Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Wow...,,,..


__ADS_3

"Isshh apa-apaan coba,, kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan banget, aku mah ogah suapin suami orang,, telfon istri kamu saja terus perintah dia buat suapi kamu,, aku nggak mau yah menyuapi kamu,, emang aku cewek apaan coba,, mau suapi suami orang kalau aku di liat dengan orang lain nanti aku di kiranya lagi menggoda suami orang lagi,, padahal mahh nggak sama sekali,, amit-amit deh,," ucap Salsa yang langsung heboh begitu mendengar ucapan Raka.


Raka menelan saliva nya begitu mendengar ocehan Salsa.


Aku ngomongnya dikit banget tadi,, pas dia yang ngomong panjang benar,, baru juga aku mau kerjain suapi aku makan sudah begitu saja responnya,,, dasar yah nih bocah yang dia pikirkan itu apa sih,, aku kan cuma mau buat dia susah aja,, siapa juga coba yang mau marah,,, aku kan jomblo,, dan lagian aku nggak bakalan lah mau di lihat sama orang lain,, nanti satu kantor heboh lagi,,, batin Raka.


"Apa lihat-lihat? aku nggak mau yah suapi kamu,, pokoknya nggak mau,, telfon istri kamu saja,, udah yah aku mau balik,, tugas aku udah selesai juga ini," ucap Salsa.


"Eittzz enak aja mau asal balik,, pikiran kamu ini sangat jauh sekali yah,,, aku cuma menyuruh kamu suapi aku tapi kamu sudah menyerocos kemana-mana,,, istriku mana mungkin sih cemburu sama bocah,,," ucap Raka.


"Lagian yah aku menyuruh kamu itu cuma karena aku lagi sibuk saja,, kamu nggak lihat ini apa yang aku lakukan sekarang,,, siapa juga yang mau mengambil kesempatan dalam kesempitan sama kamu,, astaga kepedean banget kamu bocah,," ucap Raka lagi.


"Yah kalau kamu lagi sibuk sekarang bentar aja kamu makan sendiri,,, pas kamu lagi nggak sibuk,, gitu aja repot banget,,, aku nggak mau menyuapi kamu,," ucap Salsa sambil bergidik ngeri.


"Aku maunya makan sekarang,, oke kalau kamu nggak mau aku akan menambah waktu kamu menjadi pembantu aku,, jadi semuanya terserah kamu,, sana balik,," usir Raka sambil menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Salsa yang langsung berubah seketika.


"Nggak bisa begitu dong kan udah perjanjian tiga bulan masa kamu mau tambah lagi,, nggak terima dong aku," omel Salsa.


"Harus ada hitam di atas putih nih biar kamu nggak seenaknya sama aku," ucap Salsa lagi.


"Iya terserah kamu,, aku juga memang butuh sepertinya hitam di atas putih,, biar kamu tidak membangkang kalau di perintah,, heran deh kamu ini pembantu aku,, tapi kalau di perintah nggak pernah mau,, kamu tolak terus,, mau kamu apa neng?" ucap Raka sambil menggelengkan kepalanya.


"Lunasi hutang aku lah,," gumam Salsa pelan namun masih di dengar oleh Raka.


Raka langsung tertawa begitu mendengar ucapan Salsa membuat Salsa mengernyitkan keningnya bingung.


Kenapa sih nih orang,, apa tadi dia mendengar ucapan aku,, batin Salsa.


"Kamu ini kerja baru sehari tapi sudah minta di lunasi hutang kamu,, syaratnya itu tiga bulan,, udah deh nggak usah berharap yang aneh-aneh,, sekarang cepat suapi aku,," ucap Raka.


"Nggak ada penolakan kalau kamu masih menolak lagi,, aku akan benar-benar menambah bulannya menjadi empat bulan kamu menjadi pembantu aku,, dan aku pastikan dalam waktu empat bulan itu kamu akan sangat menderita," ucap Raka sambil tertawa jahat.


Astaga bisa-bisanya dia tertawa seperti itu,, isshhh dasar orang tua,, ngeselin banget,, seharusnya dia ini lebih banyak tobat sekarang disaat umurnya yang sudah tua,, walaupun dia masih terlihat muda sih tapi umurnya pasti sudah tua nih,, batin Salsa.


