Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Nasehat Devan ke Dita.


__ADS_3

"Kami melihat papa karena ingin bertanya. Apakah papa tahu soal ibunya Cathy?" tanya Dewa balik.


"Jangan tanyakan aku soal dia. Aku nggak mengenalnya sama sekali. Jika kenal, Aku males cerita kepada siapapun," jawab Devan dengan jujur.


"Berarti papa tahu dia siapa? Jangan katakan kalau tidak tahu?" tanya Dewa yang mulai mendesak Devan.


"Sudah aku katakan kalau tidak tahu. Kenapa kamu memaksa papa?'' tanya Devan balik.


"Ya... sudah kalau begitu. Aku harus mencari informasinya kemana?" tanya Dewa yang sangat frustasi.


"Tanyakan saja pada Mama mertuamu itu. Kemungkinan besar, Mama mertuamu itu tahu, siapa dia sebenarnya?" jawab Dewa yang memberikan solusi yang bagus buat Dewa.


"Baiklah. Aku akan terbang ke New York City," kesal Dewa terhadap papanya itu.

__ADS_1


"Jangan kesal begitu sama papa. Kemungkinan besar Papa enggak tahu siapa ibunya Cathy sebenarnya," tegur Sascha sambil memegang tangan Dewa.


"Baiklah. Kalau begitu aku akan mencari informasi itu ke Mama Chloe," ujar Dewa yang menatap wajah Sascha.


"Ya... sudah... kami akan bubar terlebih dahulu. kami ingin tidur terlebih dahulu," pamit Tommy.


Sascha dan Dewa menganggukan kepalanya dan mengizinkan kelompoknya bubar. Mereka juga memutuskan untuk pergi beristirahat.


Sementara di ruangan itu hanya ada Dita dan Devan. Dita langsung memeluk Devan dan tersenyum manis. Ia berbisik ke telinga Devan sambil berkata, "Papa... aku sangat rindu."


"Ya... aku sangat merindukan papa," jawab Dita yang mulai bermanja-manja ke Devan. "Apakah Papa juga merindukan aku?"


"Papa selalu merindukanmu. Tapi maafkanlah papa. jika selama ini bapak selalu sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk dan tidak pernah memperdulikan kamu," jawab Devan yang menatap wajah putrinya itu sangat mirip dirinya.

__ADS_1


"Nggak apa-apa papa. Dita tidak mempedulikan akan hal itu. Selama papa memantau keadaanku. Aku sangat bahagia. Aku tidak pernah kehilangan papa," jelas Dita.


"Bagaimana urusanmu di Jakarta?" tanya Devan yang ingin tahu keadaan putrinya itu.


"Semuanya sudah selesai pa. Sudah tidak ada lagi kasus-kasus tentang pencemaran nama baik dan juga pemerasan. Kemungkinan besar tak Dewa sudah memberikan hukuman kepada Lita," jawab Dita.


"Sekarang Papa minta sesuatu kepadamu. Belajarlah bisnis. Papa tahu, Kalau kamu tidak ada basic di dunia bisnis maupun manajemen. Tapi kamu harus mempunyainya. Cepat atau lambat kamu akan membantu kakakmu. Karena perusahaan yang kita miliki adalah perusahaan terbesar nomor satu di dunia. Nanti perusahaan Kakak iparmu ikut dengan perusahaan Nakata's Groups," jelas Devan.


"Apakah perusahaan kakak iparku bangkrut?" tanya Dita.


"Nggak bangkrut. Kami sengaja menggabungkan dua perusahaan menjadi satu. Yang di mana Kakak iparmu tidak akan bisa mengerjakan perusahaannya sendiri. Cepat atau lambat Kakak iparmu akan memiliki anak dari kakakmu itu. Dewa tidak akan mungkin untuk membiarkan Kakak iparmu bekerja. Bisa dikatakan Dewa menyuruh Sascha untuk fokus mengurus anak-anaknya," jawab Devan yang menjelaskan apa yang akan sebenarnya terjadi.


"Tapi, kak Sascha pernah mengatakan kalau dirinya akan tetap bekerja. Beliau tidak mau jika harus menopang hidup sama Kak Dewa," ujar Dita yang membuka rahasia Sascha.

__ADS_1


"Lebih baik kamu contoh apa yang dikatakan oleh Kakak iparmu itu. Kamu juga kalau sudah menikah, jangan terlalu menopang hidupmu ke suamimu. Kamu harus memiliki penghasilan sendiri. Agar kamu tidak merepotkan suamimu itu ketika membeli barang-barang favoritmu," jelas Devan yang memberikan solusi kepada Dita.


__ADS_2