Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Rencana Traveling.


__ADS_3

"Aku belum gila. Aku memang sengaja melakukannya hanya untuk melindungi tempat ini. Aku kasihan melihat Bibi Kaori dan tempat ini. Apakah aku hanya diam saja melihat mereka menderita seperti itu? Aku malah ingin menghancurkan markasnya saat itu juga," ucap Sascha dengan jujur.


"Maafkanlah aku Kak Dewa. Aku nggak bermaksud membuat Sascha terluka. Pas kejadian itu Aku tidak ada di sini. Jika ada di sini kemungkinan besar aku juga ikut melawannya. Walaupun aku tidak bisa bertarung. Setidaknya mengusir mereka dari tempat ini," tambah Ayako. 


"Yang sudah terjadi biarlah terjadi. Yang penting Sascha selamat dari pertempuran itu. Aku juga ngeri jika melihat pertarungan Sascha dan kelompok mafia itu. Mereka membawa pedang dan senjata. Sedangkan Sascha pergi ke dapur meminta wajan teflon untuk menghajar mereka," jelas Kobe yang membuat Dewa dan Ayako terkejut. 


"Apakah itu benar? Bagaimana bisa istriku itu bertarung memakai wajan teflon?" tanya Dewa yang bingung.


"Apakah kamu tahu permainan yang sedang happening beberapa tahun lalu hingga sekarang? Permainan itu menginspirasiku bertarung memakai wajan teflon," jawab Sascha. 


"Rasanya aku ingin menangis saja. Jika istriku ini berubah menjadi barbar. Entah kenapa aku tidak mengizinkannya bertarung seperti itu. Aku harus bagaimana menghadapi istriku ini?" tanya Dewa sambil meringis dan menatap Sascha. 


"Nggak usah dipikirkan. Lagian juga istrimu itu adalah wanita yang hebat. Kamu Harusnya bersyukur mendapat seorang Istri yang tahan dengan cobaan seberat itu. Jarang ada loh jika wanita yang bisa berubah menjadi barbar seperti itu," puji Kobe. 


"Sebenarnya aku sendiri males berantem seperti itu. Berhubung aku baru makan sesuap mie ramen mereka datang dan langsung menghancurkan tempat ini. Kakak tahu kan kalau aku lapar seperti apa? Tanpa basa-basi aku sama mereka berantem habis-habisan. Untung saja teflon milik Bibi Kaori tidak rusak," jelas Sascha. 


"Ya aku paham soal itu. Aku harap kamu tidak akan melakukannya lagi. Kamu tahu, Apa yang kamu lakukan itu bahaya? Untung saja mereka tidak mencarimu," ujar Dewa.


"Oh… kalau mereka mengejarku.mau tidak mau aku harus maju dan membakar markasnya itu. Aku tidak main-main dengan perkataanku. Jika kau harus berurusan dengan polisi. Aku bisa membungkamnya dan melaporkan kejahatannya secara terselubung yang telah dilakukannya itu," sahut Sascha.


"Ya sudah deh. Jika seorang wanita sudah mengeluarkan perintahnya. Mau tidak mau aku harus tunduk dan mempersilakan wanitaku melakukannya. Jujur saja Aku sangat takut sekali Jika ada ledakan antara kamu dan kelompok mafia itu," jelas Dewa.


"Tenang saja. Istrimu itu tidak berbuat macam-macam. Sebelum bertindak dirinya sudah memiliki bukti-bukti yang ada. Istrimu itu bukan Risa. Yang tidak memiliki bukti-bukti namun langsung menghajarnya," tambah Kobe.


"Iya sih. Aku mengakui kehebatan Sascha. Sebelum mereka ingin menghajarnya. Sascha sudah mengancamnya terlebih dahulu. Oleh karena itu, mereka sangat takut sekali Jika istrimu melaporkannya ke kepolisian," imbuh Ayako.


"Habis dari sini kita pulang ya. Kita nggak bisa lama-lama lagi di Tokyo. New York sedang dalam bahaya besar," ucap Sascha. 

__ADS_1


"Masalah apa lagi?" tanya Kobe. 


"Entahlah. Tapi papa menyuruhku pulang ke Jakarta terlebih dahulu. Ada yang harus dibicarakan lebih lanjut. Masalah bulan madu ini aku harap kakak nggak kecewa. Setelah masalah ini selesai, kita akan melanjutkan bulan madu lagi," jawab Sascha ke Dewa. 