"Kamu dengar nggak sama apa yang aku katakan?" ucap Raka karena melihat Salsa yang hanya diam.


"Iya dengar kok nggak usah ribut,," ucap Salsa sambil berjalan mendekat ke tempat duduk Raka dengan menghentakkan kakinya.


"Gini nih ekspresi bocah kalau nggak di kasih uang jajan sama orang tuanya," ucap Raka begitu melihat Salsa yang menghentakkan kakinya ke lantai.


"Isshh sok tau banget,," ucap Salsa.


"Buka mulut cepat," ucap Salsa lagi dan Raka dengan refleks mengikuti perintah Salsa.


Raka langsung ter batuk begitu Salsa memaksakan pizza itu masuk semua ke dalam mulutnya.


"Aduh kok batuk sih,, air mana air,," ucap Salsa begitu melihat Raka yang terbatuk.


Raka dengan segera menunjukkan air yang berada di atas meja pada Salsa,, dan Salsa dengan segera pergi mengambil air itu untuk Raka minum.


Mampus gue,, abis kebawa emosi,, jadi begitu deh,,, pasti dia marah-marah lagi nih,, batin Salsa sambil melihat Raka yang sedang terbatuk-batuk dan sesekali minum air.


"Kamu ini mau membunuh aku yah,, iya?" omel Raka begitu sudah selesai dengan batuknya dan juga pernapasannya kembali teratur.


"Yah nggak dong,, kalau aku mau membunuh kamu,, mana mungkin aku mau mengambilkan kamu air minum," ucap Salsa sambil nyengir.


"Yah maaf deh,, makanya kamu jadi manusia itu jangan terlalu ngeselin,, aku itu hanya pengen cepat-cepat aja gitu,, selesai suapi kamu makanya aku begitu,," ucap Salsa sambil berusaha tersenyum terpaksa padahal sebenarnya dia benar-benar takut,, tapi dia berusaha menutupi ketakutannya dengan tersenyum dan juga cengiraan nya.


"Wah,, wah,, wahh,, udah salah ngeles lagi dan juga nyalahin aku,,, sekarang kamu pergi belikan aku minuman,, aku nggak bisa tanpa air minum di ruangan aku,, jadi cepat sana dan ingat itu,, karena ini tugas kamu untuk mengingat apa saja kebiasaan aku,, apa saja yang aku nggak suka selama kamu menjadi pembantu aku,, dan bersyukur deh kamu,, aku masih menyuruh kamu membelikan aku air minum,, setelah yang kamu lakukan tadi sama aku,, dan nggak usah protes bersyukur aja kamu,, karena aku melihat bibir kamu itu sepertinya ingin protes lagi,," ucap Raka.

__ADS_1


Issh ngeselin banget sih nih orang,, batin Salsa.


"Nih uangnya,, sekalian dengan harga pizza ini,, aku nggak mau mengambil uang dari bocah,," ucap Raka sambil menyodorkan beberapa lembar uang merah kepada Salsa.


Ehh buset banyak benar nih duit,, sementara harga pizza nya nggak mahal kok tadi,,, batin Salsa.


"Ambil cepetan,, dan belikan aku air minum lagi," ucap Raka sambil masih menyodorkan uang pada Salsa yang sedang diam membisu.


"Iya bawel banget sih," ucap Salsa sambil mengambil uang dari Raka.


"Oh iya kamu ini kan bos yah,, emang kamu nggak punya gitu buat yang di perintah-perintah untuk menyiapkan segala yang kamu inginkan?" tanya Salsa karena mengingat Kenan yang mempunyai Juan untuk menyiapkan segala yang diinginkan oleh Kenan.


"Punya dong,, dan aku sengaja menyuruh dia fokus pada pekerjaan kantor saja,, karena kalau urusan begini ada kamu yang jadi pembantu aku,, yang bisa di perintah-perintah," ucap Raka sambil tersenyum menyebalkan pada Salsa.


Astaga emang niat banget nih orang mau membuat aku susah,, batin Salsa yang semakin kesal karena Raka.


"Kenapa nggak suka yah aku tau kok tapi aku nggak perduli tuh," ucap Raka santai.


"Jadi sekarang pergi belikan aku minuman cepat nggak pakai lama yah," ucap Raka.


"Issshh, dimana aku mau beli?"


