Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Ternyata Jayden Adalah Ricky.


__ADS_3

"Kalian ke sini jauh-jauh hanya untuk menyelamatkan kakek. Kakek sih sebenarnya nggak apa-apa. Tapi kakek kaget juga rame-rame ke sini," jawab kakek Aoyama.


"Tidak jadi masalah. Semuanya kita saling bantu membantu. Tapi jujur saja. Kami sudah merekam jejak kejahatan keluarganya Risa. Itulah kenapa kami sudah mengetahui siapa Risa sebenarnya. Tapi kami di sini beruntung. Dengan adanya Sascha, Risa datang sendiri masuk ke dalam kandang singa. Kalau tidak ada Sascha, kemungkinan besar nyawa kakek dalam bahaya," jelas Dewa.


"Meskipun cucu menantuku ini tersakiti. Ya kakek paham dengan semuanya. Orang baik akan selalu dikirimkan banyaknya malaikat di sekitarnya. Kakek sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah kompak bersama melindungi dan menjagaku," ucap kakek Aoyama.


"Sama-sama kek," balas Sascha.


Saat mereka pergi, rumah kakek Aoyama sedang sepi. Banyak para pelayan juga ikut bersamanya. Hanya selang sepuluh menit Jayden menyerang rumah kakek Aoyama. Jayden memang sengaja melakukannya karena kakek tidak pernah menganggapnya seorang cucu.


Jayden membawa beberapa gabungan anggota mafia untuk menyerang rumah itu. Dirinya memang sengaja melakukannya. iya ingin melihat kakek Aoyama tidak berdaya dengan rumah kesayangannya itu. Sembari menghancurkan seisi rumah itu Jayden tertawa terbahak-bahak seperti iblis.


Namun Jayden tidak menyadari hal itu. Banyak CCTV yang tersembunyi di setiap sudut ruangan. Malam setelah menghabisi Risa, Dewa dan Kobe sengaja memasang CCTV itu di tempat yang tidak kelihatan. CCTV itu terhubung langsung ke ponsel Dewa maupun Kobe.


Bagaimana dengan pengawal kakek sebenarnya? Dewa melarangnya untuk menyerang kembali. Dirinya tidak mau terjadi pertumpahan darah di rumah itu. Ia memang sengaja melakukannya agar Jayden puas menghancurkan rumah kakek Aoyama. Untung saja saat ini bertepatan dengan liburan bersama karyawan dan pengawal perusahaan Nakata's Groups.


Satu jam kemudian mereka hampir sampai Tokyo. Dewa tidak sengaja merasakan firasat yang membuatnya bahagia. Dewa tidak sengaja duduk bersama Jaya. Sedangkan Sascha duduk bersama Tara.


Tiba-tiba saja Dewa meraih ponselnya dan mengecek CCTV rumah Kakek Aoyama. Pria bertubuh kekar itu melihat Jayden sedang merusak rumah kakek Aoyama. Tidak sengaja saya mengintip dan melihat jelas wajah Jayden. Jujur saja gaya sangat terkejut sekali melihat Jayden.


"Bukannya itu Ricky?" tanya Jaya.


"Ricky siapa ya?" tanya Dewa balik.

__ADS_1


"Masa kamu nggak tahu? Siapa itu Ricky?" tanya Jaya yang mengerutkan keningnya.


"Beneran... Gue nggak tahu siapa itu Ricky," jawab Dewa dengan serius.


"Ricky itu suaminya Kinanti. Kakaknya Risa. Ricky memiliki dua identitas berbeda. Di Indonesia dia bernama Ricky. Di luar negeri dia bernama Jayden. Gara-gara dia aku mendirikan organisasi bawah tanah yang bernama Dark Impulsif. Aku memang sengaja menjual organ tubuh manusia. Sebulan yang lalu aku sudah berhenti dari organisasi tersebut. Aku mengundurkan diri dan ingin hidup normal," jelas Jaya.


"Oh jadi itu ceritanya. Bukankah kamu juga terlibat?'' tanya Dewa.


"Memang aku terlibat dalam organisasi gelap itu. Tapi aku sadar telah melakukan kesalahan yang fatal di dalam hidupku. Semuanya ini karena Risa dan keluarganya. Mereka sengaja menyuruhku untuk mendirikannya. Aku nggak habis pikir mereka adalah orang bengis yang kehausan darah," jawab Jaya yang menjelaskan siapa mereka sebenarnya.


