Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MEMBINGUNGKAN.


__ADS_3

Saat


menangis meratapi nasibnya sebagai dokter bedah, sang dokter itu hanya


memnaggil ibunya. Sungguh miris pemandangan seperti ini. Bukannya Sascha tidak


suka, justru itu ia sangat terharu sekali dengan yang disebut oleh doter itu.


Namun disisi  lain tidak menyukai sama


seklai. Bahkan ia sangat membenci orang ketika melakukan kejahatan dan menyebut


ibunya.


Tanpa


dokter yang belum diketahui namanya, Dewa dan Daniel sudah berdiri di belakang


dokter itu. Bahkan mereka serempak melihat gerak-gerik sang dokter itu.


“Ibu...


aku jadi orang jahat. Enggak seharusnya aku membedah mayat yang banyak


penyakitnya itu. Jika semuaorgan tubuh itu dijual di pasar gelap yang tidak


memiliki standar apapun. Aku bisa dibunuh oleh Jackie dan Anette. Lalu


bagaimana dengan ansib aku ini?” seru dokter itu sambil mengepalkan kedua


tangannya sambil memukulkannya ke lantai berkali-kali.


Dewa dan


Sascha hanya mmeutar bola matanya dengan malas. Mereka tidak menyangka kalau


dokter itu mengakui perbuatannya. Bahkan sekarang semuanya sudah terbongkar di


hadapannya. Ini sungguh membuat semua orang bahagia dan tidak perlu repot-repot


untuk menamyakan semuanya. Sementara Daniel sengaja merekam pembicaraan dokter


itu. Secara tidak sadar mereka mendapatkan bukti kalau tempat ini adalah markas

__ADS_1


mafia penjulan organ tubuh.


“Ck,


jadi dokter kok bodoh banget. Bisa-bisanya kamu membocorkan rahasia kamu


sendiri ke musuh. Bagaimana kalau Jackie dan Anette tahu?” ejek Sascha dengan


serius.


Dokter


itu langsung mengangkat wajahnya. Ia sangat terkejut apa yang dikatakan oleh


Sascha. Matanya juga menangkap para tim yang dikepalainya sudah tidak bernyawa


lagi. Yang lebih parahnya lagi, sang dokter itu ada beberapa peluru yang


bersarang di tubuh mereka.


Belum


sempat ambil senjata, Daniel segera menarik baju itu dengan kuat. Dokter itu


berdiri dan mengambil pistolnya. Belum sempat kepegang, Daniel mendorongnya


mual. Ia tidak kuat dan memutuskan untuk segera pergi ke toilet. Akan tetapi


Dewa menarik bajunya dan menyuruhnya untuk mengembalikan ke bentuk semula.


Namun dokter itu menolaknya. Ia malah beranggaan kalau mayat itu langsung


dikibur saja. Tentu saja Sascha sangat marah. Ia segera mengarahkan pistol itu


ke arah dokter itu.


“Jika kamu


tidak memperbaikinya. Akulah orang yang pertama kali akan membuat kamu mati


dengan cara mutilasi seperti ini. Seluruh organ tubuh kamu akan aku berikan ke


orang lain. Melainkan ke hewan buas yang dimiliki Mr. Dewa!” tegas Sascha.

__ADS_1


Sang


dokter itu mulai ketakutan. Bagaimana bisa organ tubuhnya diberikan oleh hewan


buas? Padahal ia sendiri memiliki riwayat kesehatan yang cukup baik.


“Janganlah


begitu nyonya. Lebih baik anda memberikan organ tubuh ini ke orang yang


membutuhkan,” ucap dokter itu dengan tampang melasnya.


“Memangnya


kamu sehat?” tanya Sascha yang malas.


“Sehatlah,”


jawab dokter itu yang mulai menatap Sascha dengan penuh kelembutan.


Dewa


sangat kesal terhadap orang itu. Bisa-bisanya sang istri ditatap seperti itu.


Namun dirinya semakin kesal dan menarik baju itu dan memberikan sebuah


perintah.


“Lebih


baik kamu kerjakan apa yang sudah diperintahkan oleh Sascha!” bentak Dewa


sambil mendorong tubuh dokter itu.


“Kerjakan


dahulu. Nanti aku pertimbangkan selanjutnya seperti apa!” perintah Sascha yang


tidak main-main sambil melihat mata dokter itu dengan penuh amarah.


Sang


dokter itu akhirnya mengerjakan perintah dari Sascha. Ia segera membetulkan

__ADS_1


keadaan sang mayat tersebut. Sementara itu mereka menunggu sang dokter untuk


menyelesaikan semuanya.


__ADS_2