Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
ADA APA DENGAN KOBE BERSAMA TIMOTHY?


__ADS_3

"Setelah misi ini selesai," jawab Dewa sambil memerintahkan Timothy.


"Baiklah kalau begitu. Tapi ingatkan kembali soal pembelian mobil tersebut," sahut Timothy.


Mereka memutuskan untuk makan siang. Setelah itu Dewa meminta mereka untuk beristirahat sebentar. Ketika Sascha tidak ingin beristirahat, Dewa mengajaknya pergi ke ruangan kosong.


"Kamu kenapa mengajakku ke sini Kak?" tanya Sascha.


"Aku ingin berdua sama kamu," jawab Dewa.


"Kamu ini sangat aneh sekali. Bukankah semalam sudah berduaan?" tanya Sascha sambil meledek Dewa.


"Ish... Kamu itu ada-ada saja ya. Orang pengen berdua malah mengingatkan masa lalu," jawab Dewa. "Maafkan Aku. Aku telah melibatkanmu."


"Kenapa minta maaf sama aku? Bukankah masalah ini adalah masalah aku juga? Si nenek sihir itu telah menyerang kita semuanya. Lalu kenapa hanya kita saja yang bekerja?"


"Kamu tahu kenapa aku bergabung dengan rencana kakek? Kakek sudah merencanakan ini sejak lama. Si nenek sihir itu ternyata musuh kakek. Dulu Anette pernah membuat masalah dengan kakek. Dia ingin menikah dengan kakek. Tapi kakeknya nggak mau. Terus si nenek sihir itu bilang ke media. kalau si nenek sihir itu pernah dilecehkan sama kakek. seluruh media di seluruh dunia ini terkejut dan memberitakan berita itu. Hingga buyutku jatuh sakit dan meninggal. Makanya kakek sekarang menginginkan aku dan Paman menangkapnya," jelas Dewa.


"Ini parah sekali. Bisa-bisanya si nenek sihir itu mengatakan dilecehkan. Jujur Sampai sekarang aku nggak paham dengan apa yang telah terjadi saat ini," ucap Sascha dengan jujur.


"Jangankan kamu. Aku saja baru mendapatkan berita ketika mau berangkat ke New York. Aku sangat terkejut sekali dengan pernyataan ini," sambung Dewa sambil menggenggam tangan Sascha.


"Apakah papa Devan tahu soal ini?" Tanya Sascha.


"Papa Devan nggak tahu semuanya. Kamu tahu kenapa Papa Devan nggak dilibatkan dalam masalah ini? Kagak sengaja membiarkan untuk berjaga-jaga Jika ada masalah besar. Anggap saja mereka adalah pemain cadangan," jawab Dewa.


"Kenapa aku dimasukin ke sini? Maksudku masuk ke dalam kelompok tim cobra?"


"Apakah kamu nggak paham dengan penjelasanku? Kamu itu memiliki kecerdasan di IT. Kamu dibutuhkan ketika melacak orang hilang. Aku tidak akan membawa senior ke sini. Karena senior akan berhubungan langsung dengan pusat dan kakek. Kalau aku ajak ke sini bisa terjadi bahaya besar. Selain itu senior akan membimbing dan memberikan kode-kode di titik Jalan tertentu. Itulah kenapa Aku sengaja menarikmu ke sini."


"Kenapa tidak Kak Leo saja?"


"Bukan berarti aku nggak percaya sama Leo. Justru Leo bisa membocorkan rencana ini ke Papa Devan. Masalah semakin runyam jika aku membawa Leo. Kamu tahu Leo Itu sudah tunduk ke mama Tara dan juga Papa Devan. Jadinya mereka berdua mengancam Leo memberitahukan keberadaan kita di sini. Jika tidak diberitahu maka gaji dua bulan ditahan. Itulah kenapa aku tidak membawa Leo terlebih dahulu."

__ADS_1


"Kalau kakak membawa Kak Leo, Aku pastikan kakek Aoyama tidak akan setuju sama sekali. Kemungkinan besar kita tidak akan selamat dari masalah ini," ucap Sascha yang menganalisis keadaan sebenarnya.


"Nah itu tahu. Makanya kamu memang ditakdirkan untuk masuk ke dalam tim cobra. Suatu hari nanti kamu akan mengerti dunia bawah tanah dan mempraktekkannya secara langsung dari aku maupun Paman Kobe. Meskipun wajahnya konyol, Paman memiliki keistimewaan di dunia bawah tanah."


Sascha semakin mengerti apa yang dikatakan oleh sang suami. Setelah itu Sascha tersenyum dan memukul lengan Dewa.


