
"Kak nggak boleh sombong jadi orang,, emang kamu mau nanti jadi miskin karena terlalu sombong,," cibir Salsa.
"Hmm nggak usah banyak ngomong deh,, yang intinya aku mau kamu ganti rugi karena aku nggak salah apa-apa,, aku nggak mau yah kalau aku yang ganti rugi, secara disini yang paling di rugikan itu aku,," sewot Raka.
Isshh perhitungan banget sih jadi cowok,, sombong lagi,, di tambah ngeselin lagi,, lengkap banget deh nih orang,, aku mau ganti rugi pakai apa coba,, secara uang jajan aku tinggal dikit,, tabunganku juga pasti nggak cukup deh,, secara suka aku tarik-tarik uangnya,, batin Salsa yang sedang memikirkan nasibnya.
"Kenapa diam kamu?" tanya Raka karena melihat Salsa yang hanya diam saja.
Pasti dia diam karena lagi mikir deh mau ganti rugi pakai apa,, rasain kamu makanya jangan bar-bar tadi,, udah salah juga nyolot lagi,, batin Raka.
"Ekhhemm gimana kalau gini,, kita damai aja kak,, nggak usah main ganti-ganti rugi segala,, kan tadi kamu bilang bisa membeli mobil yang lain,, jadi ikhlaskan saja mobil ini seperti ini,, nggak usah ganti-ganti rugi,, uang kamu kan banyak,," ucap Salsa sambil berharap Raka mau setuju dengan usulannya.
"Memang kamu nggak kasihan apa sama bocah kayak aku ini,, aku masih anak SMA,, nggak punya duit untuk membayar ganti rugi kak,, apalagi mobil kakak ini bagus banget,, pasti biayanya mahal," ucap Salsa sambil memasang wajah penuh kasihannya.
Hem,,hemm siapa suruh tadi kamu nyolot bocah,, udah tau salah masih nyolot lagi,, jadi kamu harus aku kerjain,, hitung-hitung hiburan buat hidupku ini,, lagi gabut juga aku,, batin Raka.
Raka tampak tersenyum membuat Salsa merasa bahwa Raka akan setuju dengan ucapannya,, dan dia akan pergi jauh-jauh. Salsa ikut tersenyum bercampur bahagia.
"Nggak kasihan sama sekali,, pokoknya kamu harus ganti rugi,, HARUS POKOKNYA,, nggak perduli aku,, kamu itu anak SMA atau apapun pokoknya aku nggak perduli sama sekali yang intinya kamu harus ganti rugi sampai mobil aku kembali bagus seperti semula tak ada lecet sedikit pun,," ucap Raka yang membuat senyum di bibir Salsa hilang seketika.
Sekarang Raka saja lah yang tersenyum bahagia begitu melihat ekspresi wajah Salsa,, setelah dia mengucapkan kata-kata itu.
Astaga aku pikir tadi dia mau tapi ternyata dia tidak mau,, isshh benar-benar ngeselin banget orang ini,, darimana aku mau ambil uang woi,, batin Salsa penuh kekesalan.
__ADS_1
"Kak tolonglah kasihan sedikit sama aku kak,, ikhlaskan saja kenapa itu mobil,, lagian kita kan sama-sama rugi kak,, aku juga mau membiayai motor aku yang lecet ini,, kalau di tambah dengan membiayai mobilmu yang mahal ini,, mana ada uang aku,," ucap Salsa pada akhirnya.
"Nggak mau tau aku,, kamu harus membiayai mobilku ini,, enak aja kamu udah salah malah aku yang harus turun tangan membiayainya sendiri,, lagian masa kamu lebih mengurus motormu daripada mobilku yang sudah kamu tabrak tidak berperasaan,,," ucap Raka.
"Ya ampun kak gitu amat sih,, kamu kan punya banyak uang,, kamu bisa biayai sendiri dulu kan nanti aku cicil deh bayarnya,, aku bakalan sisihkan uang jajanku sampai lunas kak,, mau yah kak?" ucap Salsa lagi dengan wajah penuh kasihan nya karena dia memang tidak ada uang untuk sekarang buat membayar kerusakan mobil Raka yang mahal itu.
Raka tertawa dengan nyaringnya begitu mendengar ucapan Salsa.
Lah dia malah tertawa,, hmm dosa apa aku kenapa bisa bertemu cowok modelan seperti ini,, gimana dong nih,, nasibku begini amat deh,, batin Salsa.
Raka masih terus saja tertawa membuat Salsa benar-benar kesal.
Begini amat hidupku ketemu sama bocah ini,, buat lecet mobilku dan dia ternyata nggak ada uang,, huff apes-apes,, nasibku begini amat deh selalu aja sial nggak pernah mau bagus,, ketemu nggak sengaja Friska misalnya biar enak juga nih hati walaupun hanya lihat wajah dia,, batin Raka.
