Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MARKAS WHITE TIGER.


__ADS_3

"Tunggu Sascha. Setelah Sascha sudah mengetahui keberadaannya. Kita akan menggiringnya ke markas White Tiger. Di sana kita bisa mengeksekusinya. Kita sudah dipermainkan sama Ricky," jawab Dewa dengan tegas.


"Secara nggak langsung," kesal Tommy. "Kamu nggak tahu kalau Ricky sudah mengincar istrimu itu?"


"Apa yang kamu katakan?" tanya Dewa.


"Aku serius mengatakannya. Mending kamu tanyakan saja pada istrimu itu. Kamu nggak sadar selama ini istrimu sedang diincar," jawab Tommy.


"Apa benar yang dikatakan oleh Tommy?" tanya Dewa.


"Sebenarnya aku nggak ingin cerita soal itu," jawab Sascha yang masih fokus dalam pekerjaannya.


"Harusnya kamu cerita soal kamu diincar oleh Ricky. Kamu nggak bisa seenaknya diam-diam seperti ini tanpa aku mengetahuinya. Kamu tahu kalau Ricky itu adalah orang yang sangat berbahaya sekali," ucap Dewa yang menahan emosinya.


"Nanti setelah misi ini selesai. Aku ceritakan semuanya apa yang terjadi pada diriku dan ibu Nirmala," ujar Sascha yang tidak ingin pekerjaannya terganggu.


"Baiklah. Kamu memiliki hutang penjelasan kepadaku. Setelah aku menghabisi Ricky. Kamu harus menceritakan semuanya tentang masalahmu dengan Ricky!'' tegas Dewa.


Beberapa saat kemudian Sascha menemukan keberadaan Ricky. Diam-diam Ricky menaiki kereta api untuk menuju ke Tokyo. Entah kenapa wanita berparas cantik itu pun malas menanggapi Ricky. Semenjak Ricky menikah dengan Kinanti. Ricky selalu menindasnya dan memutar balikan fakta. Semua yang diceritakan oleh Ricky ke Ibu Rini Mala dan Pak Andika itu tidak benar sama sekali.


Yang lebih parahnya lagi, Ricky akan membunuh dirinya. Padahal Sascha tidak memiliki kasus sama sekali dengannya. Di tangan Ricky, Kinanti menjadi gadis yang tidak baik sama sekali. Gara-gara Ricky nanti menjadi pembangkang dan ingin menguasai seluruh harta yang dimiliki oleh Pak Andika.


Itulah kenapa Sascha sangat geram sekali kepada Ricky. Andai saja saat itu Sascha memiliki kekuatan. Kemungkinan besar saja tidak akan pernah mundur sama sekali. Melainkan Sascha akan maju untuk menyerang Ricky habis-habisan.

__ADS_1


Hampir dua jam Ricky sudah sampai ke Tokyo. Pria itu menuju ke kedai arak untuk menikmati minuman keras tersebut. Sascha masih memantau keadaannya. Matanya masih sama sambil menatap layar tabnya.


"Bagaimana hasil pengintaianmu? Apakah kamu sudah menemukannya?" tanya Dewa yang masih bermain game online bersama Tommy dan Bima.


"Ricky sudah berada di kedai arak. Lokasinya nggak jauh dari sini," jawab Sascha dengan serius. "Apakah kita harus membawanya ke suatu tempat?"


"Aku akan menyuruh orang untuk menggiringnya ke markas White Tiger. Setelah orang itu menggiringnya. Kita akan ke sana bersama-sama," jawab Dewa.


"Kamu menyuruh siapa?" tanya Tommy.


"Aku menyuruh Ian dan Bryan. Kedua orang itu memang lihai Untuk menggiring orang sampai ke markas. Aku sudah memberikannya perintah dan mereka langsung jalan mencari keberadaan Ricky. Sascha, kirimkanlah lokasi keberadaan Ricky sekarang juga. Agar mereka mudah untuk mendapatkannya. Sudah cukup kita bermain-main dengan pria yang bernama Jayden!" Perintah Dewa yang mendapat anggukan dari Sascha.


Tanpa banyak bicara, Sascha langsung mengirimkan lokasi di mana keberadaan Ricky. Wanita berparas cantik itu pun menunggu feedback dari mereka. Tak lama Sascha langsung mendapatkan feedback dari Bryan. Ia langsung menatap Dewa sambil memberikan kode.


