Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
KEMATIAN FATIN SEBENARNYA.


__ADS_3

"Itu sebenarnya sangat mudah sekali. Jika dari bayi kamu mengikuti perkembangannya dan mengajaknya berbicara, bermain dan bercanda. Secara alamiah kamu akan mengenal siapa putra-putrimu kelak. Kamu bisa memakai perasaanmu sendiri. Jangan pernah kamu mengurangi jatah kebersamaanmu dengan mereka. Kamu juga nggak boleh egois jika Aulia sibuk dengan mereka. Kamu harus turun tangan dan membantu merawatnya."


Dewa bangga terhadap sang papa. Meskipun bermusuhan tapi cintanya Dewa kepada sang Papa tidak akan pernah luntur sama sekali. Sedari dulu jika memiliki masalah, Dewa selalu saja meminta pendapat sang papa. Lalu bagaimana dengan Devan? Devan menganggap Sang putra semakin hari semakin dewasa. Meskipun tengil, Dewa adalah putra kebanggaannya. Tidak Dewa saja ternyata. Dita pun sama. Devan tidak pernah membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Menurutnya setiap anak memiliki perbedaan yang signifikan.


Pagi ini adalah pagi yang menyenangkan bagi kedua keluarga itu. para pengawal pun merasakan ada energi baik. Mereka berkeliling kampung dengan cara berlari kecil. Meskipun mereka tidak pandai berbahasa Indonesia. Mereka menyapa balik kepada setiap orang yang sedang lewat.


Keempat wanita itu sedang menikmati acara masak-memasak. Untung saja pagi ini Sascha tidak diserang morning sickness secara mendadak. Bahkan Sascha sendiri sangat bahagia sekali.


"Kak, sudah nggak mual lagi?" tanya Dita yang sedang mengiris bawang.


"Memangnya mual ya kalau pagi-pagi begini?" tanya Chloe yang mulai khawatir dengan Sang Putri.


"Aku ini lagi hamil ma. Kadang-kadang saja aku mual di pagi hari. Aku juga tidak pusing sama sekali," jawab Sascha.


"Kamu sangat beruntung sekali merasakan kehamilan yang tidak mengalami apapun. Jarang sekali wanita mengalami hal seperti itu. Bahkan yang hamil mama... papamu yang mual-mual dan muntah," jelas Chloe yang membuat Tara terkejut


"Apakah itu benar?" tanya Tara yang membayangkan Gerre sedang mengalami morning sickness.


"Itu benar. Bahkan yang lucunya Gerre tidak bisa bangun dari ranjang. asistennya pun bingung setengah mati dan mencari cara agar tuannya bisa bekerja kembali. Namun apa? Gerre mengibarkan bendera putih dan menyuruh untuk tidak mengganggunya," jawab Chloe.


"Sebentar, para Mama ini sangat akrab sekali ya. Bagaimana kalian bisa bertemu seperti ini?" tanya Sascha.


"Aku dulu itu seorang model lokal. Yang di mana model lokal itu jarang sekali mendapatkan tawaran berbagai acara besar di agensiku. Terus aku ditawari mamamu untuk masuk ke dalam agensinya. Jadi kita berteman akrab sampai detik ini. Kalau ceritanya bertemu dengan papa Devan itu sangat unik. Saat itu kami terjebak dalam satu lift. Kami tidak bisa keluar dari lift itu. Kamu tahu saat itu Papa Devan adalah seorang pengusaha yang sukses. Terus gara-gara mamamu, aku berkenalan dengan papa Devan," jelas Tara.


"Jadi selama ini kalian sudah berkenalan lama?" Tanya Dita.


"Nggak lama juga. Gara-gara agency model, Chloe sengaja menarik aku untuk berteman. Ternyata asik juga berteman dengan Chloe. Lalu kami memutuskan untuk menjalin persahabatan hingga detik ini. Aku tidak menyangka kalau Sascha dan Dewa berjodoh satu sama lain. Bahkan mereka sekarang sudah diikat oleh tali pernikahan," jelas Tarra.


