
Kedua pria itu hanya memilih untuk
diam. Namun apa yang mereka rasakan ini sangat aneh sekali. Mereka merasakan ada
sesuatu yang tidak beres dengan putra-putrinya itu.
“Sepertinya ada yang enggak beres,”
celetuk Devan.
“Maksud kamu?” tanya Gerre.
“Aku tahu sifat Dewa dan Sascha. Mereka
tidak akan tidur hingga siang begini. Kalaupun kecapekan mereka memilih menikmati
hari untuk bersosialisasi sama orang-orag sekitarnya,” jelas Devan.
“Ayo kit periksa!” seru Gerre yang
segera berdiri.
Akhirnya Devan beranjak berdiri. Gerre
terlebih dahulu berjalan lalu diikuti Devan. Mereka berdua menuju ke kamar
Dewa.
Tak lama Chloe dan Tara mendekati
mereka. Mereka sangat penasaran sekali dengan apa yang para suami lakukan.
“Ada apa?” tanya Chloe.
“Aku mulai curiga kepada Aulia dan Dewa
tidak keluar-keluar dari kamar. Ada apa dengan mereka? Apakah mereka sedang memadu
kasih?” tanya Gerre balik.
“Aku rasa itu tidak mungkin. Karena
kalau orang memadu kasih hanya pagi saja. Aku tahu dewa adalah seorang pria
pekerja keras. Dia tidak akan membuang-buang waktunya demi memadu kasih hingga
sepanjang hari. Apalagi ini bukan hari Minggu. Aulia akan marah dan sewot
setengah mati jika Dewa tidak bergerak sama sekali,” jelas Devan.
“Lalu apa yang harus kita lakukan?”
tanya Gerre.
“Terpaksa kita geledah kamar
terlebih dahulu. Mereka kita bangunkan untuk makan siang terlebih dahulu,” jawab
__ADS_1
Devan.
Mereka beramai-ramai menuju ke
kamar Dewa. Namun ada salah satu penjaga di kamar Dewa datang menghampirinya
dengan wajah pucat. Devan mengerutkan keningnya sambil menatap sang penjaga
tersebut.
“Ada apa memangnya? Kok kamu merasa
aneh?” tanya Devan.
“Maaf tuan Devan. Nyonya Aulia dan
Tuan Dewa sudah tidak ada di kamarnya. Kami tidak menemukan apa-apa lagi tuan,”
jawab sang pengawal dengan nada bergetar.
Jeder....
Sebagai orang tersambar petir di
siang hari. Mereka terkejut dan saling menatap satu sama lain. Padahal Dewa
kakinya tidak baik-baik saja. Lantas mereka berpikir, bagaimana caranya mereka
kabur dari markas ini? Jika ada yang retak di tulang kakinya, orang itu tidak
memakai tongkat. Kalau kabur dari markas ini membutuhkan waktu yang sangat
lama. Kurang lebih setengah hari mereka baru keluar dari markas ini.
“Apakah kamu yakin jika mereka
tidak ada di tempat?” tanya Devan sekali lagi.
“Ya saya yakin Tuan. Tuan Dewa
bersama Nyonya Aulia tidak berada di tempat,” jawab pengawal itu lagi.
“Siapkan seluruh pasukan untuk
mencari keberadaan mereka! Aku yakin mereka masih berada di area sini! Sebenarnya
ini aku akan menghubungi Leo untuk mencari keberadaan mereka melalui CCTV!” tegas
Devan.
Pengawal itu menganggukkan
kepalanya. Pengawal itu segera berlari dan memberikan kode agar mereka
berkumpul di lapangan. Mereka memutuskan untuk ke kamar Dewa.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kenapa
__ADS_1
dia bisa keluar dari tempat ini? Kata Kobe tempat ini adalah tempat tersembunyi
buat para clan Nakata. Jadi kalaupun keluar bisa diperkirakan hanya setengah
hari untuk sampai ke kota,” jelas Devan.
“Apakah itu yang kakinya normal?” tanya
Chloe.
“Iya yang kakinya normal. Kalau
kakinya nggak normal bisa seharian atau dua hari. Jadi aku bisa memprediksi
kalau Dewa masih berada di area ini,” jawab Devan dengan serius.
Sesampainya di depan kamar Dewa,
mereka masuk dan melihat ranjang sudah kosong. Mereka langsung menggeledah
kamar itu. Namun mereka tidak menemukan apa-apa. Mereka hanya menemukan baju
yang sudah dipakai Sascha dan Dewa di hari kemarin.
“Kenapa mereka kabur? Apakah mereka
ada masalah?” tanya Tara.
Hanya membutuhkan 15 menit saja,
kamar itu sudah tergeledah. Namun di dalam kamar itu benar-benar kosong. Firasat
mereka mengatakan, kalau Aulia dan Dewa diculik oleh pengawal Anette. Mereka
sangat geram karena markas ini sudah ketahuan oleh musuh.
Sedangkan Sascha dan Dewa sudah
berada di markas musuh. Mereka memilih diam dan tidak ingin menyerang terlebih
dahulu. Dewa sedang membaca keadaan dan melihat di sekelilingnya.
“Apakah ini aman?” tanya Sascha.
“Aman seratus persen. Tolong kamu
kirim pesan ke Master Wa menanyakan keadaan ini. Aku ingin tahu seberapa hebatkah
pengawal yang berada di markas tersebut. Aku juga ingin tahu berapa orang yang
berada di sana. Jadi kita tidak perlu menghabiskan banyak tenaga untuk
menghajar mereka,” jelas Dewa.
“Baiklah kalau begitu,” jawab Sascha
dengan semangat.
__ADS_1