
"Satu jam dari sekarang,?" jawab Kobe dengan serius.
"Ayolah kita berangkat sekarang," ajak Sascha.
Kobe akhirnya berdiri dan berpamitan dengan Kakek Aoyama. Ia akan mengajak Sascha dan Dewa menuju ke lokasi syuting.
"Kek,'' panggil Kobe.
"Apa yang kamu bilang?" tanya Kakek Aoyama.
"Apakah aku salah memanggil kakek?" tanya Kobe yang membuat pasangan suami istri itupun terkejut.
Baru kali ini Kobe memanggil Kakek Aoyama kakek. Seharusnya Kobe memanggil Kakek Aoyama adalah papa. Memang agak-agak sengklek Kobe. Namun Kakek Aoyama tidak keberatan. Jika dirinya dipanggil oleh sang putra adalah kakek.
"Dasar anak kurang ajar!" kesal Kakek Aoyama.
Lalu Kobe mengajak Sascha dan Dewa pergi. Mereka menikmati siang ini penuh dengan kebahagiaan. Tak pernah terbayangkan kalau mereka bisa berjalan lagi seperti dulu lagi.
Hidup penuh dengan rasa syukur. Dimana kita harus mensyukuri atas nikmat yang diberikannya. Begitu juga dengan tiga anak manusia ini. Tak pernah terbayangkan oleh Sascha sebenarnya. Karena dirinya sekarang menjadi bagian dari keluarga Nakata's Groups.
Sascha tidak pernah bermimpi untuk menjadi orang sukses. Dirinya memang menerima keadaannya yang pilu. Namun ia bisa bangkit dari hidupnya.
Sekarang musuh mulai menyingkir satu persatu. Mulai dari masa lalunya hingga sekarang. Ia bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa dirinya memiliki musuh.
Hal ini menjadi pertanyaan di dalam dirinya. Ia bertanya kepada Dewa jawabannya hanya satu. Memang kita hidup di dunia ini banyak yang tidak suka. Kalimat itulah membuat dirinya mencerna keadaan.
Meskipun Sascha tidak menemukan jawabannya. Ia tetap semangat menjalani hidup. Ia mencari jawabannya sendiri. Satu persatu dirinya memang menemukan jawabannya.
Seperti Risa yang tiba-tiba saja membenci dirinya. Padahal dirinya sendiri tidak pernah melakukan kesalahan. Namun Risa sering membuatnya celaka.
Akan tetapi Sascha sangat bersyukur sekali. Dewa yang notabenenya sebagai cowok dingin ternyata sangat peduli. Dari jauh Sascha memang diberikan pengawal bayangan yang memiliki skill mumpuni. Sekali disakiti mereka turun bak bayangan dan memperingatkan Risa. namun Risa tidak memperdulikannya. Akhirnya mereka membuat laporan ke Dewa. Dewa pun mulai mengincar Risa sedari dulu.
Bagaimana dengan Kakek Aoyama? Kakek Aoyama sama seperti Dewa. Tapi pengawal Kakek Aoyama memiliki tugas lebih yaitu memata-matai Risa dan keluarganya itu. Itulah sekelumit kisah Sascha yang saat ini menjadi misteri.
Sesampainya di lokasi syuting di hotel mewah, Sascha sangat terpukau sekali dengan lokasi syuting tersebut.
"Tempat ini sangat keren sekali," puji Sascha.
"Terima kasih," ucap Ayako yang tiba-tiba saja muncul di sampingnya.
"Huaha.... Kamu mengagetkanku," ujar Sascha.
"Aku tidak mengagetkan kamu. Aku sangat terkejut sekali melihat kamu tiba-tiba saja ke lokasi syuting.
__ADS_1
"Aku tidak pernah terpikirkan kesini. Padahal kesini hanya liburan saja bersama karyawan lainnya akhir tahun ini," ujar Sascha yang menyunggingkan senyumnya.
"Maaf... aku sedang sibuk tidak bisa mengunjungimu di rumah papa," ucap Ayako yang benar-benar sibuk dengan pekerjaannya.
"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Kobe yang mendekat ke Ayako.
"Untuk bagianku sudah selesai. Aku boleh pulang sekarang,?" jawab Ayako diambil tersenyum melihat Kobe.
"Kalau begitu ayo kita berjalan-jalan sama mereka," ajak Kobe.
Ayako tersenyum manis menyambut ajakan Kobe. Matanya memandang wajah Sascha dan Dewa. Ayako terkejut sekali ketika memandang wajah mereka begitu mirip. Bisa dikatakan mereka seperti saudara kembar.
"Sepertinya Kak Ayako terkejut?" tanya Sascha yang melihat wajah Ayako yang terkejut.
"Iya... aku sangat terkejut. Kamu sama pangeran Nakata's Groups sangat mirip sekali. Aku rasa kalian sangat berjodoh sekali," jawab Ayako yang tersenyum manis.
"Memang mereka berjodoh. Bahkan mereka sudah menikah beberapa dua Minggu lalu. Aku sangat bersyukur sekali," ucap Kobe.
