
"Sayang," ucap Kenan karena melihat istrinya langsung diam.
"Aa.. apa?" tanya Friska gugup.
"Kamu maunya bulan madu dimana?" tanya Kenan sambil mengusap lembut rambut istrinya itu.
"Emm,, ak..aku," ucap Friska yang langsung gugup sendiri mendapat pertanyaan seperti itu dari suaminya.
"Iya, ayo bilang dimana sayang," ucap Kenan lagi.
"Em.. emang kita harus bulan madu gitu?" tanya Friska pada akhirnya.
Kenan pun tersenyum begitu mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Iya dong istriku, kita itu sudah lama menikah dan aku pasti akan meminta hak aku sebagai suamimu, aku pengen punya anak loh sayang," ucap Kenan masih mengelus lembut rambut istrinya.
"Kamu suka anak kecilkan?" tanya Kenan.
Friska pun menganggukan kepalanya.
"Iya cocok kalau gitu," ucap Kenan senang.
"Sekarang kamu mau bulan madunya dimana, heem?" tanya Kenan lagi.
"Dimana-mana ajah yang menurut kamu bagus aku ikut saja," jawab Friska pada akhirnya.
"Seriusan sayang?" tanya Kenan.
"Iya," ucap Friska tapi di wajahnya tampak memikirkan sesuatu.
"Kamu lagi mikirin apa istriku?" tanya Kenan dengan penuh perhatiannya.
"Emm apa kita akan melakukan itu nanti?" tanya Friska dengan polosnya.
Kenan langsung tertawa begitu mendengar pertanyaan istrinya itu.
"Kamu kok ketawa sih," ucap Friska tidak terima melihat reaksi Kenan.
"Kamu lucu sayang, iya dong kita bakalan lakuin itu, gimana mau punya anak kalau nggak lakuin itu," ucap Kenan gemas.
"Aku nggak bakalan menahan diri lagi sayang nanti, dan itu pertama kalinya juga kok buat aku," ucap Kenan.
"Bohong banget, jangan-jangan kamu udah gitu lagi sama mantanmu itu," cibir Friska.
"Ya ampun nggak sayang, aku itu ciuman pertama kali ajah sama kamu loh, ingat nggak pertemuan pertama kita yang penuh drama itu," ucap Kenan.
Friska pun langsung tertawa begitu mengingat semua itu, bagaimana dia langsung nyosor mencium Kenan di tempat umum lagi.
"Ekspresi begini pasti ingat banget tuh," ucap Kenan.
"Aku pikir kamu ini gadis nggak benar loh karena main nyosor-nyosor ajah, tapi pas menikah dengan kamu, aku tahu kamu itu cuma centil ajah," ucap Kenan.
"Dan sayang jangan pernah lakukan itu lagi kepada orang lain, sama aku ajah kamu pernah melakukan itu," ucap Kenan serius..
__ADS_1
"Iyalah sayang," ucap Friska.
"Jadi aku nih yang nentuin mau bulan madu dimana?" tanya Kenan lagi.
"Iya sayang aku ikut ajah lagian kamu yang punya uang juga," ucap Friska enteng.
"Uangku yah uangmu juga sayang," ucap Kenan lagi.
"Hemm," ucap Friska.
"Kamu mau nggak kita keluar jalan-jalan hari ini?" tanya Kenan.
"Mau sih sayang tapi nanti aku sendiri ajah, kamu lebih baik kerja ajah," ucap Friska.
"Ya ampun sayang nggak mungkin lah aku pasti menemani kamu," ucap Kenan cepat.
"Ya udah aku disini ajah nemenin kamu kerja, nggak jadi jalan-jalannya," ucap Friska.
"Kok gitu sayang?" tanya Kenan.
"Yah kamu kerja ajah nggak usah keluar jalan-jalan biar kamu cepat balik, aku nggak suka di rumah sendirian terus kamu jauh lagi," ucap Friska sambil memeluk Kenan.
"Baiklah karena istriku maunya gitu," ucap Kenan yang sangat bahagia di dalam hatinya karena jarang sekali istrinya mau berbicara seperti itu padanya.
"Terus sekarang kenapa kamu nggak kerja malahan kamu asik-asik tidur tadi?" tanya Friska penuh selidik.
Mati aku kenapa dia menakutkan sekarang batin Kenan.
