Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Udah aktif tapi malah sibuk


__ADS_3

Syeila pun segera menelepon Juan namun ponsel Juan belum aktif-aktif juga.


"Mungkin dia belum sampai kali yah, atau baterai ponselnya dia masih isi," ucap Syeila.


"Lebih baik bersih-bersih dulu deh, bentar baru aku telfon lagi," ucap Syeila lagi.


Syeila pun segera ke kamar mandi.


#######


"Aku antarin pak Juan dulu baru kamu yah," ucap bawahan Kenan yang sedang menyetir mobil.


"Iyalah,"


"Pak Juan alamatnya dimana?" tanya bawahan Kenan pura-pura tidak tahu.


"Kalau nanya lagi aku bakalan bilang ke tuan Kenan kalau kalian kerjanya tidak bagus biar gaji di potong atau bahkan di pecat," ucap Juan dengan entengnya kepada bawahan Kenan.


"Ya ampun pak gitu amat, bercanda kok pak seriusan bercanda doang," ucap bawahan Kenan.


"Aku juga bercanda doang," ucap Juan lalu tertawa.


"Bisa ajah pak Juan bercandanya, bisa buat aku menangis,"


"Berlebihan banget, ingat kamu tuh cowok jangan gampang menangis, karena yang gampang menangis itu hanya wanita," ucap Juan.


"Iya pak suka-suka pak Juan sajalah," ucap bawahan Kenan.


######


"Oke terima kasih yah, hati-hati kalian berdua," ucap Juan begitu sudah turun dari mobil dan sudah sampai di apartemen yang juga berdekatan dengan apartemen Kenan.


"Iya bapak juga hati-hati nanti di culik dengan tante-tante," ledek bawahan Kenan lalu dengan segera menyetir mobilnya untuk segera pergi sebelum Juan berbicara.


Juan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan bawahan Kenan itu, lalu segera berjalan masuk menuju apartemennya.


"Berani banget kamu sama pak Juan," ucap bawahan Kenan yang tidak menyetir mobil.


"Iya karena pak Juan itu nggak mungkin masukin ke dalam hati bercandaan aku tadi tapi kalau sama tuan Kenan aku takut," ucap bawahan Kenan yang sedang menyetir mobil.


"Kamu nggak usah takut lagian nggak ada juga yang bakalan sedih kalau kamu nggak ada lagi, kamu kan jomblo," ucap temannya lalu tertawa.


"Enak ajah yah kamu kalau ngomong, aku masih punya orang tua kali yang bakalan sedih jika anaknya tiada,"


"Bercanda jangan baper,"


Mereka pun tertawa bersama.


#######


Juan yang sudah masuk ke dalam apartemennya segera mengisi baterai ponselnya terlebih dahulu. Lalu dia duduk di sofa sambil merenggengkan tubuhnya yang sangat lelah itu.


Ini Juan kemana yah, sejak tadi ponselnya tidak aktif-aktif, apa dia sudah di apartemen atau belum yah batin Kenan yang sedang baring di tempat tidurnya di temani Friska yang sudah tidur duluan sambil memeluk Kenan seperti guling.

__ADS_1


Kenan pun masih terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil masih menghubungi Juan, namun tetap saja nomor ponsel Juan tidak aktif-aktif.


Ya ampun Kenan kamu itu yah kenapa nggak kepikiran buat menghubungi bawahan kamu yang sedang bersama Juan tadi batin Kenan.


Kenan pun segera menghubungi bawahannya.


Bawahan Kenan yang mendengar ponselnya berdering segera melihatnya.


"Ya ampun aku pikir pacar aku ternyata tuan Kenan,"


"Ya sudah cepat angkat, gimana sih kamu,"


"Iya," ucap temannya lalu segera mengangkat panggilan telfon dari Kenan.


"Hallo, tuan,"


"Kalian lagi dimana?" tanya Kenan langsung setelah bawahannya mengangkat panggilan telfon dari dia, dengan suara yang pelan karena tidak ingin membangunkan istrinya.


"Lagi di jalan tuan, ada yang bisa kami bantu?"


"Emm Juan masih sama kalian?" tanya Kenan.


