
"Tante dan om yang sabar yah,, Salsa pasti selamat,, Salsa pasti akan baik-baik saja,," ucap Ardi sambil melihat kedua orang tua Salsa yang benar-benar sangat sedih.
"Ada apa dengan Salsa?" tanya Friska yang baru sampai bersama dengan Kenan dan yang lainnya.
"Salsa sangat kritis Fris,,, kemungkinan dia bisa selamat sangat kecil,," ucap Ardi yang membuat Friska dan Ela langsung lemas seketika.
"Ya ampun,,," gumam Juan.
"Nggak,,, Salsa harus selamat,, aku nggak mau kehilangan dia,,," ucap Friska sambil ingin masuk ke dalam ruangan Salsa namun di tahan oleh Kenan.
"Jangan masuk,, dokter sedang berusaha menyelamatkan dia,," ucap Kenan lembut sambil melihat Friska.
Friska pun akhirnya sadar kalau benar yang dikatakan Kenan.
"Salsa pasti selamat kok,, kamu harus yakin," ucap Kenan.
Friska pun hanya diam sambil berdoa di dalam hatinya,, Friska benar-benar sangat takut kehilangan sahabatnya.
"Jeki gimana keadaannya?" ucap Juan.
"Mereka sama-sama kritis,," ucap Farel.
Juan benar-benar sangat khawatir namun dia berusaha menutupi semuanya
"Lebih baik kalian cewek-cewek dan yang lainnya pulang istirahat saja dulu,,, biar kita disini yang nungguin mereka,,," ucap Juan.
__ADS_1
"Nggak mau,, aku mau disini aja nungguin Salsa dan kak Jeki,," ucap Ela cepat.
"Kalian pulang saja dulu istirahat,, nanti sakit kan nggak bagus juga,," ucap Juan.
"Iya benar yang dikatakan Juan,," ucap Kenan yang tidak mungkin dibantah oleh siapapun. Hanya Friska saja yang bisa membantah namun Friska sedang tidak ada kemauan untuk membantah,, karena masih memikirkan Salsa.
"Iya,, ayo kita pulang saja biar Kenan,, Juan dan Raka disini,," ucap mama Kenan juga.
"Kita juga akan tetap disini,," ucap ayah Salsa.
"Baiklah,, besok kita akan kesini lagi,, kita pulang dulu,," ucap mama Kenan.
"Kabari yah,," ucap Ela lagi sambil melihat Juan.
"Iya pasti,," ucap Juan.
############
Raka pun tampak berpikir begitu mendengar pertanyaan Juan.
"Sepertinya aku pulang dulu deh,, karena nenek pasti nyariin aku,, aku nggak mau dia khawatir,, aku juga nggak mau kalau dia sampai tau kabar mengenai Salsa,, dia pasti akan sangat shock nanti,, dia itu sudah sangat menyayangi Salsa,," ucap Raka sambil melihat Kenan dan Juan.
"Oh baiklah kalau begitu,, kamu pulang dulu," ucap Kenan.
"Kabari yah,," ucap Raka lagi.
__ADS_1
"Iya,," ucap Kenan.
"Semoga mereka baik-baik saja,," ucap Raka lagi.
"Iya semoga," ucap Juan.
Raka pun akhirnya pulang ke rumah neneknya.
Tersisa Kenan,, Juan dan orang tua Salsa di tempat itu.
Orang tua Salsa sedikit bingung dengan yang dikatakan Raka,, namun mereka tidak mau memikirkan hal itu dulu,, karena keselamatan Salsa lah yang mereka sangat harapkan sekarang.
"Kalian istirahat saja dulu,, biar kami disini yang nungguin,," ucap mama Salsa.
"Nggak apa-apa,, kita sama-sama saja,," ucap Kenan.
"Iya,, benar yang dikatakan tuan Kenan," ucap Juan juga.
##############
Friska dan Ela yang berada di rumah masing-masing benar-benar tidak bisa tidur. Begitu pun dengan sahabat mereka yang lain,, mereka terus kepikiran dengan Salsa dan juga Jeki.
Hingga pagi hari Friska mendapatkan kabar yang dia tidak inginkan sama sekali.
Friska segera memberikan kabar di grup dan mereka dengan segera pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
"Meninggal,," ucap Raka dengan ekspresi terkejut nya setelah membaca pesan WhatsApp dari Juan.