Cinta Presdir Tampan

Cinta Presdir Tampan
Oh jadi gitu,,


__ADS_3

Kenan benar-benar terkejut begitu mendengar ucapan Friska tiba-tiba,, dengan segera dia membalikkan badannya menghadap ke Friska.


Kenan pun langsung nyengir begitu ketahuan oleh Friska.


"Lagi ngapain di depan pintu ruangan om Juan?" tanya Friska lagi karena melihat Kenan yang hanya nyengir saja sejak tadi.


"Sini sayang kamu dengar aja sendiri,, lucu banget tuh sih Juan," ucap Kenan sambil membawa istrinya ke dekat pintu ruangan Juan untuk mendengar pembicaraan Juan.


Friska pun dengan segera mengikuti ucapan Kenan,, dia juga ikut nguping bersama Kenan. Terlihat jelas ekspresi wajah Juan yang gundah gulana akibat perkataan Kenan yang didengar oleh Ela sehingga Ela menjadi takut untuk segera menikah dengan dirinya.


"Sayang jangan pikirkan perkataan tuan Kenan,, dia itu hanya bercanda saja,, dia kan belum menikah mana tau dia yang seperti itu,, iyakan sayang?" ucap Juan kepada Ela.


Maaf sayang sepertinya yang dikatakan tuan Kenan itu benar karena dia kan sudah menikah,, tapi aku kan nggak mungkin bilang sama kamu nanti kamu nggak mau nikah lagi,, lagian Nona Friska terlihat baik-baik saja sampai sekarang,, jadi sudah pasti nanti kamu akan baik-baik saja,, batin Juan penuh keyakinan.


Ela pun tampak berpikir begitu mendengar ucapan Juan.


Iya juga yah kan pak Kenan belum menikah,, berarti dia memang hanya bercanda saja mungkin,, tapi kata orang kan sakit,, akkhh bingung,, batin Ela.


"Sayang kamu dengar aku kan?" ucap Juan lagi karena Ela hanya diam saja.

__ADS_1


"Iya dengar kok,, mungkin yang kamu katakan benar,," ucap Ela pada akhirnya.


"Iya sayang,, jadi kamu nggak usah takut menikah cepat-cepat yah," ucap Juan lagi sekaligus merasa lega.


"Iya sayang," ucap Ela sambil tersenyum.


Juan pun langsung bernafas lega sedangkan Friska langsung melihat ke arah suaminya karena penasaran akan apa yang diperbuat Kenan lagi pada Juan dan Ela.


"Oh iya nanti malam kita keluar jalan yah,, kita makan malam bersama,, mau nggak?" ucap Juan mengalihkan pembicaraan sebelum Ela mikir macam-macam lagi dan takut untuk menikah.


Ela tampak sangat bahagia begitu mendengar ucapan Juan.


Juan pun tampak tersenyum bahagia begitu mendengar ucapan Ela.


"Oke sayang,, nanti malam aku jemput yah," ucap Juan lagi.


"Iya sayang,," ucap Ela.


"Aku tutup dulu panggilan telfonnya kalau gitu," ucap Juan lagi.

__ADS_1


"Iya," ucap Ela.


Juan pun segera menutup panggilan telfonnya dengan Ela begitu mendengar ucapan Ela.


Friska dengan segera masuk ke dalam ruangan Juan bersama Kenan.


Juan sedikit terkejut begitu melihat kedatangan Friska dan Kenan.


"Om Juan diapain tadi sama suami aku?" tanya Friska langsung.


"Nggak aku apa-apain kok sayang,, ayo kita ke ruanganku," ucap Kenan.


Hemm ini waktunya balas dendam,, tidak ku sangka kesempatan balas dendam nya bisa secepat ini,, batin Juan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.


"Itu tadi Nona,, tuan Kenan buat Ela jadi takut untuk menikah,, dan juga dia gangguin aku bucin Nona,, kata tuan Kenan aku bucin dan dia nggak,, dia nggak apa-apa katanya biar di tinggal dengan Nona karena dia nggak bucin,," ucap Juan yang sengaja menambah-nambahkan kata-kata Kenan.


Kenan langsung melotot kan matanya kepada Juan. Sedangkan Juan benar-benar menahan tawanya begitu melihat ekspresi wajah Kenan.


Rasain,, batin Juan sambil tertawa jahat di dalam hatinya.

__ADS_1


"Oh jadi gitu,, kamu nggak apa-apa aku tinggal,," ucap Friska sambil melihat Kenan dengan tatapan mata tajamnya.


__ADS_2