
"Ayo sayang kita ke mobil," ucap Kenan sambil tersenyum dan menggandeng tangan Friska.
"Jangan gandeng-gandeng kayak pasangan aja, nanti orang curiga lagi,," ucap Friska.
"Tuh kan ma,, lihat nih menantu mu massa nggak mau aku gandeng,, disini saja dia sudah nggak mau apa kabar nanti jika sudah di sana, aku nggak usah pergi aja kalau begini,, daripada aku makan hati nanti," lapor Kenan kepada mamanya yang malah membuat mama Kenan,, Friska dan Juan malah tertawa.
"Loh kalian kok tertawa sih,, curahan hati aku itu," ucap Kenan.
"Apaan sih sayang,, aku cuma bercanda aja,, nih gandeng tanganku gandeng aku nggak mungkin larang masih di rumah juga ini,, di sana aku yang bakalan gandeng kamu,, nggak usah melapor gitu ihhh,, kamu nggak malu apa sama om Juan,, main lapor-lapor," ucap Friska sambil menggelengkan kepalanya.
"Oh gitu,, yah aku pikir kamu nggak mau sayang,,," ucap Kenan sambil tersenyum.
"Aku juga nggak malu sama Juan,, ngapain malu sama dia," ucap Kenan lagi.
"Haduhh Presdir satu ini,, cemburuan di tambah posesif banget,, heran deh. Menantu ku sayang,, jagain yah dia jangan sampai kambuh marah-marahnya pokoknya jaga jarak aman dengan pria lain yah,, ingat kamu lagi bersama pawang,, kalau nggak ada pawang baru lirik-lirik ke segala arah," ucap mama Kenan sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Kenan.
"Mama kok ngajarin yang nggak benar sih,, dia ini masih dalam masa pertumbuhan,, masih labil,, bagaimana kalau dia mengikuti ucapan Mama,, kan aku yang merana ma,, mama tega lihat anak sendiri merana,, galau,," ucap Kenan yang membuat Friska melongo tak percaya begitu mendengar ucapan Kenan.
"Sayang jangan dengarkan kata mama yah,, lihat suami kamu ini sudah paket lengkap,, kamu jangan mengikuti ajaran mama tadi itu sangat salah besar," ucap Kenan lagi pada Friska.
"Iya tau kok,, aku kan cinta nya sama kamu aja,, nggak usah mikir macam-macam,, nggak usah bawel,, pakai bilangin aku masih labil lagi,, aku kan nggak labil lagi,," ucap Friska sambil melihat Kenan dengan tatapan kesalnya.
"Baguslah sayang, jangan ngambek nanti make up nya luntur,," ucap Kenan.
"Mana ada seperti itu,, ayo kita ke mobil," ucap Friska.
"Ayo,," ucap Kenan.
Mereka pun segera berjalan ke mobil,, mama Kenan juga mengikuti mereka dari belakang,, dia ingin melihat Syeila.
"Juan kamu suruh Syeila keluar dulu yah,, Tante mau lihat dia," ucap Mama Kenan sambil berjalan.
"Oke tante,," ucap Juan.
__ADS_1
Syeila yang melihat Juan telah keluar langsung melihat kepada Kenan dan keluarganya.
Oh itu ponakannya Kenan,, hmmm cantik juga bisa bahaya kalau dia suka pada Juan,, jangan sampai dia menggoda Juan,, batin Syeila.
"Sayang ingat jaga sikap kamu sebentar,, jangan sampai tantenya Ela curiga dengan hubungan kita,,, kalau dia curiga aku bakalan ngambek dan nggak ngasih kamu jatah,, biar kamu ngesot pun aku nggak mau kasih," bisik Friska yang seperti sebuah ancaman bagi Kenan.
Kenan menelan saliva nya kasar begitu mendengar ucapan Friska.
"Sayang kamu dengar nggak?" tanya Friska.
"Iya dengar kok sayang,, dengar banget,, aku akan berusaha,," ucap Kenan.
