
Ela.. Ela cuma kamu ajah tahu nggak yang bisa buat aku kayak gini,, aku ajah sampai kaget bisa mengucapkan kata-kata itu tadi,, untung saja tuan Kenan tidak ada,, dan si Raka tidak ada juga,, coba kalau sampai dua manusia itu tahu aku mengucapkan kata-kata seperti itu,,, habislah aku di ledekin... batin Juan.
"Ehh tapi tunggu Ela nggak akan berpikir kalau tadi aku gombalkan karena tadi itu aku nggak lagi gombal kok,, dia memang manis kalau senyum dan juga lihat wajah dia minuman tadi langsung nggak berasa asinnya,, nanti sekarang baru berasa sih asinnya," gumam Juan.
Sementara Ela di dapur lagi memperbaiki detak jantungnya,, akibat ulah Juan.
Kak Juan kok gitu sih,, aku kan jadi deg-degkan,,, duhh siapa lagi yang ajar dia bicara seperti itu,, masa iya senyumku manis bohong banget,, tapi aku senang dia bilang gitu,, gimana dong,, hati dan logikaku nggak sejalan,, batin Ela.
"Astaga dia pacar tantemu Ela,, ingat.. ingat dia pacar tante kamu," gumam Ela sambil membuat minum lagi yang tentu saja rasanya sudah enak.
Sementara di rumah Salsa.
"Ini si Ela jadi nggak sih,, udah karatan gue nunggu dia belum nongol-nongol juga,,, hemm kebiasaan deh,, bikin kesal ajah,, bedak gue udah mau luntur tapi kita belum jalan juga," omel Salsa sambil mondar-mandir kayak setrika.
Telfon ajah kali yah,, gue harus tahu kejelasannya,, batin Salsa lalu segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Ela.
Juan yang mendengar bunyi ponsel Ela berdering segera melihatnya,, karena Ela melupakan ponselnya di sofa.
Hemm ini Salsa nelfon,, pasti mau nanyain keberadaan Ela deh,, angkat atau nggak usah yah,, batin Juan.
"Jangan deh itukan ponsel Ela nggak baik,, nanti datang Ela ajah baru aku beritahu," ucap Juan yang memutuskan untuk tidak menjawab panggilan telfon dari Salsa.
Astaga kebiasaan deh ini anak kalau telat,, pasti kalau di telfon dia nggak angkat,, dia kenapa lagi nih,, dia pakai apa datang kesini yah mobil atau motor,, jangan sampai pakai mobil dan mobil dia akhirnya bermasalah lagi deh,, tapi masa bermasalah terus sih nggak mungkin juga,, lebih baik jual ajah kalau bermasalah terus itupun kalau ada yang beli,, batin Salsa yang mulai kesal.
"Telfon lagi deh,, siapa tahu dia berbaik hati mau angkat panggilan telfon dari aku yang sudah dia beri harapan palsu ini,," gumam Salsa sambil menelepon Ela lagi.
Juan melihat lagi siapa yang menelepon Ela dan itu masih orang yang sama,, Juan tetap pada pendiriannya untuk tidak menjawab panggilan telfon dari Salsa,, meskipun dia tahu itu telfon dari Salsa dan dia mengenal Salsa juga,, tapi karena itu ponsel Ela jadi dia tidak akan menjawab panggilan telfon itu.
"Astaga Ela kamu benar-benar ngeselin,, ya ampun heran deh gue sama nih anak,,, apa gue ke rumah dia ajah kali yah, siapa tahukan kita ketemu di jalan jadi bisa langsung pergi belanja deh sekaligus makan,, udah mau lewat lagi jam makan malam,," omel Salsa.
Dan pada akhirnya Salsa memutuskan untuk ke rumah Ela saja,, daripada menunggu Ela tanpa kepastian di rumahnya,, harapan Salsa bertemu Ela di jalan.
__ADS_1
Ela datang membawakan minuman baru buat Juan,, dia dibuat salah tingkah dengan Juan,, karena Juan memperhatikan dirinya yang sedang berjalan sambil membawa minuman.
Isshh apaan sih,, kenapa dia mesti melihat aku seperti itu,, pakai senyum lagi,, ya ampun buat aku baper ajah,, jaga hatimu Ela,, tahu diri pokoknya,, ingat kak Juan itu pacar tante kamu,, ingat itu Ela... batin Ela.
Ela segera menaruh minuman baru lagi buat Juan.
"Diminum kak," ucap Ela.
"Terima kasih yah sudah mau repot-repot Ela," ucap Juan lalu segera minum.
Nggak asin lagi, batin Juan.
"Iya santai ajah kak,, nggak repot kok,, buat minum doang kok jadi nggak repot sama sekali," ucap Ela.
"Tetap ajah aku akan berterima kasih,," ucap Juan.