"Cari tau sendiri,, gitu aja bertanya juga,, nggak guna banget sih," ucap Raka sambil menahan tawanya.


"Astaga," ucap Salsa lalu segera berjalan ke luar dari dalam ruangan Raka dengan perasaan kesal yang luar biasa pada Raka.


Begitu Salsa keluar,, Raka langsung tertawa dengan bahagianya.


"Haduhh seru banget yah ngerjain bocah,," ucap Raka di sela-sela tawanya dan masih di dengar oleh Salsa karena dia penasaran apa yang akan dilakukan Raka ketika dia keluar.


Hemm sudah aku duga dia pasti seperti ini,, sabar Salsa sabar,, itu saja yang bisa tanamkan dalam diriku,, batin Salsa lalu segera berjalan menuju lift.


"Iya,, mau kemana dia,, aku harus mengikuti anak itu,, aku mau balas perlakuan dia tadi,"


"Ehh jangan dong,, kamu jangan bikin keributan disini,, kamu mau mendapatkan teguran dari pak Raka,," ucap salah satu temannya sambil menahan tangan wanita itu.


"Udah deh nggak bakalan kok aku buat keributan seperti adu jotos,, aku hanya mau memberikan dia kata-kata supaya mentalnya sedikit terganggu,, bocah yang seperti dia itu harus diperlakukan seperti itu," ucap wanita itu sambil berjalan mengikuti Salsa dan temannya pun ikut.


"Sepertinya dia sudah mau balik tuh,, kita kembali kerja saja,"


"Aku harus bicara dengan anak itu,,"


Security yang melihat Salsa sedang berjalan ke arahnya langsung tersenyum ramah begitu pun dengan Salsa.


"Ada apa Nona?" tanya security itu begitu melihat Salsa berhenti berjalan ketika berada dekat dengannya.


"Ini pak,, kantin di kantor ini bagian mana yah?" tanya Salsa.


"Oh kantin,, sini biar saya antar Nona," ucap security itu.


"Oke pak,, makasih yah," ucap Salsa.


"Iya Nona,," ucap security itu lalu segera berjalan menuju kantin dan diikuti dengan Salsa.


Salsa yang lagi membawa minuman tiba-tiba mendapatkan telfon dari Raka yang membuat Salsa berdecak kesal.


Dengan malas Salsa mengangkat panggilan telfon dari Raka.


"Halo,,, ada apa lagi? aku udah mau ke ruangan kamu nih bawa botol minuman,, nggak usah nelfon lagi," omel Salsa.

__ADS_1


"Aku nggak mau minuman yang di dalam perusahaan ini,, aku mau minuman dari tempat lain,, jadi carikan aku cepat,, aku tau minuman apa saja yang ada disini,, jadi percuma saja kalau kamu mau membohongi aku,," ucap Raka sambil menahan tawanya.


"WHAT!!! apa yang salah sih dengan kamu ini,, jadi bos jangan terlalu tega sampai segini nya lahh,,, capek tau mau pergi cari ke tempat lain,, ada yang dekat juga ngapain aku harus pergi ke tempat yang jauh," ucap Salsa.


"Hee disini kan gratis,,, aku sudah memberikan kamu uang tadi,, pergi cari sana yang nggak gratis,, jangan kamu ambil yah uang itu,, dasar bocah," ucap Raka.


Ya ampun dia tau juga,, udah masuk kantong juga nih duit,, ehh dengan terpaksa dia harus keluar lagi,, batin Salsa.


"Dasar pelit," ucap Salsa lalu segera menutup panggilan telfonnya dengan Raka.


Raka lagi-lagi tertawa karena berhasil mengerjai Salsa dan membuat Salsa kesal.


Aku kan sengaja biarin kamu jalan dulu,, baru deh aku suruh ke tempat lain,, batin Raka.


"Ada apa Nona?" tanya security itu karena melihat ekspresi wajah Salsa yang berubah kesal.


"Ini aku di suruh ke tempat lain pak,, menjengkelkan banget tuh orang,, padahal aku udah mau ke ruangan dia lagi," ucap Salsa.


"Hah,, yang sabar yah Nona,, ada kok dekat kantor ini sepertinya kalau hanya minuman yang Nona cari," ucap security itu.


"Iya pak,," ucap Salsa sambil tersenyum.


