Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Bab paling author susah bikinnya


__ADS_3

Setelah makan malam Kenan pun mulai mendekati istrinya yang sedang duduk di tepi kolam renang. Mereka kini tengah duduk berdampingan di tepi kolam renang. Raut wajah sepasang suami istri yang terlihat saling mencintai satu sama lain. Seutas senyum terus mengembang di saat keduanya saling beradu pandang.


Melihat senyum Kenan, Friska mulai kepikiran akan haknya Kenan yang belum dia dapatkan sampai sekarang.


Friska memikirkan bagaimana responnya nanti jika Kenan mengajaknya untuk melakukan malam pertama yang akan menjadi sejarah buat Friska. Begitu memikirkan itu Friska gugup dan takut. Tampak terlihat wajah ketegangan di wajah cantik Friska malam itu.


Kenan melihat ketegangan di wajah istrinya itu dan Kenan mengerti karena sebenarnya Kenan juga tegang akan melakukan itu, melakukan hal baru yang akan dia lakukan malam ini, dan Kenan sudah yakin akan melakukannya malam ini, dia akan meminta haknya malam ini secara pelan-pelan.


Kenan membawa istrinya itu ke dalam dekapannya. Friska berusaha menetralisir perasaannya sendiri. Sesekali Friska menghirup udara secara perlahan melalui celah hidung dan mulutnya lalu Friska mengeluarkannya secara perlahan juga.


"Sayang," ucap mereka bersamaan dan membuat mereka berdua tampak malu-malu.


"Emm kamu duluan ajah yang bicara," kata Friska sambil menyembunyikan perasaan malunya.


"Kamu saja yang duluan istriku," ucap Kenan sambil mencium rambut istrinya.


"Emm itu aku mau mandi lagi," ucap Friska sambil merutuki bibirnya kenapa dia berbicara seperti itu padahal sebenarnya Friska ingin membicarakan hal lain.


Friska merasakan panas jadi secara refleks dia mengatakan kalau dia ingin mandi lagi.


"Tadikan sudah sayang," ucap Kenan.


"Emm itu anu panas,,iya panas jadi aku mau mandi lagi," ucap Friska yang tiba-tiba kepikiran akan menghilangkan kegugupannya dengan mandi. Siapa tahu habis mandi dia tidak gugup dan deg-degkan lagi.


"Oh iya tapi jangan lama-lama nanti kamu sakit sayang," ucap Kenan.


"Iya nggak kok, aku pakai baju kamu saja yah sayang, bajuku terlalu sexy-sexy semuanya," kata Friska sambil melihat Kenan.


"Emm nggak boleh sayang, ayo ikut aku," ucap Kenan dan Friska pun segera mengikuti suaminya.


Kenan tampak memilihkan baju untuk Friska dengan dalamannya.


"Pakailah ini," ucap Kenan sambil memberikan lingerie yang sudah di pilihnya itu.


Friska tampak terkejut dengan lingerie pilihan Kenan, lingerie itu yang rencananya Friska tidak ingin pakai tapi malahan Kenan menyuruhnya untuk memakai lingerei itu.


Dengan berat hati Friska mengambil lingerie itu karena tidak tega melihat Kenan yang tampak sangat ingin melihat Friska memakai itu.


Friska segera masuk ke dalam kamar mandi dan Kenan segera duduk di sofa untuk menunggu istrinya selesai mandi.


Perasaan Friska di dalam kamar mandi benar-benar campur aduk.


#######


Kenan yang mendengar suara langkah kaki mendekat ke arahnya pun segera menoleh ke asal sumber suara. Dilihatnya Friska dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Kenan nampak menelan salivanya dengan kasar disaat melihat pemandangan indah yang kini berada di depan matanya.

__ADS_1


Sekarang Friska tengah berdiri mengenakan lingerie berbentuk Chemise, dengan tali spaghetti yang adjustable dan berbahan sutera lembut. Panjangnya hanya sebatas lutut Friska, dengan cutting yang lebih ketat sehingga mampu menonjolkan beberapa lekuk tubuhnya.


Lingerie berwarna merah maroon yang cukup kontras dengan warna kulit Friksa saat ini, malahan mampu menambah kesan sexy bagi Friska yang menggunakannya.


Lingerie yang sedang digunakan Friska terkenal dengan harganya yang sangat mahal di dunia. Lingerie itu bermerk Carine Gilson merupakan brand milik desainer asal Belgia yang sangat terkenal.


