Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
SISTEM RAHASIA


__ADS_3

“Aku


tidak takut soal itu,” jawab Sascha. “Memangnya kenapa?”


“Aku


rasa nyali kamu sangat besar dan tidak terkalahkan,” jawab Kobe memuji


kehebatan Sascha.


“Aku


ingin kamu masuk ke dalam White Tiger,” pinta Kobe.


“Tidak


bisa,” potong Dewa dengan cepat.


“Kenapa


tidak bisa? Aku harus mencari seseorang untuk dijadikan strategi perang dan


provokasi,” ucap Kobe.


“Sascha


sudah menjadi anggota Black Tiger. Meskipun belum disumpah Sascha sudah resmi


menjadi amggota Black Tiger,” ucap Tara yang sedari tadi mendengar perdebatan


mereka.


“Dan aku


adalah pemegang Black Swan,” sahut Sascha yang membuat Kobe menelan salivanya


dengan susah payah.


“Sepertinya


Sascha semakin lama semakin menakutkan,” gerutu Kobe yang dibarengi oleh Dewa


tertawa terbahak-bahak.


“Apakah


itu benar?” tanya Tarra.


“Itu


benar ma,” jawab Dewa. “Para petinggi di Nakata’s Groups sangat ketakutan


ketika Sascha datang. Mereka langsung berkeringat dingin. Padahal Sascha hanya


berkunjung menemui kakek.”


Pernyataan


Sascha membuat Tarra terkejut. Bagaimana bisa seorang gadis bertubuh kecil dan


wajah cantiknya membuat seluruh orang ketakutan. Ini memang sangat aneh sekali.


Lantas, Tara berpikir, kenapa Sascha tidak digembleng saja? Kemungkinan besar


dirinya akan menjadi wanita hebat dan pemberani. Ia akhirnya mengambil


keputusan untuk menyerahkan Black Tiger ke tangan Sascha.


“Mama


sudah mengambil keputusan. Bahwa malam ini Sascha akan menjadi ketua Black


Tiger pusat!” tegas Tarra.


Sascha


yang masih sibuk dengan game mafianya terkejut. Dirinya tiba-tiba saja didaulat


menjadi ketua. Saat itu juga Sascha lansung menolaknya. Ia merasa tidak pantas


menjadi sang ketua mafia. Ia juga tidak ingin mendahului Dewa. Karena dirinya


bukan seseorang yang kejam.


“Maaf...


ma... aku tidak bisa,” tolak Sascha.


“Kenapa?”


tanya Tara dan Dewa serempak.


“Karena


di keluarga mama masih ada Kak Dewa dan Dita. Sementara aku hanyalah orang


lain,” jawab Sascha dengan jujur.


“Sascha,”


panggil Dewa dengan lembut.


“Ada apa


kak?” tanya Sascha dengan lirih.


“Kamu


tahu kenapa mama memberikan kamu kesempatan?” tanya Dewa.


“Aku


enggak tahu,” jawab Sascha dengan wajah lembutnya.


“Mama


ingin menggembleng kamu secara serius. Kamu memiliki potensi besar. Kamu adalah


seorang pemberani. Enggak gampang menyerah pada kenyataan,” jelas Tarra.


“Kenapa

__ADS_1


enggak Kak Dewa saja?” tanya Sascha. “Kan Kak Dewa anak mama?”


“Meskipun


anak mama, sedari dulu menolaknya. Bukan berarti tidak meiliki potensi apapun,”


jawab Tara.


“Aku


tidak mau menjadi ketua mafia pusat karena pekerjaannya berat. Belum lagi


masalah dunia bisnis yang bisa dibilang sangat membingungkan buat aku,” sahut


Dewa sambil menjelaskan semuanya.


“Lalu,


Dita?” tanya Sascha.


“Dita


tidak ada bakat untuk menjadi pemimpin besar. Anaknya selalu ceroboh. Saat


mengambil keputusan tidak memikirkan ke depannya. Inilah mama takut jika Dita


naik ke kursi ketua mafia,” jawab Tara.


“Satu


lagi Dita tidak ingin menjadi ketua mafia. Sedari dulu memang Dita tidak


tertarik pada dunia gelap seperti ini,” tambah Dewa.


“Bagaimana


organisasiku?” tanya Kobe.


“Organisasi


yang kamu dirikan biarkan berjalan apa adanya. Kamu aku daulat mengawal kakek


di manapun berada. Cepat atau lambat Jayden akan menyerang. Ia sudah siap-siap


mencari sekutu. Ditambah lagi dia akan bekerjasama dengan beberapa anggota


mafia Eropa,” jawab Tarra yamg membuat Kobe matanya membulat sempurna..


“Begitu


juga dengan Sascha. Khans Company begitu sangat mengkhawatirkan. Cathy dan


Damar sudah bersiap-siap merebut kursi CEO Khans. Selama tiga bulan kamu harus


belajar dengan serius dengan Dewa. Kamu harus menjadi wanita yang memiliki


kepribadian bar-bar. Jangan sampai kamu diinjak-injak oleh mereka,” imbuh


Tarra.


