Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
Penyesalan Dita.


__ADS_3

"Ya… aku memang ingin membakar semua markas maka yang membuat obat-obatan terlarang," jawab Kobe dengan serius. 


"Sepertinya kakak tidak boleh melakukannya," ujar Ayako yang memperingatkan bahayanya tentang pekerjaannya itu 


"Tuh, benar apa yang dikatakan sama Bibi Ayako," ledek Dewa yang membuat Kobe tidak dapat bersuara sama sekali. 


Kobe langsung terdiam dan melihat Ayako. Ia tidak menyangka kalau sang istri tidak membiarkan nyawanya terancam. Ia juga berjanji akan berhenti dari dunia bawah tanah setelah semuanya beres. Selanjutnya masalah tentang keamanan akan diserahkan kepada Black Tiger. 


"Baiklah," ujar Kobe. 


"Bukannya Abang sudah berjanji pada Bibi kalau mau berhenti dari dunia bawah tanah?" tanya Dewa yang mengingatkan Kobe atas janjinya itu. 


"Baiklah. Aku memang sudah berjanji atas hal itu," jawab Kobe yang tersenyum sambil menatap wajah Ayako. 


Setelah itu Sascha akhirnya meminta izin untuk mempersiapkan keperluan untuk pergi ke Nganjuk. begitu juga dengan Dita. Ia juga akan mempersiapkan baju-bajunya. Kemudian mereka berdua naik ke atas secara serempak. 


Hubungan Dita dan Ayako tidak terlalu akrab. Mereka jarang sekali bertegur sapa. Mereka juga jarang berbicara. Sascha sampai saat ini masih mempertanyakan apa yang telah terjadi selama ini. 


Sesampainya di atas Sascha menatap Dita sambil memegang tangannya. wanita berparas cantik itu langsung menggelengkan kepalanya sambil bertanya, "Ada apa kamu sama Bibi Ayako tidak bertegur sapa saat kalian bertegur sapa?" 


"Kemungkinan kami seperti orang asing kak. Semenjak aku syuting yang tidak berhenti sama sekali. Aku jarang sekali berkumpul dengan keluarga besar. Aku sendiri juga tidak mengenal Bibi Ayako dengan jelas," jawab Dita. 


"Berkenalanlah dengan BIbi Ayako. Dia wanita yang sangat lembut sekali. Bahkan lembutnya kamu akan merasakan kedamaian dalam hati. Aku enggak mau kamu bermusuhan satu sama lain," ucap Sascha yang tidak ingin melihat Dita dan Ayako yang sedari dulu diam. 


Dita menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Secara tidak sadar Dita ingin berkenalan dengan Ayako. Namun dirinya selalu saja sibuk. Masalah Dita dan Ayako sudah terpecahkan sama sekali. Sascha juga tidak menyangka kalau dirinya akan menjadi sosok mendamaikan orang. Memang Sascha sedari dulu ingin melihat banyaknya manusia damai sejahtera.


Sascha dan Dita akhirnya masuk ke dalam kamar masing-masing. Mereka sedang mempersiapkan barang-barang yang akan dibawanya. Seketika Sascha bingung dengan rumah milik Pak Andika. Rumah itu mau diapain ya? Apakah mau dijual atau disewakan? Tapi Sascha tahu kalau rumah itu bekas pembunuhan yang dilakukan oleh Kinanti. Sascha sekarang bingung apa yang harus dilakukan. 


Bimbang. 


Satu kata yang bersarang di dalam hatinya. Ia tidak mungkin lancang melakukan penjualan rumah itu. Ia juga tidak mungkin membiarkan rumah itu tidak dihuni oleh siapapun. Lalu Kinanti? Sascha masih memikirkan akan hal itu. Ia akan membicarakan semuanya bersama Kinanti. 


Selesai membereskan semuanya, Sascha dan Dita turun bersamaan. Mereka membawa tas biasa. Ia tidak mungkin akan menetap di sana beberapa hari ke depan. 


Saat berada di bawah, Sascha melihat Dewa yang merengek. Ia mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Kenapa dengan Kak Dewa?" 

__ADS_1


"Dia sedang kerasukan setan anak kecil," celetuk Bima yang membuat Sascha mengerutkan keningnya. 


"Kok bisa ya?" tanya Sascha yang semakin bingung. 


"Iya bisa. Buktinya Dewa kerasukan setan anak kecil yang baru saja lewat," tambah Timothy yang menganggukan kepalanya. 


Sascha menghembuskan nafasnya melihat kelakuan Dewa yang seperti bocah kecil. Akhirnya ia mengajak ayahku dan juga kita pergi dari villa ini untuk mencari sarapan.


"Lebih baik kita pergi saja dari sini. Aku lapar belum makan sama sekali. Biarkanlah Kak Dewa seperti itu hingga mendapatkan keinginannya," ucap Sascha sambil menatap wajah Ayako dan juga Dita. 


Kedua gadis itu menganggukkan kepalanya sambil mengikuti Sascha keluar. Sascha sengaja mengajaknya untuk mencari makanan. 


Sebelum menjauh dari villa, Sascha melihat Dita dan Ayako sedang menatap. Mereka berdua mengulurkan tangannya lalu berkenalan. Sascha tersenyum sumringah melihat mereka saling berkenalan. Bahkan diam-diam Dita tersenyum malu.


"Akhirnya kalian bersatu," ucap Sascha.


"Maksud kamu apaan?" Tanya Ayako yang menatap Sascha.