Sementara Friska masih mencoba menetralisirkan dirinya sendiri agar tidak terlihat gugup di depan Kenan. Friska mencoba tersenyum ke arah Kenan yang sedang memandangnya meskipun sekarang jantungnya sedang berpacu tak menentu.


Friska berjalan semakin mendekat ke tempat Kenan duduk. Jantung Kenan pun ikut berdegup kencang, getarannya tidak bisa dia kondisikan. Melihat istrinya berpakaian begitu sexy dengan senyum manis yang mengarah kepadanya membuat seluruh tubuhnya sesaat begitu terhipnotis dengan makhluk ciptaan Tuhan di hadapannya itu. Dengan susah payah Kenan menahan gejolak di tubuhnya yang semakin menjadi itu.


Dia benar-benar sangat cocok memakai lingerie itu, kalau begini aku benar-benar ingin langsung memakannya batin Kenan.


Friska kini tengah berdiri di hadapannya sementara Kenan lagi mencoba menahan nafsunya.


Kenan sangat ingin langsung membawa Friska ke tempat tidur begitu melihat Friska yang berpakaian sexy itu.


Sabar Kenan sabar,, pelan.. pelan kamu meminta hakmu kan tidak bagus kalau kamu sampai mendapat tendangan dari istrimu sendiri batin Kenan.


Kenan langsung menarik Friska agar duduk di pangkuannya. Sesaat mata Friska terpejam begitu merasakan sesuatu yang tanpa sengaja menggesek tubuh bagian bawahnya.


"Sayang," ucap Kenan dengan sangat lembut sambil membelai pipi Friska.


"Emm," ucap Friska.


"Aku sangat mencintai kamu, apa kamu juga sudah mencintai aku sekarang?" tanya Kenan, meskipun Kenan yakin bahwa Friska sudah mencintainya tapi Kenan tetap ingin mendengar dari bibir istrinya langsung.


"Iya, aku ingin mendengar langsung jawaban kamu," ucap Kenan.


"Iya aku juga sangat mencintai kamu," ucap Friska dengan pipi merona sambil tersenyum malu-malu.


Kenan langsung memberikan ciuman di bibir istrinya begitu mendengar jawaban istrinya.


"Apa aku boleh meminta hak aku sekarang?" tanya Kenan dengan mata yang mulai sedikit meredup, tatapan penuh cinta untuk wanita yang sedang berada di pangkuannya saat ini.


Friska pun menganggukan kepalanya dengan malu-malu.


Melihat istrinya yang mengizinkan dia, Kenan dengan segera menarik tengkuk Friska, di ciumnya bibir Friska yang sangat merah merona nan menggoda itu, Kenan menciumnya secara perlahan dan lembut menikmati setiap sentuhan bibir keduanya hingga perlahan ciuman mereka semakin dalam dan panas. Kenan menggerakkan lidahnya untuk menyapu bersih bibir istrinya itu. Lidah mereka saling membelit mereka tengah merasakan gelora yang dahsyat dan juga memabukan.


Kenan memang sudah ahli kalau masalah berciuman karena semenjak menikah dengan Friska hal itulah yang sangat dia sukai untuk dia lakukan pada istrinya sedangkan Friska masih mencoba mengimbangi Kenan.


Sesaat keduanya menghentikan ciuman panas mereka untuk menghirup oksigen yang mulai habis, mereka berdua saling bertatapan dan Friska menggigit bibir bawahnya membuat Kenan semakin tidak tahan lagi, Kenan memberikan ciuman lagi dibibirnya Friska, kini ciuman Kenan sudah mulai berpindah ke leher dan juga telinga Friska membuat Friska akhirnya mengeluarkan suara desahannya. Kenan semakin menjadi memanjakan tubuh Friska.


Bibirnya sedang bekerja, tak lupa tangannya juga ikut bekerja, Kenan menggerak-gerakan jarinya di punggung Friska menggelitiknya dari atas sampai bawah, menimbukan sengatan yang luar biasa pada tubuh Friska, dia merasakan sensasi yang luar biasa nikmat.


Kenan melepaskan ciumannya dan segera mengangkat tubuh Friska ala bridal style menuju tempat tidur king size yang sangat indah penuh dengan kelopak bunga mawar.


Kenan meletakan tubuh Friska dengan pelan ke kasur itu, lalu segera memberikan ciuman di bibir Friska lagi hingga ciumannya mulai turun ke leher lagi dan memberikan tanda kepemilikannya disitu, Friska merinding bercampur nikmat di seluruh tubuhnya. Ciuman Kenan semakin liar dan panas hingga terkesan semakin menuntut untuk melakukan hal yang lebih.