"Heh,, kamu ngapain masih disini,, lebih baik kamu pulang saja," ucap wanita itu yang langsung membuat Salsa melihatnya dengan kesal.


Ngapain lagi nih tante-tante,, gue lagi kesal ehh dia malah menampakkan wajahnya lagi di depanku,, batin Salsa.


"Memang perusahaan ini punya kamu?" ucap Salsa sambil melihat sinis pada wanita yang sebelumnya mengajaknya juga untuk ribut.


"Hah,, berani sekali dia seperti itu pada kamu,," bisik teman wanita itu yang juga jengkel melihat Salsa.


"Sudah yah Nona-Nona,, jangan buat keributan di sini,, lagian adek ini ada urusan dengan tuan Raka,, dan tuan Raka juga izinkan dia berada disini bahkan tadi dia masuk ke dalam ruangan tuan Raka,, jadi jangan bicara seperti itu,," ucap security itu yang mencoba menghentikan kedua karyawan wanita itu untuk mengganggu Salsa.


"Dengar sendiri kan? lagian kalian pikir aku mau apa berada disini,, aku itu nggak mau berada disini hanya bos kalian saja tuh yang menyuruh aku datang kesini hanya untuk menyuapi dia,," ucap Salsa lalu langsung menutup mulutnya cepat karena keceplosan,, sebenarnya Salsa tidak mau katakan itu pada siapa pun karena jangan sampai kabar dia menyuapi Raka sampai ke telinga istri Raka.


Aduhh mampus gue,, bibirku ini kalau berucap nggak bisa di kontrol,, aku nggak mau yah sampai di labrak sama istri orang terus nanti aku jadi viral,, kalau viral karena prestasi sih bagus,, lah kalau viral karena suami orang,, nggak mau gue,,, nggak bagus banget tuh jalur viral,,, amit-amit banget,, batin Salsa sambil bergidik ngeri.


Di luar dugaan Salsa dia mendapatkan tawa dari kedua wanita itu,, dan membuat Salsa merasa lega karena mereka tidak menganggap serius ucapan dia tadi.


Hemm untung mereka goblok, batin Salsa.


"Kamu kalau mau halu jangan disini deh,, mana mungkin pak Raka menyuruh anak kecil seperti kamu datang kesini hanya untuk menyuapi dia,," ucap wanita itu lalu tertawa mengejek Salsa.


"Kamu butuh uang banget yah dek?" tanya wanita itu sambil melihat penampilan Salsa dari bawah sampai ke atas.


"Kalian berdua ini nggak kerja kah? dengar yah aku mau butuh uang ataupun nggak bukan urusan kalian berdua,, paham?" ucap Salsa.


"Hemm aku hanya menghabiskan waktu saja bicara dengan kalian berdua, lebih baik aku pergi dan jangan perlihatkan lagi wajah kalian di depan mata aku,, karena aku benar-benar malas berurusan dengan tante-tante yang sok seperti kalian berdua," ucap Salsa sambil melihat sinis kedua wanita itu.


"Hei bocah berapa kamu di bayar per jam untuk memuaskan pak Raka,,, kasihan yah masih muda sudah jadi wanita tidak benar,, sepertinya kamu memang menyuapi pak Raka dengan tubuh kamu," ucap wanita itu begitu memperhatikan baik-baik penampilan Salsa yang sudah acak-acakan sedikit begitu keluar dari dalam ruangan Raka,, padahal semua itu karena Salsa yang sangat kesal di perintah-perintah dengan Raka sehingga penampilan nya pun dia tidak perhatikan.


Salsa langsung menghentikan langkahnya begitu mendengar ucapan wanita itu,,, Salsa kembali berbalik dan menghampiri wanita itu dengan ekspresi wajah yang benar-benar marah.


"Plaakkk,,"


Satu tamparan keras mendarat di pipi wanita itu membuat mereka jadi bahan tontonan.


Tak cukup hanya itu,, minuman yang Salsa pegang pun langsung dia tuangkan kepada wanita itu yang sedang memegang pipinya.


"Wow,," ucap Raka yang sedang melihat kejadian itu melalui CCTV,, sebenarnya dia mau melihat ekspresi wajah kesal Salsa tapi dia malah melihat juga pertengkaran itu.

__ADS_1


__ADS_2