
Salsa yang sudah hampir sampai di kantor Raka tiba-tiba menghentikan motornya begitu mendengar ponselnya berdering.
"Hemmm siapa lagi sih ini," omel Salsa sambil mengambil ponselnya untuk melihat nama kontak yang meneleponnya.
"Ya ampun nih orang yah,, pasti mau marah-marah lagi nih karena aku lama," ucap Salsa sambil melihat panggilan telfon dari Raka.
Lalu dengan ekspresi wajah kesalnya,, Salsa segera mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Halo,,, ada apa lagi? aku udah dekat nih dengan kantor kamu," ucap Salsa langsung begitu mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Lama banget,,, kalau udah dekat pasti kamu udah sampai,, nah sekarang kamu belum sampai," ucap Raka.
"Iyalah belum,, karena aku berhenti dulu untuk mengangkat telfon dari kamu,, gimana sih,," omel Salsa.
"Kamu kok ngegas banget yah,, ingat kasta yah,, kamu sekarang itu pembantu aku,, sangat di larang keras untuk ngegas sama aku," omel Raka balik.
"Iya,, iya aku ingat,, tapi aku udah benar-benar kesal,, bisa-bisanya kamu memberikan aku alamat yang jauh banget,,, sengaja kan kamu mau ngerjain aku?" ucap Salsa.
"Iya emang,, dan sekaligus aku juga mau makan pizza,, jadi cepetan bawa ke kantor aku,, karena aku nggak suka sama yang namanya menunggu,," ucap Raka dengan santainya.
Salsa benar-benar melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Raka yang sangat santai itu tapi juga menjengkelkan.
Bisa-bisanya dia seperti tanpa dosa mengatakan kalau dia sengaja melakukan itu,, kalau aku tau tadi pasti aku akan membelinya di tempat lain saja yang dekat-dekat sini,, dia juga nggak bakalan tau pasti, batin Salsa yang sangat menyesal mengikuti perintah Raka.
"Kenapa lagi kamu diam? lagi mengumpat sembunyi-sembunyi pasti kamu ini?" ucap Raka.
Iya emang,, isshhh kalau aku nggak punya utang sama kamu,,, udah lama kata-kata mutiara aku keluar untuk kamu,, ngeselin banget nih orang,, batin Salsa.
"Nggak kok,, ruangan kamu dimana? karena aku benar-benar sudah dekat ini," ucap Salsa mengalihkan pembicaraan sambil berusaha sabar.
"Kamu kan bisa bertanya,, ngapain tanya sama aku," ucap Raka sambil menahan tawanya.
"Astaga,, kamu kan orang yang aku mau antarkan pizza,, ngapain aku mesti tanya orang lain lagi,, kamu tinggal jawab saja,," teriak Salsa di dekat ponselnya yang membuat Raka langsung menutup telinganya.
Salsa pun menoleh di sekitaran tempat dia singgah untuk mengangkat panggilan telfon dari Raka yang untungnya sedang sepi.
Tuh kan karena terlalu emosi,, aku sampai teriak,, untung saja nggak ada orang,, kalau ada orang bisa-bisa aku di kira orang gila hanya karena pria ini,, batin Salsa.
"Bisa-bisanya yah kamu ini teriak-teriak,,, udah gila yah kamu?" ucap Raka.
"Iya bentar lagi nih aku bakalan gila,, jadi cepat katakan ruangan kamu di lantai berapa sebelum aku gila,,. biar aku langsung ke ruangan kamu,, nama kamu siapa? nama lengkap kamu supaya jelas,, nggak usah banyak komentar deh,, aku itu orangnya sibuk tau nggak," omel Salsa karena mengingat dia yang akan ketemu dengan Jeki,, dan dia belum ada persiapan sama sekali.
"Bocah jangan sok sibuk,, kamu bilang saja mau ke ruangan pak Raka pemilik perusahaan pasti di beritahu tuh,, cepetan kamu antar aku sudah ingin makan pizza itu,," ucap Raka.
"Isshh sombong amat nih orang tua," ucap Salsa lalu dengan segera menutup panggilan telfonnya dengan Raka.
