Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Nggak kepo


__ADS_3

Kamu dimana sih Adelia kenapa kamu menghilang begitu saja ucap Kenan sambil melihat foto Adelia di ponselnya.


*****


Ketika Friska sedang jalan menuju ke kelasnya, tiba-tiba bahunya di sentuh oleh seseorang ketika Friska melihat siapa orang itu seketika itu wajah Friska langsung memerah seperti kepiting rebus, jantungnya berdetak lebih kencang tidak seperti biasanya.


"Hey Fris bareng yuk ke kelas" ucap Dafa sambil merangkul pundak Friska dan tersenyum manis.


Yah Dafa orang yang sangat Friska cintai. Dia sudah mencintai Dafa diam-diam semenjak Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah Atas pun Friska masih betah mencintai Dafa tapi Dafa tidak mengetahuinya cuma sahabat Friska yang mengetahuinya.


Dafa dan Friska selalu satu sekolah mulai dari Sekolah Menengah Pertama sampai Sekolah Menengah Atas, Friska pun selalu menjaga jarak dengan Dafa bukan karena membenci Dafa yang tidak peka-peka atas perasaannya tetapi karena Friska selalu kesulitan bernafas kalau di dekat Dafa dan pasti langsung menjadi cewek pemalu. Alasan itulah yang sering sahabat-sahabatnya tertawakan merasa aneh saja dengan alasan Friska.


Bagaimana Friska bisa bersama dengan Dafa kalau Friska selalu menjaga jarak terhadap Dafa.


Dafa yang melihat Friska sudah memasang ancang-ancang mau lari. Dafa pun segera menahan Friska.


"Hey pasti loe mau kabur lagi kan" kata Dafa, loe itu kenapa sih Fris kalau gue dekatin pasti loe kabur, loe lihat gue kayak lihat setan dari kita beda kelas sampai sekelas pun loe masih kayak gitu. Loe benci sama gue yah Fris?" tanya Dafa.


"Tidak!!! kata Friska dengan teriakannya membuat murid-murid yang sedang lewat menuju kelas masing-masing melihat ke arah dia sebentar kemudian melanjutkan lagi tujuan mereka."


"Hahaha Fris santai ajah dong ngomongnya" ucap Dafa sambil tertawa geli melihat tingkah Friska.


"em..em iyaa ini udah santai kok Dafa. Mak.. maksud gue tadi gue nggak mungkin benci sama loe, loe kan cowok paling baik di sekolah ini (dan juga sangat tampan Dafa batin Friska doang nggak sanggup dia ungkapin😀), gue nggak ada alasan buat benci sama loe" jawab Friska sambil menahan malu dan mengatur detak jantungnya yang semakin tidak beraturan.


"Terus kenapa loe selalu menghindar dari gue? tadinya gue pikir loe nggak suka dekat-dekat sama cowok tapi kayaknya bukan itu deh karena gue lihat loe dekat banget sama sahabat-sahabat cowok loe dan juga bar-bar banget kalau sama mereka" ucap Dafa sambil tersenyum manis.


Friska yang melihat senyum Dafa langsung saja hilang konsentrasi dan bengong.


"Fris kok bengong sih" ucap Dafa sambil menggoyang-goyangkan bahu Friska.


"Ehh nggak kok" jawab Friska yang sudah tersadar.


"Ya udah kalau gitu jawab dong yang gue tanyain tadi" ucap Dafa sambil masih merangkul pundak Friska.


"Emm gue tuh selalu menghindar dari loe karena gue takut ajah bikin loe nggak suka sama gue, jengkel sama gue karena gue kan anaknya bar-bar tuh dan juga sangat ribut sementara loe orangnya kalem, pendiam gitu" ucap Friska sambil menunduk malu.


Duhh semoga Dafa percaya sama alasan gue, mana mungkin gue bilang gue cinta sama loe Dafa dari Sekolah Menengah Pertama sampai detik ini batin Friska.


"Ya ampun Fris jadi itu alasannya, loe lebay banget gue nggak gitu kok orangnya justru gue suka banget kalau loe ribut jadi kan lebih berwarna hidup gue kalau berteman sama loe, dari dulu gue pengen banget akrab sama loe tapi loe selalu menghindar" ucap Dafa sambil mengangkat dagu Friska agar melihat ke dia.


Ketika tatapan mereka bertemu Dafa merasa jantungnya berdetak tidak seperti biasanya karena selama mereka kenal baru kali ini mereka sedekat itu. Dafa pun tidak tahu apa maksud jantungnya itu. Kalau Friska jangan tanyakan lagi pipinya sudah seperti kepiting rebus lebih merah lagi dari kepiting rebus, jantungnya jangan tanyakan lagi sudah seperti mau copot.


Friska cepat-cepat mengalihkan matanya takut nanti jantungnya tidak tertolong lagi.

__ADS_1


"Iya itu alasan gue" jawab Friska salah tingkah.


Dafa pun tersadar dari tatapannya dan juga salah tingkah.


"Ya udah kalau gitu kita sekarang teman yah, loe nggak boleh menghindar dari gue lagi. Bentar jam istirahat gue ikut bareng loe dan yang lainnya ke kantin, mau yah?" ucap Dafa dengan kedua tangannya di katupkan di depan dadanya.


"Haaa. Ehh iya iya boleh kok" jawab Friska setengah kaget.


"Yes, oke ayo kita ke kelas" ajak Dafa sambil merangkul kembali pundak Friska.


