Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tante yang sabar yah,,,


__ADS_3

Friska pun tersenyum mendengar ucapan Raka.


"Makasih kak tapi ini tuh bukan cuma masakan aku kak tapi masakan mama juga," ucap Friska sambil tersenyum.


"Tapi kan ada campur tangan dari kamu juga," ucap Raka.


"Ekkhm," batuk Kenan yang penuh dengan peringatan yang sudah tentu di mengerti dengan Raka.


"Astaga aku lagi jujur loh di batuk in segala," cibir Raka.


"Makan aja Raka nggak usah ribut," ucap Juan pelan namun masih di dengar oleh Raka.


Raka pun mengikuti ucapan Juan.


"Sayang masakan kamu sangat enak," ucap Kenan yang tidak mau kalah dengan Raka.


Friska hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya itu,, karena tiap hari juga Kenan selalu memuji masakannya.


"Kok kamu nggak bilang makasih sama aku," ucap Kenan.


"Makasih suamiku," ucap Friska sambil tersenyum manis pada Kenan.


Raka hanya melongo melihat kelakuan Kenan yang tak mau kalah dengan dirinya.


Dasar Kenan nggak mau ngalah banget,, batin Raka.


############


Begitu selesai sarapan mereka pun pamit untuk ke kantor.


"Sayang aku ke kantor dulu yah kamu di rumah aja bersama mama jangan kemana-mana,, kalau mau kemana-mana beritahu aku dulu yah," ucap Kenan sambil menangkup kedua pipi Friska di hadapan Raka,, Juan dan mamanya sendiri.


"Iya,, iya,, tapi jangan gitu dong,, malu dilihatin sama mereka," ucap Friska sambil melihat ketiga orang yang berada didekatnya.


"Iya nih Kenan masih ada kita juga ehh malah begitu," ucap Raka.


"Biarin,, kamu iri kan kasian banget sih,,, makanya cari istri jangan jomblo terus,," ledek Kenan.


Raka hanya mencebikkan bibirnya saja begitu mendengar ucapan Kenan.


"Kak Raka yang sabar yah kalau digangguin,, makanya kak Raka bawa cewek juga biar nggak di gangguin terus," ucap Friska yang hampir membuat Juan tertawa.


Kasian banget sih Raka,, haduhh Nona Friska dia itu belum move on dari Nona,, makanya dia seperti sekarang ini jomblo terus,, untung saja waktu itu aku bisa move on dari Nona,, nggak susah seperti si Raka ini,, kasian benar nasib kamu Raka,, batin Juan yang memang pernah menyukai Friska juga.

__ADS_1


"Iya dek cantik aku akan bawa kalau udah nemu yang seperti kamu,, atau kalau kamu," ucap Raka lalu lari sembunyi di belakang mama Kenan.


Mama Kenan hanya tertawa melihat kelakuan Raka dan anaknya.


"Awas kamu yah Raka,, berani sembunyi kamu yah," omel Kenan.


"Yah abis kamu udah mode menakutkan,," ucap Raka.


"Selamat kamu yah ada mama," ucap Kenan.


Raka hanya nyengir di belakang mama Kenan,, sedangkan Friska seperti mendapatkan hiburan di pagi hari akibat kedatangan Raka.


"Ayo,, ayo ke kantor nggak usah ribut terus," ucap Mama Kenan.


"Iya tante ini aku mau ke kantor,, tapi Kenan jauh-jauh dulu dong,, takut aku mau izin,," ucap Raka.


"Aku juga nggak mau dekat-dekat sama kamu Raka," ucap Kenan lalu salam kepada mamanya.


"Sayang aku ke kantor dulu yah,," ucap Kenan lalu segera memberikan ciuman di pipi dan terakhir di bibir Friska di hadapan mamanya,, Juan dan Raka.


"Isshh malu," ucap Friska pelan setelah Kenan melepaskan ciumannya,, namun masih di dengar Kenan.


Kenan malah menambah ciumannya.


Sedangkan Juan memperhatikan betul-betul sambil malu-malu membayangkan kalau dia akan seperti itu juga nanti pada Ela kalau sudah menikah.


"Sirik aja kamu," ucap Kenan yang memang sengaja memperlihatkan pada Raka kalau Friska adalah miliknya.