"Hemm terserah aku dong mau tertawa atau nggak,, pokoknya aku nggak terima alasan yah,, aku hanya ingin kamu menggantinya,, tanpa aku yang harus membayarnya lebih dulu,, ini itu sudah resiko kamu bawa kendaraan nggak hati-hati,," ucap Raka setelah menyelesaikan tawanya.
"Ya ampun aku nggak punya uang kak,, aku jual ginjal dulu kalau gitu,, buat bayar kerusakan mobil kamu,," ucap Salsa.
"Ya udah pergi sana jual ginjal,, dan jangan harap kamu bisa kabur yah,, karena aku pasti akan menemukan kamu,," ucap Raka lalu mengambil ponselnya dan segera mengambil gambar Salsa.
"Wajah kamu sudah ada di ponselku,, anak buah ku akan sangat gampang menemukan kamu,, kalau kamu coba-coba kabur," ucap Raka lagi.
"Ya ampun kenapa di foto sih,, kamu mau modus yah terus bawa foto aku itu ke dukun,, aku nggak bakalan kabur kok tenang aja,," ucap Salsa.
__ADS_1
"Astaga kamu ini kepedean banget yah,, aku foto kamu hanya untuk jaga-jaga kalau kamu kabur bisa di cari dengan mudah kecuali kamu merubah wajahmu baru foto ini nggak berguna,, tapi biarpun begitu aku juga pasti dengan mudah mendapatkan informasi tentang kamu,, bocah kayak kamu ini,," ucap Raka.
"Duhh kita bicarakan baik-baik saja,, aku nggak bakalan kabur kok,, dan nggak bakalan mau jual ginjal aku,, iya kali aku mau jual ginjal ku,, tapi kalau kamu nggak percaya dan memang mau mengambil foto aku supaya aku nggak kabur,, hapus dulu foto aku itu terus foto ulang setidaknya aku kan bisa memasang gaya aku yang bagus nggak kayak di foto itu,," ucap Salsa.
"Gila kamu yah masih mikirin foto kamu yang nggak bagus ini,, aku hanya butuh kamu ganti rugi cepat nggak usah pikirin foto kamu yang jelek ini,, di ponselku nggak ada kamera editan,, jadi kalau jelek memang yah mau bergaya kayak gimanapun tetap saja jelek,, nggak bisa berubah cantik jadi cepat ganti rugi saja,," ucap Raka lagi.
Ehh buset nih orang gini amat bibirnya,, emang aku segitu jeleknya yah pantas saja aku jomblo terus nggak ada yang mau,, batin Salsa.
"Malah bengong lagi kamu,, kenapa nggak terima di bilangin jelek? yah mau gimana lagi memang jelek kok,," ucap Raka sambil tersenyum menjengkelkan.
"Heran ada juga yah wanita yang mau sama kamu,, pengen ku tonjok tau nggak kamu,, bisa tidak nggak usah terlalu jujur-jujur amat kalau aku jelek,," ucap Salsa.
"Hmm sayangnya nggak bisa karena aku sudah terlahir untuk menjadi orang jujur,, jadi nggak usah lari kemana-mana yah pembicaraan kita ini,, cukup kamu ganti rugi saja cepetan,," ucap Raka lagi.
"Astaga sudah berapa kali sih aku bilang,, aku tuh nggak punya uang,, aku cicil aja terus hapus foto aku itu,," ucap Salsa.
"Jual saja motor kamu, walaupun dengan kamu menjual motor kamu ini masih nggak cukup juga tapi nggak apa-apa nanti aku menganggapnya lunas saja,, biar aku yang tambahkan sisanya,," ucap Raka dengan santainya.
"Gila,, enak aja kamu menyuruh jual motorku yang sudah lama menemani aku dalam suka maupun duka,, aku nggak bakalan menjual motorku,, sudah ku bilang aku cicil saja,, aku nggak bakalan kabur kok,, nanti aku berikan alamat rumahku,," ucap Salsa lagi.
"Aku nggak mau,, oke aku bakalan terima kamu nggak ganti lecetnya mobil aku ini,, aku akan menganggapnya lunas,, aku akan membiayainya sendiri,, jadi kamu nggak perlu cicil karena aku nggak terima cicilan,,, asal kamu harus menjadi pembantuku selama tiga bulan,, harus terima di suruh-suruh sama aku selama TIGA BULAN,," ucap Raka dengan menekankan kata tiga bulan sambil tersenyum menjengkelkan kepada Salsa.
"Gimana mau nggak?" tanya Raka lagi.
__ADS_1