
Sahabat-sahabat Friska sudah lama menunggu namun Friska belum datang-datang juga. Dafa pun mulai khawatir dia mulai menyesali tadi, kenapa dia tidak bersama Friska saja, kenapa dia menurut Friska menyuruhnya untuk jalan duluan seharusnya dia bisa memaksa agar sama-sama jalan saja.
Yah Dafa ingin bersama Friska namun Friska menyuruh Dafa untuk menunggunya di tempat mereka janjian saja bersama sahabat-sahabatnya yang lain.
"Friska kemana yah, kok belum datang-datang juga sih, udah lama banget kita nunggunya, nggak biasanya dia begini" ucap Farel.
"Iya nih, dia ada ngabarin nggak sama kalian?" tanya Jojo kepada Salsa dan Ela.
Salsa dan Ela pun menggelengkan kepala mereka pertanda tidak.
"Ya udah coba telfon deh" perintah Haris.
Dafa pun baru teringat untuk menelepon Friska.
"Biar gue ajah" ucap Dafa cepat lalu segera menelepon Friska.
#####
Ponsel Friska pun berdering dan di dengar oleh orang suruhan Adelia. Dia pun menghentikan mobilnya lalu segera melihat orang yang menelepon Friska.
"Dafa" ucap pria itu.
"Biarin ajah lah, bentar ponselnya harus gue nonaktifkan, kalau gue langsung nonaktifkan sekarang mereka pasti curiga" ucap pria itu lagi lalu segera mengemudikan kembali mobilnya.
Sedangkan Friska masih belum sadar juga.
"Gimana Dafa?" tanya Ardi.
"Friska nggak angkat nih" jawab Dafa.
"Oh mungkin Friska lagi di jalan seperti biasanya, dia kan nggak megang ponsel" ucap Farel.
"Semoga saja yah, gue punya firasat nggak enak nih" ucap Dafa.
"Semoga nggak terjadi apa-apa sama Friska yah" ucap Salsa.
"Iya, kita tunggu bentar lagi kalau dia belum datang kita telfon lagi" ucap Jojo.
Mereka pun menunggu lagi dan berharap tidak terjadi apa-apa pada Friska.
######
Kenan yang sedang bertemu klien, entah kenapa merasa perasaannya tidak enak sejak tadi.
__ADS_1
Kenan pun menyuruh Juan untuk melanjutkan dulu karena dia mau ke toilet.
Sebenarnya dia tidak ke toilet tetapi dia mencari tempat lain untuk menelepon istrinya.
#####
Lagi-lagi ponsel Friska berdering dan Friska masih belum sadar juga. Pria itu pun belum sampai juga ke tempat penyekapan, mereka masih di jalan karena jarak yang cukup jauh dan terpencil.
Pria itu menghentikan mobilnya lagi lalu dia melihat siapa yang menelepon Friska.
"Heem Om" ucap pria itu lalu melanjutkan mengemudikan mobilnya lagi dan membiarkan ponsel itu berdering.
Friska memang sengaja menyimpan nama kontak Kenan dengan om, karena takut nanti Kenan menelepon tiba-tiba lalu sahabat-sahabatnya melihat nama kontak Kenan di ponselnya yang tidak pernah di pikirkan oleh sahabat-sahabatnya sebelumnya, makanya Friska cari aman saja.
"Heem kok dia nggak angkat, padahal dia sudah janji akan mengangkat panggilan telfon dari aku, pasti dia sudah lupa nih sekarang dia lagi asik-asik bareng teman-temannya pasti" omel Kenan sendiri.
Kenan pun terus menelepon namun tidak di angkat-angkat juga, membuat Kenan merasa ada yang aneh.
Masa sih dia tega nggak angkat panggilan telfon dari aku, jangan-jangan terjadi sesuatu dengan istriku batin Kenan mulai khawatir.
Kenan pun kembali ke tempatnya dan segera mengakhiri pertemuannya beruntung memang sudah hampir selesai.
"Juan cari tahu istri saya sedang berada dimana sekarang" perintah Kenan setelah tinggal mereka berdua di tempat itu.
