Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Informasi Dadakan.


__ADS_3

"Ya kamu benar. Mereka bekerja sama dengan Anette," jawab Gerre.


Mereka terdiam dan menatap satu sama lain. Jujur mereka tidak menyangka, kalau masalah ini berkaitan satu dengan lainnya.


"Apakah kasus ini berkaitan satu dengan lainnya?" tanya Dewa.


"Mungkin iya. Mungkin tidaak sama sekali. Kalau firasat papa, memang berkaitan satu sama lain," jawab Gerre.


"Aku juga sama. Bahkan agen rahasia ini sering banget playing victim. Jadinya mereka menculik seorang anak.Tapi mereka bak pahlawan untuk berpura-pura menyelamatkan anak itu. Memang itu cara kerjanya. Jika sampai masyarakat tahu, maka agen rahasia mata-mata akan hancur," ujar Devan.


"Jujur ini sangat aneh sekali. Yang anehnya lagi, mereka itu mendirikan perusahaan agen rahasia di luar Amerika," ucap Ian.


"Mereka takut terendus dengan pihak kepolisian. Mereka tidak akan pernah membuat suatu daerah yang khusus buat mereka," jelas Devan.


"Dan kamu tahu? Sang pemilik perusahaan agen rahasia itu adalah musuh aku sebenarnya. Aku sudah lama mengincarnya semenjak kuliah di Harvard," ucap Dewa.


"Apakah Jackie Lari?" tanya Devan.


"Ya... siapa lagi kalau bukan dia. Aku sendiri memang enggak memiliki masalah sama dia. Tapi dianya ingin menghancurkan usahaku di bidang properti yang sudah aku beberapa tahun silam. Apakah kalian tahu? Soal masalah tanah yang berada di Ontario?" tanya Dewa sembari meminta mereka untuk ingat masa lalu.

__ADS_1


"Ya.. papa tahu. Papa juga kesal sama si Jackie," jawab Devan. "Bukankah hotel yang dibangun saat itu adalah hotel yang ditangani oleh Sascha?"


"Apakah itu hotel hasil dari challenge kamu buat Sascha?" tanya Bima yang masih mengingat kejadian masa lalu.


"Hehehe... Iya. Aku memang membiarkan Sascha membangun hotel itu dengan konsep minimalis," jawab Dewa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.


"Lalu apakah mereka saling bertemu?" tanya Devan balik.


"Sepertinya sih pernah. Nggak salah itu kasus tanah tersebut. Memang itu sebenarnya tanah milikku sendiri. Aku sengaja membelinya untuk investasi masa depanku. Berhubung tanah itu kosong, jadinya aku berinisiatif membangun sebuah hotel. Aku memang sengaja membuat challenge, agar Aulia berkembang dengan baik. Challenge itu berhasil dimenangkannya. Dia mendapatkan sebuah berlian dari aku sendiri. Sebuah hotel dari tangan mungil istriku berdiri dengan tegak. Konsepnya sangat sederhana tapi membuat semua orang jatuh cinta. Banyak sekali orang-orang yang berada di sana tidak betah untuk pulang," jelas Dewa.


"Apakah mereka berseteru?" tanya Gerry.


"Kalau soal itu aku tidak paham. Soalnya aku sendiri berada di Jakarta. Dia orangnya memang nekat sekali. Kalau sudah mendapatkan tugas. Jangan harap ada orang lain menghentikannya. Dia akan berjalan tanpa memperdulikan orang di belakangnya. Jujur aku sangat menyukainya. Dia memiliki keberanian tingkat dewa. Baru kali ini aku memiliki seorang wanita yang memiliki sifat seorang ksatria. Aku sangat mencintainya," jelas Dewa.


Setelah itu mereka memutuskan untuk diam terlebih dahulu. Mereka tidak ingin membuat sebuah kegagalan tanpa harus komando dari sang ketua. Namun Sascha sendiri sudah mengantongi banyak informasi. Yang di mana informasi itu, Sascha akan menyimpannya dapat rapat dan membukanya ketika berperang.


