Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
PERMINTAAN SASCHA.


__ADS_3

"Nanti kita pikirkan saja selanjutnya. Kita masih disini. Kita nggak akan mungkin bisa menyelesaikan masalah kalau nggak berada di tempatnya langsung. Bibi Ayako sedang hamil juga. Katanya bibimu itu sedang mengalami morning sickness yang sangat parah dan harus dirawat di rumah sakit," jawab Dewa sambil memegang tangan Sascha.


Mendengar Ayako sedang mengandung, Sascha menjadi bahagia. Tak terbayangkan bagaimana nanti jika bertemu dengan sang Bibi iparnya itu. Mereka akan menjalani kehamilan bersama-sama. Lalu ia memandang wajah Dewa sambil bertanya, "Apakah kakak serius mengatakannya?"


"Iya kakak serius. Paman Kobe yang ngomong sendiri. Aku juga turut berbahagia. Tak menyangka kalau Paman Kobe akan menjadi seorang ayah. Aku nggak tahu bagaimana perubahannya Paman Kobe ketika memiliki seorang anak," jelas Dewa yang membuat Sascha tertawa.


"Itu orang memang sangat lucu sekali. Wajahnya seperti wajah anime. Lebih mirip ke Naruto. Tapi dia sangat tegas kalau sudah menjabat sebagai CEO. Bercanda sih bercanda. Tapi ada waktunya. Nggak semua masalah bisa dibercandain. Wajahnya sangat serius jika sudah bekerja. Orangnya sangat cool kalau sedang berada di kantor. Banyak perempuan-perempuan yang berharap untuk menjadi kekasihnya maupun istrinya. Banyak juga yang ngirim coklat untuk dijadikan kekasih. Mas Kobe langsung menolaknya mentah-mentah. Dia memang sangat unik sekali dan pemecah masalah dengan cepat," jelas Sascha yang sudah mengenal Kobe ketika menjadi bosnya.


"Karyawati di kantor Kalau udah dapat bos dari luar langsung berteriak-teriak. Katanya ganteng dan seksi. Jangankan paman, aku sendiri juga dikejar-kejar seperti buronan mereka. Tapi untungnya aku langsung menutup diri dari mereka. Kalau setiap ada acara aku memang sengaja tidak datang. Aku memilih diam di apartemen ataupun di markas. Kalau kamu nggak ada acara, kamulah orang yang aku cari. Lalu aku akan menarikmu jalan menuju ke pusat perbelanjaan ataupun ke pantai," sambung Dewa yang membuat Sascha tertawa.


"Bagaimana ceritanya? Sang big boss ngajakin anak buahnya jalan sendirian di pusat perbelanjaan ataupun pantai? Ini sangat aneh sekali. Bahkan kamu sendiri telah menyuruhku jalan ke sana kemari. Tapi aku jarang memposting perjalananku ke media sosial. Sekalinya memposting ada foto kamu langsung semua karyawati berteriak-teriak dan memakiku. Padahal aku sendiri saat itu pengen tidur dan tidak ingin berkumpul atau kemanapun. Yang namanya tugas harus aku jalani meskipun dari siapapun itu," tambah Sascha.


Dewa pun tertawa mendengar curhatan Sascha. Entah kenapa dirinya sangat suka sekali ketika Sascha berbicara. Ia sendiri tidak menyangka kalau sang sahabatnya itu menjadi teman hidupnya saat ini. Mungkinkah ini dinamakan jodoh? Ya mereka memang berjodoh dan selamanya akan begini.

__ADS_1


"Kamunya saja mau bikin heboh satu kantor. Aslinya mereka itu tidak menyukaimu. Berhubung kamu dekat dengan aku, mereka mengira kamu akan mengadukan semua sifat-sifatnya yang jelek itu kepadaku. Bisa-bisa aku memecat mereka karena telah melakukan hal yang buruk di kantor," ucap Dewa.


Sascha membenarkan apa yang diucapkan oleh Dewa. Tapi dirinya tidak pernah mengadukan sifat-sifat temannya yang jelek itu ke Dewa. Malahan ia hanya diam saja dan tidak memperdulikannya. Selain itu juga Sascha tidak pernah membuat ulah selama di kantor. Meskipun ada orang berselingkuh ataupun membuat skandal, Sascha tidak pernah peduli akan hal itu. Ia lebih memilih untuk diam dan mengerjakan tugas-tugasnya sudah menumpuk di atas mejanya itu.


"Kamu tahu nggak? Selama di kantor ada peristiwa yang unik sekali. Nggak satu saja tambah banyak. Yang lebih parahnya lagi, suami istri bekerja dalam satu kantor, terus mereka ketahuan selingkuh dengan divisi lainnya. Kejadian itu sangat parah sekali. Saat itu Mas Kobe masih menjabat sebagai CEO. Kejadian itu sangat ramai sekali membuat aku geleng-geleng kepala," kata Sascha.


