
"Dia putriku," jawab Gerre secara terang-terangan.
Kakek Aoyama itu sangat terkejut sekali mendengar apa yang dikatakan oleh Gerre. Kakek Aoyama segera mendekati Sascha sambil menatap wajah gadis itu secara teliti. Lalu Kakek Aoyama terkejut sekali karena wajah Sascha sangat mirip sekali sama Gerre.
"Ah... Kalian sangat mirip sekali. Bahkan wajah kalian sebelas dua belas. Aku tidak menyangka Gerre bisa menemukan sang putri," ucap Kakek Aoyama yang tersenyum bahagia.
"Apakah kakek tahu semuanya?" tanya Sascha.
"Ya... Kami tahu semuanya. Bahkan kami membantu mencarimu," jawab Kakek Aoyama.
"Aku masih penasaran siapa yang membuat aku terpisah seperti ini? Bahkan aku tidak bisa mengingat apa yang telah terjadi?" tanya Sascha dengan serius.
"Perlahan kamu akan mengingat semuanya. Kamu tahu siapa yang melakukannya? Mereka adalah orang tua Billi," jawab Dewa.
"Apakah itu benar?" tanya Sascha.
"Ya... Kamu menghilang di pulau Okinawa," jawab Dewa yang mengambil ponselnya sambil mencari file yang dimana kejadian itu berlangsung lima belas tahun yang lalu.
Setelah menemukan file itu Dewa memberikan ponselnya ke Sascha. Sascha segera meraih ponselnya sambil berkata, "Ini bukti orangku mencarinya."
Sascha segera mengambil ponsel itu dan melihatnya. Matanya membulat sempurna dan memori dalam otaknya berputar. Sascha mulai merasakan kepalanya kembali pusing. Sascha memegang kepalanya sambil berteriak, "Kakak sakit!"
Dengan cepat Dewa memegang tombol yang berada di samping ranjang. Dewa segera menekan tombol itu dengan hati cemas. Tak selang berapa lama Dokter Ming masuk ke dalam sambil membawa laporan observasi. Kemudian Dokter Ming segera mendekati Sascha.
Mereka yang tidak ada berkepentingan di dalam memutuskan untuk keluar. Mereka segera meninggalkan ruangan itu. Setelah itu Dokter Ming memeriksa Sascha sambil berkata, "Apa yang kamu rasakan? Apakah kamu mengingat sesuatu?"
"Ya dok. Aku merasakan sesuatu. Aku teringat akan dimana kepalaku dipukul dengan benda keras," jawab Sascha.
__ADS_1
"Lalu?" tanya Dokter Ming.
"Aku pingsan dan enggak tahu apa-apa lagi," jawab Sascha.
"Apakah kamu menemukan pelaku pemukulan kepalamu itu?" tanya Dokter Ming lagi.
"Aku tidak tahu pasti. Aku diberitahu sama Kak Dewa wajah pelakunya itu," jawab Sascha.
Dokter Ming terkejut. Belum ada sehari Sascha sudah hampir mengingat semuanya. Menurut Dokter Ming ini sebuah mukjizat.
"Sebelum kamu ingat semuanya, apakah kamu bermimpi di masa silam?" tanya Dokter Ming.
"Ya... Aku bermimpi masa kecilku, bertemu dengan orang tua kandungku, bertemu dengan teman masa kecilku yang selalu menungguku dan menjagaku," jawab Sascha.
"Hmmp... Kamu tahu mimpi itu hadir sebagai petunjuk. Yang dimana memori kamu tidak hilang sepenuhnya. Tuhan masih sayang sama kamu," ucap Dokter Ming.
"Selamat nona Sascha. Memori anda akan terbuka kembali secara perlahan. Jangan pernah menyerah pada keadaan," ucap Dokter Ming secara tulus.
Setelah itu Dokter Ming mengambil kesimpulan. Bahwa di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Setelah itu Dokter Ming segera keluar dan tersenyum. Dokter Ming mengajak Gerre dan Dewa untuk memberikan hasil observasi tersebut.
Mereka segera mengikuti Dokter Ming ke ruangannya. Dokter Ming mempersilakan mereka duduk, "Duduklah. Ada yang harus kita bicarakan."
