
"Ya... Dita bisa memilih," jawab Dewa.
Tak lama sang sopir menghentikan mobilnya dan berhenti di depan sebuah bangunan megah. Lalu ada seseorang yang memakai baju serba hitam membukakan pintunya dan memberi hormat kepada Chloe sambil berkata, "Nyonya, kita sudah sampai."
Chloe mengganggukan kepalanya lalu mengajak Sascha turun dari mobil. Kemudian mereka turun bersama dan mata Sascha melihat bangunan megah dan mewah. Mata Sascha membulat sempurna sambil berkata, "Aku sering lewat sini ketika sedang tugas perusahaan."
"Ya kamu benar. Kantornya papa Devan ada di ujung jalan itu," ucap Dewa.
"Aku ingin masuk ke sini. Karena tempat ini sangat recommended untuk mencari fashion bagus," ujar Sascha dengan mata berbinar.
"Semuanya ini milik kamu. Kamu boleh masuk ke sini sesuka hatimu dan bisa memilih baju-baju yang kamu suka," sahut Chloe yang memegang tangan Sascha dan menariknya ke dalam gedung itu.
Setelah itu Chloe mengajak Sascha masuk ke dalam. Saat masuk ke dalam Sascha menatap meja resepsionis yang sepi. Memang di tempat ini jika ingin memesan dan membeli baju atau berbau-bau fashion harus ada janji terlebih dahulu.
Chloe menerapkan sistem ini agar para pelanggan nyaman saat mengutarakan keinginannya. Mereka juga bisa komplain jika dirinya tidak nyaman dengan pesanannya. Chloe segera mengajak mereka menuju ke ruangan kerjanya.
"Apakah kamu ingin gaun?" tanya Chloe.
"Tidak. Baju di mansion sudah banyak sekali. Aku bingung mau memakainya," jawab Sascha yang merasa canggung.
"Gaun sayang. Bukan baju. Kamu harus memilikinya. Karena sebentar lagi kamu harus ikut pertemuan demi pertemuan dengan para kolega papa," jawab Chloe.
"Kalau begitu aku tidak akan memesan gaun. Aku akan mendesain gaunku sendiri dan meminta para pekerja mama membuatkannya," jawab Sascha.
"Terserahlah apa katamu. Mama ingin membuatmu nyaman," ucap Chloe.
Dewa paham apa yang diminta oleh Sascha. Sascha memang sangat unik sekali ketika mendesain pakaian. Sebenarnya Sascha mau memakai gaun desain para pegawai di sini. Namun Sascha ingin menyalurkan bakatnya untuk membuat sebuah gaun.
Chloe memandang sang putri dan melihat ada bakat fashion. Chloe tersenyum manis dan tidak akan melarang Sascha untuk menyalurkan bakatnya. Bahkan Chloe akan mendukung Sascha untuk menggambar design pakaian itu.
Beberapa menit berlalu ada seorang wanita yang membawa design mendekatinya. Wanita itu memberi hormat kepada Chloe dengan wajah pucat. Chloe segera mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa?"
"Madam, gawat!" pekik wanita itu.
"Gawat kenapa?" tanya Chloe dengan mengerutkan keningnya.
"Nona Anne mengamuk nyonya. Karena desainnya tidak sesuai apa yang dimintanya," jawab wanita itu.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Chloe.
"Wanita itu mengamuk dan memaki kami. Sebelum itu kami diminta untuk mengerjakan gaun pengantin yang akan dipakai olehnya bulan depan. Dengan kesepakatan harga dan bahan-bahannya kami menyanggupinya. Pagi ini mereka fitting baju dan sang perempuan itu mengamuk," jawab wanita itu dengan tubuh bergetar.
Sascha menatap wajah wanita itu ketakutan. Sascha segera mendekati dan memegang wanita itu sambil berkata, "Tidak perlu takut. Ayo kita hadapi bersama."
Sontak saja wanita itu terkejut. Chloe segera menganggukan kepalanya sambil berkata, "Ikuti saran putriku. Nanti akan ada solusinya."
Wanita itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu Chloe mengajak mereka untuk menuju ke suatu ruangan yang di mana dua pelanggannya sedang menunggu dengan wajah ketus.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Sascha terkejut apa yang dilihatnya. Sascha melihat seorang wanita yang seumuran dengan dirinya. Sascha memandang wajah wanita itu lalu mengenalinya, "Chika Anastasya."