"Yang namanya jodoh tidak akan ke mana ma. Meskipun berpacaran dengan orang terkenal atau anak pejabat sekaligus. Kalau nggak jodoh ya sudah. Ujung-ujungnya putus dan tidak bisa menjalin persahabatan lagi. Aku pernah mengalami hal ini. Tapi mau bagaimana lagi. Sekarang hidupku berubah gara-gara menikah dengan Gerre. Yang dulunya penuh ketakutan sekarang mulai berubah. Gerre mengajariku tentang hidup keras di dunia mafia. Secara terang-terangan hal itu sangat sulit sekali. Sangking sulitnyaaku harus belajar berkali-kali demi menguasai dunia bawah tanah," jelas Chloe.

__ADS_1


"Mama benar. Sekarang juga aku ikut-ikutan menjadi anggota mafia," sahut Sascha.


"Bagaimana dengan Dita? Apakah Dita tidak tertarik untuk masuk ke dalam sana?" Tanya Tara.


"Sebenarnya sedari dulu aku sudah tertarik. Tapi Kakak nggak ngijinin aku masuk ke dalam sana. Meskipun nggak boleh, masuk Kak Dewa selalu memberikan pengawalan ketat terhadapku. Entah diijinin atau tidak, aku akan mengatakan ini ke Kak Tommy," jawab Dita.


"Kamu tahu bagaimana kejamnya dunia mafia?" tanya Sascha ke Dita dengan serius.


'Ya... aku tahu itu. Aku ingin melindungi keluargaku kelak," jawab Dita.


"Enggak semudah itu Dita. Mama yang menyuruh Dewa untuk melarangmu masuk ke dalam sana. Instingku tidak terlalu kuat dan tidak bisa membaca musuh ketika sedang mendekat. Kalau Dewa sudah memiliki insting seperti itu semenjak kecil. Dia tahu bagaimana caranya musuh mendekat? Bagaimana caranya musuh mulai menyerang? Meskipun kakakmu itu tenang, tapi sudah memiliki cara agar bisa menyerang kapan saja. Kalau kamu, Mama tidak yakin akan hal itu. Makanya Mama tidak mau memasukkan kamu ke dalam sana," jelas Tara.


"Hmmp... kok Mama tahu ya? Aku sering lengah ketika ada musuh menyerang," ucap Dita.


"Nah itu dia. Kalau kamu lengah, bagaimana caranya kamu bisa melindungi keluargamu?" tanya Tara.


"Lalu bagaimana dengan Kak Sascha? Aku ingin Kak Sascha enggak ikutan ke dalam dunia mafia?" tanya Dita yang tidak ingin kakak iparnya celaka.


"Kakak iparmu itu memiliki insting kuat. Jangankan dunia mafia, dunia bisnis langsung mengetahui siapa saja yang melakukan kecurangan? Analisisnya sangat kuat. Dia sangat santai untuk mengungkapkan kejahatan seseorang di dalam perusahaan. Meskipun musuhnya enggak kaleng-kaleng. Dia masih saja menerjangnya," jawab Tara sudah mengetahui sepak terjang Sascha.


"Sascha sangat mirip sekali sama Papa Gerre. Yang dimana dia memiliki sebuah insting yang sangat kuat sekali," tambah Chloe.


Sementara Sascha yang dibicarakan telah pergi dari dapur. Sascha rencananya ingin mengajak Gerre pergi ke sawah. Memang orang sekelas Gerre ingin mengetahui apa itu sawah? Namanya orang kota dan tidak pernah mengenal kehidupan di desa.


"Lha, kemana kak Sascha?" tanya Dita yang melihat Sascha menghilang.