"Emm sayang karena aku lelah banget jadi aku istirahat sebentar," alasan Kenan karena dia tidak mau sampai ketahuan kalau dia tadi ikutan tidur karena ingin dekat dengan istrinya.
Berhasil batin Kenan.
"Nggak usah sayang, pijitin aku ajah yah," ucap Kenan lagi.
"Ya udah ayo baring aku pijitin sayang," ucap Friska.
Kenan pun mengikuti perintah istrinya itu dengan membuka bajunya terlebih dahulu.
"Kok buka baju?" tanya Friska.
"Biar lebih berasa sayang kalau kamu mijitin," ucap Kenan.
Friska pun mulai memijat Kenan.
"Kamu emang serba bisa sayang, jadi tukang pijat ajah pintar," ucap Kenan.
"Ya udah aku buka deh tempat pijat di rumah nanti kalau pulang, lumayan kan uangnya" ucap Friska santai.
"Ihh enak ajah kamu hanya boleh mijitin aku sayang, jangan mijitin orang lain," ucap Kenan cepat.
"Heem dasar,"
"Serius loh ini," ucap Kenan.
__ADS_1
"Iya, aku juga cuma bercanda tadi," ucap Friska.
"Oh iya gosip yang kamu maksud apaan sih sayang?" tanya Friska.
"Honeymoon itu atau yang lain?" tanya Friska lagi yang tiba-tiba teringat dengan ucapan Kenan sebelumnya.
"Oh iya sayang aku hampir saja lupa," ucap Kenan.
"Gosipnya itu mengenai Juan dan Ela sayang," ucap Kenan lagi.
"Haa, kenapa mereka berdua?" tanya Friska yang sudah penasaran.
"Aku tadi bohongin Juan, bilang kalau Ela sudah punya gebetan baru" ucap Kenan lagi lalu tertawa.
"Seriusan, terus gimana tuh tanggapan om Juan?" tanya Friska lalu tertawa juga.
"Biasa sayang, dia masih so cool gitu, nggak mau mengakui perasaannya yang sebenarnya sih aku liat dia ada perasaan juga sama Ela hanya dia nggak mau mengakuinya," ucap Kenan.
"Tahu nggak waktu aku bilang sayang dia itu langsung berubah jadi lemas gitu, nggak bersemangat," ucap Kenan lagi sambil berbalik menghadap ke istrinya.
"Wah berarti cinta Ela nggak bertepuk sebelah tangan dong," ucap Friska senang.
"Iya sayang," ucap Kenan sambil menarik Friska agar baring di sampingnya lalu dia memeluknya.
"Makanya kamu bantu aku ngerjain Juan yah," ucap Kenan lagi.
"Okelah suamiku," ucap Friska.
"Apa sekarang aku ke ruangan om Juan ajah, aku pengen lihat gimana sekarang keadaan om Juan, lagi galau kah atau lagi gimana," ucap Friska.
"Emm boleh juga sayang," ucap Kenan.
"Emm tapi aku pengen nutupin leher aku dulu," ucap Friska yang teringat dengan lehernya akibat perbuatan Kenan.
"Aku udah siapin sayang," ucap Kenan sambil memberikan sesuatu kepada Friska agar menutupi tanda yang ada di lehernya.
Friska pun tersenyum lalu mengambilnya.
"Sini biar aku pakaikan," ucap Kenan sambil mengambil kembali yang ada di tangan Friska lalu segera memakaikan kepada istrinya itu.
Setelah selesai, Friska pun segera ke luar bersama Kenan juga yang hanya mengantar istrinya lalu kembali ke ruangannya lagi.
Juan yang berada di dalam ruangannya berusaha fokus namun tetap saja ada kekesalan di dalam hatinya dan juga ucapan-ucapan Kenan yang masih terngiang-ngiang.
"Hai om Juan," ucap Friska yang langsung mengagetkan Juan karena tiba-tiba bersuara, Juan tidak mengunci pintu ruangannya.
"Nona, saya kira siapa," ucap Juan.
"Aku boleh duduk disinikan? abis kalau di ruangan suamiku, dia jadi nggak konsentrasi buat kerja," alasan Friska.
Memang Nona, dan pekerjaannya dia berikan padaku batin Juan.
"Iya Nona," ucap Juan.
__ADS_1
"Emm Nona saya ingin menanyakan sesuatu, boleh?" tanya Juan.
"Tentu saja boleh," ucap Friska.