
"Aku harus pergi dari kalian. Aku tidak ingin melibatkan kalian dalam masalah keluarga yang tidak ada ujungnya. Apalagi menyangkut Dita. Aku tidak bermaksud untuk menyakitinya. Jujur dia sangat berarti buatku," jawab Tommy. "Tapi aku harus merelakan dia bersama orang lain."
"Kenapa kamu tidak mau bertahan dengan Dita?" tanya Dewa yang menatap tajam ke arah Tommy.
"Au enggak bermaksud menyakitinya. Aku enggak bermaksud membuatnya menangis. Kamu tahukan selama ini hidupku dikejar-kejar sama orang suruhannya mamaku? Mamaku sangat berambisi menjodohkan aku dengan wanita lain.Yang dimana wanita itu dari kalangan atas bangsawan. Mamaku enggak mungkin mau menerima Dita," jelas Tommy yang membuat Sascha menghela nafasnya dengan kasar.
"Bagaimana bisa mamamu seperti itu?Aku tidak habis pikir dengan mamamu itu," tanya Dewa lagi. "Aku ingatkan sekali lagi. Kami memang memiliki darah bangsawan.Yang dimana tidak pernah menggemborkan siapa diri kami sebenarnya."
"Memang sih... kalian itu adalah seorang bangsawan. Tapi di mata mama kalian itu tidak mencerminkan seorang bangsawan. Itulah yang aku maksud," ucap Tommy.
"Apakah itu harus? Apakah aku harus mengatakan Dita seorang bangsawan kepada mamamu kak?" tanya Sascha yang bingung.
"Menjadi runyam masalahnya. Aku enggak mengerti masalah sebenarnya. Kenapa mama ingin sekali memiliki seorang menantu bangsawan," jawab Tommy.
"Yang dikatakan oleh Tommy itu benar. Aku juga enggak habis pikir kenapa ini bisa terjadi? Padahal status bangsawan itu tidak diperlukan dalam pernikahan. Aku sendiri baru tahu kalau Sascha memiliki darah bangsawan. Keluargaku juga tidak pernah menanyakan tentang status sosialnya itu. Yang penting aku bisa hidup bahagia bersama wanita pilihanku," ucap Dewa secara blak-blakan.
"Masalahnya bukan itu. Aku tahu keluargamu itu tidak mementingkan status sosial. Mereka hanya peduli dengan kebahagiaan anak-anaknya. Berhubung mamaku sudah mematok semuanya, kami sebagai anak-anaknya juga turut andil mencari seorang gadis untuk dijadikan seorang istri," jelas Tommy.
"Kenapa amu tidak mengejar Dita?" tanya Sascha yang kesal terhadap Tommy.
"Karena aku tidak mau menyakiti hatinya. Jika mamaku tidak suka dia. Kemungkinan besar Dita akan menjadi bulan-bulanannya mamaku. Aku enggak mau Dita menjadi menderita karena tekanan batin hanya karena mamaku," jelas Tommy yang membuat Sascha paham.
__ADS_1
"Bisa jadi nanti hidupnya Dita seperti sinetron ikan terbang?" tanya Sascha yang membuat Dewa terkekeh.
"Ya... itu benar,' jawab Tommy. "Jujur jika aku menikahinya. Kemungkinan besar aku berada di posisi yang sangat sulit sekali. Bayangkan saja aku melindungi Dita jika berada di rumah. Jika aku berada di luar rumah bisa saja Dita mendapatkan makian. AKu takut dia terkena mental yang tidak bisa disembuhkan ketika mendengar makian mamaku."
"Ternyata itu sangat sulit sekali. Jika aku belum menikah dengan Kak Dewa. Aku pastikan dirimu akan menikah denganku," kesal Sascha.
"Lha, sayang... kamu mau ngapain sama Tommy menikah?" tanya Dewa yang tidak paham.
"Karena aku sendiri akan memberikan pelajaran berharga buat keluarga Kak Tommy yang tidak bisa didapatkan dimanapun. Aku akan mengajarkan mereka belajar tentang status sosial. Mereka harus melihat bagaimana perjuangan orang tanpa harus memandang status. Selain itu juga para bangsawan itu hidupnya normal tanpa harus dikekang oleh siapapun. Contohnya mama yang agak bar-bar untuk menjalani hidup. Dan bisa menaklukan papa yang berstatus seorang pengusaha sekaligus seorang mafia kejam di daratan Eropa maupun Amerika," jelas Sascha yang membuat kedua pria itu menelan salivanya dengan susah payah.
