Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Selamat Tinggal Cathy.


__ADS_3

Bagaimana nasib Cathy selanjutnya? Inilah kisah tragis dari Cathy.


Flashback on.


Setelah melihat Dewa dan Sascha kabur, Cathy langsung mengejek mereka. Ia mengatakan kalau mereka memiliki nyali ciut. Bahkan saat itu Cathy masih bisa tertawa terbahak-bahak sambil mengejek mereka.


Tanpa disadarinya, Cathy langsung masuk ke dalam ruangannya itu. Ia memilih berbaring sambil memikirkan rencana selanjutnya. Entah kenapa dirinya merasakan gempa bumi. Ia tidak tahu kalau gedung tua itu akan segera ambruk. Namun ia tidak mempedulikan hal itu.


Dooommmmm.


Suara dari bawah terdengar sangat keras sekali. Kalau dihitung-hitung memiliki jarak yaitu sekitar sepuluh kilo meter. Untung saja gedung itu jauh dari perumahan. Jadinya ketika diledakkan tidak menimbulkan korban jiwa kecuali Cathy.


Flashback off.


Sascha akhirnya kehilangan musuh utamanya. Ia sekarang tidak memperdulikan tentang Cathy ataupun lainnnya. Namun diam-diam Sascha merasakan kalau ada satu musuh yang belum muncul. Ia akan tetap diam dan mencoba mencarinya. Firasatnya mengatakan kalau musuh itu berada di Amerika.


Sesampainya di kantor mereka langsung menuju ke ruangan khusus. Mereka tidak akan mungkin membahas masalah sensitif ini di ruangan CEO. Jika sampai membahas hal yang sensitif seperti itu, bisa dikatakan identitas mereka akan terbuka lebar. kemungkinan besar mereka akan dicari interpol karena telah membuat huru-hara.


"Gila lu!" kesal Dewa terhadap Timothy.


"Kamu kesal sama siapa?" Tanya Devan.


"Aku kesel sama asistenku," jawab Dewa. "Bisa-bisanya dia menghancurkan gedung itu?"


Seketika Timothy langsung tertawa. Ia tahu perasaan sang bosnya itu. Jujur, seharusnya ia tidak perlu menghancurkan gedung itu. Namun apa daya, jiwa jahilnya muncul seketika.


"Aku memang berencana tidak ingin menghancurkan gedung itu. Entah kenapa jiwa jahilku muncul seketika. Jadi aku memutuskan untuk menyalurkan jiwa jahilku itu," ucap Timothy yang membuat Sascha menggelengkan kepalanya.


"Ternyata Kak Tim sangat mengerikan sekali. Bagaimana bisa dirinya memiliki sifat jahil namun sangat parah. Untung saja Kak Tim tidak menjadi orang yang diam-diam konyol," puji Sascha.

__ADS_1


"Aku memang sengaja melakukannya. Ketimbang kalian menangkap itu orang. Lebih baik dihancurkan saja segedungnya. Lagian juga gedung itu adalah milik keluargaku. Rencananya gedung itu ingin dipakai untuk perusahaan cabang. Setelah jadi keluargaku tidak memakainya. Makanya gedung itu sekarang mangkrak nggak karuan," jelas Timothy.


"Kenapa kamu tidak menjualnya ke aku? Padahal aku sendiri ingin membangun beberapa perusahaan lagi. Kalau memakai gedung lama, perusahaan AA Group ditaruh di mana? Aku nggak mungkin menjadikan satu sama perusahaan D'Stars Inc. Makanya aku memang sengaja ingin memisahkan antara kedua perusahaan itu," tanya Dewa.


"Ya maaf... aku sendiri baru tahu kalau kamu sangat menginginkan gedung itu," jawab Timothy.


"Nggak apa-apa. nanti aku akan mencari tempat agar mereka terpisah dengan yang lainnya. Begitu juga dengan manajemennya. Aku akan merekrut orang baru untuk menangani AA Groups cabang Indonesia," jelas Dewa.


Devan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jujur ia sangat terkejut sekali dengan Sang putra dalam dunia bisnis. ternyata diam-diam Sang putra memiliki perusahaan pribadi. Namun Dewa tidak pernah menceritakan kepada Devan. Dewa benar-benar ingin belajar mandiri dan mengelola keuangan sendiri. Ditambah lagi ia sudah memiliki tim yang solid dalam bekerja. Maka dari itu Dewa pantas dikatakan pria tipe pekerja keras.


