
"Loe" Ucap Adelia kesal kepada Raka.
"Oh jadi ini beneran loe Adelia, ya ampun kok jadi cleaning service sih tapi cocok banget kok" Ucap Raka lalu tertawa bahagia lagi.
"Udah deh lebih baik loe pergi, mau loe gue siram pakai air" Ucap Adelia kesal.
"Masih nggak tahu diri juga yah, walaupun sudah jadi cleaning service" Ucap Raka.
"Dan gue juga udah mau pergi kok, nggak bisa gue lama-lama di dekat loe, bisa-bisa gue gatal-gatal, bye cleaning service" Ucap Raka lalu tertawa kemudian pergi jauh-jauh dari Adelia menuju ke ruangan Kenan.
Adelia benar-benar sangat kesal namun dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Adelia juga tahu Raka itu teman dekat Kenan.
#####
Di sekolah Friska teringat dengan kelakuan Kenan yang benar-benar berubah dan itu membuat Friska senyum-senyum sendiri.
Jadi begitu yah rasanya di panggil sayang kok kayak ada manis-manisnya begitu kayak orang yang lagi pacaran saja batin Friska yang memang belum pernah berpacaran sama sekali namun dia tahu kalau orang yang berpacaran pasti identik dengan panggilan sayang-sayangan.
Masih senyum-senyum sendiri tiba-tiba ponselnya bergetar, Friska pun segera melihat dan ternyata Kenan yang meneleponnya.
Friska pun segera keluar dan mengangkat panggilan telfon dari Kenan, Friska sengaja keluar karena di dalam ada sahabat-sahabatnya dan juga Dafa yang sejak tadi ternyata memperhatikan Friska hanya Friska tidak menyadari itu semua.
"Halo, ada apa? tumben telfon jam segini" Ucap Friska bingung.
"Rindu" Ucap Kenan membuat Friska tersipu malu untung Kenan tidak melihatnya.
"Iih apaan sih aku pikir ada apa" Ucap Friska berusaha biasa saja.
"Sayang suami kamu ini benar-benar merindukan kamu, masih lama yah kamu pulang sekolahnya?" Tanya Kenan yang jelas-jelas dia juga sudah tahu kapan Friska pulang sekolahnya.
"Iyalah masih lama sekarang saja guru belum masuk mengajar di jam pertama, kalau rindu kan bisa video call saja" Ucap Friska yang tidak habis pikir dengan ucapan Kenan.
"Tapi itu beda sayang, kalau video call aku tidak bisa mencium kamu, memeluk kamu sedangkan kalau ketemu langsung aku bisa melakukan itu semua" Ucap Kenan dengan santainya, dia tidak sadar kalau ucapannya itu membuat Friska benar-benar merasa malu.
"Ihh apaan sih ini masih pagi juga bahas yang begituan" Ucap Friska lagi.
"Berarti kalau malam boleh dong sayang, lagian nggak kenapa-kenapa lagi sayang, aku kan suami kamu mau bahas yang begitu kapan pun aku mau, nggak ada yang bisa larang" Ucap Kenan.
"Iya-iya suamiku sayang terserah kamu saja yah" Ucap Friska sambil melihat-lihat di sekeliling jangan sampai ada yang mendengarnya.
"Iya dong, emm sayang nanti kapan-kapan kamu ke kantor aku juga dong" Ucap Kenan.
__ADS_1
"Haa mau ngapain? aku kan belum mengerti juga sama urusan kantor" Tanya Friska bingung.
"Nanti aku ajarin sayang, suami kamu ini bisa jadi guru kamu, lupa yah kalau kamu memiliki suami yang pintar dan juga tampan pastinya" Ucap Kenan dengan bangganya.
Sebenarnya aku cuma ingin kamu disini jadi penyemangat aku bekerja istriku sayang, aku nggak mungkin membiarkan istri cantik aku bekerja bisa-bisa banyak yang merayunya dan juga bakalan kecapean dan nggak ada waktu buat aku, lagian kamu hanya harus tinggal di rumah saja mengurus aku dan juga anak-anak kita nanti, biar aku yang kerja batin Kenan.
"Kepedean banget yah suami aku" Ucap Friska lalu tertawa.
Aku benar-benar ingin melihat dia tertawa kenapa aku nggak video call saja sih tadi batin Kenan.
"Iya sayang harus dong, video call dong aku pengen lihat wajah istri aku" Ucap Kenan dengan manjanya yang lupa umur membuat Friska geli sendiri dengan kelakuan Kenan itu.
