Merajut Benang Kusut.

Merajut Benang Kusut.
TIDAK AMAN.


__ADS_3

"Ah sialan kamu. Bisa-bisanya kamu menyamar untuk menculik aku!" Kesal Tommy.


Pria itu terkekeh sambil mengusap wajahnya berkali-kali. Lalu pria itu melihat kaca spion dan mengerutkan keningnya. Ia tersadar kalau mobil putih itu masih mengejarnya. Kemudian pria itu mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Bereskan mobil putih yang berada di belakang mobilku ini! Aku tidak mau mobil putih itu mengikuti sampai ke tujuan!" perintah pria itu.


"Dasar kamu Choi! Sekarang kamu menjadi pria kejam. Coba dulu aku menyuruhmu menjadi pria kejam sangat susah sekali!" maki Tommy.


"Kalau soal itu aku memang sengaja menyembunyikannya. Karena aku sendiri tidak akan memberitahukan siapa diriku sebenarnya," jelas Choi nama pria itu.


Tak lama Choi dan Tommy melihat mobil putih itu. Mereka serius melihat mobil putih itu seperti ditabrak dari belakang. Tommy menduga di belakang mobil putih itu ada mobil lainnya yang sengaja menabraknya.


"Apakah di belakang mobil itu ada mobil lainnya? Apakah kamu sengaja menyiapkannya agar mobil putih itu lenyap dari bumi?" tanya Tommy.

__ADS_1


"Aku memang sengaja melakukannya. Karena aku sudah diberikan perintah oleh Kak Dewa. Mata-mata ibumu itu sangat berbahaya sekali. Daripada mata-mata milik Black Tiger. Ibumu sangat berambisi sekali mendapatkanmu untuk menikah dengan seorang gadis. Dan kamilah yang ditugaskan untuk mengawalmu selama liburan," jelas Choi.


"Terserah kamu. Aku di sini hanya ingin menenangkan diriku. Agar mereka tidak mengejar-ngejar aku dan menyuruh menikah dengan gadis itu. Sebenarnya aku sendiri sudah tahu siapa gadis itu? Dia sangat licik sekali untuk mendapatkanku. Bahkan gadis itu sering berkilah dan memutarbalikkan fakta," ungkap Tommy yang membuat mereka terkejut.


"Sangat cocok sekali buat aku. Gadis itu dan mamamu lebih baik memiliki hubungan darah. Bahkan mamamu bisa mengadopsi sebagai anaknya," ejek Choi yang masih fokus melihat mobil putih itu kehilangan kendali.


"Ini berada di mana?" tanya Tommy yang tidak ingin mengalihkan perhatiannya kepada mobil putih itu.


Brakkkkkkkkk!


Mobil putih itu tidak bisa mengendalikan laju perjalanannya. Mobil tersebut oleng karena ditabrak berkali-kali sama mobil Jeep yang berada di belakangnya itu. Hingga akhirnya mobil itu jatuh ke jurang yang sangat dalam sekali. Seluruh orang-orang yang berada di mobil putih itu, tidak bisa diselamatkan sama sekali. Termasuk mata-mata milik kedua orang tuanya Tommy.


Sedangkan Tommy dan Choi hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Hal ini membuktikan kalau Dewa sudah benar-benar sangat marah sekali. mereka tahu wataknya Dewa bagaimana? Jadi jangan harap Jika ada orang-orang yang ingin menghabisi sahabat kental milik Dewa.

__ADS_1


Tommy baru mengetahui tentang calon istrinya itu. Sebenarnya Tommy tidak ingin memperpanjang masalah ini. Ketika pulang ke New York, Tommy sengaja menyambung tali silaturahmi kepada orang tuanya. Namun kedua orang tuanya tidak pernah menyambutnya dengan sangat baik sekali. Bahkan kata-kata ketusnya itu selalu mendominasi jika bertemu dengan Tommy.


Akan tetapi Tommy tidak marah sama sekali. Tommy sudah menyadari akan hal itu. Bahkan ia sendiri tidak memperdulikan mereka semuanya. Itulah kenapa Tommy tidak ingin membawa Dita ke rumah. Ia ragu atas keputusannya itu. Bahkan Tommy sendiri tidak ingin melihat Dita menangis ketika mengunjungi kedua orang tuanya. Dengan terpaksa Tommy mengurungkan niatnya dan memutuskan hubungan dengan Dita.


"Aku tahu perasaanmu bro. Memang cinta selamanya tidak indah. Kalau kedua orang tua Dita memang menerimamu dengan tulus. Tapi apakah kedua orang tuamu mau menerima Dita dengan tulus? Memang Dita memiliki darah bangsawan. Dita tidak pernah berdandan ala bangsawan. Malahan Dita sendiri berdandan dengan sangat sederhana sekali. Kamu sabar saja untuk masalah percintaan ini. Nanti kamu akan mendapatkan seseorang yang mau menerimamu apa adanya. Biarkanlah Dita meraih cita-citanya terlebih dahulu," pesan Choi yang memukul pundak Tommy dengan penuh kasih sayang.


Tommy sangat bersyukur sekali mendapatkan teman yang peduli atas hidupnya. Oleh karena itu, Tommy sangat nyaman ketika berada bersama teman-temannya.


"Thanks ya. Kamu selalu saja mengingatkanku tentang artinya hidup. Meskipun kita tidak selalu bersama. Aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku," ucap Tommy yang berterima kasih kepada Choi.


"Sudah jangan bersedih seperti itu. Melangkahlah dengan sangat jauh agar kamu bisa mendapatkan kebahagiaan sesungguhnya. Setelah semuanya aman, aku akan membawamu untuk liburan tanpa harus ada yang mengejarmu," ujar Choi yang tersenyum tulus kepada Tommy.


"Apakah mereka masih ada?" tanya Tommy.

__ADS_1


__ADS_2