
Matahari telah keluar memancarkan sinar yang begitu terang.
Terbitnya yang tidak sama dengan sang fajar, dimana langit mulai nampak terang. Seperti biasa pagi itu nampak begitu indah, langit yang tadinya kelabu kini mulai memudar tergantingkan oleh sinar sang surya yang begitu menyejukan hati. Sepasang suami istri yang tengah di mabuk kasmaran masih tertidur lelap di bawah selimut berwarna tulang.
Sinar mentari yang mulai menembus melalui celah jendela tanpa sengaja mengenai wajah kedua insan yang masih tidur lelap.
Kenan yang merasakan sesuatu yang menyilaukan matanya dengan segera mengerjab-ngerjabkan matanya lalu perlahan mulai membuka kedua matanya.
Kenan yang sudah terbangun duluan segera melihat wajah istrinya yang masih tertidur lelap, bahkan sinar matahari yang mengenai wajahnya tidak menganggu tidur lelapnya. Friska samakin cantik begitu terkena sinar matahari, Kenan terus tersenyum begitu melihat istrinya wanita yang sangat di cintainya itu.
"Tidurlah sayang pasti kamu sangat lelah sampai-sampai terkena sinar matahari pun kamu tidak bangun," gumam Kenan sambil mengelus wajah cantik istrinya itu lalu dia memberikan kecupan di pipi istrinya.
Benar-benar nggak menyangka kalau akhirnya kepada dialah aku jatuh cinta sejatuh-jatuhnya, aku menanam benihku pada dia, padahal dulu aku menganggapnya hanya anak kecil tapi sekarang anak kecil ini bisa membuatku tergila-gila padanya, bisa mengontrol aku, aku bahkan tidak bisa melawan anak kecil ini, aku sangat mencintai kamu istriku, semoga kamu cepat mengandung, aku benar-benar tidak sabar ingin memiliki anak dari kamu, kalau perempuan pasti cantik karena mamanya cantik dan kalau cowok pasti ganteng karena papanya ganteng, benar-benar bibit unggul batin Kenan.
Kenan kembali tidur dan mengeratkan pelukannya kepada istrinya yang masih tertidur lelap, Kenan merasakan sentuhan hangat kulit mereka yang sama-sama tidak menggunakan sehelai benang pun, ada sensasi dan getaran lagi yang di rasakan Kenan pagi itu begitu memeluk tubuh polos istrinya, Kenan mengecup-ngecup leher istrinya sambil memeluk tubuh istrinya protektif.
Friska masih belum terbangun, Friska memang benar-benar lelah karena pergulatan panas dengan suaminya yang hampir sampai pagi.
Kenan kembali mengingat bagaimana dirinya semalam terus berpacu di atas tubuh istrinya, seutas senyum kepuasan kembali terlukis di bibirnya.
Bagaimana dia bisa seimut itu semalam, batin Kenan.
Kenan terus melihat wajah cantik istrinya sambil mengelus lembut wajah istrinya, hingga mata Kenan melihat tanda kepemilikan yang dia buat di tubuh istrinya begitu banyak.
Ya ampun aku benar-benar buas, bagaimana bisa tubuh istriku yang putih mulus bisa jadi begini, penuh dengan tanda kepemilikanku, aku benar-benar tidak bisa menahan diri batin Kenan.
Kenan menyingkap anak rambut istrinya sedikit yang menutupi wajah cantik istrinya.
Aku benar-benar bahagia akulah orang pertama yang melakukannya dengannya, kamu benar-benar sudah menjadi milik aku seutuhnya, terima kasih sudah menjaga dirimu sayang batin Kenan sambil mengingat bagaimana dia membuka segel yang lumayan susah tapi juga benar-benar nikmat.
Kenan yang masih terus memperhatikan wajah istrinya, tiba-tiba Friska mulai menggeliatkan tubuhnya lalu pelan-pelan mulai mengerjab-ngerjabkan matanya.
__ADS_1
"Pagi istriku sayang," ucap Kenan lalu memberikan ciuman di bibir istrinya.
"Ciuman selamat pagi," ucap Kenan sambil tersenyum.