Mereka duduk di hadapan Dokter Ming dengan jantung berdetak kencang. Mereka tidak ingin mendengar berita buruk tentang kesehatan Sascha. Lalu Dokter Ming bercerita tentang keajaiban yang ditemuinya sekarang. Dokter Ming menceritakan tentang keadaan Sascha. Setelah selesai Gerre menangis haru mendengar penjelasan Dokter Ming. Selama ini Chloe selalu mendoakan agar Sascha dilindungi dan dijaga sang malaikat. Bahkan Chloe sering bertemu dengan Sascha di dalam mimpi.
Tak lupa juga Gerre meminta izin kepada Dokter Ming untuk membawa sang putri ke Hamburg. Di sana Gerre akan menyewa dokter untuk mempercepat kesembuhan Sascha. Dokter Ming langsung memberikan tiket dan rekomendasi beberapa dokter yang baik. Dokter Ming berharap Sascha bisa sembuh secepatnya.
Selesai pertemuan itu Dewa pergi ke kamar Sascha. Namun Gerre menarik baju Dewa. Gerre tidak terima kalau Dewa masuk ke dalam ruangan itu. Gerre memang sengaja mengetes kesabaran Dewa ketika bersanding dengan Sascha. Gerre tersenyum dan merangkul Dewa. Lalu Gerre berkata, "Lindungilah putriku dari keluarga Billi. Aku percaya kepadamu. Jangan sia-siakan hidupnya."
__ADS_1
"Aku berjanji akan menjaga Sascha. Karena Sascha adalah hidupku. Aku tidak akan pernah melepaskan Sascha."
"Aku pegang janjimu itu. Jangan pernah kecewakan aku. Jika kamu membuatnya menangis jangan harap bisa lepas!" titah Gerre. "Dan satu lagi jika kamu tidak mencintainya jangan sakiti Sascha. Kembalikan pada kami dengan utuh! Apakah kamu mengerti?"
"Bagaimana caranya aku mengembalikan Sascha jika tubuhnya berubah karena melahirkan bayi kami?" tanya Dewa dengan konyol.
"Pikir sendiri sana!" tegas Gerre.
Satu pertanyaan dari Gerre membuat Dewa bingung. Kenapa juga ada pertanyaan yang aneh. Jika seandainya bercerai Dewa harus mengembalikan Sascha seperti semula. Dewa menggelengkan kepalanya dan tidak akan ada perceraian di kamusnya.
Gerre tersenyum melihat Dewa yang bingung. Lalu Gerre memberikan sebuah wejangan dan tips agar rumah tangga yang akan dilaksanakan berjalan lancar. Dewa menerima wejangan itu lalu menyimpannya di dalam otak. Dewa ingin rumah tangganya harmonis seperti kedua orang tuanya.
"Apakah Papa akan mengumumkan ahli waris Khans Company?" tanya Dewa.
"Aku ingin kamu menjadi CEO-nya," jawab Gerre.
"Aku sudah memiliki perusahaan sendiri," jawab Dewa yang keberatan.
"Kamu tahu jika Sascha aku jadikan sebagai ahli waris. Bisa dipastikan Sascha dalam bahaya. Cepat atau lambat keluarga Billi akan menyerang Sascha. Mereka tidak akan puas dengan kesuksesan Sascha," jawab Gerre. "Aku akan membicarakan masalah ini ke Kakek Aoyama dan Devan."
Jujur saja Dewa tidak bisa melepas D'Stars Inc begitu saja. Gerre segera menepuk pundak Dewa jangan terlalu khawatir. Masalah ini masih dalam rencana. Jika Dewa tidak mau melepaskan D'Stars Inc kemungkinan besar Gerre akan menyatukan perusahaan tersebut. Gerre ingin melihat sang anak dan sang menantu sukses dalam bidang bisnis.
"Jangan terlalu khawatir dengan masalah ini. Yang sekarang jalani saja dulu. Yang penting sekarang adalah keselamatan Sascha," tutur Gerre dengan serius.
"Terkadang aku takut pa. Takut Billi menyakiti Sascha secara fisik dan psikis. Aku sering melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Billi sering menampar Sascha bahkan memakinya jika tidak memberikan materi," ucap Dewa.
"Setelah itu kamu ajak masuk ke dalam dunia bawah tanah. Jadikanlah Sascha sebagai lady mafia. Buatlah Sascha menjadi kuat. Jika kamu enggak sanggup melakukannya biar papa yang menariknya ke sana. Papa yang akan menggembleng Sascha sendiri," pinta Gerre.
__ADS_1