“Kapan


Sascha akan belajar?” tanya Tara ke Dewa.


Januari. Aku hanya menyuruh memegang D’Stars Inc. Dan aku turun jabatan sebagai


asistennya. Aku bisa mendampinginya ketika ada pertemuan besar antar


perusahaan,” jawab Dewa dengan serius.


“Berapa


bulan?” tamya Kobe.


“Tiga


bulan ke depan,” jawab Dewa.


“Baiklah...


mama setuju,”  balas Tara. “Lebih cepat


lebih baik.”


“Jadi


Sascha?” tanya Kobe.


“Tetap


menjadi ketua mafia,” jawab Tara sudah final akan keputusannya itu.


“Aku


setuju ma,” sahut Dewa.


“Kalau


begitu aku pulang ya ma,” pamit Sascha.


“Kamu


dicariin Eric,” sahut Tara dengan cepat.


“Kenapa


dengan Kak Eric?” tanya Sascha lagi.


“Uang


tiga milyar hilang,” jawab Tara.


“Baiklah...


aku akan menemuinya,” balas Sascha yang beranjak berdiri sambil meninggalkan


mereka bertiga.


Mau


tidak mau Sascha harus menerima kalau dirinya adalah ketua mafia. Sungguh berat

__ADS_1


beban buatyang harus ditanggungnya. Namun apa daya cepat atau lambat Sascha


akan melindungi Khans Company.


Setelah


keluar dari ruangan tersebut, Sascha segera mencari keberadaan Eric. Ia berlari


menuju ke halaman belakang. Sepanjang perjalanan Sascha merutuki kebodohannya


karena melupakan kasus itu. Ia menyesali perbuatannya karena menuruti keinginan


Dewa.


Sesampainya


di halaman belakang Sascha melihat para petinggi D’Star Inc sedang berkumpul.


Dirinya langsung bergabung dan berbaur menjadi satu. Ketika melihat Erc yang


gelisah, Sascha menghampirinya sambil memanggilnya dengan lembut, “Kak Eric.”


Eric


yang terdiam semenjak dari tadi hanya bisa menghembuskan nafasnya. Wajahnya


mendongak lalu melihat wajah Sascha dengan teduh. Ia mempersilakan Sascha duduk


di sampingnya.


“Duduklah


di sini terlebih dahulu,” pinta Eric.


Kemudian


Sascha duduk di samping Eric sambil melihat keberadaan Tommy dan Dita. Ada


senyum yang mengembang di bibir mungil Sascha. Lalu ia memilih diam dan berdoa


dalam hati, agar mereka bisa menikah hingga kakek nenek.


“Apakah


kamu sudah tahu kabar uang tiga milyar hilang?” tanya Eric.


“Iya...


aku sudah tahu itu. Aku berharap bisa menemukannya. Meski enggak utuh nanti aku


utuhin lagi,” jawab Sascha.


“Aku


enggak peduli uang itu ada atau enggak. Yang aku butuhkan siapa pelakunya?


Apakah orang luar atau orang dalam?” tanya Eric.


“Kalau


orang luar itu enggak ada dech. Karena sistem yang dipakai itu sistem rahasia.


Yang dimana sistem diciptakan oleh Kak Leo sendiri. Kak Leo pernah menyuruh


beberapa hacker untuk membobol sistem tersebut. Tapi mereka menyerah dan bilang


sistem anda canggih sekali untuk perusahhan sekelas D’Stars Inc. Kalau


prediksiku sih orang dalam,” jawab Sascha. “Itu bisa meleset.”


“Kenapa


juga sih ada orang ingin mengobrak-abrik keuangan itu?” tanya Eric yang


menyugar kepalanya.


“Emang


itu uang dari mana?” tanya Sascha.


“Dari


pendapatan D’Stars Inc. Selama beberapa bulan,” jawab Eric.


“Apakah


kakak membawa laptop?” tanya Sascha.


“Di


kantor. Rencananya aku kabur dari kantor bersama anak-anak untuk menghukum


Dewa. Orang lagi pusing... eh... malah enak-enak di kamar!” kesal Eric. “Apakah


Dewa sudah tidak perjaka lagi?”


“Memangnya?”


tanya Sascha terkejut sambil melihat Eric.


“Bukannya


kamu tahu fakta sesungguhnya?” tanya Eric.


“Maksudnya?’


tanya Sascha.


“Kalau


Dewa tidak pernah tersentuh dengan perempuan manapun,” jawab Eric.


“Oh...


jadi begitu,” sahut Sascha. “Kalau fakta itu sudah tahu sebenarnya.”


“Syukurlah...


aku menjadi senang,” puji Eric.


“Lalu,

__ADS_1


uang itu bagaimana?” tanya Sascha.


__ADS_2