Friska yang masih kaget campur senang langsung saja izin ke toilet ingin meluapkan kebahagiaannya.


"Loe duluan ajah dulu, gue mau ke toilet dulu kebelet nih" ucap Friska.


"Ya udah pergi cepat sana, gue tungguin disini" ucap Dafa santai.


"Haa nggak usah loe duluan ajah" ucap Friska.


"Nggak apa-apa gue tungguin disini" kata Dafa.


"Ya udah dehh gue ke toilet dulu, tapi kalau lama loe duluan ajah" ucap Friska sambil berjalan menuju toilet.


Dafa hanya memandang Friska saja sambil menunggunya.


Tanpa mereka berdua sadari dari tadi ada yang sangat benci melihat kedekatan mereka.


Dasar cewek gatal ucap cewek itu sambil masuk ke kelasnya.


Sedangkan di toilet Friska sudah loncat-loncat bahagia. Dia sangat senang ingin rasanya dia teriak tapi takut nanti di kira kesurupan kalau ada yang mendengar.


Oke Friska ayo ke kelas, Dafa tidak mungkin kan masih nungguin gue. Kata Friska sambil keluar toilet menuju kelas. Ketika sedang berjalan Friska kaget karena melihat Dafa masih di tempatnya tadi.


Ketika Friska sudah dekat dengan Dafa.


"Ayo Fris kita ke kelas" ucap Dafa sambil merangkul pundak Friska lagi lalu berjalan bersama.


Friska bahagia banget dengan perlakuan Dafa kepada dirinya. Dan dia juga tidak menyangka kalau Dafa masih menunggunya.


"Dafa kok loe masih nungguin gue?" tanya Friska.


Dafa pun tersenyum mendengar pertanyaan Friska.


"Kan tadi gue udah bilang kalau gue bakalan nungguin loe. Kalau gue udah bilang gitu pasti gue lakuin karena gue nggak suka mengingkari kata-kata gue sendiri" jawab Dafa yang masih tersenyum.

__ADS_1


Mama aku nggak salah mencintai orang batin Friska teriak-teriak bahagia.


"Oh gitu yah, hehehe" ucap Friska.


Mereka pun memasuki kelas bersama-sama, dan Dafa yang masih merangkul pundak Friska.


Ketika mereka masuk semua mata tertuju pada mereka berdua kelas pun hening sejenak, sahabat-sahabat Friska langsung membulatkan penuh mata mereka dan membuka luas-luas mulut mereka melihat pemandangan itu hanya satu orang saja yang tidak kaget melihat itu.


Piu... piu... cie... cie mulailah terdengar teriakan dari murid-murid lain yang mulai heboh sahabat Friska pun juga ikutan hebohnya.


"Apaan sih kalian heboh banget, emm Dafa gue ke bangku gue dulu yah" ucap Friska malu-malu karena Dafa belum melepaskan rangkulannya.


"Oh iya. Jangan lupa yah bentar jam istirahat" ucap Dafa sambil tersenyum.


"Ehh iya. Emm Dafa tangan loe" ucap Friska melihat tangan Dafa yang masih merangkul pundaknya dan tersenyum.


"Oh iya maaf yah lupa" ucap Dafa sambil melepaskan rangkulannya dan tersenyum canggung.


"Emm iya nggak apa-apa kok" ucap Friska dengan senyum malu-malunya kemudian berjalan ke bangkunya.


Teman sekelas mereka sangat heboh, Farel dan Jojo hanya mematung depan pintu melihat kejadian itu mereka seakan belum percaya kalau itu Friska dan Dafa. Setelah Friska ke bangkunya dan Dafa ke bangkunya juga, Farel dan Jojo pun masuk ke kelas masih dengan raut wajah tak percaya.


Setelah Friska duduk di bangkunya, ke enam temannya langsung saja berkumpul untuk menanyakan secara langsung tentang apa yang mereka lihat.


"Wah wah Fris loe akhirnya ada kemajuan juga. Cepat ceritain ke kita" ucap Ela yang sudah sangat penasaran sambil bisik-bisik karena Dafa juga ada di kelas yang sama walaupun bangku mereka berjauhan karena Dafa duduk paling depan dekat pintu masuk kelas.


"Iya Fris ceritain cepetan" ucap Haris yang juga bisik-bisik.


"Iya Fris ceritain dong kok loe bisa sama-sama Dafa dan dekat banget lagi" ucap Ardi yang juga sangat penasaran.


"Duh sabar dong gue lagi memperbaiki detak jantung gue ini dari tadi detaknya nggak beraturan, lagian gue mau ceritain apa juga sih, masih kaget campur bahagia gue nih" ucap Friska sambil senyum-senyum.


"Fris loe udah jadian yah dengan Dafa?" tanya Jojo. Farel kita ketinggalan informasi nih loe sih nyontek mulu sambung Jojo.


"Kayak loe nggak ajah Jo" ucap Farel santai.


"Jadian apaan sih, gila yah loe. Sini buku gue" ucap Friska.


"Ceritain dong Fris penasaran nih gue kenapa loe dekat banget kayak gitu" ucap Farel sambil memberikan buku tugas Friska.


"Dasar yah lu bocah dua ekor kerjaannya nyontek ajah" ucap Salsa.


"Eehh buset kita manusia woe" kata Farel sambil menjitak kepala Salsa. Tumben loe nggak kepo Salsa" ucap Farel.

__ADS_1


Mereka ber enam pun melihat ke Salsa secara bersamaan.


__ADS_2