Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Kehilangan Friska sama saja kehilangan hidupnya...


__ADS_3

Salsa dan Ela juga tak kalah bahagianya begitu mendengar ucapan Friska,, mereka juga bersorak kegirangan sambil saling peluk antara Ela dan Salsa.


"Tunggu dulu,, jangan sampai aku nggak hamil,, lebih baik diperiksa dulu,," ucap Friska yang membuat mereka terdiam.


"Mana mungkin sayang,, udah aku yakin banget kamu lagi hamil,, lihat nih gunung kembar mu makin gede dari biasanya,, aku pernah dengar yah kalau wanita sedang hamil itu salah satu cirinya yah itu,, berarti sayang hamil udah pasti,," ucap Kenan yang membuat Friska lagi-lagi malu.


"Inikan perbuatan mu tiap hari makanya semakin gede gini,," ucap Friska kesal sambil melihat Kenan.


Kenan pun langsung nyengir begitu mendengar ucapan Friska karena memang benar tangannya sangat handal setiap hari selalu bermain di kedua gunung kembar nya.


"Pokoknya sayang itu hamil,, gimana menurut kalian? istriku hamil kan?" tanya Kenan sambil melihat Ela dan Salsa.


Salsa dan Ela pun menganggukkan kepalanya secara bersamaan.


"Menurut ku yah Fris,, kamu itu memang sedang hamil Fris,, karena kamu juga sudah telat datang bulan,, kamu beli berapa test pack Fris?" tanya Salsa.


"Tiga," jawab Friska.


"Ya udah gunakan saja semuanya,, ayo tes lagi," ucap Salsa.


Friska pun dengan terpaksa menuruti ucapan Salsa. Segera masuk ke kamar mandi lagi.


"Aku beneran hamil,," ucap Friska dengan perasaan bahagia begitu keluar dari dalam kamar mandi.


Semua test pack hasilnya positif.


Kenan langsung menggendong tubuh Friska membawa ke sofa.


"Sekarang Ibu hamil nggak boleh banyak gerak yah, sayang duduk aja biar aku yang menyiapkan semuanya,, sayang tinggal bilang apa yang sayang inginkan yah,," ucap Kenan yang membuat Friska melongo.


"Apaan sih sayang,, aku nggak kenapa-kenapa kok,, jangan bilang sayang mau mengurung aku di dalam rumah terus selama aku hamil?" tanya Friska sambil melihat Kenan dengan tatapan mata penuh selidik.


Kenan tanpa ragu menganggukkan kepalanya menandakan dugaan Friska benar.


"Iya sayang supaya kandungan mu selalu aman,," ucap Kenan yang membuat Salsa dan Ela menahan tawanya. Tidak pernah terbayangkan jika Friska di rumah terus tidak keluar-keluar bisa-bisa Friska gila di dalam rumah terus.


"Ishhh apaan sih sayang,, aku nggak mau pokoknya aku nggak mau,, ibu hamil juga itu butuh refreshing,, iya kali aku di dalam rumah terus,," omel Friska.

__ADS_1


"Iya boleh keluar tapi kalau sama aku,, tapi aku lebih tenang kalau kamu di rumah terus sayang,, kan aman banget,," ucap Kenan lagi yang memang belum ada pengalaman sama sekali mengenai istri hamil karena baru kali ini istrinya hamil,, jadi menurut Kenan selama di dalam rumah,, kandungan Friska akan sangat aman. Bahkan Kenan sudah berencana ketika pulang dari puncak,, Kenan akan banyak menyiapkan pelayan untuk Friska agar istrinya selalu terjaga selama dirinya ke perusahaan,, Friska tidak boleh mengerjakan apapun.


"Oh yah aku mau beritahu mama dan ayah,, pasti mereka akan sangat bahagia,,," ucap Kenan lagi.


Friska langsung menahan Kenan ketika ingin menelepon mertuanya.


"Jangan dulu sayang,, nanti aja kita berikan surprise kepada mereka,, untuk saat ini biar kita aja dulu yang tau,, dan satu lagi aku nggak mau yah di dalam rumah terus,,," ucap Friska tak ingin dikurung selama hamil.


Ela dan Salsa hanya tersenyum melihat Friska dan Kenan,, melihat bagaimana Kenan sudah menjadi suami yang siaga.


####################


Malam harinya....


"Sayang,, aku pengen jagung bakar,," rengek Friska sambil bergelayut manja pada lengan Kenan yang sedang melihat ponselnya.


"Ok sayang,, aku akan pergi membelikan jagung bakar,, istriku dan anakku tunggu disini yah,, papa berangkat sekarang,," ucap Kenan dengan semangat padahal Kenan baru saja selesai mengurus beberapa pekerjaan kantor yang dikirimkan oleh Juan,, tapi demi istri dan calon anaknya tidak ada kata capek.


Kenan mencium bibir Friska sambil mengelus perut Friska yang masih rata.


Ela dan Salsa hanya saling pandang dengan pipi merona melihat kejadian itu,, Friska dan Kenan tidak menyadari sama sekali jika Ela dan Salsa melihat mereka.