"Aku sadar kalian memiliki hubungan yang tidak baik," jawab Sascha dengan jujur.


"Kamu terlalu serius sekali menjalani syuting. Hingga waktu berkumpul bersama keluargamu tidak pernah hadir dan terbuang sia-sia," ujar Sascha.


"Nah itu dia. Aku juga sama dengan Dita. Aku juga mengetahui siapa Dita sebenarnya. Aku sering stalker sosial medianya milik Dita. Namun aku jarang say hello dan berkirim pesan ke Dita. Padahal aku sendiri sudah memfollow akun sosial medianya semua," sahut Ayako yang membuat Dita menjadi malu.


"Pas ada permintaan pertemanan. Aku mem-follback. Tapi aku nggak tahu siapa Ayako itu? Soalnya banyak sekali yang memakai nama Ayako demi kepentingan dirinya sendiri. Padahal Bibi Ayako adalah seorang artis terkenal di Jepang maupun Asia. Jujur aku sangat mengagumi wajah lembutnya itu," puji Dita dengan setulus hati. 


"Syukurlah semuanya sudah beres. Hampir saja aku menebak kalian sedang berantem hanya karena tidak kenal saja," sahut Sascha yang membuat mereka menggelengkan kepalanya.


"Kakak mau ngajak aku makan di mana?" tanya Dita.


"Apakah kamu mau makan Yang hangat-hangat?" tanya Sascha balik.


"Sepertinya ide kamu sangat bagus sekali. Aku kesini belum pernah merasakan masakan Indonesia. Tapi kalau rendang dan masakan Padang aku sangat menyukainya," jawab Ayako sambil tersenyum manis.


"kalau Bibi ingin memakan masakan Padang nanti aku pesankan lewat online. Soalnya di sini agak jauh," ucap Sascha. 

__ADS_1


"Sepertinya ide kakak sangat bagus sekali. Ayo Kak kita beli. Nanti kita duduk di sana melihat air laut datang," ajak Dita. 


"Sepertinya kita nggak boleh ke sana dulu. Tuh pantainya sedang ditutup untuk sementara waktu. Ombaknya juga sangat besar sekali hingga terdengar ke sini meskipun sudah siang," ucap Sascha yang membatalkan permintaan Dita.


Meskipun kecewa Dita menuruti keinginan Sascha. Pada pagi ini hingga menuju ke siang belum ada pengunjung yang datang. Dikarenakan ada palang yang membentang agar tidak mendekati area pantai. Dengan terpaksa Sascha mengajak mereka kembali dan memesan nasi padang di villa.


Drama Dewa merengek masih panjang. Dewa ingin Kobe mengambilkan degan hijau dan juga membuatkan mie rebus. Mau tidak mau Kobe akhirnya mengambilkan degan itu di atas pohon.


Kobe sangat lihai sekali naik ke atas pohon. Untung saja pohon itu tidak panjang seperti pohon kelapa lainnya. Bisa dikatakan pohon itu masih sangat kecil sekali. Namun buahnya sudah banyak dan lebat.


Dug.


Buah kelapa yang jatuh dari pohonnya hampir saja mengenai kepala Sascha. Ia menatap ke atas sambil melihat Kobe. Lalu Sascha memintanya berhenti agar tidak mengambil buah kelapa dengan banyak. Akan tetapi Kobe menyuruh mereka pergi dari sana.


Setelah itu Kobe mengambil kelapa itu sebanyak dua belas buah. Buah kelapa itu rencananya akan dinikmati siang-siang begini. Ditambah lagi cuacanya mulai terik dan panas.


Setelah memetik kelapa, Kobe akhirnya turun dan memandang wajah Ayako. Kobe menyuruh pengawalnya untuk mengambilkan buah kelapa itu dan masuk ke dalam. 


"Ternyata Paman jago sekali naik pohon," puji Dita. 


"Lho, kamu belum tahu kalau Mas Kobe suka banget naik pohon? Bahkan pohonnya mangga di depan rumahnya Pak Samiun dihabisi," ucap Sascha yang membuat Dita terkejut. 


"Apa yang dikatakan oleh Sascha benar. Kak Kobe memang jago banget naik ke atas pohon," ucap Ayako. 


"Makanya kamu nggak pernah ke Jepang. Jadi kamu nggak tahu kalau ada yang unik dari sana. Kamu juga nggak pernah menghadiri pernikahanku," protes Kobe ke Dita yang membuat Sascha tertawa. 


"Bukan begitu bang. Akui sendiri juga sedang sibuk. kan sedari awal aku pernah bilang sama kakek. Kalau nggak sukses aku bakalan pulang ke Jepang untuk melanjutkan kuliah," ucap Kobe yang memandang wajah keponakannya itu. 


Dita menggelengkan kepalanya sambil menunduk sedih. Ia paham apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Ia terjebak dalam lingkaran seseorang. Yang dimana Dita harus mengundurkan diri dari rumah produksi yang melambungkan namanya. 


"Aku gagal Paman," ucap Dita dengan sendu. 


"Kalau kamu gagal kembali ke Jepang. Jangan pernah malu untuk untuk mengakuinya. Sebab kegagalan itu adalah kunci utama dalam kesuksesan," jelas Kobe yang memberikan semangat untuk Dita. 


"Tenang mas. Aku sudah mengajaknya bergabung dalam rumah mode milik Mama Chloe," sahut Sascha. 

__ADS_1


"Apakah kamu serius mengajak Dita bergabung di Rumah Mode?" tanya Kobe yang tersenyum bahagia. 


__ADS_2