"Damar sudah nggak ada. Cathy juga tidak ada. Tinggal satu lagi. Aku merasakan ada musuh bersembunyi di balik awan. Orang itu sepertinya tidak akan pernah muncul jika tidak terpancing oleh isu-isu tentang perusahaan Khans," jelas Dewa yang menganalisis satu musuh lagi.


"Aku juga merasakan hal yang sama. Perasaanku kalau Cathy itu di belakangnya ada yang mengemudikannya. Bayangkan saja jika dia tidak memiliki kekuatan apapun? Kemungkinan besar dia tidak akan berani menyerang kita," sambung Sascha.


"Jadi, siapa dia?" tanya Bima.


"Ibunya Cathy," jawab Dewa sambil memejamkan kedua matanya.


"Papa belum tahu siapa dia sebenarnya. Dia sangat profesional sekali untuk membuat berita kematiannya hingga viral kemana-mana," ujar Dewa.


"Aku juga memiliki firasat yang sama. Apakah kita harus mencari keberadaannya?" tanya Bima.


Dewa hanya tersenyum dan membiarkan pertanyaan Bima tanpa ada jawabannya. Dewa memang sengaja melakukannya. Ia akan memberikan kejutan kepada semua orang.


"Sascha," panggil Dewa.


"Ada apa?" tanya Sascha.


"Coba kamu cari artikel berita tentang kematian seorang wanita yang katanya terjun dari atap gedung," jawab Dewa sambil mengingat kapan tepatnya.

__ADS_1


"Gila kali. Mana ada orang terjun dari atap gedung masih sekarang hidup lagi? Ini nggak masuk akal," ucap Sascha.


"Memang gila orang itu," kesal Bima.


"Mending kita nggak usah nyari. Aku masih memiliki satu dokumen yang belum terbaca sama sekali. Dokumen itu berasal dari Kak Leo," sahut Sascha.


"Baiklah kalau gitu. Lebih baik kamu baca dulu dan tarik kesimpulannya. Nanti kita akan tahu, siapa yang membebaskan Cathy ketika dipenjara di New York!" perintah Dewa.


Sascha mencoba mencari file yang dikirimkan oleh Leo. Ia mulai membaca dari awal hingga akhir. Dengan cepat Sascha langsung menyimpulkan, bahwa yang membebaskan Cathy adalah seorang wanita. Yang di mana wanita itu memang sengaja datang dan membuat kacau persidangan.


"Aku telah menemukannya. Dia adalah seorang perempuan yang di mana usianya kurang lebih enam puluh lima tahun. Orang itu sengaja membebaskan Cathy agar bisa menjalankan rencananya. Yang di mana rencana itu sudah dirancang sedemikian rupa untuk merebut Khans Company. Kabar terakhir yang dia dengar ternyata masih hidup. Di sini juga tertera kalau Leo sudah mencantumkan alamat rumahnya. Cepat atau lambat kita akan bisa menemukan orang tersebut," jelas Sascha.


"Sudah aku tebak siapa orangnya," sahut Bima sambil terkekeh.


"Apakah Kak Bima mengenalnya?" tanya Sascha yang sangat penasaran sekali.


"Dia adalah ibu kandung dari Cathy. Jujur sampai saat ini dia memang pandai memanipulasi kematiannya. Setiap keluar dari rumah, dia memakai masker hingga terlihat matanya. Jujur meskipun orangnya sudah tua namun tenaganya kuat," jawab Bima.


"Apakah mama dan Papaku tahu?" tanya Sascha.


"Tahulah. Terutama pada Mama Chloe. Dia adalah bekasnya asisten rumah tangga. Yang di mana dia mengandung Cathy lalu menyerahkan nenek kakekmu. Namun tanpa disadari, dia memiliki rencana brutal untuk mendapatkan perusahaan tersebut hingga saat ini. Bahkan anak menantunya sengaja dijadikan sebagai senjata. Karena keserakahannya anak menantunya akhirnya mati di tangan kita," jelas Bima.


"Kok aku baru tahu ya soal ini?" ucap Dewa.


"Jangankan kamu. Leo juga baru tahu sekarang. Kamu tahu beberapa hari ini Leo tidak tidur sama sekali?" tanya Bima.


"Apakah kakak serius tentang ini?" Tanya Sascha balik.


Tiba-tiba saja mata mereka menuju ke arah Devan. Kemungkinan besar Devan tahu siapa pelaku utamanya.

__ADS_1


"Ada apa kalian melihat hatiku seperti itu?" tanya Devan.


__ADS_2