"Ya... harusnya bang Kobe bersyukur karena sudah memiliki seorang istri yang sangat cantik," sahut Dewa.
"Kalau itu aku memang bersyukur. Tapi," ujar Kobe yang menggantung
"Tapi apa?" tanya Sascha yang mengerutkan keningnya.
"Maksud mas Kobe apaan?" tanya Sascha.
"Jika kamu tahu sebelum menikah denganmu. Dewa sengaja menghubungiku tepat aku ingin melakukan olahraga malam. Lalu dia sengaja menanyakan tentang pekerjaan dan memintaku untuk mengerjakan tugasnya yang sulit itu. Dengan terpaksa aku menghentikan olahraga malam dan mengerjakan tugas-tugasnya Apes sekali nasibku," jawab Kobe yang membuat Dewa menatap tajam sambil menahan tawa.
"Kejam sekali Kak Dewa," puji Sascha yang menahan tawanya.
"Syukurlah... Dia hanya keponakanku. Jika orang lain aku akan mendatanginya dan menghajarnya habis-habisan," kesal Kobe.
"Apakah Kak Ayako marah?" tanya Sascha.
"Aku tidak marah. Memang yang namanya pekerjaan harus dikerjakan. Apalagi suamiku itu pernah memegang D'Stars Inc. Jadi wajarlah jika ada panggilan," ucap Ayako yang menahan tawanya ketika mengingat Kobe gagal melakukan olahraga malam.
"Kalau begitu ayo kita makan terlebih dahulu," ajak Dewa.
"Makan dimana?" tanya Kobe.
"Tempat ibu," jawab Ayako.
"Aku sudah lama tidak kesana. Kalau begitu ayolah kita kesana," ajak Kobe.
__ADS_1
Mereka mulai berjalan kaki menyusuri jalan dan gang kecil. Tidak sengaja Sascha melihat selokan air yang bersih dan jernih. Ia menemukan banyaknya ikan koi yang sedang berenang kesana kemari. Hal ini membuat Sascha bahagia.
Saat Dewa tahu kalau sang istri sedang melihat ikan. Ia segera memeluknya. Lalu ia merangkulnya dan sambil berbisik, "Apakah kamu mau memiliki ikan seperti itu?"
"Pengen. Tapi aku tidak bisa memberinya makan tiga kali sehari," jawab Sascha.
"Oh... serahkan saja kepada para pelayan agar mereka memberinya makan," saran Dewa agar Sascha tidak kerepotan memberinya makan.
"Sepertinya aku tidak perlu memelihara ikan.. Aku ingin memelihara kucing oyen saja," celetuk Sascha.
"Kamu ingin berapa?" tanya Dewa.
"Bisakah aku memelihara kucing?" tanya Sascha balik.
"Bisa," jawab Dewa yang membiarkan Sascha memelihara kucing atau anjing. "Atau kamu bisa merawat anjing."
"Dua-duanya ya," sahut Sascha.
"Satu jenis saja. Aku takut mereka berantem," tolak Dewa yang tidak ingin memelihara kucing dan anjing secara bersamaan.
"Kenapa?" tanya Sascha.
"Aku takut mereka berantem dan membuat kekacauan," jawab Dewa.
"Aku ingin merawat anjing berjenis Golden Retriever dan Husky Siberia," pinta Sascha.
"Baiklah. Kamu akan mendapatkan semuanya. Aku akan membelikan mereka sepasang," ujar Dewa yang meraih ponselnya dan menghubungi Timothy.
Timothy yang sedang berada di kamar hotel sedang bertanding sama Leo dan lainnya. Mereka sedang bertanding bermain game online. Jika salah satu dari mereka menang. Ian akan memberinya satu koleksi mobil sportnya. Dengan senang hati mereka akhirnya mereka bertanding.
Beberapa saat kemudian ponsel Timothy berbunyi. Ia sangat bersyukur sekali memiliki ponsel cadangan. Agar dirinya tidak melewatkan momen-momen penyerangan teman-temannya itu. Ia segera mengambil ponselnya sambil menggeser lambang hijau itu dengan jempol kakinya itu.
"Halo," sapa Timothy.
"Carikan aku anjing jenis Golden Retriever dan Husky Siberia. Ketika aku pulang dari Jepang, anjing kedua jenis itu harus ada di rumah. Jangan lupa dengan kandangnya. Apakah kamu paham?' tanya Dewa.
"Ya... aku paham." jawab Timothy yang tidak memperdulikan permintaan Dewa.
Sambungan terputus.
Timothy merasa lega dengan Dewa hanya melontarkan satu kalimat saja. Namun ia lupa apa permintaan Dewa. Ia juga tidak mencatatnya dan lebih mementingkan permainannya itu.
Lalu ronde pertama telah selesai. Permainan ronde pertama tidak ada yang menang maupun kalah. Semuanya memang sudah ahlinya. Bahkan mereka sudah terlatih akan permainan itu.
__ADS_1
"Lanjut apa istirahat?' tanya Ian.