Wanita yang sedari tadi marah-marah tidak jelas sangat terkejut sekali ketika Sascha memanggilnya. Wanita itu menatap Sascha dan mendekatinya sambil merentangkan kedua tangannya, "Sascha," panggil Chika dengan suara manjanya.
Wanita yang ketakukan itu langsung diam membisu. Gadis dibawa Chloe ternyata mengenal Sascha dan menatap sang atasan. Namun sang atasan itu hanya bisa mengeddikan bahunya menandakan suruh bertanya kepada yang bersangkutan.
"Kamu kenapa marah-marah seperti ini?" tanya Sascha yang mengelus punggung Chika.
"Apa yang kurang sini aku lihat?" tanya Sascha sambil memutari tubuh mungil Chika.
"Aku ingin dipasang hiasan bunga mawar putih tepat berada di pinggiran kerahku," jawab Chika.
"Ini sudah bagus sayang. Ini itu sudah sangat cocok sekali dengan tubuhmu," ucap Sascha yang bisa menilai desain gaun pengantin.
"Benarkah?" tanya Chika dengan mata berbinar.
"Iya itu benar. Aku sangat menyukai desain ini," jawab Sascha dengan jujur. "Meskipun desainnya sederhana tapi membuatmu menjadi anggun."
"Ah... Baiklah. Aku akan memakai ini. Terima kasih kakakku," balas Chika dan langsung memeluk Sascha sambil mencium pipinya.
"Sebentar," sahut Sascha.
"Ada apa kak?" tanya Chika.
__ADS_1
"Kamu menikah dengan siapa?" tanya Sascha mengerutkan keningnya.
"Ah... Iya... Aku akan menikah dengan pria culun yang pernah kita temui di tempat fotokopi yang di sekitar sekolah kita," jawab Chika.
"Apa?" pekik Sascha. "Maksud kamu, Kak Ian."
"Tidak. Kak Reymond yang mirip sekali sama Kim Soo Hyun," jawab Chika.
Mata Sascha membulat sempurna karena mendengar nama calon suami Chika. Sascha menatap Chika sambil tersenyum, "Ah... Dia sangat tampan sekali dan konyol."
Chika menganggukkan kepalanya sambil tertawa, "Aku sering dibuatnya tertawa."
"Selamat kalau begitu. Aku sangat senang bisa mendengar kabar bahagia dari kamu," ucap Sascha dengan tulus.
"Kenapa kakak berada di sini?" tanya Chika.
"Lagi cari gaun pernikahan. Dua Minggu lagi aku juga menikah," jawab Sascha dengan jujur.
"Apa?" pekik Chika. "Kakak menikah dengan siapa?"
"Dengan seorang pria," jawab Sascha yang masih merahasiakan namanya.
"Apakah kamu menikah dengan Billi?" tanya Chika.
"Tidak. Aku tidak menikah dengan Billi. Aku menikah dengan teman masa kecilku," jawab Sascha.
"Ah.... Syukurlah kakak tidak menjadi menikah dengan Billi sialan itu," kesal Chika yang tahu kalau Billi memanfaatkannya.
"Sebentar. Aku mau mengenalkan kamu pada mamaku," potong Sascha yang hampir saja lupa ingin mengenalkan dirinya dengan Chloe.
Chika menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, "Baiklah."
Sascha bergegas mendekati Chloe lalu berkata, "Ma... Dia temanku. Sebenarnya dia sangat baik sekali. Tapi maafkanlah dia ma... Karena anaknya kurang percaya diri kalau soal gaun. Dia hanya meminta pendapat saja."
"Terus?" tanya Chloe.
"Gaun itu sudah pas di tubuh mungilnya. Meskipun sederhana tapi anggun. Aku juga sangat menyukai gaun itu," jawab Sascha. "Aku sekarang ingin mengajak mama berkenalan dengan Chika."
__ADS_1
Chloe mengikuti apa yang disuruh oleh Sascha. Wanita paruh baya itu mendekati Chika dan mengulurkan tangannya, "Aku Chloe Atmaja."
Chika yang melihat Chloe langsung terkejut. Chika tidak menyangka kalau dirinya bertemu dengan artis favoritnya. Kemudian Chika mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Chloe sambil tersenyum, "Aku Chika Anastasya teman baik Sascha ketika berada di sekolah."