"Itu sangat lucu sekali kasusnya. Aku juga diceritakan sama anak-anak. Kalau di kantor memang ada kasus yang menggemparkan. Masak suami istri kerja satu kantor. Terus selingkuhannya berada di kantor juga. Si suami kan divisi marketing. Si istri divisi humas. Si suami memiliki selingkuhan di divisi humas. Si istri punya selingkuhan di divisi keuangan. Dan yang lebih lucunya lagi pas waktu ketahuan ketika saat liburan yang diadakan sama Bang Kobe di daerah puncak sana. Mereka sampai ketahuan kan?" tanya Dewa.


"Bukan ketahuan lagi. Tambah hancur itu. Mas Kobe sama Kak Tommy pusing menghadapi mereka semuanya. Bagaimana tidak seluruh keluarganya datang dan menceritakan asal muasalnya seperti itu. Jadi mereka sendiri harus mengambil tindakan. Mereka mencari solusi agar masalah ini bisa terpecahkan. Untungnya aku rembukan dan memberikan ide agar selingkuhannya dilemparkan di kantor cabang. Tapi ya mereka bercerai. Mereka tetap mempertahankan selingkuhannya masing-masing. Untung saja mereka belum memiliki anak jadi bisa bebas," jelas Sascha.


"Aku masih ingat dengan pesanmu itu. Pesan yang di mana selalu berhati-hati untuk memilih pasangan hidup. Kamu sudah memperingatkanku berkali-kali ketika aku bersama Billi. Aku tidak menyangka pesanmu itu akhirnya kejadian. Aku terperangkap pada momen-momen yang tidak enak. Ditambah lagi dengan Risa. Dia bukan temanku tapi musuh utamaku. Kalau ingat itu rasanya ingin marah saja. Dia memang wanita ular. Nggak pernah baik sama aku. Kalau sedang baik ada maunya. Untungnya kamu selalu memperingatkanku akan hal itu," jelas Sascha.


"Aku bisa merasakan Jika kamu sedang dalam bahaya. Aku bisa merasakan jika mereka menyerangmu secara bertubi-tubi. Aku bisa merasakan ketika mereka sudah memerasmu habis-habisan. Aku langsung memblokir beberapa kartu ATM kamu. Agar kamu tidak dapat menariknya. Jika saja kamu menariknya mereka akan merampok uangmu untuk berfoya-foya. Aku nggak habis pikir kenapa ada keluarga seperti itu? Inilah yang menjadi pertanyaanku saat ini. Nggak semudah orang mencari uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Semuanya itu pasti ada bakatnya. Bakat berbisnismu itu dari papamu sendiri. Aku sendiri juga tidak menyangka kalau kamu adalah anaknya seorang pengusaha terkenal di dunia ini. Semuanya itu terjadi di luar kendaliku. Aku sangat bersyukur bisa mempersuntingmu untuk dijadikan Seorang istri. Rasanya ini bagaikan mimpi buatku," imbuh Dewa.

__ADS_1


"Ya begitu deh. Kapan kita kembali ke Nganjuk?" tanya Sascha lagi.


"Beberapa hari lagi kita kembali. Masalah sudah selesai tinggal memulihkan saja perusahaan itu. Kita akan tinggal di Nganjuk dalam waktu sebulan ke depan. Karena aku sedang memantau cabang Surabaya. Pembangunan di pabrik Nganjuk sedang dilaksanakan. Aku harap semua masyarakat yang menganggur bisa bekerja di sana. Kemungkinan besar aku tidak akan membuat kontrak. Aku ingin mereka bekerja seumur hidupnya. Aku tidak menutup kemungkinan untuk memperbesar pabrik di sana. Karena penghasilan mereka yang tidak bekerja sangat minim sekali," jelas Dewa.


"Semuanya itu terserah kamu saja. Aku hanya mengikuti apa kata hatimu. Jika ada yang buruk, semoga aku orang pertama kalinya menegurmu dan memegangmu agar tidak melakukan hal-hal di luar nalar," ucap Sascha.


"Yang di luar nalar yang tidak bisa kamu tangkap. Kita sekarang harus berhati-hati. Cepat atau lambat aku dipilih menjadi ketua Black Tiger di dunia. Sepertinya kamu harus belajar lebih giat lagi di dalam dunia bawah tanah," celetuk Dewa.


"Tidak bisa terbayangkan jika itu terjadi. Aku mohon kamu lepas dari dunia bawah tanah. Nggak semudah Aku membayangkan semuanya terjadi. Dunia bawah tanah sangat keras sekali. Lebih baik kita cari amannya saja," sahut Sascha.


"Kamu benar. Sudah seharusnya aku berhenti dari dunia bawah tanah. Setelah ini mungkin aku off kan saja Black Tiger Asia. Banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan di pusat," sambung Dewa. "Aku harus membuat peraturan baru ketika masuk ke dalam sana. Anak-anak juga akan lepas dari aku semuanya. Jadinya aku memilih untuk berjalan aman."


"Aku akan mendukungmu agar kamu tidak melakukan hal-hal yang aneh. Sudah seharusnya kamu nggak masuk ke dalam dunia bawah tanah lagi. Kamu harus pensiun dari sana. Jika kamu nggak pensiun dari sana. Kamu bisa terbunuh dengan konyol. Maka dari itu aku yang memintamu," pinta Sascha.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku nggak mau?" tanya Dewa.


__ADS_2