"Ditambah lagi Risa memiliki sifat jelek yaitu membully sesama. Jika tidak suka sama orang itu. Kemungkinan besar mulutnya akan mengeluarkan sumpah serapah. Bahkan Risa berani memposting orang-orang yang tidak sengaja menyenggolnya. Di situlah para korbannya dihujat di dunia maya," imbuh Jaya.


"Apakah Risa pernah menjelekkan Sascha di dunia maya?" tanya Dewa yang penasaran sekali kepada Risa.


"Kenapa lu nggak minta kerja sama bareng gue? Jangan bilang kalau lu nggak bisa melupakan Sascha?" tanya Dewa.


"Gue malu sama lu semenjak kejadian itu. Jujur saja semenjak kejadian itu gue menghilang dari hadapan kalian. Lu tahu kan Risa sudah mengadu domba kita. Itulah gue nggak mau kerjasama bareng lu."


"Seharusnya lu ngomong kek enaknya gimana? Gue jadi orang gak pendendam. Malah gue berusaha nyari lu. Bukankah kita dulu satu sekolah? Meskipun kita nggak deket kayak lainnya. Gue nggak akan pernah lupain lu semuanya. Jujur saja Lu itu yang membuat hubungan persahabatan kita menjauh. Kalau lu salah gue tegur. Begitu juga sebaliknya. Gue juga kenal siapa keluarga Lu sebenarnya. Makanya deket sama gue dengan minder seperti ini," kesal Dewa karena ulah Jaya.


"Gue tahu itu. Gue janji nggak akan menghilang lagi Jika ada masalah berat seperti ini. Gue akan meminta elu untuk menjadi penasehat di dalam dunia bisnis. Gue tahu siapa Lu sebenarnya? Kalau dilihat-lihat lu memang pantas mendapatkan julukan seorang bisnisman muda dengan sejuta impian yang belum tercapai. Gue sering melihat berita lu di mana-mana. Dan gue juga tahu. Di belakang lu ada Sascha. Wanita itu diam-diam selalu mendoakan kamu dengan tulus," jelas Jaya.


"Mulai sekarang lu jangan kabur-kaburan lagi kayak dulu. Gue bisa ngelaporin ke orang tua lu. Gue yakin lu bakalan dihukum seumur hidup," ancam Dewa yang peduli dengan Jaya.

__ADS_1


"Thanks my brother. Lu memang orang terbaik yang pernah gue temui," puji Jaya dengan tulus.


"Jangan suka memuji gue. Gue nggak ada apa-apanya di dunia ini. Gue punya ilmu selalu Gue bagi ke semua orang agar mereka sukses," kesal Dewa yang tidak mau dipuji oleh Jaya.


"Apa yang lu lakuin sekarang?" tanya Jaya.


"Tenanglah. Aku akan mengeluarkan rubah kecilku. Biarkanlah rubah kecilku yang memimpin misi ini," jawab Dewa.


"Siapa rubah kecil itu? Jangan-jangan lu memiliki simpanan baru," ucap Jaya.


Pletakkkkk.


"Jangan buat itu yang nggak-nggak. Rubah kecil itu adalah istriku sendiri. Aku hanya memberikan target dan membiarkan istriku mengejarnya," kesal Dewa.


"Kenapa nggak bilang dari tadi? Bilanglah biar gue nggak bertanya-tanya seperti itu," ledek Jaya.


"Ngapain juga harus bilang sama elu! Gue takut rubah kecil lu tangkap," ucap Dewa.


Akhirnya Dewa mengetahui siapa itu Jayden sebenarnya. Jadi selama ini yang menebarkan teror adalah Ricky. Kenapa dirinya tidak menyadari siapa itu Jayden? Untunglah dirinya bertemu dengan Jaya. Jika tidak kemungkinan besar Dewa tidak menemukan jawabannya.


"Cepat atau lambat gue akan kejar itu Jayden. Gue nggak akan biarin perusak seperti itu hidup. Percuma saja orang seperti itu tidak bisa diberikan hati!" tegas Dewa.


"Nanti gue kirimin fakta-fakta yang mengarah ke Ricky," ucap Jaya.

__ADS_1


"Okelah gue terima. Cepat atau lambat dia tidak akan selamat," sahut Dewa. "Apa lu mau gabung di organisasi bawah tanah gue?"


__ADS_2