraka.


Sejenak Lucas berpikir kenapa Sascha bisa mengetahui kekuatan pengawalnya. Dari mana Sascha tahu tentang kelebihan dan kekurangan pengawalnya? Ah... Seandainya Lucas tahu kalau Sascha adalah seorang putri dari Gerre, apakah Lucas akan terkejut? Dan semuanya tahu kalau Gerre adalah seorang ketua mafia. Bisa saja Gerre memberikan jabatan itu ke Sascha.


"Kamu harus tanggung jawab atas semuanya terjadi. Gara-gara kamu aku telah kehilangan bonus dari Kakek Aoyama! Dan sekarang kamu harus menanggungnya!" bentak Sascha.


Tragedi itu... Tragedi yang dimana Sascha terlambat bertemu dengan Kakek Aoyama. Seharusnya Sascha sampai di kediaman Kakek Aoyama jam delapan pagi. Namun Sascha terjebak dalam tragedi pertempuran antara geng mafia. Sascha sampai ke kediaman Kakek Aoyama jam dua belas siang. Sascha sangat geram dan akan bersumpah tidak akan melepaskan sang ketua. Bahkan Sascha memaki sang pembuat onar.


Dewa yang sedari tadi diambil alih hanya bisa terdiam. Ternyata Dewa mengakui separuh jiwa Gerre ditambah Chloe diam-diam bar-bar membuat Sascha semakin berani. Dewa sangat kagum kepada Sascha. Ternyata dirinya tidak salah mencari pendamping hidup.


"Gue tanggung jawab apa sama lu! Gue enggak salah! Yang salah Dewa!" kilah Lucas yang mulai ketakutan dengan Sascha.

__ADS_1


"Cih... Lempar tangan sembunyi batu," kesal Sascha.


"Lempar batu sembunyi tangan Sascha!" teriak Dewa.


"Kecil kalau batu mah... Mending lempar golok aja sekalian!" kesal Sascha. "Bisa-bisanya kamu berkilah. Meskipun berita ini tidak mencuat ke permukaan... Aku langsung mencari berita itu ke dunia bawah tanah. Yaitu situs ilegal. Aku tahu kamu adalah seorang badboy cap kaki ayam. Dan kamu pernah menghamili perempuan yang bernama Gina. Tapi kamu enggak mengakuinya. Malah sok-sokan merayuku bilang tampan segala! Dasar buaya!" geram Sascha.


"Buaya enggak pernah selingkuh sayang. Yang sering tebar pesona itu ayam jago. Apakah kamu lupa ayam jago milik ayahmu itu memiliki babon lima. Nah itu ungkapan yang pantas dipakai mengejek Lucas," tambah Dewa yang bersemangat.


"Iya ding aku lupa," ledek Sascha ke Lucas.


"Terserah apa katamu! Kamu maunya apa!" tanya Lucas yang menahan emosi.


"Enggak usah ditahan itu emosi. Ledakin saja sekalian. Lu ngapain kesini malam-malam? Lu mau cari flashdisk. Gue tahu isi flashdisk itu. Lu mau menjual data perusahaan ke Theodore Yi? Iya kan! Cepat jawab!" bentak Sascha.


Lucas mulai mengacak-acak rambutnya. Aksinya kali ini sudah ketahuan oleh Sascha. Jauh-jauh hari Lucas niat berencana ingin menjual data-data perusahaan. Jujur saja Lucas telah berkhianat kepada DT Groups dan Nakata's Groups. Tanpa seizin dari Devan, Lucas diam-diam meretas dan mengumpulkan informasi DT Groups.


"Kamu enggak tanya aku siapa?" tanya Sascha.


"Lu adalah seorang rubah licik," jawab Lucas.


"Seratus buat kamu. Aku memang seorang rubah kecil. Oh... Ya... Gue bukan anak magang disini. Gue adalah anggota khusus yang ditugaskan oleh Nakata's Groups untuk menyelidiki perusahaan yang akan hancur seperti ini. Dalam waktu dua hari gue telah mendapatkan semua bukti. Dan bukti itu telah mengarah kepada kalian. Oh ya satu lagi. Sebenarnya aku tidak memerlukan kartu akses dari semua perusahaan. Aku sudah memiliki kartu akses khusus dari Nakata's Groups. Gue sengaja meminta ke Tuan Devan agar lu semua enggak curiga. Timku memang enggak gue aja. Masih banyak anggotanya. Apa lu mau ngelak lagi soal ini?" tanya Sascha dengan nada datar.


Lucas baru tahu kalau Sascha memiliki julukan rubah kecil. Yang dimana julukan itu pernah disematkan oleh Kobe dan Dewa. Memang Sascha sangat licik sekali ketika sedang beraksi seperti ini. Dalam waktu dua atau tiga hari Sascha dan timnya telah memperoleh bukti-bukti kuat. Meskipun memakai bukti kuat Sascha sering memakai insting. Insting Sascha jarang sekali meleset.


"Apakah kamu mau mengelak?" tanya Sascha.

__ADS_1


__ADS_2