Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
RENCANA TERSEMBUNYI YANG SUDAH KEBACA SENDIRI.


__ADS_3

Sebelum menaruh kertas itu, Sascha terlebih dahulu merebutnya dan membaca surat itu. Lalu pria itu berteriak untuk memberikannya. Sascha akhirnya mengerti, apa isi surat itu.


"Berikan dokumen itu kepadaku! Kamu nggak berhak melihat isi dokumen itu!" teriak pria itu.


Sascha menatap wajah pria itu sambil menantangnya. Lalu ia menatap Dewa dan memberikan kode untuk diam.


"Ngapain juga diberikan kepadamu? Ternyata surat ini adalah pengalihan Black Tiger kepadamu. Bagaimana mungkin Black Tiger bisa jatuh ke tanganmu? Bukankah Black Tiger adalah milik Dewa yang asli?" tanya Sascha dengan tegas.


Pria itu tidak terima apa yang dikatakan oleh Sascha. Lalu pria itu masih membentaknya kembali. Dengan senyumnya yang jahil, Sascha berkata, "Kamu bodoh atau apa? Bisa-bisanya kamu minta Black Tiger dari Dewa. Bukankah kamu adalah bekas pengawal senior di Black Tiger?"


Deg.


Jantung Dewa berdetak kencang. Bagaimana ia tahu kalau sang istri mengetahui seluk beluk orang itu? Itulah kehebatan Sascha. Jangan dikira Sascha itu wanita yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Itu salah besar. Bahkan Sascha sendiri memiliki jam-jam tertentu mencari pengetahuan tentang Black Tiger. Makanya Sascha sangat hafal sekali. Siapa saja yang pernah menjadi para petinggi di sana.


"Dan ternyata kamu adalah putranya Damar. Kamu sendiri adalah seorang ketua mafia dari Lion King. Well, kamu juga bantuin Damar untuk mendapatkan kursi CEO di perusahaan Khans Company. Ide kamu sangat bagus juga. Ditambah lagi kamu merekrut orang hingga dijadikan sebagai anggotamu sendiri. Nah pasukan ini dibagi menjadi dua. Satu merebut Black Tiger. Yang satu merebut Khans Company. Yang di mana perebutan Black Tiger kamu pegang sendiri. Sedangkan satunya lagi Damar yang memegangnya. Kamu kira aku nggak tahu semuanya. Meskipun aku bukan anak mafia. Tapi aku tahu mafia itu bagaimana," ucap Sascha yang membuat pria itu terkejut setengah mati.


"Kamu jangan ikut campur urusan pria. Kamu itu bisanya di dapur dan memasak! Ditambah lagi jadilah wanita malam untuk memuaskan banyak pria," ejek pria itu sambil meremehkan Sascha.

__ADS_1


"Di dapur memasak dan menjadi wanita malam? Hai... Kamu bodoh atau apa? Aku memang seorang wanita. Tapi aku bukan wanita lemah. Sekalinya kamu meremehkan aku. Kamu tidak akan bisa hidup lagi. David sebagai anggota mu saja udah mati. Ups... Mati apa hidup ya? Soalnya aku terlalu kuat melempar David ke arah tembok," sahut Sascha yang berhasil membuat malu pria itu di hadapan Dewa. "Ditambah lagi anak buahmu yang berdiri di sana. Mereka sedang membawa senjata berjenis ak-47.mereka kabur dari sini dan tidak akan bisa menolongmu lagi. Oh ya sekalian informasi Damar dan David sudah aku tangkap. Kalau kamu mau protes-protes aja. Kalau kamu mau mengajukan ke kepolisian adukan saja. Percuma saja. Karena dirimu yang aku jebloskan dalam penjara."


Amara pria itu langsung mendidih seperti air panas di atas suhu 5000 derajat. Hal ini dikarenakan dirinya kalah telak dari seorang perempuan. Dewa yang sejak tadi diam akhirnya bisa bergerak.


"Robek surat itu Sa! Aku tidak akan memberikan Black Tiger kepada pria itu. Aku akan memberikan Black Tiger kepadamu!" tegas Dewa.


"Oh terima kasih Kak. Sebentar lagi aku akan menggeser Kakak dari kursi kebanggaan di ruangan khusus itu," ucap Sascha kegirangan sambil merobek dokumen itu.