"Lama-lama Kakak menggemaskan buat aku. Aku terkena plot twist Kakak sendiri. Bisa-bisanya Kakak berakting kecelakaan juga. Terus masuk rumah sakit tubuh dibedah. Ternyata kakak sangat mengerikan sekali," celetuk Sascha.


Dewa hanya tertawa terbahak-bahak melihat sang istri kesal. Bagaimana tidak? Sascha tidak mengetahui rencana Dewa sebenarnya. Tiba-tiba saja membuat rencana kecelakaan. Sascha sangat ketakutan dan tidak ingin kehilangan Dewa.


"Kamu itu lucu juga ya. Pengen buat aku mati berdiri seperti itu. Awas aja nanti kalau kamu mengulangi lagi. Aku akan menendang ke dunia lain," kesal Sascha.


"Kamu memiliki ide apa?"


"Aku tidak memiliki ide apapun. Tapi sepertinya malam ini adalah malam terbaik buat kita."


"Apa itu?"


"Aku akan melacak keberadaan nenek sihir itu. Kakak bisa menangkapnya dengan tenang dan damai."


"Mau tahu caranya?" tanya Sascha.


"Nanti saja. Aku pengen istirahat," jawab Dewa.


Sascha membiarkan Dewa pergi ke kamar yang sudah dipersiapkan oleh pengawal. Setelah itu Sascha mengikutinya hingga ke kamar.


"Aulia adalah Aulia. Dia adalah wanita yang sangat kuat sekali. Jika saja aku tidak menemukan Ayako bahkan menemukannya. Aku akan menikahinya," ucap Kobe sambil berhadapan dengan Timothy.


"Apakah kamu serius mengatakan ini semuanya?" tanya Timothy.


"Aku sangat mencintainya pada pandangan pertama," jawab Kobe.


"Yang namanya cinta itu susah. Bayangkan saja, seorang paman jatuh cinta kepada istri keponakannya sendiri,' ucap Timothy.

__ADS_1


"Kamu jangan bilang juga mencintainya," Kobe menebak apa yang telah terjadi di mata Timothy.


"Sebenarnya aku ingin jujur. Kalau aku jatuh cinta kepada Aulia. Aku melihat pada dirinya ada sesuatu yang berbeda pada wanita lain," Timothy jujur kepada Kobe.


"Aish... habislah Dewa. Bima dan Ian juga sama," ucap Kobe. "Ditambah lagi dengan Eric."


Timothy hanya menganggukan kepalanya saja. Ia tidak berani berbicara lebih lanjut lagi. Jika dilajutkan akan terjadi bahaya besar di tubuh Tim Cobra.


Kejujuran itu sangat penting. Apalagi kejujuran perasaan dan hati. Tapi kedua pria yang berbeda usia itu mengaku kalau dirinya jatuh cinta kepada Sascha. Ini sangat aneh sekali.


"Hmmp... kalau begitu kita rahasiakan dari Dewa. Kalau sampai dengar Dewa akan kecewa sama kita," jelas Kobe.


"Lebih baik kita lupakan Sascha saja," pinta Timothy.


"Bagaimana aku melupakan tentang Sascha?" tanya Kobe.


Timothy mulai berpikir sejenak apa yang telah terjadi selanjutnya. Ia memutuskan memejamkan matanya untuk mencari jawaban sebenarnya.


"Lebih baik kita membuat grup tentang keluhan kita selama ini gara-gara Sascha. Jangan lupa Dewa masukin juga bersama Sascha. Biar Dewa hatinya hancur tuh," Kobe tiba-tiba saja mendapatkan ide konyol.


Plakkkk.


"Kamu gila ya bang?" tanya Timothy yang tiba-tiba saja memukul lengan Kobe.


"Aku enggak gila. Bisa saja aku mencintainya tanpa batas,'' jawab Kobe yang tersenyum manis.


"Tanpa batas bagaimana?" tanya Timothy yang mengerutkan keningnya. "Wah... abang ternyata membuktikan jiwa iblis juga ya?"


"Bukan jiwa iblis. Tapi jiwa setan yang sedang keluar," jawab Kobe. "Kamu buat grup yang isinya tentang pengagum rahasia Sascha."


"Sepertinya itu ide yang sangat bagus sekali," ucap Timothy yang membuat Kobe menganggukan kepalanya.


"Apakah kita memakai nama palsu?" tanya Timothy.

__ADS_1


"Kita harus membicarakan semua ini kepada Eric, Bima dan Ian," jawab Kobe. "Sekalian ajak Kak Devan. Dia juga bersiap ingin menjadi pacarnya Sascha."


"Ini obrolan apaan? Kok Sepertinya obrolan ini sangat mengerikan sekali?" tanya Timothy yang bergidik ngeri membayangkan jika Dewa marah.


__ADS_2