Hampir 15 jam mereka berada di atas langit. Jujur mereka sangat bosan untuk melakukan perjalanan panjang ini. Jika saja ada ilmu teleportasi, mereka akan melakukannya. Akan tetapi ilmu itu tidak ada sama sekali. Bukannya tidak ada, mereka tidak bisa melakukannya. Karena ilmu itu bukanlah ilmu sembarangan.


Setelah mendarat mereka akhirnya pergi ke markas Black Tiger. Di sana mereka akan menghabiskan beberapa hari tanpa harus keluar dari markas.

__ADS_1


"Yang, kamu lagi apa?" tanya Dewa.


"Jangan manggil aku Sascha lagi ya. Panggil saja aku Aulia. Mulai detik ini aku akan mengganti informasiku dengan nama lahir yang telah diberikan oleh papa," jawab Sascha.


"Semuanya Itu terserah kamu. Jujur sebenarnya aku lebih suka memanggilmu Aulia. Karena Aulia itu menurutku adalah nama yang sangat cantik sekali. Apakah kamu lelah hari ini?" tanya Dewa sambil memeluk Sascha.


"Aku nggak capek sama sekali. Aku masih bingung dengan si nenek sihir itu. Aku sudah mempelajari pola pikirnya. Ternyata nenek sihir itu memiliki penyakit jiwa yang menakutkan. Coba deh Kakak bayangkan. Aku mulai mempelajari beberapa kejahatannya hanya untuk menentukan penyakitnya itu," jawab Sascha.


"Si nenek sihir itu memiliki jiwa yang sakit. Yang di mana jiwa itu tidak akan pernah sembuh sama sekali. Aku nggak tahu kenapa orang seperti nenek sihir itu masih hidup di dunia ini? Padahal si nenek sihir itu telah membuat kekacauan di mana-mana," ucap Dewa.


"Pokoknya, dia nggak mau melihat semua orang bahagia. Ada saja keluarga yang bahagia selalu dirusak. Kalau soal aset dia tidak begitu menyukainya. Contohnya sekarang, menurut firasatku sih dia memang sengaja memasang beberapa alarm di perusahaan tersebut. Pasti kakak tahu kenapa alarm itu dipasang dengan sedemikian rupa. Kan kakak tahu sendiri, kalau keluarga Atmaja itu orang-orangnya sudah berkumpul kembali. Saat keluarga Atmaja sudah menjadi satu. Si nenek sihir itu berusaha menghancurkan keluarga Atmaja lagi. Makanya, si nenek sihir itu menyerang perusahaan demi memancingku keluar. Nah setelah itu, si nenek sihir berusaha menghabisiku. Jika sudah itu terjadi, si nenek sihir itu pasti bertepuk tangan dan bersorak kegirangan. Nanti akan mencari korban baru lagi. Begitulah cara kerjanya. Ini firasatku saja," jelas Sascha.


"Aku sayang kamu bukan soal aset?" tanya Dewa.


"Sebenarnya kalau soal aset nggak jadi masalah sih. Sudah di dulu aset milik Papa aman-aman saja. Yang tidak aman adalah keluarganya. Jujur aku ingin ketawa melihat si nenek sihir itu. Si nenek sihir itu orangnya tidak bisa dikasih Hani sama sekali. Meskipun usianya sudah senja dan menunggu kematian. Coba deh Kakak kalau bertemu dengan orang itu," jawab Sascha dengan bijak.


"Aku harap kamu korbannya. Nggak ada korban lain selain kamu keluarga Atmaja. Jujur saja kasus ini seperti kasus sangat aneh. Entah kenapa kok aku merasa ada yang janggal ya?" tanya Dewa sekali lagi.


"Maksud kakak apaan? Coba dong ceritakan kepadaku apa yang janggal?" tanya Sascha.

__ADS_1


"Ya aku berharap cuma kamu saja korbannya. Nggak ada korban lain-lainnya. Sebab kalau ada kasihan mereka yang harus dihancurkan dengan konyol seperti itu," jawab Dewa.


"Ada kok. Malah banyak sekali. Hampir saat ini kita nggak bisa mendeteksi si nenek sihir itu. Membuka file-file lama di pihak kepolisian sana. Nggak mungkin kalau si nenek sihir itu akan lolos dari hukuman," ucap Sascha.


__ADS_2