__ADS_1


"Kamu milikku sayang, I love you," bisik Kenan di telinga Friska


"I love you too sayang," balas Friska terputus-putus akibat ulah Kenan.


Kenan tersenyum mendengar balasan Friska dan melihat Friska yang tampak sangat kenikmatan akibat ulahnya itu, dengan segera Kenan melepas bajunya dan membuangnya kesembarang arah lalu dia melepaskan lingerie istrinya juga dan membuangnya kesembarang tempat.


Kenan benar-benar takjub melihat apa yang ada di depan matanya walaupun dia sudah sering melihatnya juga tapi kali ini berbeda karena dia akan melakukan hal yang lebih dari sekedar seperti bayi. Kenan kembali melanjutkan kegiatannya pada sesuatu yang kenyal-kenyal membuat Friska semakin tidak bisa menahan suaranya dan itu membuat Kenan semakin liar, tangan Kenan yang satunya lagi bekerja di tempat lain.


Friska benar-benar malu ketika mereka berdua sudah tidak memakai sehelai benang pun. Kenan semakin menelan salivanya melihat pemandangan yang sangat indah di depannya dan tentu hanya dia sajalah yang beruntung untuk melihatnya.


Kenan kembali melanjutkan aktivitasnya, Kenan benar-benar terbuai dan menggilai apa yang ada di tubuh istrinya. Friska hanya mendesah kenikmatan sambil membiarkan Kenan melakukan yang dia inginkan.


"Kamu siap sayang?" tanya Kenan dengan tatapan penuh cintanya kepada istri yang sangat di cintainya itu.


Friska pun menganggukan kepalanya dengan malu-malu dan itu membuat Kenan tersenyum dan mengecup bibir Friska lalu segera menarik selimut agar menutupi sedikit tubuh mereka berdua.


"Aku akan melakukannya dengan pelan, jangan menendangku sayang," ucap Kenan lalu mulai mencium bibir Friska.


"Aww," pekik Friska begitu Kenan sudah memulainya.


"Tahan yah sayang, ini susah banget," ucap Kenan sambil mencoba terus dengan perlahan.


Beberapa kali mencoba menerobos tapi masih gagal, masih sangat sempit karena memang belum ada yang pernah mencetak gol sebelumnya, namun perlahan tapi pasti Kenan lakukan.


"Awwww sakit yank," ringis Friska sambil mengeluarkan air matanya, begitu si jon berhasil menerobos pertahanannya. Kini selaput darahnya telah robek mengeluarkan darah. Friska menggigit bibir bawahnya dan mencengkram punggung Kenan.


Kamu milikku seutuhnya sayang batin Kenan yang sangat bahagia, namun dia juga tidak bisa mengabaikan wajah kesakitan istrinya itu.


"Sayang apa sakit sekali?" tanya Kenan sambil menghapus air mata Friska.


Friska pun menganggukan kepalanya.


"Aku akan menghentikannya kalau gitu sayang," ucap Kenan yang tidak tega melihat istrinya kesakitan, dia lebih memilih mengurusnya sendiri di dalam kamar mandi.


"Jangan,,, bukannya kamu sangat menginginkan ini, aku nggak kenapa-kenapa kok, kamu kan bilang habis sakit bakalan enak nanti," ucap Friska dengan polosnya membuat Kenan tersenyum, dia tidak menyangka istrinya itu akan mengingatnya padahal sebenarnya dia asal bunyi saja waktu itu.


Kenan pun berdiam dulu sambil membiarkan si jon berada di dalam sarangnya lalu segera melanjutkan kembali begitu Kenan sudah rasa cukup berdiam dirinya.


Memang benar yang di katakan Kenan, Friska lama-kelamaan rasa sakitnya berganti dengan kenikmatan, sedangkan Kenan benar-benar merasa jauh lebih nikmat melakukannya dengan istrinya daripada harus di kamar mandi melakukannya sendiri.


Entah berapa kali Friska berada di puncaknya hingga akhirnya Kenan juga berada di puncaknya sambil mengeluarkan erangannya.


"Terima kasih sayang aku sangat mencintai kamu," ucap Kenan lalu mencium kening Friska dengan penuh cintanya.


#######


Ketik begini padahal belum ada pengalaman sama sekali rasanya seperti menjadi iron man 😌🙃

__ADS_1


__ADS_2