"Iya deh terserah kak Juan ajah," ucap Ela.
Ela langsung menepuk jidatnya karena dia melupakan janjinya dengan Salsa, padahal tadi Ela berniat untuk menghubungi Salsa kalau dia akan telat sedikit.
"Kok kak Juan nggak angkat,, seharusnya angkat ajah dan beritahu dia,, duhh dia pasti menunggu aku nih,,, pasti sekarang dia lagi ngomel-ngomel karena aku belum datang,, gara-gara kak Juan semua ini tahu nggak seharusnya aku itu udah sampai di rumahnya sejak tadi,, bahkan mungkin kita sudah belanja sekarang,," ucap Ela.
"Iya-iya maaf deh tapi aku kan pengen ketemu kamu,, dan tadi aku itu nggak angkat karena nggak enak,, itukan ponsel kamu Ela sayang nanti kamu marah-marah dan nggak mau bicara sama aku bahkan bisa-bisa di usir lagi sama kamu," ucap Juan.
Ela membuka mulutnya lebar-lebar begitu mendengar Juan memanggilnya sayang.
"Tutup mulutmu nanti nyamuk masuk," ucap Juan sambil tersenyum.
Ela dengan segera menutup mulutnya.
"Kak Juan kenapa sih panggil aku sayang,,, ngeselin banget,,, aku nggak terima kalau kak Juan manggil aku sayang," ucap Ela.
__ADS_1
"Masa sih kamu nggak terima,, tapi pipi kamu merona tuh,, bukannya kamu akan senang kalau di panggil begitu," ucap Juan.
"Aku memanggil kamu seperti itu karena aku sayang sama kamu Ela," ucap Juan sungguh-sungguh sambil melihat Ela.
"Iya aku tahu kok,, kak Juan sayang sama aku,, sayang sebagai adik,, aku tahu itu," ucap Ela sedikit kesal sebenarnya hatinya sangat ingin di anggap lebih oleh Juan,, tapi juga logikanya berkata lain,, Juan itu milik Syeila.
"Iya itu dulu sekarang aku sayang kamu bukan sebagai adik lagi,, tapi aku sayang kamu seperti pria yang menyayangi wanita," ucap Juan.
"Oh berarti selama ini kak Juan itu nggak menganggap aku wanita gitu, padahal jelas-jelas aku ini seorang wanita tahu nggak," ucap Ela lagi sambil melihat Juan kesal
Ehh dia salah paham,, duhh gimana ini,, aku nggak mengerti membahas yang seperti ini,, seharusnya aku tanyakan dulu pada Raka,, ehh lupa percuma saja diakan jomblo bahkan belum pernah mengungkapkan perasaannya sama sekali,, batin Juan.
"Tuhkan kak Juan diam berarti dugaan aku benar,,, kak Juan benar-benar ngeselin tahu nggak, udah ahh nggak usah bahas itu aku mau ke rumah Salsa ajah sekarang," ucap Ela.
Sebenarnya Ela tahu maksud Juan,, hanya saja dia bingung mau menanggapinya bagaimana,, makanya dia sengaja berucap seperti itu agar tidak terlihat jelas dia sedang gugup,, begitu mendengar ucapan Juan. Dia benar-benar ingin kabur saja dari hadapan Juan. Sekarang Ela benar-benar bingung dan juga merasa bersalah pada Syeila. Dia juga ingin sekali membenci Juan tapi dia juga tidak bisa.
Ela segera berdiri untuk ke luar rumah tapi Juan menahannya,, dan menarik Ela kembali duduk di sofa.
"Kenapa lagi sih kak Juan? aku mau ke rumah Salsa nih," ucap Ela.
Duhh ya Tuhan jauhkan aku dari godaan setan,, ingat dia ini punya tantemu Ela,,, punya tantemu... jangan kamu tergoda sama dia,, playboy cap kapak ini,, batin Ela.
"Tunggu dulu Ela,, aku belum selesai bicara,, kamu salah paham tadi,, aku nggak bermaksud menganggap kamu bukan wanita selama ini,, kamu wanita kok selama ini,," ucap Juan yang malah menganggap serius ucapan Ela.
"Gini yah pernahkan aku itu hanya menganggap kamu sebagai adik saja nggak lebih,, tapi pada akhirnya aku sadar kalau aku itu mencintai kamu Ela,, aku nggak bisa menganggap kamu hanya sebagai adik saja,, semenjak aku habis mabuk karena kamu ketika kerja di luar Negeri beberapa waktu yang lalu,, aku jadi sadar sama perasaan aku sama kamu,, aku nggak bisa lihat kamu jalan dengan pria lain,, aku nggak rela sama sekali Ela,, aku tahu disitu,, aku sudah jatuh cinta sama kamu," ucap Juan.
SELESAI
############
TAPI BO'ONG 😂😂😂
__ADS_1