"Ikut sayang,," rengek Friska.


"Hah? sayang jangan ikut,, dingin sayang diluar,," ucap Kenan khawatir.


"Ishh mau ikut sayang,," ucap Friska lagi yang semakin manja.


"Baiklah sayang,, tapi tunggu dulu yah,," Kenan segera mengambilkan jaket dan memakaikan ditubuh istrinya.


"Ayo kalian juga ikut,, kita jalan-jalan sekalian,," ucap Friska kepada kedua sahabatnya.


"Beneran boleh?" tanya Ela sambil merasa tidak enak pada Kenan.


"Tentu boleh,, kalian bebas mau jajan apa saja biar aku yang bayar,," ucap Kenan.


"Iya,, iya kami ikut,," ucap Ela dan Salsa bersamaan.

__ADS_1


#################


Sementara di tempat lain..


"Kalian yakin akan mendapatkan kesempatan mencelakai Kenan?" tanya Pria itu.


"Iya yakin Tuan,, ini satu-satunya kesempatan,, dia sedang berada dipuncak bersama istrinya dan juga teman-teman istrinya,, tapi Kenan Mahardika pasti akan pulang,, karena dia pasti sibuk di perusahaan,, aku mendapatkan sedikit informasi mengenai jadwalnya,, tidak tau betul atau tidak tapi kemungkinan besar betul Tuan,, karena tadi aku mendengar sendiri percakapan Asistennya ketika makan di kantin,,, tinggal tunggu dia pulang lalu kita menjalankan rencana Tuan,, aku juga sudah menyiapkan semuanya agar kita tidak ketahuan,, karena Tuan juga ikut jadi aku juga menyiapkan untuk Tuan," ucap anak buah pria itu.


Pria itu tersenyum senang.


"Lakukan serapi mungkin,, buat seperti kecelakaan,, Kenan harus mati dalam waktu dekat ini,," ucap pria itu.


"Siap Tuan,,"


"Tapi,, istrinya tidak akan ikut kan?" tanya pria itu khawatir karena tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Friska,, dia hanya menginginkan Kenan tiada.


"Tidak Tuan,, istrinya tiga hari di puncak,, tentu Kenan Mahardika akan pulang sendiri,,"


"Bagus,,"


"Tuan,, itu mobilnya,," ucap anak buah pria itu sekaligus terkejut karena baru merencanakan tiba-tiba Kenan muncul dengan sendirinya.


"Yakin?" tanya pria itu.


"Sangat yakin Tuan,, siapa lagi yang punya mobil semewah itu,, meskipun Kenan Mahardika selalu mengganti mobil,, tapi sangat mudah mengetahuinya karena mobilnya selalu mewah dan berharga fantastis,, dan ini salah satu mobilnya Tuan,," ucap anak buah pria itu lagi yang memang sudah mencari tau tentang Kenan.


Sedangkan mobil Kenan tidak tembus pandang sama sekali,, mengakibatkan pria itu tidak dapat melihat siapa saja yang berada di dalam mobil.


"Aku yakin sekarang dia akan pulang,," ucap anak buah pria itu lagi.


"Tunggu apalagi,, lakukan sekarang,, buat seolah-olah kecelakaan," ucap pria itu sambil tersenyum bahagia dan mengingat wajah Friska wanita yang dicintainya.


"Sayang,, kok tiba-tiba ngebut?" tanya Friska heran karena tadi Kenan sangat pelan mengemudikan mobilnya sampai dia hampir tertidur,, lalu tiba-tiba Kenan ngebut.


"Kalian tenang yah,, ada yang mengikuti kita,," ucap Kenan yang sudah menyadari bahwa dirinya sedang diikuti,, Kenan dengan segera memberikan informasi kepada anak buahnya.


Friska,, Ela dan Salsa mulai panik,, Kenan berusaha terlihat tenang,, meskipun dalam hatinya gelisah karena memikirkan nasib kandungan Friska apabila dia ngebut-ngebutan.

__ADS_1


Jalanan sunyi,, Kenan ingin berhenti untuk menghadapi para penguntit itu namun Kenan sangat yakin ketiga wanita yang dibawanya pasti akan ketakutan apalagi Kenan menyadari bukan hanya satu mobil yang mengikutinya dan belum tau apakah para penguntit itu membawa senjata tajam atau tidak. Kenan tau istrinya bukan wanita yang lemah tapi saat ini keadaannya beda saat ini Friska sedang mengandung,, Kenan tidak ingin melibatkan istrinya dalam bahaya,, Kenan sangat tidak mau istrinya kenapa-kenapa nantinya. Kalaupun akan kehilangan calon anaknya dalam ngebut-ngebutan ini,, Kenan pasrah walaupun sangat berat asal Kenan tidak kehilangan Friska dan juga Friska jangan sampai kenapa-kenapa. Kehilangan Friska sama saja kehilangan hidupnya.


######.......#########


__ADS_2