Dewa akhirnya pergi ke kasir untuk membayar makanan itu. Kemudian Dewa mengajak mereka menuju ke lokasi markas White Tiger. Untung saja markas White Tiger sangat dekat di lokasi ini. Memang Kobe sengaja mendirikan perusahaan itu agar tidak jauh-jauh dari perusahaannya.


Dua puluh menit telah berlalu. Mereka akhirnya sampai ke markas White Tiger. Di sana mereka disambut oleh para pengawal. Namun Dewa memberikan kode agar mereka bubar. Jujur saja Dewa tidak mau disambut dengan begitu meriah. Karena dirinya bukanlah seorang ketua White Tiger.


"Susah payah aku menyuruh mereka untuk menyambutmu. Kamu itu selalu saja begitu Wa. Sekali-sekalilah mereka menyambutmu dengan perasaan bahagia dan haru," kesal Kobe.


"Aku bukan ketuanya. Aku di sini hanya tamu saja. Bukankah seorang tamu jarang sekali kamu sambut?" tanya Dewa yang meledek Kobe


"Tamu yang mana yang kamu maksud? Semua tamu pasti aku sambut. Jika mata-mata yang datang. Aku akan menyuguhkan sebuah bom yang bisa meledakkan jiwanya. Apakah kamu paham akan hal itu?" tanya Kobe yang membuat Dewa sangat malas sekali berdebat.

__ADS_1


"Apakah Mas Kobe memiliki bom?" tanya Sascha yang tidak takut sama sekali dengan bom.


"Aish.... Jangan kamu tanyakan benda laknat itu. Benda itu bisa membuat orang-orang gempar. Oh ya... Aku harap kamu tidak takut lagi dengan Dewa," ucap Kobe.


"Aku sudah mengetahuinya. Bahkan aku sering membaca artikel Kak Dewa di website ilegal Black Tiger. Aku sering sekali membajak website itu. Tapi pihak IT nya tidak bekerja dengan baik," ujar Sascha dengan jujur yang membuat Leo menoleh.


Leo yang mendengar kejujuran Sascha sangat terkejut. Dirinya tidak menyangka kalau sang murid sudah bermain-main ke dunia hitam. Leo mengusap wajahnya dengan kasar yang sangat frustasi itu. Bisa-bisanya gadis berparas cantik itu pun membuat ulah. Untung saja website yang dibajaknya adalah milik suaminya sendiri. Bagaimana jika Sascha melakukan pembajakan website lain? Kemungkinan besar nyewa Sascha akan terancam bahaya.


Dewa tidak sengaja melihat Leo tertawa terbahak-bahak. Dirinya menikmati sang kawan sedang menderita. Jujur, Leo yang memiliki kepandaian untuk melacak keberadaan musuh. Dirinya tidak bisa melacak satu orang yang sering membajak website ilegal tersebut.


Seketika Dewa menghentikan tawanya dan mendekati Leo. Lalu Dewa berkata, "Sepertinya ilmumu itu menjadi bumerang bagimu."


"Kamu sangat puas sekali menertawakanku. Bisa-bisanya kamu tidak membela aku," kesal Leo.


"Aku nggak peduli soal itu. Yang membuat Sascha bisa membajak adalah dirimu sendiri. Jujur aku tidak pernah mempelajari ilmu itu. Kalau pun pernah aku tidak akan menurunkan ilmu itu kepada istriku itu. Kamu tahu sendiri kan kalau Sascha adalah orang yang kepo sekali tentang ilmu pengetahuan. Harusnya kamu bangga memiliki murid seperti Sascha. Siapa tahu nanti kita bisa membajak situs terkenal. Bagaimana menurutmu Leo?" tanya Dewa yang memberikan solusi agar Sascha mempelajari ilmu pembajakan dari Leo lebih dalam lagi.


"Kamu itu bukannya memberi solusi malah membuat masalah besar! Kamu tahu sekali membajak website legal. Kita bisa menjadikan masalah ini sangat besar. Aku nggak mau itu," kesal Leo.


"Maaf Kak Leo. Aku tahu ini sangat berbahaya sekali. Aku hanya belajar untuk mencoba agar keinginan tahuku bisa terobati," ucap Sascha dengan sendu.


"Setelah ini jangan kamu lakukan lagi. Aku nggak mau kamu mempunyai masalah dengan mafia-mafia lainnya. Mereka lebih jahat ketimbang Black Tiger. Kalau mereka sudah mendeteksimu. Kemungkinan besar mereka akan memburumu hingga ke ujung dunia," jelas Leo yang tidak ingin Sascha bersedih.


"Baiklah Kak. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi," ucap Sascha sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Di mana Ricky?" tanya Dewa.


__ADS_2