Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KERAGUAN DITA.


__ADS_3

"itu benar. Makanya aku pengen menantang orang itu. Tapi orang itu bilangnya. Aku adalah anak yang baru saja tumbuh. Bisa dikatakan Kalau aku anak kencur atau anak bawang," jawab Dewa yang kesal terhadap Pak Desta.


"Oalah jadi begitu. Ya sudahlah. Nggak usah dipikir. Tadi aku baru mendapatkan informasi dari Kak Timothy. Dia menyuruhku untuk mengecek ada rekening baru. Sepertinya Kak Timothy curiga juga tentang rekening itu," jelas Sascha.


"Semakin ketahuan jelas. Kamu selidiki saja semuanya hingga clear. Aku tahu dia nggak bekerja sendirian. Melainkan dia bekerja bersama banyak orang. Semoga saja masalah ini cepat selesai. Aku sudah melihat orang-orang seperti itu," ucap Dewa yang menyendokkan nasinya dan memasukkannya ke dalam mulut.


"Iya ini mau dilacak. Maaf... Tab kamu aku ambil sebentar. Aku sengaja melacak keberadaan rekening Itu dari sana," sahut Sascha.


"Tidak apa-apa. Lebih baik kamu pakai aja. Lagian aku masih ada laptop dua di sini," pinta Dewa.


Sejenak Dewa makan terlebih dahulu. Lalu Sascha menemaninya hingga habis. Ia mengajak Dewa pergi ke ruangan keluarga dan berdiskusi tentang rekening tersebut.


Dewa sangat bangga terhadap kualitas pekerjaan Sascha. Meskipun sudah menikah, Sascha sangat profesionel ketika bekerja. Itulah kenapa Dewa sangat mengandalkannya sebagai pegawai tetap. Hanya perempuan satu-satunya, Sascha langsung mencuri perhatiannya.


Siang pun tiba. Dewa memanggil Bryan dan juga Timothy untuk datang ke apartemennya. Di sana Timothy telah menceritakan apa yang sudah terjadi. Seluruh sistem perusahaannya sudah hancur berantakan. Tidak menyangka kalau kejadian ini membuat Dewa semakin murka.


Dewa tidak akan melepaskan Desta maupun lainnya. Ia ingin mereka masuk ke dalam penjara saat ini juga. Namun Sascha mencegahnya. Ia tidak ingin Dewa langsung menyeretnya ke dalam penjara. Menurutnya ia memiliki firasat yang tajam. Kalau Desta bekerja sama dengan pihak luar. Sascha akhirnya meminta waktu kurang lebih dua hari untuk mengumpulkan barang-barang buktinya. Lalu apakah Sascha sanggup melakukannya? Mengingat kondisinya sekarang sedang tidak sendiri. Ia tetap akan menjalankan tugasnya sebagai karyawan yang baik.


Nganjuk Indonesia.


Dita yang sedang menghitung semut di dinding sangat boring sekali. Beberapa hari lalu, dirinya mendapatkan informasi kalau Tommy sedang jalan berdua dengan perempuan. Dita tidak mengerti apa yang harus dilakukannya? Kepercayaannya terhadap Tommy mulai memudar sedikit demi sedikit.


Tarra yang melihat Sang Putri sedang tidak semangat langsung mendekatinya. Ia membawa jus orange dan memberikannya kepada Dita. Lalu Dita menerimanya dan meminumnya. Rasanya sangat lega dan tidak ada beban dalam waktu beberapa detik saja.


"Kamu kenapa seperti itu terus? Bukankah kamu sedang bahagia. Karena mendapatkan informasi kalau Kakak iparmu sedang mengandung," tanya Tara.


"Sebenarnya aku tidak jadi masalah Bu. Andai saja kak Tommy tahu perasaanku sebenarnya. Aku tidak akan menjadi seperti ini," jawab Dita dengan sesungguhnya.

__ADS_1


"Maksud kamu apa? Apakah kamu ragu dengan keputusanmu ingin menikahi Tommy?" tanya Tara lagi.


"Kemarin aku meminta satu mata-mata dari Kak Bima. Kak Bima memberikannya satu untukku. Aku menyuruhnya untuk mengikuti Kak Tommy saat tidak bersama dengan Kak Bima. Dan Mama tahu apa yang terjadi pada Kak Tommy? Di luar tugas Kak Tommy menyusul seorang wanita bule di bandara. Wanita bule itu memeluk Kak Tommy dan menciumnya sangat mesra sekali. Dan saat ini hatiku sangat sakit sekali," jawab Dita yang merasakan hatinya sakit secara bertubi-tubi.


"Apakah benar? Wah gawat kalau begitu. Jangan sampai kakakmu tahu. Kalau tahu kakakmu akan sangat marah sekali," tanya Tara yang tiba-tiba saja hatinya gusar.


"Itu benar ma," jawab Dita yang memberikan ponselnya kepada cara sambil menunjukkan beberapa foto mesra Tommy bersama wanita bule itu.


Tara langsung meraih ponsel Dita. Ia melihat dan memperhatikan wanita bule itu. Ia hanya bisa memegang Dita dan memeluknya.


"Jujur Mama tahu siapa keluarganya Tommy. Dari kedua orang tuanya dan juga silsilah keluarganya itu. Ternyata wanita ini bukan adiknya maupun kerabatnya. Sepertinya wanita ini datang ke sini demi menemui Tommy. Dari segi wajah sih dia sangat mirip sekali. Tapi yang Mama tahu kalau Tommy itu tidak memiliki saudara kembar. Juga tidak memiliki adik perempuan sama sekali," jelas Tara yang membuat Dita semakin paham.