"Kemungkinan besar Sascha mengajak papanya pergi ke sawah. Kamu tahukan kalau Papa Gerre tidak pernah mengetahui kehidupan orang di desa? Tahunya malah kehidupan di bar," jawab Chloe yang membiarkan sang suami mengenal kehidupan di desa.


"Nanti kalau jatuh cinta sama kehidupan di desa. Lalu kamu diajak tinggal disini. Apakah kamu mau?" tanya Tara.

__ADS_1


"Ya... aku tidak akan menolaknya. Aku menurutinya saja. Suka-suka dia saja. Mau tinggal dimana? Aku baik-baik saja," jawab Chloe. "Apakah kamu pernah kesini sebelumnya?"


"Iya... aku sering kesini. Dulu aku memang rindu pada Sascha. Saat pintu Sascha sedang sakit. Aku cari di kantor tapi enggak ketemu. Aku diberitahu kalau Sascha di kampung. Alhasil aku kesini," jawab Tara.


"Memangnya sakit apa sih saat itu?" tanya Chloe. "Apakah sakitnya parah?"


"Tidak. Dia tidak pernah sakit parah. Dia hanya kecapekan. Dulu dia sering banget bolak-balik ke Jakarta lalu Tokyo. Bahkan seminggu sekali dia memang ke Tokyo. Lalu dia jarang sekali istirahat. Makanya dia kecapean," jawab Tara.


"Ma," panggil Dita sehabis minum.


"Ada apa?" tanya Tara.


"Apakah kasus tentang penculikannya kak Sascha akan diteruskan? Berhubung Fatin sudah meninggal," tanya Dita.


"Hmmmp... meninggal?" tanya Chloe. "Meninggal karena apa?"


"Dia meninggal karena diracun sama orang sih ma. Kata Kak Tommy yang meracun Fatin itu ternyata orang yang pernah tersakiti. Dia perempuan yang masih cantik sekali. Rumah tangganya hancur karena Fatin," jelas Dita yang membuat mereka terkejut.


"Apa?" pekik mereka serempak.


"Iya ma. Motifnya begini, itu perempuan baru menikah selama kurang lebih lima tahun. Lalu si suaminya diajak kerjasama sama Fatin dalam bisnis tas mewah. Nah si suaminya ini sangat tertarik sekali. Berhubung seluruh masyarakat menyukai barang branded. Akhirnya mereka kerjasama. Nah si suami ini sudah mulai menanam sahamnya. Setelah itu si suami minta Fatin mengurusi semuanya. Bukan diurusi uangnya dipakai untuk foya-foya. Tasnya masuk ke dalam genggamannya dan si suami dibunuh secara keji. Mayatnya dilempar ke jurang. Si perempuan ini tidak merasa curiga. Lah si suami ini ternyata orangnya sering melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri. Dalam setahun di perempuan ini sedang mencari keberadaan suaminya yang enggak pulang-pulang. Si perempuan ini menyewa detektif untuk mencari si suaminya. Hampir tiga bulan nggak ketemu. Ketemu-ketemunya di jurang negara China. Di sanalah perempuan ini menemukan tukang belulang s suami. Nah kejadian itu detektif dapat menyimpulkan kalau si suaminya ini pergi sama si Fatin. Soalnya wajahnya jelas banget. Nah, si perempuan ini balas dendam. Ngasih makanan mewah terus dikasih racun," jelas Dita yang membuat mereka terkejut kedua kalinya.


"Ternyata hebat juga ya si perempuannya?" tanya Chloe.


"Iya ma. Istri mana yang tidak rela suaminya dihabisi dengan keji? Tidak ada ma," jawab Dita.


"Aku pikir dia bisa berubah setelah melakukan penculikan tersebut," ucap Tara.


"Tidak bisa berubah sama sekali. Dia selalu saja begitu. Bagaimana bisa berubah? Kalau ada seorang pria yang tampan berduit, memakai mobil mewah. Lalu didekatinya," tanya Dita balik.

__ADS_1


__ADS_2