"Sebelum dia ribut lagi,, aku harus menutup telfon lebih dulu,, dia emang orang tua kok,, kan udah nikah dan punya anak,, nggak salah kan,,, siapa suruh juga dia manggil aku bocah padahal aku ini bukan bocah lagi yah,," ucap Salsa lalu segera mengendarai motornya menuju perusahaan Raka.
"Berani sekali bocah ini,, bisa-bisanya dia ngatain aku orang tua,," omel Raka.
"Ehhh tapi pasti ini gara-gara pernah aku bilang sama dia kalau udah nikah dan punya anak,, tapi tetap saja lah dia yang salah, seharusnya dia tidak ngatain aku" ucap Raka.
Sementara Salsa yang udah sampai di kantor Raka benar-benar melongo tak percaya begitu melihat besarnya kantor Raka.
"Ini benarkan alamatnya? aku nggak salah perusahaan kan?" ucap Salsa sambil melihat WhatsApp dari Raka dan juga nama perusahaan Raka,, dan ternyata benar.
Wahh gila perusahaan orang itu gede banget,,, perusahaan kedua yang gede yang pernah aku lihat setelah perusahaan pak Kenan,, batin Salsa.
"Dia sudah punya banyak uang tapi dia masih saja menyuruh aku jadi pembantu dia untuk ganti rugi kerusakan mobilnya padahal dia bisa membeli mobil baru,, dengan hanya menyuruh asistennya saja,, atau dia bisa pergi beli sendiri,, dasar bapak-bapak pelit,," omel Salsa sambil berjalan masuk ke dalam perusahaan sambil membawa pizza.
Salsa pun memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu kepada security,, orang pertama yang memperhatikan penampilan Salsa.
"Pak ruangan pak Raka pemilik perusahaan ini,, di lantai berapa yah?" tanya Salsa langsung.
"Hah tuan Raka,, memangnya adek ini ada urusan apa sama tuan Raka? sudah buat janji belum dengan pak Raka?" tanya security itu balik.
Astaga haruskah buat janji terlebih dahulu,, sementara dia menyuruh aku dengan semena-mena,,, malas banget mau buat janji sama dia,,, mesti jawab apa nih,, sepertinya kalau aku jawab belum,,, pasti aku nggak di bolehkan buat bertemu dengan dia,, sok penting banget sih tuh orang,, atau aku minta tolong sama bapak ini saja yah,, kan bagus aku nggak bertemu dengan dia,, batin Salsa.
Salsa kemudian mengurungkan niatnya karena mengingat kata-kata Raka yang dimana harus dirinya sendiri yang mengantar pizza itu.
"Adek ini mau antar makanan yah?" tanya security itu lagi begitu melihat Salsa yang sedang pegang sesuatu.
__ADS_1
"Hah,, iya pak,, ini saya di perintah dengan si Raka itu untuk bawa pizza ini di ruangannya,," jawab Salsa.
Hah si Raka,, wahhh berani sekali adek ini,, padahal dia pengantar makanan bisa-bisanya dia memanggil tuan Raka dengan panggilan seperti itu,, dan biasanya tuan Raka juga kalau masalah makanan ada asisten dia yang mengurus tanpa perlu mencari tuan Raka langsung,, batin security itu.
"Adek nggak salah alamat?" tanya security itu.
"Tidak pak,, udah benar kok," jawab Salsa.
"Tunggu yah saya telfon dulu orangnya,, ngeselin banget tuh orang sejak tadi buat aku repot bahkan mau masuk di dalam perusahaannya pun aku repot begini," ucap Salsa sambil mengambil ponselnya lalu dengan segera dia menelepon Raka.
Security itu hanya melongo tak percaya melihat seorang gadis kecil berbicara seperti itu mengenai Raka.
Raka yang sedang membaca dokumen langsung melihat ponselnya begitu ponselnya berdering.
"Oh si bocah,, udah sampai pasti dia ini, terus di larang masuk,," ucap Raka lalu tertawa dan dengan segera dia mengangkat panggilan telfon dari Salsa.
"Kenapa lagi?" ucap Raka begitu mengangkat panggilan telfon dari Salsa.