Pria itu sudah tidak kuat lagi menahan amarahnya. Setelah merobek dokumen itu, raja tersenyum simpul dan mengatakan, "Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Black Tiger dari tanganku. Karena aku tahu kamu adalah pria yang sangat kejam dan serakah. Begitu juga dengan ayahmu. Yang memiliki prinsip mengambil kekayaan milik orang dan dinikmati sendiri. Itu basi buat aku. Jika kamu ingin tobat tobatlah. Jika kamu tidak ingin tobat maka kami akan membuatmu tobat dengan catatan, seluruh tubuhmu akan menjadi santapan yang enak untuk para ikan di bawah laut."


Memang perkataan saja tidak main-main. Ia lebih memilih untuk mengancamnya. Di sisi lain saja harus tegas terhadap musuhnya. Sebelum memutuskan hukuman apa yang paling cocok.


Sascha males sekali berdebat dengannya. Hingga akhirnya ia mengambil keputusan hingga membuat pria itu terkejut, "Sandera semua keluarganya yang berada di New York city. Jangan pernah dilepaskan sebelum Aku melepaskannya."


Bima yang mendengar perintah dari Sascha langsung menjalankan tugasnya. Memang Bima memiliki tugas pelaksana yang sudah diperintah oleh atasannya. Pria itu mengancam Sascha dan ingin membunuhnya.


"Kamu cuman bisa ngancam saja. Kamu sudah bermain-main denganku. Enak saja kamu bilang mengancam seperti itu. Oh ya ada satu lagi. Jika kamu berbuat macam-macam. Aku bisa membunuh anak istrimu satu persatu dengan kejam. Apakah kamu paham soal itu?" tanya Sascha.

__ADS_1


Terpaksa orang itu memutuskan pergi terlebih dahulu. Namun sebelum langkah lebih jauh, Sascha berteriak dan memanggilnya, "Kalau kamu pergi berikanlah salam. Dan jangan pernah melupakan wajahku ini. Aku akan berikan waktu selama satu kali dua belas jam untuk kamu kembali ke sini. Jika kamu tidak kembali, akulah yang akan mencarimu kemanapun," ancam Sascha.


Mau tidak mau pria itu akhirnya menyerah. Cukup Sudah ia melawan wanita itu. Dengan hati meringis pria itu mendekati Bima dan mengucapkan, "Tolong jauhkan wanita itu dariku. Tolong jangan sandera anak istriku."


Bima akhirnya memegang tubuh pria itu. Mereka akhirnya meninggalkan ruangan Dewa untuk menuju ke landasan pacu helikopter. Selesai kejadian itu, Sascha akhirnya mengaku lega. Namun belum lega banget. Karena masalah ini dirasa cukup aneh.


"Dasar rubah cilik. Bisa-bisanya pintu kantorku hancur berantakan seperti itu," kesal Dewa.


"Masalah Dita sudah selesai. Kita harus pergi ke New York city sekarang juga. Aku yakin mereka akan saling tuduh menuduh. Ditambah lagi Cathy akan mencari beberapa ketua mafia untuk melancarkan aksinya. Aku yakin ketua mafia itu akan berkaitan dengan Black Tiger dan Black Swan," ujar Sascha yang membuat Dewa sangat terkejut.


"Bagaimana kamu tahu soal itu?" tanya Dewa.


"Itu hanya feelingkuh saja. Kalau feelingku benar, maka kita harus menyusun rencana dari awal. Aku tidak ingin kita terkecoh oleh mereka," jawab Sascha.


"Kamu benar. Bagaimana dengan Fatin? Kemungkinan besar Cathy akan melepaskannya. Sebenarnya ini masih ada lagi musuh kita sebenarnya. Musuh itu sengaja digerakkan oleh Cathy bisa mendapatkan perusahaan itu. Semoga kamu paham apa yang aku katakan ini. Saatnya Aku kelaparan. Aku harus makan siang ini," ucap Dewa yang membuat saja paham.


"Pulangnya kan besok. Aku sore ini mengambil berkas-berkas milik Khans Company yang disuruh papa. Lalu paginya kita ke Surabaya dulu. Setelah itu kita pergi ke Nganjuk untuk bertemu dengan Bu Nirmala dan Pak Andika. Sorenya kita berangkat ke New York," jelas Sascha. "Kalau kamu nggak mau, berangkatlah lebih awal. Sekalian juga aku ingin menemui Kinanti terlebih dahulu."

__ADS_1


"Kata siapa tidak mau?" tanya Dewa.


__ADS_2