Justru itu sangat mengerikan bagi mereka. Bukannya memecahkan masalah. Tapi Sascha malah membuat masalah. Di sisi lain, mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh Sascha. Mereka harus diberikan pelajaran hidup. Yang dimana pelajaran hidupnya akan berguna buat seumur hidup. Agar mereka mengerti apa maksud bagaimana hidup dengan baik.
"Kamu benar. Aku mengakui kesalahan keluargaku. Mereka sangat berambisi untuk menjalankan hidup sebagai bangsawan. Agar mereka bisa dikenal banyak orang," puji Tommy terhadap Sascha yang menyuarakan isi hatinya.
"Ini sangat aneh sekali bagiku," ucap Tommy.
"Ya udah kalau begitu. Aku tidak akan memaksa kamu untuk menikahi Dita. Usianya masih kecil karena Dita butuh pendidikan lebih tinggi lagi. Suatu hari nanti Dita akan dibutuhkan di Nakata's Groups. Terus dia akan memegang rumah mode milik mama Chloe," jelas Dewa yang mengambil jalan tengahnya.
"Lebih baik begitu. Aku tidak ingin membebani hidupnya dengan yang lainnya. Aku juga tidak ingin melihat menangis karena tekanan dari mereka. Mungkin dengan cara inilah membuat aku tidak menyakiti Dita. Aku juga sudah ikhlas melepaskannya," ungkap Tommy walau hatinya sakit.
"Lebih baik kamu membantu aku ketimbang pergi ke Afrika Selatan. Kamu bisa menjadi CEO di perusahaan cabang Indonesia yang berada di Jakarta. Sebentar lagi aku tidak akan tinggal disini. Aku sengaja mengajak Sascha tinggal di Tokyo. Mengingat sekarang kakek sudah tua dan kesehatannya sudah melemah. Kantor pusat harus ada penggantinya. Paman Kobe tidak mau memegang pusat. Karena dia tidak ingin mendapatkan tekanan besar dari para pemegang saham memiliki sifat beringas," jelas Dewa.
__ADS_1
Tommy hanya menggelengkan kepalanya. Ia membayangkan betapa mengerikan para pemegang saham di kantor pusat. Jujur baginya ini sangat mengerikan sekali.
"Jujur saja ini sangat mengerikan sekali. AKu tahu nanti kamu bekerja di bawah tekanan mereka," celetuk Tommy.
"Memang itu benar. Nanti yang akan menjadi asistenku adalah Sascha. Si rubah kecil yaang akan melawan mereka," jelas Dewa yang menatap Sascha.
"Kok aku? Jujur kalau aku menjadi asisten kamu. Nanti rapat penentuan malah perdebatan sengit antara kami," kesal Sascha yang membuat Dewa terkekeh.
Tommy akhirnya tertawa tertawa terbahak-bahak. Ia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi. Tommy sangat mengenal siapa itu Sascha sebenarnya. Sascha sang pemberani menyuarakan isi hati setiap karyawan. Bisa-bisa Sascha akan mengajak mereka baku hantam.
"Aku tidak bisa membayangkan ini terjadi. Sepertinya itu akan menjadi seru kalau kejadian. Aku tahu itu mereka akan tahu kebar-barannya si istri dari sang presider Nakata's Group," jelas Tommy yang sekarang bahagia.
"Jangan samakan aku dengan wanita lainnya. Aku tidak akan sama dengan wanita lainnya. Aku bisa membuat membalikkan keadaan hanya dalam waktu sekejap," ungkap Sascha dengan jujur.
"Itu benar. Aku mengakui itu. Aku akan memajukan kamu sebagai asisten perusahaan,' ucap Dewa melihat Sascha yang tersenyum.
Tommy hanya bisa menepuk jidatnya. Bagaimana bisa sang istri sahabatnya itu menjadi asistennya.
"Thank you untuk semuanya. Aku akan memikirkan tawaran kamu itu," ucap Tommy.
"Kalau kamu mau serius mengambil cabang Indonesia. Aku akan membuat perjanjian sama kamu. Aju akan memberikan banyak fasilitas. terutama demi keselamatan kamu dari keluargamu yang sangat berambisi dengan gelar bangsawannya itu," jelas Dewa yang akan berjanji akan melindungi sahabatnya itu dari keluarganya.
__ADS_1
"Tidak perlu," tolak Tommy.
"Kenapa enggak perlu?" tanya Dewa.