"Ini loh aku udah sampai tapi katanya nggak boleh ketemu dengan kamu kalau aku belum ada janji,, jadi aku titip saja sama security yah,, aku mau pulang,," ucap Salsa.
"Hei pintar sekali kamu mengaturnya,, siapa bilang kamu boleh pulang,, berikan ponsel kamu kepada security biar aku yang bicara sama dia," perintah Raka.
"Isshh,"
Salsa pun segera memberikan ponselnya pada security.
"Ini pak,, si Raka mau bicara sama bapak," ucap Salsa.
Astaga berani sekali dia,, dasar bocah,, batin Raka.
"Oh iya Nona,," ucap security itu masih dengan perasaan terheran-herannya.
"Halo tuan,," ucap security itu.
"Iya halo,, biarkan dia masuk dan antar dia pak sampai di depan ruangan aku nanti dia nyasar lagi bikin repot,," ucap Raka.
"Oh iya baik tuan," ucap security itu lagi yang semakin terheran-heran.
"Ayo Nona ikut saya,, nanti saya antar sampai ke depan ruangan tuan Raka," ucap security itu.
"Oh oke pak, makasih yah sebelumnya pak sudah mau mengantar," ucap Salsa sambil tersenyum.
"Iya Nona,," jawab security itu dan mereka pun segera berjalan menuju ke ruangan Raka dengan menggunakan lift terlebih dahulu.
Salsa menjadi bahan perhatian bagi karyawan lain terutama yang wanita,, karena Salsa beda sendiri dan juga terlihat masih seperti bocah.
"Pak anak ini mau kemana?" tanya salah satu karyawan yang kepo.
Ishhh anak kata dia,, sejak kapan kamu jadi mama aku,,, batin Salsa.
"Oh ini dia mau ke ruangan tuan Raka," jawab security itu.
"Hah,, yang benar saja pak,, ngapain kamu mau ke ruangan tuan Raka?" tanya karyawan wanita itu yang sudah nyolot duluan membuat Salsa kesal.
"Ngapain kamu nanya-nanya,, kamu nggak tau yah yang namanya privasi,, dasar percuma tua tapi nggak sopan,, kepo sama urusan orang memang kamu siapa? kerja aja sana yang benar,, kalau ketahuan sama bos kamu,, baru tau rasa kamu,," ucap Salsa yang lebih nyolot.
"APA!!! berani sekali kamu berbicara seperti itu sama aku,," ucap karyawan wanita itu yang sangat kesal mendapatkan jawaban seperti itu dari seorang bocah menurutnya dan juga dia tidak terima kalau dia akan masuk ke dalam ruangan Raka,, sejak dulu dia mengejar-ngejar Raka namun tak pernah di lirik oleh Raka. Jadi setiap ada wanita sudah pasti dia yang akan nyolot duluan seolah-olah melarang wanita lain dekat-dekat dengan Raka.
"Iyalah berani memangnya kamu siapa aku harus takut? sama bos kamu saja aku nggak takut apalagi sama kamu," ucap Salsa sambil melihat sinis kepada karyawan wanita itu.
"Dasar bocah sombong,, memangnya kamu siapanya pak Raka sehingga berani berbicara seperti itu,," ucap wanita itu lagi semakin kesal.
"Kepo," ucap Salsa yang membuat karyawan wanita itu semakin kesal dan penasaran juga.
"Ayo pak,, waktu aku sangat berharga nih,, aku nggak mau menghabiskan waktu aku yang sangat berharga ini hanya untuk bicara dengan dia,, nggak penting banget,," ucap Salsa.
"Bye,," ucap Salsa lagi.
Dan security itu pun hanya bisa menuruti kemauan Salsa untuk mengantarkan Salsa ke ruangan Raka.
"Wah berani sekali dia berbicara seperti itu sama kamu," ucap karyawan wanita yang lain yang ikut menyaksikan kejadian itu.