"Juan," ucap Raka sambil ingin mencium Juan juga namun tangan Juan langsung mendorong Raka.


"Apa-apaan sih kamu Raka,, aku masih normal nggak doyan sama sesama,, jauh-jauh sepuluh meter dari aku," ucap Juan.


Mereka benar-benar tertawa begitu mendengar ucapan Juan.


"Apaan sih Juan lebay banget,, bercanda aku,, ku pikir tadi kamu itu cewek," ucap Raka lalu tertawa lagi.


"Isshh,, isshh amit-amit," ucap Juan sambil bergidik ngeri.


"Apaan sih Juan bercanda woy,, bercanda,," ucap Raka.


"Aku mau pamit dulu deh,, nggak sanggup disini lama-lama melihat kemesraan,, nyesek hati aku," ucap Raka lalu segera salam dan pamit kepada semuanya.


Begitu pun Kenan dan Juan.

__ADS_1


############


Meskipun mereka berangkat bersama tapi Raka dengan cepat mengemudikan mobilnya karena takut kalau Kenan masih dendam dan juga jarak kantor lebih jauh kantor Raka.


"Lihat tuh pasti sengaja bawa mobil ngebut gitu karena takut pasti," ucap Kenan sambil menggelengkan kepalanya.


"Si Raka kan memang seperti itu,, tapi aku heran banget sama dia tuan,, kenapa susah banget move on dari Nona Friska,, padahal mereka itu mungkin kenalan dan jalan berdua nya nggak terlalu lama," ucap Juan sambil mengingat pertemuan Friska dan Raka itu ketika Friska keluar dari rumah.


"Hmm iya sih,, tapi mungkin karena dia baru jatuh cinta jadi seperti itu,, salahku waktu itu istriku jadi keluar rumah,, coba saja kalau waktu itu aku menjaganya baik-baik pasti dia akan di rumah terus nggak bakalan ketemu Raka,, nggak bakalan jalan dan makan malam dengan Raka," ucap Kenan sambil mengingat dirinya yang dulu sangat bodoh karena tidak sadar kalau istrinya itu sangat cantik juga baik dan banyak pria yang bisa-bisa jatuh cinta ketika melihat Friska.


"Iya juga sih Tuan,, dia kan baru jatuh cinta," ucap Juan.


############


Sementara Syeila yang baru bangun benar-benar tidak semangat di pagi hari karena mengingat kejadian dia semalam yang sangat memalukan. Dia bahkan keluar rumah pun malas karena takut akan di hina orang.


Syeila langsung teriak di dalam kamarnya.


"Ini semua karena anak kecil itu,, awas saja kamu kalau kita bertemu lagi,, aku akan memberikan kamu pelajaran anak kecil,,, gara-gara kamu aku jadi malu banget semalam,, dan ini pasti sangat berpengaruh buat aku,," ucap Syeila kesal.


Lalu tiba-tiba ponselnya berdering dengan segera dia melihat nama kontak yang menelepon dirinya dan berharap itu adalah Juan,, namun harapannya sia-sia karena bukan Juan yang meneleponnya melainkan Ela.


Dengan malas Syeila mengangkat panggilan telfon dari Ela.


"Halo Ela ada apa?" tanya Syeila langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Ela.


Pasti sekarang dia lagi malu banget dehh, batin Ela sambil tertawa di dalam hatinya.


"Tante nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Ela.


"Iya nggak kenapa-kenapa kok,, semalam itu karena kelakuan anak kecil,, makanya sampai seperti itu,, dan aku akan membalas dia," ucap Syeila yang sudah mengerti dengan maksud Ela.


Hmmm mau ngerjain Friska,, dia nggak tau aja kalau tempat dia bicara ini adalah sahabatnya,, dia pikir semudah itu apa balas Friska,, batin Ela.


"Ya ampun tante yang sabar yah," ucap Ela.


"Iya, tante tutup dulu yah,, tante ingin menenangkan diri dan memikirkan apa yang akan aku lakukan nanti," ucap Syeila.


"Oh iya tante," ucap Ela.


Syeila pun langsung menutup panggilan telfonnya dengan Ela begitu mendengar ucapan Ela.


Sementara Raka tiba-tiba kepikiran dengan Salsa yang akan diperintahnya lagi,, dengan segera Raka mengambil ponselnya dari kantong celananya.

__ADS_1


__ADS_2