
"Ya… itu benar," jawab Devan. "Dia juga adalah seorang pembunuh berdarah dingin."
"Parah itu anak," kesal Gerre terhadap Bima.
"Kamu tenang saja. Dia sangat menyayangi Sascha seperti adiknya sendiri," ucap Devan yang membuat Gerre terkejut.
"Dia memang seorang pembunuh sejati. Tapi dia adalah family man. Jangan kamu anggap kalau Bima memiliki catatan motor dan gelap," jelas Devan.
"Aku nggak pernah berpikiran seperti itu. Aku juga bangga dengan Bima. Aku sudah melihat prestasinya," ucap Gerre. "Dia membunuh karena terpaksa."
"Tapi dia seorang playboy sejati," ujar Devan. "Dia sudah meniduri seratus tujuh wanita sepanjang hidupnya."
Mata Gerre membulat sempurna. Bagaimana bisa seorang Bima bisa tidur dengan wanita sebanyak itu? Jujur meskipun dirinya playboy, tapi Gerre tidak separah itu. Bahkan Gerre sendiri kalau ingin tidur bersama wanita lain harus ada pemeriksaan ketat dari dokter pribadinya, jika tidak Gerre tidak mau dan tidak ingin tidur bersama mereka.
"Bukankah dulu kamu Seorang playboy juga?" tanya Devan.
"Aku memang Seorang playboy. Tapi aku nggak separah itu menjadi seperti Bima. Setiap perempuan ingin aku pakai, dia harus mengikuti pemeriksaan yang ketat dari dokter pribadiku sendiri," jawab Gerre. "Kenapa Bima seperti itu? Dan kenapa Bima juga menjadi seorang psikopat yang berat?"
"Semuanya ini ada satu alasan yang Bima menjadi seperti itu. Awalnya dia menjadi psikopat karena Shane. Dia menjadi seorang Playboy karena seorang perempuan yang telah menyakitinya. Itulah kenapa Bima menjadi playboy dan seorang psiko. Kadang-kadang Sascha menegurnya untuk tidak melakukannya lagi. Tapi Bima masih melakukannya. Itu hanya demi kepentingan semata," jelas Devan.
"Nggak semuanya orang tersakiti akan menjadi seperti itu. Tapi rata-ratanya juga seperti itu. Aku nggak habis pikir soal Bima. Apakah Bima bisa sembuh total atau enggak? Di usianya yang sudah kepala tiga, Bima harus menikah dan memiliki keturunan," sambung Gerre yang menaruh rokoknya di di asbak.
"Semuanya itu berasal dari hatinya masing-masing. Belum ada seorang wanita yang bisa menjadikannya sadar akan hal itu. Belum ada juga seorang yang membantunya sembuh," jelas Devan. "Apakah kamu ingin mengajak bekerja sama Bima untuk proyek selanjutnya?"
"Pastinya. Bima adalah seorang arsitektur yang sangat baik. Bahkan Bima sendiri memiliki bakat di situ. Rasanya aku ingin mengajak kerjasama untuk proyek pembangunan pabrik selanjutnya," jawab Gerre.
"Bima benar-benar membunuh Damar. Sebentar lagi kita akan perang habis-habisan dengan Cathy," celetuk Devan.
__ADS_1
"Biarkan saja. Sedari dulu Cathy masih selalu mengejekku sebagai orang lemah. Aku memang memilih diam ketimbang membuat peperangan di mana-mana. Soalnya aku fokus pada bisnisku," jelas Gerre.
"Kapan kamu kembali ke New York?" tanya Devan.
"Kemungkinan besok. Aku tidak akan membawa Damar lagi."
"Ngapain juga kamu bawa Damar? Tubuhnya sudah dilemparkan ke ikan paus peliharaannya. Kepalanya akan dikirimkan ke Cathy. Aku ingin tahu reaksinya bagaimana?"
"Entahlah. Apakah Cathy akan menyerang kita?"
"Dia akan mencari seseorang untuk membantunya menyerang kita."
"Bagaimana bisa dia menjadi seseorang? Sementara dokumen-dokumen yang berada di rumahnya itu hangus terbakar oleh karena Sascha."
"Nah itu dia."
"Oh iya, Livi. Bukankah Livi adalah putrinya sendiri?"
"Setahuku sih gitu. Tapi aku nggak tahu pasti itu anak kandungnya atau bukan. Kemungkinan besar Cathy akan meminta bantuan Livi untuk mencarikan seseorang agar membalas kelakuan kita."