"Oh pak Juan sudah kami antarkan ke apartemennya tuan, ini kita lagi mau pulang ke apartemen masing-masing sekarang,"


"Oh begitu, ya sudah kalau gitu kalian hati-hati," ucap Kenan yang membuat bawahannya shock seketika setelah mendengar kata-kata langka itu dari Kenan.


"Iya tuan,"


"Tuan Kenan ternyata orangnya perhatian juga pada kita ini,"


"Maksud kamu?"


"Dia suruh kita hati-hati sekarang,"


"Seriusan!!!"


"Iya tadi dia bilang,"


"Aku nggak nyangka,"


"Sama,"


"Oh iya kenapa tuan Kenan telfon kamu?"


"Dia tanyain pak Juan,"


"Oh jangan-jangan pak Juan mau di perintah lagi,"


"Kasian banget kalau sampai di perintah lagi jam segini,"


Mereka pun langsung tertawa bersama sambil mengingat wajah Juan jika di perintah lagi oleh Kenan.


#######

__ADS_1


Kenan segera beranjak dari tempat tidur dengan sangat pelan agar istrinya tidak terbangun.


"Aku ke apartemen Juan dulu sayang, nggak lama kok," ucap Kenan pelan lalu mengecup pipi istrinya dulu, setelah itu dia keluar dari dalam apartemennya menuju apartemen Juan yang tidak jauh dari apartemennya, tak lupa dia mengunci pintu.


Juan yang baru selesai mandi mengernyitkan keningnya bingung begitu mendengar bel apartemennya berbunyi. Dia pun dengan segera pergi melihatnya.


Oh Kenan tumben dia tidak menelepon dulu batin Juan.


Juan pun teringat dengan ponselnya yang baterainya habis, Juan dengan segera membuka pintu apartemennya.


"Lama banget kamu bukanya Juan, jangan-jangan kamu lagi menyembunyikan seorang wanita disini," cerocos asal Kenan sambil berjalan masuk ke dalam apartemen Juan.


"Ya ampun tuan Kenan fitnah ajah, saya lagi mandi tadi tuan, nggak lagi menyembunyikan seorang wanita" ucap Juan.


"Iya deh percaya lagian kamu jomblo," ucap Kenan enteng sambil duduk di sofa.


"Oh yah kenapa nomor ponsel kamu nggak aktif?" tanya Kenan.


"Oh itu tuan baterainya habis," jawab Juan.


"Oh pantas saja," ucap Kenan.


"Oh iya gimana tadi mereka sudah pada tempatnya kan?" tanya Kenan.


"Iya tuan sudah pasti itu, hanya mereka sangat ribut," ucap Juan.


"Kalian nggak mengobati mereka kan?" tanya Kenan penuh selidik.


Untung saja tadi nggak batin Juan tenang.


"Iya tidak tuan," jawab Juan.


"Bagus, ya sudah aku mau balik dulu kasian istriku sendirian," ucap Kenan sambil berjalan ke luar dari apartemen Juan dan Juan hanya menggelengkan kepalanya melihat Kenan yang seperti itu.


Dia kan bisa bertanya besok kalau cuma itu, hemm dia benar-benar ingin segera tahu tentang penderitaan Renata batin Juan.


"Renata-Renata sekalipun kamu bebas nanti aku yakin kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau kamu masih ingin menyakiti Nona Friska," gumam Juan sambil menutup pintunya.


Juan pun segera memakai baju tidur lalu segera mengaktifkan ponselnya, dia harus mengecek lagi e-mail yang masuk.


"Juan udah sampai belum yah, aku harus memastikan juga kalau ini nomor ponsel dia atau bukan, jangan sampai dia salah ngasih nomor lagi," ucap Syeila lalu segera menghubungi nomor ponsel Juan.


Ehh udah aktif batin Syeila.


Juan yang melihat nomor ponsel baru mengernyitkan keningnya bingung.


"Oh apa mungkin ini Syeila," ucap Juan lalu segera mengangkat panggilan telfon dari nomor baru itu.


"Hallo," ucap Juan.


Syeila pun tersenyum begitu mendengar suara Juan yang berarti itu nomor ponsel Juan beneran, dan di lain sisi Ela ternyata menghubungi Juan juga.


Yah tadi ponsel kak Juan nggak aktif, ehh sekarang udah aktif tapi malah sibuk, aku udah begadang juga batin Ela ngenes.

__ADS_1


__ADS_2