Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
SASCHA INGIN MENJADI LADY MAFIA.


__ADS_3

Begitu juga dengan Dewa yang sama dengan Kobe. Dewa adalah pemilik mafia Black Tiger. Yang di mana nama mafia itu sangat terkenal luas hingga bawah tanah maupun atas. Lalu apakah Sascha takut dengan kedua pria itu? Entahlah Sascha masih santai dengan itu semuanya.


"Kalau aku tidak mau?" tanya Dewa.


"Aku akan memberikan sahamku di Nakata Grup sebesar dua puluh persen," jawab Kobe.


"Aku sudah kebanyakan saham. Aku bingung mau taruh mana," jawab Dewa yang kesal.


"Kalau begitu semuanya kuberikan padamu," ucap Kobe secara terang-terangan.


"Mau kamu berikan sahammu semuanya. Tetap aku tidak akan mau," geram Dewa.


"Ok... Aku akan menghubungi Kak Devan untuk menghancurkan Black Tiger," ancam Kobe yang tidak sadar kalau di sini ada Sascha.


Duaaaakkk.


Dewa memukul kaki Kobe dengan kencang hingga Kobe merasakan kesakitan. Lalu Dewa menatap tajam ke arah Kobe sambil memberi kode agar tidak meneruskan pembicaraan ini lebih lanjut. Lalu Kobe sadar akan keberadaan Sascha. Sascha mengetahui Kobe kesakitan langsung bertanya, "Ada apa ini?"


"Ah... Tidak... Tidak ada apa-apa," jawab Kobe tersenyum lucu.


"Apakah kalian membahas Black Tiger?" tanya Sascha yang tidak sengaja mendengar nama Black Tiger.


Dewa menelan salivanya secara kasar karena Sascha mengetahui nama itu. Lalu Dewa bersikap biasa saja agar Sascha tidak mencurigai tentang Black Tiger. Kemudian Sascha menghembuskan nafasnya sambil berkata, "Apa kalian tidak sadar kalau aku mendaftarkan diriku ke sana? Hanya untuk mengobati rasa sakitku kepada Billi?"


Mereka terdiam dan saling menatap satu sama lain. Mereka menggelengkan kepalanya sambil menjawab pertanyaan Sascha secara serempak, "Aku tidak tahu."


"Aku serius. Aku ingin menjadi hacker di sana. Kamu tahu kalau aku bisa meretas ponsel kalian hanya beberapa detik," ucap Sascha dengan serius.


"Apa?" pekik Dewa yang mulai mengalihkan pandangannya ke arah Sascha. "Sekarang aku bertanya sama kamu, kenapa kamu ingin masuk ke Black Tiger?"


"Aku ingin meminta tolong kepada mereka untuk mengajarkan memegang senjata," jawab Sascha.

__ADS_1


"Jika kamu bisa?" tanya Dewa yang penasaran.


"Iya ya... Buat apa? Aku sendiri ingin belajar bela diri. Kamu tahukan kalau kemampuan Black Tiger itu hebat dari segi bela diri," jawab Sascha.


"Apakah aku kurang keras mengajarkan kamu bela diri?" tanya Dewa lagi.


"Kurang. Bahkan aku ingin belajar jujitsu dan ninjitsu seperti Naruto," jawab Sascha serius.


"Terserah kamulah. Pokoknya kamu enggak boleh masuk ke dalam Black Tiger. Kamu tahu Black Tiger itu adalah mafia kelas kakap yang sangat kejam. Bahkan sangking kejamnya kami tidak ingin berurusan dengan mereka. Apakah kamu mengerti?" tanya Dewa yang serius.


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Sascha yang selama ini ada pertanyaan yang mengganjal dalam hati.


"Apa itu?" tanya Dewa.


"Saat perusahaan besar pasti punya dunia bawah tanah alias mafia. Apakah kamu memilikinya? Aku ingin menjadi lady mafia," jawab Sascha dengan serius.


Jederrrrrrrrr!


Bagai petir di siang bolong. Eh... Salah sore ding. Seketika jantung Dewa berhenti karena pernyataan Sascha yang agak konyol itu. Selama ini Dewa menyembunyikan ini dari Sascha. Lalu apakah Dewa akan berkata jujur? Entahlah semua keputusan berada di tangan Dewa.


"Apakah kamu kebanyakan membaca novel Lee Adalah Wanita Tangguhku?" tanya Kobe.


"Ya... Aku ingin seperti Lee agar bisa menjadi wanita tangguh," jawab Sascha.