Friska pun tersenyum sambil memajukan tubuhnya ke suaminya lalu memeluk manja suaminya, kepala Friska berada di dada Kenan.
"Pagi sayang," ucap Friska lalu kembali menutup matanya lagi sambil memeluk Kenan.
"Kamu benar-benar lelah yah sayang?" kata Kenan.
"Emm,"
"Ya udah tidur lagi ajah sayang," ucap Kenan sambil memeluk dan mencium rambut istrinya.
"Udah nggak bisa yank, aku pengennya peluk-peluk kamu ajah," ucap Friska manja sambil mengangkat dagunya melihat Kenan yang sedang berbaring sambil memeluk dirinya dengan senyum yang tersungging di bibirnya.
"Iya peluk ajah sayang, aku malahan sangat senang kalau kamu lagi manja begini," ucap Kenan lalu mengecup pipi istrinya gemas.
Jangan memancingnya Friska tapi aku sangat ingin di peluk-peluk dengan dia, hemm pura-pura nggak tahu ajalah aku lagi pengen manja-manja nih batin Friska.
Kenan memang sudah mode on lagi, namun dia menahannya dulu karena istrinya baru bangun dan istrinya lagi manja pada dirinya.
"Sayang aku mau mandi dulu," ucap Friska lalu segera bangun dari tidurnya dan ingin segera beranjak dari tempat tidur.
"Aww," ringis Friska karena merasakan perih di area kewanitaannya.
"Kenapa sayang?" tanya Kenan khawatir sambil melihat istrinya.
"Ini perih banget," ucap Friska sambil memberi isyarat kepada Kenan tentang apa yang dia maksudkan.
"Pasti perih gini karena semalam kamu gitu amat lakuinnya, bar-bar terus berhentinya sebentar ajah," kata Friska sambil melihat suaminya itu yang hanya tersenyum.
__ADS_1
"Maaf istriku sayang abis enak sih dan pengen juga cepat-cepat dapat penerus jadi gitu deh, ayo sini aku gendong untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku semalam," ucap Kenan lalu segera menggendong istrinya tanpa menunggu persetujuan istrinya lagi.
"Jangan lihat-lihat disini," ucap Friska malu karena Kenan menggendongnya tanpa menggunakan sehelai benang pun begitu juga dengan Kenan.
"Nggak usah malu sayang kan aku udah lihat semuanya semalam, sudah menjamah semuanya, bahkan sudah merasakannya juga, jadi nggak usah malu pada suamimu sendiri," ucap Kenan lalu tersenyum melihat istrinya.
"Isshh mesum banget," ucap Friska.
"Yank turunin aku, aku bisa kok jalan sendiri walaupun perih gini," ucap Friska.
"Nggak usah jalan sendiri sayang biar aku yang gendong saja aku juga mau mandi bersama kamu," ucap Kenan.
"Ihh aku duluan yank baru kamu," kata Friska cepat.
"Nggak mau, aku maunya barengan," kata Kenan.
"Mau mandi dimana sayang di kolam renang dulu atau langsung di bathtub?" tanya Kenan yang masih menggendong istrinya.
"Di bathtub aku sendiri kan sayang?" tanya Friska.
"Berdua dong sayang," ucap Kenan sambil nyengir.
Ya ampun perasaanku jadi tidak enak, pasti dia bakalan macam-macam lagi nih, batin Friska.
"Dimana sayang kamu maunya?" tanya Kenan lagi.
"Kolam renang ajah yank," jawab Friska pada akhirnya.
"Siap bos," ucap Kenan lalu segera membawa istrinya ke kolam renang pribadi yang ada di dalam kamar mereka tidak jauh dari bathtub, yang sudah di hias seindah-indahnya.
Sedangkan di tempat lain, Dafa lagi ingin mengajak Friska dan yang lainnya buat keluar jalan-jalan untuk sekedar mereka ngumpul-ngumpul lagi, sebenarnya Dafa ingin bertemu dengan Friska juga walaupun mereka belum lama habis bertemu tapi tetap saja beda karena akhir-akhir ini mereka sibuk dengan ujian.
__ADS_1
Dafa segera mengirimkan pesan di grup whatsapp mereka.