Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
MASAK NASI GORENG.


__ADS_3

"Mau memasak nasi goreng," jawab Devan.


"Apa?" pekik Tara. "Aku nggak salah dengar kan?"


"Kamu nggak salah dengar kok. Kami ingin memasak nasi goreng buat Aulia," jawab Gerre.


Tara mengambil air sambil menahan tawanya. Di dalam hatinya, Tara bersorak kegirangan. Calon cucunya sedang mengerjai para calon kakeknya itu. Betapa bahagianya Tara saat ini.


"Apakah aku boleh membantumu?" tanya Tara.


"Aulia bilang, para Mama nggak boleh membantu kami. Jadinya kami harus bekerja membuat nasi goreng sendirian," jawab Devan.


"Ya sudah kalau begitu. Kalau kalian mencariku. Aku berada di ruangan kerja. Aku sedang membuat analisis tentang pekerjaan hari ini," ucap Tara.


"Maaf kami tidak akan bisa membantumu hari ini. Kami harus menyelesaikan nasi goreng untuk Aulia," ujar Gerre yang tidak bisa membantu Tara.


Tara akhirnya meninggalkan mereka. Jujur, kali ini Tara menggelengkan kepalanya. Bagaimana tidak? Kedua calon cucu kembarnya berani sekali mengerjai dua CEO yang berpengaruh di dunia ini. Tapi Tara sangat salut kepada mereka. Karena mereka mau berusaha untuk membahagiakan cucu kembarnya itu.


"Okelah. Aku akan membuatnya seperti nasi goreng seafood yang berada di restoran itu. Jujur aku sangat menyukainya," ucap Gerre.


Devan hanya menganggukkan kepalanya. Devan langsung mengambil wadah dan memotong sayurannya dan juga ikan-ikannya yang lainnya. Jujur mereka berdua sedang bekerja sama membuat nasi goreng yang enak.

__ADS_1


Sementara pelayan sengaja tidak berada di area dapur. Mereka ingin membantu namun Devan menolak keras. Mau tidak mau mereka memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.


Selama satu jam, mereka berjuang untuk membuat nasi goreng seafood yang terenak di dunia. Mereka membuatnya memakai kasih sayang.


"Ternyata Kamu berbakat sekali memasak nasi goreng," puji Devan.


"Aku nggak berbakat membuat nasi goreng. Tapi aku berusaha membuat nasi goreng untuk putriku itu. Jarang-jarang putriku meminta apapun kepadaku," ujar Gerre dengan jujur.


"Memang benar apa yang kamu katakan. Sedari dulu Aulia adalah wanita yang sangat mandiri sekali. Sangking mandirinya, Aulia tidak ingin menerima bantuan dari siapapun. Dia akan berusaha sendiri sampai dapat. Itulah kenapa Dewa sangat mencintainya hingga detik ini. Dewa juga sangat mengagumi perjuangannya lepas dari orang-orang yang tidak ada guna itu," terang Devan.


"Iya kamu benar. Semakin hari aku sangat menyayanginya. Tapi aku harus melepaskannya. Aulia bukan milikku lagi. Aulia milik Dewa sepenuhnya," ucap Gerre sambil membereskan kekacauan tersebut.


Sedangkan Devan sedang menaruh nasi goreng itu di piring besar. Devan tahu porsi makan Sascha sangatlah banyak. Namun dirinya tidak memperdulikan akan hal itu. Malahan Devan menyuruhnya makan secara terus-menerus.


Setelah sejam membuat nasi goreng, mereka memutuskan untuk membawanya ke halaman belakang. Mereka sangat bahagia bisa memenuhi permintaan Sascha.


Di sisi lain, Sascha dan Dewa masih bingung memikirkan rencana selanjutnya. Hingga akhirnya Dewa membaca pesan itu sekali lagi.


"Kenapa kita tidak membawanya ke sini? Kalau kita membawanya ke sini dan menggantinya Bima yang berada di sana. Apa jadinya ya?" tanya Dewa.


"Intinya si nenek sihir itu ngapain ke sana? Itulah pertanyaan yang sampai sekarang belum aku pahami," jawab Sascha.

__ADS_1


"Tunggu kamu setelah makan. Kalau kamu selesai makan kita bisa ke sana. Kalau kita ke sana berarti bisa mengajaknya kerjasama," jelas Dewa yang menaruh ponselnya Sascha di meja.


Tak butuh waktu lama, Devan dan Gerre membawa nasi goreng versi jumbo. Mereka menaruhnya di atas meja dan menatap wajah Sascha sedang kebingungan. Sebelum pergi mereka menghempaskan bokongnya duduk di hadapan Sascha dan juga Dewa.


"Kamu ini kenapa? Apakah kamu marah sama papa? Karena nasi gorengnya kelamaan," tanya Gerre.


"Aku nggak marah. Aku bingung setengah mati. Si nenek sihir itu pergi menemui seseorang yang berada di suatu tempat. Aku bingung sama si nenek sihir itu. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sascha balik.


"Sepertinya ada udang di balik batu. Feelingkuh mengatakan kalau si nenek sihir itu sedang membuat rencana besar. Rencana itu sengaja melibatkan orang tersebut. Aku ingin mengajaknya kerjasama. Kalau dia tidak mau. Aku akan memenjarakannya dalam jangka waktu lama," jelas Dewa.


"Kamu benar. Kalau begitu makanlah terlebih dahulu. Setelah itu kalian harus melaksanakan tugas tersebut untuk mencari cara. Agar pria itu bisa bekerja sama dengan kita," ucap Gerre.


Mereka menganggukkan kepalanya lalu memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Mereka sangat penasaran sekali apa yang dilakukan oleh nenek sihir itu.


Sebelum makan, Sascha mencium aroma nasi goreng seafood itu. Aroma nasi goreng itu menggelitik perut Sascha. Sascha semakin semangat sekali untuk mencoba nasi goreng buatan para papa tersebut.


Wanita berparas cantik itu mengambil sendoknya. Lalu menyendokkan nasi gorengnya dan memasukkannya ke dalam mulut. Kemudian Sascha merasakan nasi goreng itu sangatlah lezat. Ia ingin terus-terusan memakannya lagi.


"Apakah sangat enak sekali?" tanya Gerre.


"Iya pa ini sangat enak sekali. Aku rasa Papa sangat cocok sekali menjadi koki," jawab Sascha.

__ADS_1


"Apakah kamu serius jika papa menjadi koki?" tanya Dewa sambil tersenyum simpul.


__ADS_2