"Ini sangat menarik sekali bagiku. Bagaimana kalau aku menyadarkan diri kepada putriku sendiri?"
"Apakah kamu gila menyerahkan semuanya kepada Sascha?"
"Aku belum gila Devan. Yang gila itu putriku sendiri. Demi teknologi yang wah… putriku bisa menguasai semuanya. Bahkan untuk berantem sama hacker gila pun dia bisa melakukannya."
"Oh iya kok kamu tahu soal itu?"
__ADS_1
"Ya tahulah. Sesudah aku diberikan tugas oleh Risa. Nggak tahu kenapa aku ingin saja untuk menyelidikinya. Jujur aku sendiri kaget dengan asal-usulnya. Biasanya kalau aku ingin membunuh tidak akan pernah menyelidikinya sama sekali. Siapapun itu, aku tidak pernah menyelidikinya satupun. Istilahnya adalah masa bodoh. Tapi kenapa kok aku mendapatkan orderan seperti itu.Hatiku merasa tergerak untuk menyelidikinya satu persatu."
"Kemungkinan besar kamu memiliki satu ikatan batin sama Sascha pada waktu itu."
"Kamu benar. Setelah aku menyelidikinya, Aku tidak jadi membunuhnya. Putriku adalah seorang wanita yang sangat berprestasi sekali. Tapi hidupnya sangat menderita sekali. Jika saja tidak ada masalah penculikan. Kemungkinan besar Auliaku akan berada di pelukanku."
"Kesabaranmu membuahkan hasil. Mungkin ini jalannya Tuhan untuk kamu. Ditambah lagi kamu memiliki tekad yang kuat untuk menemukannya. Gara-gara kamu, Risa sendiri memakan boomerangnya. Bahkan Risa juga berkaitan dengan Nakata's Groups."
"Sebenarnya Sascha itu tidak mau bermusuhan dengan siapapun. Jujur dia ingin menyebarkan kebaikan ke setiap orang yang dikenalnya maupun tidak dikenalnya. Bahkan dia sendiri ingin menjadi wanita yang selalu membuat manusia menjadi tertawa. Dia juga gampang bergaul dengan siapapun. Ditambah lagi dia juga ingin sekali memiliki suatu badan amal. Itulah kenapa aku sangat bangga sekali kepada putriku sendiri."
"Tapi kamu nggak tahu kronologinya bagaimana? Risa sedari dulu memang membenci Sascha. Aku nggak tahu kenapa Risa bisa sangat membencinya. Padahal saja Sascha sudah berteman dengannya cukup lama. Apakah ini hanya karena kesenjangan sosial?"
"Aku berpikiran seperti itu. Tapi ya lucu juga. Saat itu Sascha tinggal bersama Bu Nirmala sama Pak Andika. Aku juga mengetahui bagaimana kehidupan ekonominya? Kalau bagi mereka sudah berkecukupan. Bagi aku tidak sama sekali. Tapi kehidupan putriku sangat bahagia. Namun agak menderita sedikit. Kenapa kau katakan menderita sedikit? Karena dia menjalani hidup penuh dengan kesengsaraan. Namun dia malah memilih untuk tertawa."
"Ya kamu benar. Memang Sascha lebih sering tertawa ketimbang menangis. Itulah mengapa dirinya disebut hidupnya semakin ceria."
"Kalau begitu aku ingin kembali tidur lagi. Jujur aku sangat mengantuk gara-gara semalam. Beberapa hari terakhir gara-gara Damar dan juga Cathy hidupku menjadi terganggu."
"Itu hal yang wajar. Kalau mereka belum lenyap dari muka bumi ini. Kamu nggak akan pernah tenang sedikitpun. Karena mereka akan mengusikmu hingga merampas milik putrimu sendiri."
"Itulah kenapa aku nggak bisa tenang. Selama ini istriku telah menampungnya dan memberikan apapun kepada Cathy. Bukannya terima kasih malah ingin merebut semuanya."
"Itulah orang yang memiliki sifat iri dan dengki. Seharusnya dia mencari uang sendiri tanpa harus mengganggu kita. Bukankah kamu sudah memberikan kehidupan yang layak berupa apartemen dan rumah. Ditambah lagi kamu memberikan sejumlah uang tiap bulannya?"
"Itu benar. Sekarang dia tinggal memilih damai atau perang."
"Maksud kamu apa Gerre?"
__ADS_1