Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Berbisnis Dengan Dewa.


__ADS_3

"Saya tidak tahu tuan," jawab pengawal itu.


Damar hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Ia sangat penasaran sekali dengan namanya Dewa. Meskipun begitu Dewa tidak pernah mempublikasikan identitas dirinya. Ia harus mencari hacker yang cukup mumpuni demi mencari informasi tentang Dewa.


Dewa memang sengaja melakukannya. Seluruh identitas dirinya sengaja disembunyikannya. Oleh karena itu Dewa sendiri adalah seorang pangeran dari perusahaan yang sangat termasyhur di dunia.


Jika ada yang mencari informasi tentang dirinya, Leo sang kawan sudah mengirimkan virus yang mematikan secara otomatis. Meski mereka berhasil menemukannya. Namun Sang pencari informasi tersebut harus merasakan kenyataan pahit. Benar-benar deh tuh Leo. Diam-diam ia memiliki sejuta virus yang dipeliharanya. Sekalinya mengirim sepuluh virus tersebut langsung menggerogoti sistem software sang pencari informasi tersebut.


Berlin Jerman.


Tepat sore hari. Ketika semuanya sudah beres, mereka memutuskan untuk check out dari hotel. Sore itu juga mereka akan pergi ke bandara. Untung saja di Berlin, mereka tidak diikuti oleh orang tidak dikenal. Mereka sangat aman dan melakukan aktivitas seperti biasanya.


Sambil menunggu pesawat datang, Sascha dengan elegan. Ia Mulai mengambil tab-nya dan mendapatkan sebuah email. Sascha mulai mengerutkan keningnya sambil memandang wajah Dewa.


"Ada email dari Kak Leo. Ada yang ingin mencari informasimu hingga mendetail," ucap Sascha.


"Ngapain juga identitasku dicari? Apakah kamu menganggur hari ini? Jika kamu tahu siapa yang mencari informasiku itu. Aku akan membayarmu sebanyak lima ratus ribu dolar. Hancurkan orang yang mencari informasiku. aku nggak mau kehidupanku diusik oleh orang-orang yang tidak ada guna seperti itu!" perintah Dewa dengan dingin.


Memang Leo agak sedikit jahil kepadanya. Ia sengaja melemparkan umpan yang ingin mengambil identitas milik suaminya itu. Mau tidak mau Sascha menghajarnya habis-habisan. Dengan senang hati Sascha akan melakukannya dan mencari alamat tersebut. Jujur kalau kasus seperti ini, Sascha tidak ada remnya dan langsung ngegas. Ia tidak akan pernah melepaskan orang itu.


"Aku nggak mau uang itu," tolak Sascha sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu mau apa? Ini namanya bisnis. Bisnis ini tidak menyangkut dengan hubungan suami istri. Jika kamu berhasil menghabisi orang itu. Aku akan tetap membayarmu," bisik Dewa.


"Aku nggak mau itu. Aku sudah kebanyakan uang. Kalau bisa kamu menggantinya dengan benih super. Yang di mana benih super itu akan menjadi seorang Dewa junior," ucap saja yang membuat Dewa tersenyum kegirangan.

__ADS_1


"Kamu itu aneh. Dikasih uang kok malah minta yang," ujar Dewa yang mulutnya langsung dibungkam oleh ciuman Sascha.


Dewa langsung melepasnya dan memandang wajah sang istri. Ia tersenyum sambil berkata, "Aku malu dilihat banyak orang. Nanti kalau sudah sampai Amerika. Kamu bisa menciumku hingga puas."


"Apa-apaan kamu itu? Sudah dibilang aku nggak mau uang. Aku tidak akan menerimanya Jika kamu memberikan aku uang. Uang bulan kemarin saja belum habis," ucap Sascha.


"Baiklah kalau kamu nggak mau uang. Kamu boleh menggantinya dengan mobil mewah. Karena kamu sudah membantuku untuk menghancurkan siapa pelaku yang ingin tahu tentang diriku," sahut Dewa.


"Nanti saja deh aku pikirkan," balas Sascha.


Sascha sangat bingung sekali dengan Dewa. Kalau soal menyembunyikan informasi, Sascha memang jagonya. Bahkan dirinya adalah kloningan dari Leo. Para petinggi D'Stars Inc sudah mengakui kehebatan Sascha dalam bidang penyembunyian identitas.


Setelah memikirkan tentang hadiah itu, Sascha memegang tangan Dewa. Lalu Dewa menatap wajah Sascha sambil bertanya, "Kamu mau apa?"


