
"Aulia... Sebenarnya aku sangat menyukaimu. Malam ini aku akan berjanji kepadamu. Mulai detik ini hingga dewasa aku akan menikahimu," jawab Dewa.
Aulia menyunggingkan senyumnya yang hangat sambil menganggukan kepalanya, "Ya... Aku akan menagih janjimu. Tapi kakak harus ingat ya jangan pernah mengingkari janji kakak. Kakak enggak boleh sama gadis lain. Kakak enggak boleh menikah dengan yang lain selain aku."
"Aku janji itu," balas Dewa yang mengecup kening Aulia.
Flashback Off.
Dewa tersenyum hangat melihat Sascha. Dewa menganggukan kepalanya sambil berkata, "Rasanya aku juga terjebak dengan janjiku sendiri. Ah... Aku ingin cepat-cepat menikahimu."
"Kakak, kakak tahu enggak ketua Black Tiger?" tanya Sascha.
"Kenapa kamu tanya itu?" tanya Dewa mengerutkan keningnya.
"Hmmp... Aku penasaran dengannya," jawab Sascha.
"Memangnya aku tahu soal dunia bawah tanah. Kamu tahukan kalau aku hanyalah CEO?" jawab Sascha dengan memberikan sebuah jawaban.
"Kalau begitu aku enggak bisa menemukan sang ketua?" tanya Sascha.
"Kalau kamu bertemu, lalu kamu berbuat apa?" tanya Dewa.
"Aku ingin bertanya, apakah jadi anggota mafia susah?" tanya Sascha balik.
"Paling juga kamu dinikahi sama sang ketua," jawab Dewa.
"Kalau aku menikah dengan sang ketua, kakak bagaimana?" tanya Sascha.
"Kakak tidak akan melepaskanmu," jawab Dewa.
"Jadi aku memiliki dua suami?" tanya Sascha.
"Tidak. Kamu memiliki satu suami," jawab Dewa yang berhasil membuat Sascha bingung.
Tak lama Chloe datang lalu melihat Sascha dan Dewa sedang berpelukan. Chloe hanya memutar bola matanya dengan malas. Bisa-bisanya mereka berpacaran dengan cara berpelukan di mansion sang nenek, "Sascha! Dewa!"
Sascha segera melepaskan Dewa dan melihat Chloe dengan ketakutan. Sascha hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah sambil menyapa sang mama, "Mama."
__ADS_1
"Sepertinya kalian harus menikah. Kalau seperti ini terus bisa dipastikan kamu tidak akan selamat dari Dewa!" tegas Chloe yang melihat Sascha.
"Apa! Mama aku ingin menikah dengan kak Dewa dua tahun lagi," ucap Sascha.
Beberapa saat kemudian Gerre juga mendekati Chloe. Gerre melihat Chloe yang sedang menahan emosi, "Ada apa ma?"
"Lihatlah ini pa. Kita enggak bisa membiarkan Sascha lengket sebelum terikat dengan tali suci," jawab Chloe.
"Kalau begitu nikahkan saja mereka," celetuk Gerre.
"Tapi pa," potong Sascha yang berdiri sambil mendekati Chloe.
"Pokoknya kalian harus menikah. Enggak ada tapi-tapian," kesal Gerre melihat sang putri yang menolak untuk dinikahkan.
"Aku belum siap pa. Lagian juga aku butuh waktu dua tahun untuk menyelesaikan sekolahku pa," ucap Sascha dengan lemah.
"Kalau begitu kamu harus menikah dua Minggu lagi. Papa sudah gerah melihat kelakuan kalian yang pacaran seperti itu!" tegas Gerre yang sudah jengah melihat Dewa.
"Siap pa!" teriak Dewa yang bahagia.
"Kalau begitu hubungi kedua orangtuamu. Bilang sama mereka untuk melamar Sascha!" tegas Gerre.
Sascha mengerucutkan bibirnya karena ulah Dewa. Sudah ada perjanjian menikah dirinya sembuh malah dipercepat. Alhasil Sascha memasang wajah yang ditekuk. Namun kedua orangtuanya malah tertawa melihat sang putri dengan wajah ditekuk.
"Apakah papa mama menyerahkan aku sama Kak Dewa?" tanya Sascha dengan malas.
"Kami tidak terpaksa menyerahkan kamu pada Dewa. Tapi ini sebuah keikhlasan dalam hati. Mama akan senang jika kalian menikah. Cepat atau lambat kamu akan memberikan kami banyak cucu. Dengan begitu mama bisa pensiun dari dunia permodelan dan hingar bingar keartisan," jelas Chloe dengan jujur.
