Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Tanya apa?


__ADS_3

"Memang kenapa kalau ada yang bernama Ela? namanya bagus dan kalau itu sudah jodoh,, gimana dong?" ucap Jeki sengaja.


"Nggak boleh,," ucap Juan.


"Ayo Syeila kita ke kantin,,, nggak usah disini banyak orang jomblo disini,," ucap Juan sambil berlalu dari hadapan Jeki dan Raka yang masih diam membisu akibat perkataan Juan.


Wahhh Juan semakin aktif saja dia mengganggu kita yang jomblo ini,, batin Raka.


Sedangkan Syeila langsung mengikuti Juan yang sedang berjalan sambil terus tersenyum karena mendengar perkataan Juan.


"Lihatlah tuh kelakuannya Juan sama kita,, mentang-mentang kita jomblo,," ucap Jeki.


"Iya,, padahal dia kan baru juga punya pacarnya,, tapi udah begitu,, dia sangat sama dengan Kenan,," ucap Raka.


"Dia kan bawahannya tuan Kenan,," ucap Jeki.


"Iya jadi memang nggak salah kalau dia begitu,, karena mengikut pasti,," ucap Raka sambil geleng-geleng kepala.


"Sudahlah asal Juan bahagia saja,, ayo kita ke kantin juga untuk mengisi perut,,, udah lapar banget aku,," ucap Jeki lalu berjalan menuju kantin begitu pun dengan Raka yang langsung mengikuti Jeki.


"Nggak usah terlalu mengikuti Juan dan Syeila,, nanti Juan malah menganggu kita berdua lagi,," ucap Raka.


"Iya kita santai aja jalannya,, biarkan mereka sampai duluan,, dan kita bakalan cari tempat duduk yang strategis," ucap Jeki.


"Oke,," ucap Raka.


"Juan kamu kok gangguin mereka jomblo padahal kamu juga jomblo kok,," ucap Syeila.


Juan langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan Syeila.


Aku udah nggak jomblo lagi Syeila,, tapi karena kamu aku harus menyembunyikan pacarku,, batin Juan.


"Mungkin nanti aku udah nggak jomblo lagi,," ucap Juan sambil tersenyum lalu menggandeng tangan Syeila dan berjalan bersama.


Hah mungkin nanti,, pasti maksudnya mungkin dia akan mengungkapkan perasaannya nanti sama aku,, ahhh aku senang banget,, tanganku di gandeng lagi,, aku yakin banget kalau Juan memang sudah memiliki perasaan yang lebih sama aku,, batin Syeila.


"Behh Jeki lihat tuh si Juan sangat aktif,," ucap Raka ketika melihat Juan menggandeng tangan Syeila.


Jeki pun tertawa begitu melihat itu.


"Dasar Juan mahh gitu amat,, mengambil kesempatan tuh,, aku perlihatkan ke Ela aja kali yah,," ucap Jeki.

__ADS_1


"Ehh jangan,, nanti Juan di putuskan dan dia malah nangis,," ucap Raka lalu tertawa.


"Dari yang aku lihat sih,, Juan terpaksa jadi bukan mengambil kesempatan," ucap Raka.


"Iya aku tau kok,, lagian aku bercanda saja tadi mau melapor pada Ela,, karena aku tau Juan itu sangat mencintai Ela,, terbukti dari dia tidak mau mengalah sama aku,, Juan itu selalu mengalah sama aku hanya mengenai Ela saja dia nggak mau ngalah jadi sudah pasti dia sangat mencintai Ela," ucap Jeki.


"Pengertian juga kamu yah,," ucap Raka sambil berjalan.


"Iya dong,, dia sepupu terbaik aku,,, dan aku memilih mengalah aja,, aku nggak mau seperti Syeila yang menghalalkan segala cara padahal dia tau Juan mencintai ponakannya,," ucap Jeki.


"Iya kamu benar banget," ucap Raka.


"Nanti? kamu udah punya yang spesial berarti kalau begitu?" tanya Syeila.


Hemm Ela yang spesial Syeila,,, pengen banget aku teriak di telinga kamu pakai toa,, batin Juan.


"Iya udah,, dan dia nggak jauh,, aku baru sadar belum lama ini aku sadarnya,, selama ini aku nggak menyadari karena kebodohan aku,, tapi sekarang aku udah pintar jadi aku sudah sadari semuanya,," ucap Juan yang sebenarnya sengaja menyindir Syeila.