Juan pun menurut saja dan tidak mau banyak tanya karena melihat Kenan yang sedang khawatir.
Kenan pun tersentak kaget karena setahu Kenan, Friska hanya akan bertemu dengan sahabat-sahabatnya itu pun tidak jauh.
"Sepertinya ada yang tidak beres, telfon salah satu sahabatnya" perintah Kenan lagi dengan perasaan khawatirnya.
Juan pun langsung menelepon Ela.
Ela yang mendapatkan telfon dari Juan langsung saja tersenyum tetapi setelah itu dia kembali panik lagi karena Friska belum datang-datang juga.
"Halo kak Juan" ucap Ela yang membuat semua mata tertuju padanya, apalagi Salsa matanya hampir pindah dari tempatnya karena mengetahui Juan menelepon Ela.
"Kamu lagi dimana?" tanya Juan langsung membuat Kenan mengernyitkan keningnya sedikit.
Tumben dia berbicara seperti itu tidak pakai embel-embel Nona batin Kenan.
"Emm aku lagi di cafe bareng sahabat-sahabatku, ada apa kak?"
Kenan menyuruh Juan untuk speaker panggilan telfonnya dan Juan pun menurut.
__ADS_1
"Nona Friska ada disitu juga?"
"Nah itu dia kak, sekarang kita lagi menunggu Friska tetapi sudah lama banget dari jam janjian kita, dan dia belum datang-datang juga, di telfon pun tidak di angkat kak"
"Jadi maksud kamu Friska belum sampai di situ sejak tadi?" tanya Kenan semakin panik.
"Emm iya pak Kenan" jawab Ela karena dia tahu itu suara Kenan.
"Sekarang kita mau telfon lagi, siapa tahu Friska sudah angkat panggilan telfon dari kita" ucap Ela lagi.
"Telfon lagi sekarang, nggak usah tutup telfonnya" ucap Kenan.
Ela pun menurut dan Ela menyuruh Salsa untuk menelepon Friska.
"Ponsel Friska sudah tidak aktif" ucap Salsa panik.
"Apa!!! ucap mereka bersamaan.
Lalu tiba-tiba ponsel Kenan berdering dan melihat ternyata Raka yang meneleponnya, Kenan tidak mengangkatnya namun Raka terus menelepon Kenan.
"Kenapa sih nih anak menelepon di saat yang tidak tepat begini" ucap Kenan sambil mengangkat panggilan telfon dari Raka.
"Kenapa?" tanya Kenan langsung.
"Hei loe kemanain Friska sepertinya ini motor Friska deh tapi Friska nggak ada, jangan-jangan loe marah-marah sama dia dan biarin motornya disini terus sekarang loe lagi marahin dia di rumah loe" ucap Raka setelah melihat motor Friska berada di pinggir jalan tanpa Friska.
Raka tahu betul motor Friska karena dia habis stalking semua sosial media Friska dan disitu banyak foto Friska bersama motor kesayangannya.
Kenan semakin yakin kalau terjadi sesuatu pada istrinya.
"Jangan-jangan dia di culik" ucap Kenan dengan penuh kekhawatiran.
Ela yang mendengar ucapan Kenan langsung, tersentak kaget karena Ela belum menutup panggilan telfonnya dengan Juan.
"Apaan sih, di culik gimana maksud loe?" tanya Raka yang mulai khawatir juga.
"Posisi loe dimana sekarang biar gue kesitu?" tanya Kenan.
Raka pun menyebutkan posisinya sekarang. Dia pun segera ke tempat Raka dan Juan mulai mencari tahu keberadaan Friska bahkan Kenan sampai menyuruh banyak orang agar lebih cepat menemukan keberadaan Friska.
Ela dan sahabat-sahabatnya juga langsung ke tempat Raka setelah Juan memberitahukan Ela.
Mereka benar-benar sangat khawatir.
__ADS_1
######
Adelia sudah mendapatkan telfon dari orang suruhannya bahwa dia telah berhasil menculik Friska dan tidak lama lagi mereka akan sampai ke tempat yang sudah di siapkan Adelia, dan disana juga sudah ada Adelia yang sedang menunggu mereka dengan perasaan bahagia yang luar biasa.