"Tapi aku akan menunda kehamilan. Sebab aku ingin menyelesaikan sekolah terlebih dahulu," ujar Sascha.
"Tak apa. Raih dulu cita-citamu. Setelah selesai papa akan mengumumkan ahli waris Khans Company," balas Gerre. "Kalau begitu mari kita makan malam."
"Baik pa," sahut Dewa.
Mereka akhirnya makan malam bersama dengan keluarga besar. Setelah makan malam Gerre menghubungi seseorang untuk mengajukan permohonan pernikahan ke pemerintahan kota Hamburg. Gerre sudah merencanakan semua ini. Cepat atau lambat Sascha harus menikah.
Tepat pukul sepuluh malam ketika semuanya sudah tertidur, Dewa keluar dari kamar. Dewa melihat mansion sudah sepi. Akhirnya Dewa turun dan tidak sengaja melihat Gerre yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
"Papa," pekik Dewa.
"Kamu mau kemana?" tanya Gerre.
"Aku mau ke mansion papa Devan. Kelompok Black Tiger sudah menungguku di sana. Aku harus membicarakan sesuatu," jawab Dewa.
"Kalau begitu papa ikut. Papa juga ingin membahas sesuatu," ucap Gerre.
"Dengan senang hati. Ayo pa ikut aku!" ajak Dewa.
Mereka meninggalkan mansion. Kedua pria berbeda generasi menuju ke suatu tempat. Mungkin dengan cara inilah squad Dewa akan bersatu menjadi satu. Di dalam perjalanan menuju ke mansion, Dewa terdiam dan tidak bicara sama sekali. Dewa sedang terfokus ke depan. Sedang an Gerre membaca semua email yang datang dari kaki tangannya.
"Kamu ada apa dengan Jaya?" tanya Gerre yang mulai memecahkan keheningannya.
"Entahlah pa. Aku bingung apa yang sedang terjadi," jawab Dewa.
"Jaya mulai bergerak menyerangmu," ujar Gerre.
"Apakah papa pernah ada masalah?" tanya Dewa.
"Papa ada masalah dengan keluarganya. Bukan papa yang membuat masalah. Tapi keluarganya yang ingin menghancurkan rumah tangga papa," jawab Gerre.
Dewa segera mengerem mendadak lalu menatap wajah Gerre. Dewa mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Maksudnya papa?"
"Apakah kamu pernah kenal yang namanya Diana?" tanya Gerre.
"Bukannya Diana itu adalah seorang model panas di majalah yang terkenal itu?" tanya Dewa.
"Ya... Dia adalah kakaknya Jaya. Dia pernah ditolong oleh mamamu karena kasus KDRT. Diana pernah menumpang di mansion selama dua tahun. Ketika menumpang Diana berbuat kurang ajar sama aku. Aku pernah dijebak olehnya dengan obat perangsang. Untungnya Chloe yang meminumnya. Jika aku yang meminumnya, bisa dipastikan rumah tanggaku hancur," jelas Gerre.
"Dikasih obat perangsang lalu mama yang meminum?" tanya Dewa.
"Iya itu benar. Jika aku meminum air itu kemungkinan besar akan terjadi skandal. Dan kamu tahu Diana sengaja melakukannya karena tujuan utamanya adalah merusak kebahagiaan kami," jawab Gerre.
"Ada udang dibalik rempeyek,'' celetuk Dewa.
"Itu sangat aneh sekali. Aku yang menendangnya keluar dari mansion. Sejak saat itulah Jaya murka. Aku tahu Diana playing victim. Makanya aku sengaja memberikan seorang mata-mata masuk ke dalam tubuh Dark Impulsif. Jika kamu tanya soal Jaya aku tahu semua. Sekarang aku tanya lagi, apakah kamu ada dendam sama Jaya?" tanya Gerre.
__ADS_1
"Sebenarnya masalah ini sudah lama. Jaya pernah menjadi CEO D'Stars Inc. hanya beberapa bulan sebelum aku kembali ke Indonesia. Sascha dan Eric menemukan sebuah kejanggalan yang sekarang masih misteri," ucap Dewa.
"Masih misterius? Kamu jangan lama-lama membuang waktumu untuk menarik Sascha menjadi lady mafia. Aku enggak mau kamu menggantungkan Sascha. Di dalam darahnya ada darahku. Darah seorang mafia yang terkenal dengan kebengisannya. Jika kamu menggantung aku yang akan menggemblengnya!" perintah Gerre.