"Keliling Eropa selama sebulan," jawab Sascha.


"Ya itu saja. Aku ingin bersenang-senang selama sebulan. Atau juga kita berbulan madu ke sana," jawab Sascha.


"Bukankah itu agenda bulan madu selanjutnya? Lebih baik kamu pikirkan baik-baik," ucap Dewa sambil tersenyum smirk.


"Pusing ah. Kamu itu ada-ada saja. Aku malah memberikannya gratis. Kamu bilang ini bisnis. Memangnya ada ya bisnis sama istri sendiri?" tanya Sascha sambil melihat pesan dari Gerre.


Tepat jam 08.00 malam, mereka akhirnya pergi meninggalkan Jerman. Mereka sangat lega sekali saat duduk di dalam pesawat dengan penuh keramaian. Untung saja Sascha tidak memiliki trauma berkepanjangan. Andai saja Sascha memiliki trauma, kemungkinan besar Sascha tidak mau terbang ke belahan dunia lainnya.


New York city Amerika.

__ADS_1


Gerre yang menunggu kedatangan putrinya itu sangat gelisah sekali. Ia mondar-mandir seperti setrikaan yang sedang menggosok pakaian.


Lalu Chloe datang menghampiri Gerre. Wanita itu memegang tangan Gerre sambil bertanya, "Apakah kamu nggak capek?"


"Aku nggak capek sama sekali. Aku sangat merindukan putriku itu. Aku tidak mau kehilangannya lagi. Jujur saja aku masih trauma dengan penculikan itu. Ditambah lagi dengan pembajakan pesawat," jawab Gerre.


"Ya aku paham. Nggak kamu aja sayangku. Bayangkan saja kalau kita dalam posisi Sascha. Tapi kata Dewa, Sascha tidak panik sama sekali. Dia malah menghajar pramugari itu. Aku sangat bingung sekali sama putriku itu. Kenapa dia sangat barbar sekali? Padahal dulu aku hamil nggak seperti itu," ucap Chloe yang membuat sang suami tertawa terbahak-bahak.


"Sudah aku bilang. Kalau putriku itu memiliki jiwa bertarung sepertiku. Ditambah lagi dia bertemu Dewa pada waktu yang tepat. Sejujurnya Sascha tidak pernah tahu kalau Dewa adalah ketua mafia. Tapi dewa selalu menggemblengnya saat seminggu tiga kali pada malam hari. Mereka sering melakukan latihan bela diri di anggar milik rumah Bima atau Bryan," jelas Gerre.


"Bahkan yang lebih uniknya lagi. Putrimu itu suka berlatih beladiri memakai high heels. Untung saja dagingnya itu sangat kuat sekali. Bagaimana jika kakinya tidak kuat menahannya? Otomatis kakinya suka terkilir," tambah Gerre.


"Aku kalah telak dari putriku. Dia bisa mengalahkan seluruh orang dengan memakai ilmu beladiri. Aku, aku tidak bisa melakukan itu.Aku hanya bisa menembak orang tersebut tepat berada di jantungnya," kesal Chloe.


"Nggak usah kesel begitu. Aku memang sengaja tidak mengajarimu seperti itu. Aku tahu mentalmu dan mentalnya Sascha. Besaran mental Sascha. Kamu langsung digertak oleh preman, kamu memilih lari ketimbang melawannya. Kalau Putri kita. Tidak ada kata ampun sama sekali. Sekalinya pukul putrimu itu bisa menghabisi tiga orang sekaligus tanpa senjata. Informasi yang kudapatkan dari Bima sama Tommy," beber Gerre.


"Astaga, ternyata putriku," ucap Chloe yang tidak bisa mengungkapkan kata-katanya.


Gerre memang sengaja tidak mengajarkan istrinya untuk menguasai bela diri. Tetapi Gerre memberikan satu senjata saja. Yang di mana senjata itu digunakan untuk melindungi dirinya.


Keberanian Chloe tidak sebesar milik Sascha. Dirinya memang sangat takut pada preman. Kalau putrinya itu tidak akan pergi dari sana. Yang lebih parahnya lagi Sascha menantangnya dengan mode rubah kecil.


"Keadaannya siapa aku nggak diajarin ilmu beladiri," kesal Chloe.


"Aku nggak salah. Tapi aku lagi nggak mau aja ngajarin kamu. Kalau panik kamu tidak bisa melakukannya. Makanya aku nggak bisa memberikan ilmu bela diriku ke kamu," jelas Gerre.

__ADS_1


"Apakah kamu ingin mengajariku lagi?" tanya Chloe.


__ADS_2