"Yah emang kamu harus berusaha,, karena jangan sampai kamu terbawa cemburu,, ingat saja aku istri kamu yang sangat mencintai kamu dan nggak bakalan suka pada pria lain," bisik Friska.
"Iya istriku," ucap Kenan.
Tapi nggak bisa menjamin sih,, semoga saja nggak terjadi hal-hal yang tidak aku inginkan,, batin Kenan.
"Syeila keluar dulu,, kamu kenalan dulu sama mamanya tuan Kenan,, karena aku sudah di anggap seperti keluarga sendiri oleh mereka,,, dan kamu itu orang spesial jadi kamu harus kenal lebih dekat lagi pada keluarga aku, maaf yah tadi seharusnya aku mengajak kamu masuk saja," ucap Juan terpaksa.
Syeila sangat bahagia begitu mendengar ucapan Juan lalu dia dengan bersemangat turun dari dalam mobil.
Juan tampak menyunggingkan senyumnya pada Syeila meskipun terpaksa.
Kenan dan Friska benar-benar menahan diri agar tidak tertawa begitu melihat ekspresi wajah Juan yang sangatlah terpaksa melakukan itu.
Oh jadi ini tantenya Ela,,, ya ampun cantikan Ela,,, mata kak Juan nggak salah nih milih Ela,, nih tante-tante juga nggak mau ngalah aja sama ponakan dia,, batin Friska.
Syeila langsung salam kepada mama Kenan sambil tersenyum.
Mama Kenan pun tersenyum.
"Oh jadi kamu yang bernama Syeila?" tanya Mama Kenan meskipun dia sudah tau.
__ADS_1
"Iya tante saya Syeila,, temannya Juan," jawab Mama Kenan.
"Teman? aku pikir kalian pacaran loh,, karena Juan selalu menceritakan kamu pada Tante seperti pria yang sedang menceritakan wanita yang sangat dia cintai," ucap Mama Kenan.
Astaga mama aku ini sangat totalitas,, batin Kenan.
Syeila tampak tersenyum malu-malu begitu mendengar ucapan Mama Kenan.
Benarkah Juan seperti itu,, astaga aku benar-benar nggak menyangka semua ini,, batin Syeila yang sangat bahagia.
"Kita hanya teman kok sekarang Tante,, nggak tau kalau nanti, doakan saja yah," ucap Juan juga yang semakin membuat Syeila bahagia.
"Iya Tante akan selalu mendoakan kamu nak,," ucap mama Kenan.
Agar kamu terhindar dari wanita seperti Syeila,, semoga saja pacarmu sekarang benar-benar jodoh kamu dan dia wanita yang baik,, batin Mama Kenan.
"Emm ya udah ayo kita pergi sekarang,, mama udah lihat kan calonnya Juan," ucap Kenan juga.
Hah,, calon? apa aku nggak salah dengar tadi,, ternyata Juan sudah sampai sejauh itu pikirannya,, tapi kenapa sih dia nggak nembak-nembak aku juga,, mungkin saja dia mau langsung menikah kali yah tanpa pacaran,, batin Syeila.
"Oh iya hampir lupa kalau kalian mau ke pesta,, hati-hati yah kalian,,, Juan hati-hati kamu nyetir mobil nya," ucap Mama Kenan.
"Iya," ucap Juan.
Mereka pun segera masuk ke dalam mobil setelah salam dan pamit pada mama Kenan.
Sementara di tempat lain Salsa dan Jeki sedang asik ngobrol. Mereka sudah semakin dekat meskipun baru dua kali mereka bertemu. Di tambah lagi Salsa yang memang sangat mudah akrab pada orang lain jadilah itu memudahkan dia untuk cepat akrab dengan Jeki,, sedangkan Jeki benar-benar merasa nyaman dengan Salsa.
"Salsa kamu lagi nunggu pengumuman aja kan?" tanya Jeki.
"Iya kak,," jawab Salsa.
Kok kak Jeki nanya itu sih,, jangan sampai dia mau menikahi aku juga seperti kak Juan yang akan menikahi Ela,, oh my god aku belum siap,, batin Salsa.
__ADS_1