Hah akhirnya kamu sadar juga Juan,, kalau Ela itu nggak pantas buat kamu,, iya kamu memang bodoh selama ini karena menyukai Ela yang tidak ada apa-apanya,, yang masih sekolah itu,,, bagusan aku kemana-mana juga, batin Syeila sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


Syeila yang berjalan di gandeng dengan Juan menjadi tontonan oleh karyawan-karyawan di kantor Kenan apalagi yang wanita.


"Semakin mesra saja yah pak Juan dan pacarnya,"


"Sekarang dia sudah punya pacar,, tinggal pak Kenan nih harapan satu-satunya tapi dia dingin banget lebih dingin dari pak Juan,,"


"Iya kamu benar banget,, gimana dia akan menikah kalau dingin seperti itu,, bahkan pacar saja pak Kenan tidak punya,, dan kita juga nggak bisa mendekati pak Kenan,,"


"Iya benar banget,, dia aja sedingin es,,, cari cowok lain saja,, kita tidak mungkin mendapatkan orang berpengaruh di kantor ini apalagi pak Kenan walaupun dia jomblo akut,"


"Ehh jangan ngomong sembarangan kamu,, di tau sama pak Kenan baru tau rasa kamu,,"


"Kan memang benar yang aku katakan,, dia adalah pria jomblo yang tidak bisa digapai,,"


Mereka pun tertawa bersama lalu karyawan-karyawan wanita itu kembali lanjut berjalan menuju kantin.


"Syeila kamu kenapa diam?" tanya Juan.


"Emm nggak kok aku hanya pengen diam aja," ucap Syeila malu-malu.


"Oh iya tadi itu pria yang bersama Jeki sepertinya yang video call dengan aku kan?" tanya Syeila.

__ADS_1


"Iya kamu benar banget,, ingatan kamu sangat bagus,, kamu memang wanita spesial," ucap Juan sambil tersenyum.


"Hah,, biasa aja kok Juan,, kamu jangan berbicara seperti itu,, aku malu," ucap Syeila.


"Ngapain malu sama aku,, yang aku katakan tadi memang fakta juga kok,," ucap Juan dengan senyum manisnya.


"Emm kalian dekat banget yah sepertinya?" ucap Syeila yang sengaja mengalihkan pembicaraan.


"Iya kita dekat banget asal kamu jangan dekat banget sama dia,," ucap Juan lagi.


"Loh kenapa?" tanya Syeila yang pura-pura bertanya,, padahal di dalam hatinya dia sudah sangat bahagia begitu mendengar ucapan Juan.


"Yah masa kamu nggak mengerti sih dengan maksud aku Syeila,, haruskah aku memberitahukan alasannya sama kamu?" ucap Juan.


"Emm nggak perlu kok Juan," ucap Syeila sambil tersenyum.


"Silahkan duduk," ucap Juan dengan sangat manis.


Syeila pun langsung duduk dengan perasaan bahagia.


Tak lama Jeki dan Raka pun ikut duduk dan tidak jauh dari tempat duduk Juan dan Syeila.


Syeila melihat Raka dan Jeki.


Emm aku bisa ngetes Juan kali yah,, batin Syeila.


"Juan ajak mereka juga dong,, biar rame," ucap Syeila sambil melihat Jeki dan Raka.


"Jangan dong,, aku ingin duduk berdua saja dengan kamu,, lagian mereka berdua itu orangnya ganggu banget,, jadi nggak usah,," ucap Juan sambil melihat Jeki dan Raka yang dari ekspresi wajah mereka,, Juan sudah tau kalau mereka pasti sedang kepo.


Hemm pasti Juan ingin mempunyai waktu berdua dengan aku,, batin Syeila.


"Oh gitu yah,," ucap Syeila.


"Iya Syeila,, aku harap kamu mengerti,," ucap Juan masih dengan senyumnya.


"Emm iya," ucap Syeila.


"Syeila aku ingin bertanya sesuatu sama kamu?" ucap Juan lagi.


"Tanya apa?" ucap Syeila dengan perasaan yang deg-degkan.

__ADS_1


"Kamu udah punya pacar? maaf kalau pertanyaan aku lancang,," ucap Juan.


__ADS_2