Ada benarnya juga Sascha menjadi wanita tangguh. Karena Sascha akan menjadi istri sang CEO. Yang di mana jabatan CEO itu sangat membahayakan dirinya dan juga hidupnya. Sascha tidak akan mungkin terus bergantung kepada Dewa. Karena Sascha akan melindungi putra-putrinya kelak. Bagaimana dengan Dewa? Di dalam hatinya Dewa tersenyum kegirangan. Dewa bangga dengan usaha Sascha untuk menjadi wanita tangguh. Namun soal dunia bawah tanah Dewa tidak mengijinkannya sama sekali.


Bagaimana dengan Gerre? Gerre adalah seorang ketua mafia dari Eragon Moon. Bagaimana jika Sascha tahu kalau sang papa adalah ketua mafia yang tersadis seantero jagad?


"Kita hentikan membahas itu semuanya. Aku ingin fokus pada Kobe," ucap Dewa yang menyetop pembahasan Sascha.


"Tenanglah Sa... Cepat atau lambat aku akan menjadikan kamu sebagai lady mafia. Agar kamu bisa menyamaiku. Semakin tinggi jabatan calon suami kamu ini. Semakin tinggi bahaya yang akan terjadi. Makanya aku ingin kamu belajar bela diri," ucap Dewa dalam hati.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ikut mas Kobe. Aku sudah mempelajari beberapa perusahaan besar di dunia. Yang di mana perusahaan itu bangkrut karena anak cabang. Kita juga tidak bisa mengandle perusahaan cabang. Ya kalau tempatnya sangat berdekatan. Seperti Bekasi ke Matraman. Kalau ada apa-apa kita bisa mengecek satu-persatu," jawab Sascha secara gamblang.


"Enggak salah aku cari istri seperti ini," puji Dewa.


"Terima kasih suamiku," balas Sascha hingga membuat Dewa tersipu malu.


Melihat perubahan wajah sang keponakannya, Kobe tersenyum bahagia. Bagaimana tidak Sascha adalah wanita pertama kali yang berhasil membuat Dewa tersipu malu. Lalu Dewa menatap ke arah Kobe untuk menetralkan wajahnya.


"Kalau Sascha ikut kemungkinan juga aku ikut. Yang dikatakan oleh Sascha adalah benar apa adanya," ucap Dewa.


Kobe tersenyum manis mendengar apa kata Sascha. Sascha sangat cerdas ketika menganalisis kejadian demi kejadian. Setelah itu mereka berdiskusi dengan tenang untuk membicarakan hal yang selanjutnya. Mereka akhirnya menyepakati perjanjian itu. Lalu Kobe memutuskan untuk melaksanakan tugasnya tahun depan.


Malampun tiba. Sascha yang selesai berhias mendengar ponselnya berdering. Lalu Sascha melihat nomor yang tidak dikenalnya itu. Sascha mengerutkan keningnya sambil mengusap lambang hijau tersebut dan menyapa seseorang yang berada di seberang sana, "Hallo."


"Hallo... Apakah kita bisa bertemu?" tanya suara pria yang tidak asing lagi.


"Siapakah ini?" tanya Sascha.


"Aku Gerre pria tadi pagi yang menemuimu setelah sarapan," jawab Gerre yang duduk manis.


"Oh... Ada apa ya tuan Gerre?" tanya Sascha.


"Aku ingin bertemu kamu dengan Dewa. Aku mengajakmu makan malam bersama istriku," jawab Gerre dengan serius.


"Aku ingin meminta ijin terlebih dahulu kepada Kak Dewa. Karena aku tidak bisa memutuskan begitu saja," ucap Sascha dengan sopan.


"Ok. Aku tunggu kabar baik itu," sahut Gerre dengan lembut seperti berbicara pada putrinya.


Sambungan terputus.


Entah kenapa saat pembicaraan terakhirnya Sascha mendapat perlakukan yang lembut. Baru kali ini Sascha mendapat perlakuan istimewa dari sang pengusaha terkenal dan sukses itu. Lalu Sascha memandang pintu toilet. Yang di mana Dewa sedari tadi membersihkan tubuhnya.

__ADS_1


Tak lama ada seseorang yang mengetuk pintu. Sascha berdiri sambil mendekati pintu lalu membukanya. Sascha terkejut saat melihat orang-orang yang memakai baju serba hitam. Mereka menunduk hormat sambil menyapa Sascha, "Selamat malam nona muda. Saya di sini ingin mengantarkan paket dari Nyonya Besar Chloe Atmaja."


"Nyonya Chloe?" tanya Sascha yang bingung.


__ADS_2