"Masalah dengan perusahaan Kak Devan?" tanya Kobe. 


"Bukan itu Kak. Perusahaan papa Gerre. Kakak tahu nggak? Berita yang sedang viral kali ini di dunia bisnis. Banyak pihak bertanya-tanya tentang ahli waris Khans Company," jawab Sascha. 


"Ya aku paham itu. Memangnya siapa sih itu orang yang pengen banget menduduki jabatan CEO Khans Company?" tanya Kobe.


"Namanya Cathy dan Damar. Mereka itu bukan keluarga kami. Istilahnya mereka itu orang lain tapi sudah kami anggap sebagai keluarga. Yang lebih parahnya lagi Mereka ingin mengambil aset keluarga milik mama. Aku tidak akan bisa membiarkan orang-orang itu mengambilnya. Aku akan mempertahankan aset milik Khans Company," jawab Sascha. 


"Kalau kamu butuh sesuatu. Maka hubungilah aku. Aku tidak segan-segan kembali membantumu lagi," ucap Kobe. 


"Thanks Mas Kobe. Ya udah deh… kita nggak usah bahas soal itu. Aku janji akan meminta bantuan kamu," ujar Sascha. 


"Memang gila orang-orang seperti itu. Sesuatu yang bukan hak miliknya. Malah direbutnya hanya untuk kepentingan pribadi. Aku sangat jengah melihat orang-orang seperti itu. Nggak mau usaha tapi pengennya enak terus," kesal Ayako. 


"Kalau saranku sih. Kamu harus bergerak cepat. Aku merasa mereka akan melakukan sesuatu. Aku harap kamu mengerti," saran Kobe.


"Ya udah deh. Lebih baik kamu tunggu kabar dari kami. Aku akan meminta ke Kakek Aoyama untuk mengeluarkan pasukan khusus itu. Menurutku ini sangat penting sekali. Kemungkinan besar pasukan khusus ku juga turun. Kita akan menggabungkan mereka dan menyerang Cathy," jelas Dewa.


"Baiklah. Aku akan bersiap-siap untuk mendapatkan perintah darimu," sahut Kobe.


"Kapan kalian akan pulang?" tanya Ayako. 


"Kemungkinan besok atau lusa. Aku ingin berencana untuk tidur di hotel seharian," jawab Sascha.

__ADS_1


"Tidur apa tidur?" tanya Kobe sambil meledek Sascha.


"Maksudmu?" tanya Sascha lagi. 


"Tanyakan saja pada suamimu itu. Nanti kamu tahu jawabannya," jawab Kobe. 


"Mau aku bisikin nggak?" tanya Ayako.


"Bisikin apa?" tanya Sascha balik. 


"Jika kamu sudah menikah dan melakukan bulan madu. Ujung-ujungnya kamu lelah. Di saat kamu lelah dan ingin beristirahat di dalam hotel. Suami kamu itu akan melakukan hal yang di luar dugaan. Aku harap kamu mengerti apa yang di luar dugaan itu," jelas Ayako. 


"Memangnya ngapain Kak?" tanya Sascha. 


"Melakukan olahraga malam. Bahkan olahraga malam itu pun bisa berubah menjadi olahraga pagi maupun siang," tambah Ayako.


"Apakah itu benar?" tanya Sacha lagi. 


"Ya itu benar," jawab Kobe yang mendengar pembicaraan mereka.


Sascha langsung terdiam sambil menatap wajah Dewa. Sementara Dewa cengengesan dan memberikan sebuah kode. Lalu Sascha menatap Dewa seakan ingin memakannya. 


"Begitulah jika pria sudah menikah. Otaknya yang dipikirkan hanyalah olahraga malam. Jangankan Mas Kobe. Suamimu itu paling rajin sekali melakukannya," ucap Ayako yang paham dengan otak liar seluruh pria yang ada di muka bumi ini.


"Itulah Wanita diciptakan untuk membuat pria puas. Dan aku akan melakukannya," sahut Sascha yang membuat Dewa menganggukkan kepalanya.


"Kita jalan-jalan ke mana?" tanya Ayako.

__ADS_1


"Pusat perbelanjaan atau di pulau Okinawa. Rasanya aku ingin ke sana. Tapi nggak ada waktu untuk ke sana," jawab Sascha.


"Kamu ingin ke sana?" tanya Dewa.


__ADS_2