__ADS_1
"Iya tuh,, dia siapanya pak Raka yah? kok bisa sampai seberani itu,"
"Yah nggak tau juga, yang jelasnya dia tidak mungkin keluarga pak Raka dan juga nggak mungkin pasangan pak Raka tentunya karena nggak cocok banget,,, dia pasti anak kecil yang hanya mau menggoda pak Raka saja,, sampai-sampai dia sepertinya membawa makanan tadi dasar bocah nggak tau diri,,"
"Iya sepertinya sih,, tapi bisa-bisanya dia di izinkan masuk oleh pak Raka,, bahkan sampai di antar segala dengan security lagi,, dia bisa masuk begitu sudah pasti atas izin dari pak Raka,"
"Masa kamu di kalah sama anak-anak sih, usaha dia lumayan juga,, mengalahkan usaha kamu,," ejek teman wanita yang bicara dengan Salsa tadi.
"Apaan sih mereka itu nggak mungkin seperti apa yang kamu pikirkan,,, bisa saja dia hanya ada urusan dengan pak Raka,, dia bukan level aku juga,, dia nggak mungkin banget deh mendapatkan pak Raka,, siapa tau aja dia mau minta sumbangan atau mau bayar utang makanya dia nyogok dulu pakai makanan,,"
"Yah semoga saja sih,, karena kalau sampai anak itu bisa mendapatkan pak Raka,, parah banget sih,, masa wanita yang suka pak Raka sudah sejak lama di kalah sama anak ingusan itu,"
"Iya benar banget,,"
"Udahlah,, ayo kembali kerja,, aku tandai wajah anak itu,,, awas saja kamu bocah kalau sampai kita bertemu lagi," ucap karyawan wanita itu.
"Jangan bicara seperti itu,, sepertinya anak itu sangat liar,, aku lihat tadi bagaimana dia tidak ada takutnya sama kamu,"
"Kamu ini bela siapa sih?"
"Kamu lah,, aku hanya memperingatkan kamu saja,,"
"Terserah kamu lah,, yang jelasnya aku pasti akan memberi dia pelajaran kalau sampai bertemu lagi dengan dia,, di luar jam kantor,"
"Oke,, semoga saja kalian bertemu kalau gitu," ucap teman wanita itu lalu tertawa.
"Hmmm iya,"
Lalu mereka pun segera melanjutkan kerjaan masing-masing yang sempat terhenti tadi karena Salsa.
"Nah ini dia Nona ruangan pak Raka,, Nona mau saya antar masuk sampai ke dalam?" tanya security itu ramah.
Salsa pun tampak berpikir.
Kalau bapak ini ikut aku bisa cepat selesai kan,, tinggal berikan ke dia terus ikut pak security ini keluar dari ruangan ini,, yang dari luar saja sudah ada hawa-hawa nggak bagus,, batin Salsa.
"Iya pak dengan senang hati pak,, antarin saya aja," ucap Salsa pada akhirnya.
"Baik Nona, ayo masuk Nona," ucap security itu begitu sudah mengetuk pintu terlebih dahulu.
Dan mereka pun segera masuk. Raka lalu melihat ke arah orang yang mengetuk pintu.
"Oh kamu bocah," ucap Raka begitu melihat Salsa.
"Iya aku,, penuh liku-liku banget sih masuk ke sini,," ucap Salsa.
"Nih pesanan kamu, udah kan? aku boleh pulang kan?" ucap Salsa.
"Siapa bilang kamu boleh pulang,, enak aja,," ucap Raka.
"Bapak bisa kembali kerja,, tinggalin saja bocah ini disini,," ucap Raka kepada security.
"Baik tuan,, Nona saya turun dulu," ucap security itu.
"Tapi..."
"Ehh nggak ada tapi-tapian yah,," ucap Raka pada Salsa.
"Makasih yah pak," ucap Raka.
"Iya tuan," ucap security itu lalu segera ke luar dari dalam ruangan Raka tak lupa dia kembali menutup pintu.
"Sekarang kamu bocah,,, suapi aku yah,, karena aku lagi nggak bisa makan sendiri nih,, lagi sibuk," ucap Raka sambil tersenyum jahat.
###########
Mampir ke novel baru author Yee...
"Dendam dan Cinta"
klik profil ku aja,, mksh sebelumnya 🙏 😊
__ADS_1