"Emm sayang ini di sekolah loh nanti ada yang lihat terus kepo" Ucap Friska yang sebenarnya merasa malu kalau mau video call dengan Kenan karena mereka tidak biasa melakukan itu.
"Oh iya juga yah sayang, baiklah aku akan sabar menunggu sampai kamu pulang sekolah dan kamu harus memberi aku foto kamu" Ucap Kenan yang baru menyadari bahwa dia tidak memiliki foto Friska di ponselnya.
"Buat apa foto aku?" Tanya Friska.
"Buat mengobati kerinduan aku ini sayang kalau kamu lagi di sekolah kan kamu juga nggak mau video call" Ucap Kenan.
"Iihh berlebihan banget aku malu" Ucap Friska keceplosan.
"Nggak usah malu sayang, oh iya kamu nggak dekat-dekat dengan cowok kan sayang?" Tanya Kenan penuh selidik.
"Aku tuh nggak dekat-dekat sayang sama cowok cuma cowok saja yang mau dekat sama aku" Ucap Friska dengan santainya.
"Nggak boleh sayang, kalau mereka deketin kamu harus jauh-jauh" Ucap Kenan.
"Iya-iya sayang" Ucap Friska.
"Nah gitu dong sayang biar perasaan suami tenang" Ucap Kenan lalu tersenyum.
Iyain ajah biar nggak bawel, mana mungkin sih aku menjauh dari teman-teman aku, nanti aku di bilangin sombong lagian aku kan nggak selingkuh, ada-ada ajah deh suami aku ini batin Friska.
"Iya sayang, kamu lagi ngapain sih nggak kerja emangnya?" Tanya Friska.
"Kerja sayang" Jawab Kenan.
"Nggak sibuk memangnya sayang? bukannya kamu pasti banyak kerjaan" Tanya Friska.
"Nggak sibuk kok sayang kalau untuk kamu" Goda Kenan.
__ADS_1
"Idihh gombal, dulu ajah kamu sibuk banget" Ucap Friska sambil mengingat-ngingat.
Kenan pun juga mengingat kebodohannya dulu yang selalu sibuk dengan Adelia wanita nggak tahu diri di mata Kenan sekarang.
"Dulu itu lain sayang, udah nggak usah bahas yang dulu-dulu yang sekarang saja bahasnya sayang" Ucap Kenan.
"Iya deh sayang" Ucap Friska.
"Guru kamu belum masuk juga sayang?" Tanya Kenan.
"Belum karena belum jamnya tapi bentar lagi pasti guru aku masuk" Jawab Friska sambil melihat jam.
"Oh ya sudah aku tutup telfonnya dulu yah sayang, kamu semangat belajarnya dan ingat tunggu aku jemput sebentar pulang sekolah, nggak boleh di antar sama cowok lain awas saja kalau sampai itu terjadi" Ucap Kenan.
Friska pun tersenyum mendengar ucapan Kenan.
"Iya sayang, kamu juga semangat yah kerjanya" Ucap Friska.
"Iya, bye istriku" Ucap Kenan.
"Bye sayang" Ucap Friska lalu cium jauh lewat telfon dan menutup panggilan telfonnya segera dan masuk kembali ke dalam kelas.
Dan Kenan benar-benar langsung tersenyum bahagia dengan kelakuan Friska itu.
"Kenapa dia nggak disini ajah sih biar aku langsung menciumnya, ya ampun jam lama banget kamu berputarnya" Ucap Kenan gemas sambil melihat jam.
Tak lama setelah telfonan, Raka pun masuk ke dalam ruangan Kenan.
"Udah gila yah loe sekarang, senyum-senyum sendiri seperti itu" Ucap Raka sambil bergidik ngeri.
Kenan pun tersentak mendengar ucapan Raka yang tiba-tiba.
"Loe kalau datang ketuk pintu dulu" Ucap Kenan.
"Udah tapi nggak ada jawaban, jadi gue langsung masuk dan lihat ada orang gila disini" Ucap Raka lalu tertawa.
"Gue nggak gila kali, dasar loe" Ucap Kenan.
"Iya deh, oh iya apa yang loe mau jelasin sama gue, cepetan loe kasitau gue penasaran gue" Ucap Raka.
"Loe perbaiki dulu deh perasaan loe, tarik nafas dan buang, gue berharap loe bisa menerima ini dan nggak membenci gue, gue nggak pernah menyangka juga ini bisa terjadi" Ucap Kenan serius.
__ADS_1