"Aku juga seperti itu ma. Aku belum memberikan foto ini ke Kak Sascha maupun Kak Dewa. Aku juga belum berani memberikan foto ini kak Leo. Takutnya mereka berantem hanya karena aku," ucap Dita yang memeluk erat Tara.


Sontak saja Tara sangat terkejut atas pernyataan dari Sang Putri. Kalau wanita itu saudara kembarnya, tidak akan mungkin memeluknya dengan mesra seperti itu. Kemungkinan besar Tommy memiliki calon istri yang lebih baik lagi. Akan tetapi Dita sangat sayang kepada Tommy.


"Lebih baik kamu berikan saja kepada Sascha. Nanti kalau ketahuan sama kakakmu enggak jadi masalah. Sascha akan mencari bukti tentang wanita tersebut. Bisa-bisa kakakmu mengambil keputusan yang tepat untuk masa depanmu. Aku yakin kamu bisa tahan dengan semua ini," ujar Tara yang memberikan solusi kepada Dita.


"Sudah pasti. Tapi kakak iparmu yang bisa mencegahnya. Mama yakin semuanya akan bisa teratasi," jawab Tara yang memiliki solusi itu saja.


"Yakin sih yakin. Tapi kalau hatiku ini bagaimana?" tanya Dita sambil melepaskan Tara.


"Masih banyak pria lain memiliki title yang baik. Kamu juga nggak seharusnya mengharapkan Tommy untuk menjadikan suamimu itu. Kalau belum jodoh, takutnya kamu frustrasi dan melakukan hal lain di luar nalar. Maka dari itu, Mama nggak mau kamu melakukannya," jawab Tara.


"Kalau begitu ya sudahlah. Kalau nggak berjodoh Ya mau bagaimana lagi. Jodoh itu nggak bisa dipaksakan. Itu kata Kak Sascha. Siapa tahu aku sedang menjaga jodoh orang untuk saat ini," jelas Dita.


"Solusi satu-satunya, berikan saja foto itu ke Kakak iparmu. Bisa jadi Kakak iparmu mengetahui siapa Tommy sebenarnya. Bagaimana kalau kamu dengan Bima?" tanya Tara yang menawarkan Bima kepada Dita.

__ADS_1


"Maaf ma. Aku tidak akan mau menerima Kak Bima sebagai kekasihku. Mama tahu sendiri kalau Kak Bima itu Playboy? Bahkan hampir setiap hari Kak Bima bergonta-ganti pasangan sama seperti mengganti pakaiannya. Bayangkan saja jika aku berada di posisi mereka. Hatiku bertambah sakit ma," jawab Dita yang menolak Bima.


"Yang namanya Playboy akan sadar dengan sendirinya. Kamu tahu kan maksud Mama bagaimana? Bima itu hanya membutuhkan seorang wanita yang pas di dalam hatinya. Dia sangat butuh kasih sayang dari seorang perempuan. Sekarang lagi apes-apesnya dia. Perempuan yang sering ditemuinya adalah perempuan yang gak benar. Banyak yang ngajakin nikah, tapi ujung-ujungnya ingin menguasai semua aset miliknya. Bima itu memiliki ketajaman insting yang sangat kuat terhadap perempuan. Mana perempuan baik dan mana perempuan buruk. Jika dia bertemu dengan perempuan baik. Dia tidak akan bermacam-macam dan mengajaknya ke ranjang. Jika dia bertemu dengan perempuan buruk. Jangankan Bima dulu yang menawarkannya. Mereka satu persatu akan mengajak Bima ke ranjangnya secara langsung tanpa diminta apapun itu," jelas Tara sudah mengetahui sifat Bima yang satu itu.


Beberapa saat kemudian datang Chloe. Wanita cantik itu langsung mendekatinya dan duduk di hadapannya. Tak sengaja ia melihat wajah Dita yang kecewa. Lantas ia mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Why?"


"Aku tidak apa-apa ma," tanya Dita yang berusaha menyembunyikan rasa sakit hatinya kepada Tommy dan tersenyum manis di hadapan Chloe.


"Memangnya ada apa sih? Kok kalian serius banget ngobrolnya?" tanya Chloe.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Tara yang melihat Chloe.


"Tentu saja," sahut Chloe. ''Ada apa sebenarnya?"


"Apakah kamu tahu soal keluarga Albert Wijaya?" tanya Tara balik.


"Sedikit. Kabar terakhir yang aku dengar. Dalam waktu dua bulan ini, dia akan menikahkan putranya dengan seorang model sekaligus pemain film yang bernama Inez Capalera. Katanya Inez sangat cocok sekali dengan karakter Sang Putra. Inilah yang menjadi tanda tanya buatku. Bukankah anaknya yang cowok itu tinggal Tommy Wijaya belum pernah menikah sama sekali?" tanya Chloe yang mengetahui berita tersebut.


"Akhir-akhir ini, Tommy Wijaya berpacaran dengan putriku," jawab Tara sambil menunjuk ke arah Dita.


"Apa?" pekik Chloe.


"Itu benar ma. Kami sedang berpacaran untuk saat ini," jawab Dita dengan tegas.


"Apa yang kamu bilang? Apakah kamu sudah bercanda denganku sayang?" tanya Chloe.


Pertanyaan Dari Author.

__ADS_1


Apakah Dita cocok dengan Bima?


Atau Dita cocok dengan Tommy?


__ADS_2